Anda di halaman 1dari 36

Antropometri

Disusun oleh:
Paulus Sidharta (1161050104)
Sri Maharani Anastasia Ake (1161050144)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEDOKTERAN KELUARGA


PERIODE 26 FEBRUARI – 31 MARET 2018
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA
2018
ANTHROPOMETRI
• Suatu cabang ilmu dari Antropologi Fisik
– Mempelajari ukuran-ukuran tubuh manusia
secara sistematis
• Sudah sejak ratusan tahun digunakan dalam
antropologi
• Sejak perang Dunia ke II u/ mendesain alat
• Sejak 30 tahun untuk merancang tempat dan
peralatan kerja
• Ketidak serasian antara ukuran tubuh
manusia dengan tempat kerja akan
mempengaruhi sikap tubuh saat berkerja
– dapat menyebabkan berbagai gangguan
muskuloskeletal, mulai dari nyeri sampai
cedera otot & memperbesar risiko untuk
terjadi kecelakaan
DEFINISI

• Antropometri berasal dari bahasa


Junani dari kata Antropos = manusia
dan metros = ukuran.
• Antropometri adalah pengukuran
sistematis dari bagian-bagian fisik
manusia, khususnya dimensi ukuran
dan bentuk tubuh.
• Jellife (1966)
• Antropometri gizi berhubungan dengan
berbagai macam pengukuran dimensi tubuh
dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat
umur dan tingkat gizi
Syarat yang Mendasari Penggunaan
Antropometri
• Alat mudah didapat dan digunakan
• Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang
dengan mudah dan objektif
• Pengukuran tidak selalu harus oleh tenaga
khusus profesional, dapat oleh tenaga lain
setelah mendapat pelatihan
• Biaya relatif murah
• Hasilnya mudah disimpulkan, memiliki cutt of
point dan baku rujukan yang sudah pasti
• Secara ilmiah diakui kebenarannya
Keunggulan Antropometri
• Prosedur sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah
sampel cukup besar
• Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli
• Alat murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan
dibuat di daerah setempat
• Metode ini tepat dan akurat, karena dapat dibakukan
• Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa
lampau
• Umumnya dapat mengidentifikasi status buruk, kurang dan
baik, karena sudah ada ambang batas yang jelas
• Dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode
tertentu, atau dari satu generasi ke generasi berikutnya
Kelemahan Antropometri

• Tidak sensitif: tidak dapat mendeteksi status gizi dalam waktu


singkat, tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi tertentu,
misal Fe dan Zn
• Faktor di luar gizi (penyakit, genetik dan penurunan penggunaan
energi) dapat menurunkan spesifikasi dan sensitivitas pengukuran
antropometri
• Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi
presisi, akurasi, dan validitas pengukuran
• Kesalahan terjadi karena: pengukuran, perubahan hasil pengukuran
(fisik dan komposisi jaringan), analisis dan asumsi yang keliru
• Sumber kesalahan biasanya berhubungan dengan: latihan petugas
yang tidak cukup, kesalahan alat, kesulitan pengukuran
Jenis pengukuran:

Ukuran Panjang
Ukuran lebar Ukuran Tebal
Ukuran dinamis

• Kekuatan (Strength)

• Range of Motion (pedal, putar tombol)


• Penilaian hasil pengukuran antropometri:
– Usia
– Berat badan
– Panjang badan (usia kurang 2 tahun),
– Tinggi badan (usia 2 tahun atau lebih)
– Lingkar lengan atas (LiLA)
– Lain2: tebal lipatan kulit
Kategori IMT (kg/m2)
Kurus Kekurangan berat badan tingkat berat < 17,00
Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,00 –
18,49
Normal 18,50 – 24,99
Gemuk Kelebihan berat badan tingkat ringan 25,00 –
26,99
Kelebihan berat badan tingkat berat > 27,00
KRITERIA ANTROPOMETRIS
UNTUK APLIKASI ERGONOMI
• Variabilitas ukuran tubuh
• Variasi gender
• Variasi kelompok umur
• Variasi etnis
KONSEP STATISTIK

• Ukuran tubuh manusia biasa mengikuti


distribusi normal

• Memudahkan untuk perancangan


tempat kerja maupun produk
Distribusi normal
PENGGUNAAN DATA
ANTROPOMETRI
• Clearance
• Reach
• Posture
• Strength
CLEARANCE
Reach
Posture
SIKAP TUBUH YANG BAIK

• Tidak membungkuk
• Tidak jongkok
• Tidak memutar tubuh
• Tinggi tempat kerja antara tinggi pusat dan
tinggi sikut
• Tidak meraih obyek/alat kerja melebihi tinggi
bahu
• Letak obyek pada lapang pandang (30 derajat
dari masing-masing mata – 60 derajat)
PENGARUH KETIDAK SERASIAN TEMPAT KERJA
DENGAN UKURAN ANTROPOMETRI

• Gangguan Kesehatan

• Peningkatan Risiko Kecelakaan Kerja

• Penurunan Produktivitas
Ong (1984
• Data entry operator –
– Pre-dan post design
– Hasil:
– Kelelahan otot menurun
– Keluhan menurun
– Kinerja meningkat:
• Keystrokes per hari naik 25%
• Error rate turun dari 1,5% menjadi 0,1%
Dainoff & Dainoff (1986)

• Membandingkan 2 work station


• Desain ergonomis lebih baik:
– Performance lebih baik 25%
– Illuminasi tetap sama/disamakan:
• Performance tetap naik 17,5%
KRITERIA KEBERHASILAN
SUATU RANCANGAN
• Nyaman
• Meningkatkan kinerja
• Sehat dan aman
• Hasil akhir:
– PENINGKATAN PRODUKTIVITAS