Anda di halaman 1dari 16

KUALITAS TIDUR DENGAN

PENDERITA DIABETES MELITUS


PROLANIS PUSKESMAS KARANG PULE 2018
dan selalu mengantuk di
waktu siang hari?
Jika merasakan hal seperti
yang disebutkan
kemungkinan disebabkan
karena gangguan tidur
Jadi apa kaitannya
Penderita Diabetes Mellitus dengan
Gangguan Tidur?
Dalam sebuah penelitian pada tahun 2012, para
ilmuwan meneliti hubungan antara gangguan
tidur dan diabetes.
Gangguan tidur yang dimaksud meliputi :
 kesulitan untuk tidur
 kesulitan untuk tetap terlelap
 durasi tidur yang berlebihan.
Pada penderita diabetes, ketiga hal
tersebut dapat disebabkan oleh kadar
gula darah yang terlalu tinggi atau
terlalu rendah.
Kondisi kadar gula darah yang tinggi
membuat tubuh terasa lebih hangat
dan lebih banyak berkeringat.
Karenanya, keinginan untuk tidur
cenderung rendah lantaran perasaan
tidak nyaman.
Di samping itu, kadar gula darah yang
tinggi juga membuat produksi urine
meningkat, sehingga keinginan untuk
berkemih juga tinggi.
Kelanjutan dari sering berkemih adalah
dehidrasi, karenanya rasa haus kerap
tak bisa dihindari.
jadi ujung dari permasalahan tersebut
adalah keinginan untuk berkemih dan
minum di malam hari, sehingga
kualitas tidur akan terganggu sama
sekali.
Apa saja gangguan tidur yang
berhubungan dengan diabetes?
1. Sleep apnea
Kondisi ini merupakan kelainan tidur yang paling sering dijumpai
pada penderita diabetes.
Sleep apnea merupakan kondisi di mana napas Anda berhenti
secara berulang saat tidur dan dapat secara otomatis kembali lagi.

Sleep apnea lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2,


hal ini disebabkan karena biasanya para penderita diabetes tipe ini
cenderung memiliki berat badan yang berlebih.

Gejala yang sering dijumpai adalah rasa lelah pada siang hari
dan mengorok saat tidur. Menjaga berat badan ideal merupakan
salah satu cara untuk meringankan gejala.
2. Restless Leg Syndrome
Kondisi ini ditandai dengan keinginan yang konstan untuk
menggerakan kaki.
Restless Leg Syndrome (RLS) atau gangguan kaki gelisah lebih
sering terasa pada sore atau malam hari, sehingga mengakibatkan
seseorang tidak dapat tidur. Kondisi ini mungkin disebabkan karena
kurang zat besi pada tubuh. Faktor risiko seseorang mengalami RLS
adalah tingginya kadar gula darah, masalah ginjal, dan kelainan
tiroid.

3. Insomnia
Insomnia ditandai dengan adanya gangguan untuk memulai tidur
atau mempertahankan tidur.
Anda lebih berisiko mengalami insomnia jika memiliki tingkat stress
yang tinggi disertai dengan kadar gula darah yang tinggi.
Bagaimana cara mengatasi
gangguan tidur akibat diabetes?
 Hindari menggunakan ponsel saat malam sebelum tidur karena
cahaya dapat membuat Anda terjaga. Anda dapat membaca buku
sebelum tidur untuk membantu Anda tidur lebih nyenyak.
 Jangan mengonsumsi alkohol sebelum tidur.
 Matikan ponsel Anda agar pesan atau telepon yang masuk tidak
menganggu Anda.
 Suara yang bising disekitar anda dapat menganggu tidur Anda.
Untuk mengatasinya, Anda dapat memasang kipas atau benda lain
selama tidur, yang suaranya dapat mendistraksi Anda dari
kebisingan tersebut.

 Tidurlah pada waktu yang sama setiap malam dan bangun pada
waktu yang sama pula setiap pagi, termasuk di hari libur.

 Hindari mengonsumsi minuman berkafein dan berolahraga


sebelum tidur. Kegiatan ini dapat meningkatkan aliran darah dan
membuat tubuh Anda tetap terjaga.
SEKIAN