Anda di halaman 1dari 10

Kelompok 4

Nama anggota :
1. Dyah Ayu Setianingsih
2. Isti Aisah
3. Yosi Yulinda Dwi Astari
PENGERTIAN
Istilah talasemia, yang berasal dari kata
yunani thalassa dan memiliki makna
“laut”, digunakan pada sejumlah
kelainan darah bawaan yang ditandai
defisiensi pada kecepatan produksi
rantai globin yang spesifik dalam Hb
(Wong, 2009).
KLASIFIKASI
Menurut Patrick Davey (2005)
mengklasifikasikan thalasemia
menjadi 3 , yaitu :
Thalasemia minor
Thalasemia mayor
Thalasemia intermedia
ETIOLOGI
Thalasemia merupakan penyakit anemia
hemolitik herediter yang di turunkan secara
resesif di tandai oleh defisiensi produksi
globin pada hemoglobin, dimana eritrosit
menjadi pendek (kurang dari 100 hari).
Kerusakan tersebut akibat hemoglobin yang
tidak normal (hemoglobinopatia). (Amin
dan Hardhi, 2015)
MANIFESTASI KLINIS
Gejala khas adalah :
 bentuk muka mongoloid yaitu, hidung
pesek tanpa pangkal hidung , jarak antara
kedua mata lebar dan tulang dahi juga lebar
 Keadaan kuning pucat pada kulit , jika
sedang di trasfusi , kulitnya menjadi kelabu
karena penimbuhan zat besi.
KOMPLIKASI
Komplikasi menurut Rekawati, dkk (2013) :
Akibat anemia yang berat dan lama, sering terjadi
gagal jantung. Tranfusi darah yang berulang ulang
dan proses hemolisis menyebabkan kadar besi
dalam darah sangat tinggi, sehingga di timbun
dalam berbagai jarigan tubuh seperti hepar, limpa,
kulit, jantung dan lain lain. Hal ini menyebabkan
gangguan fungsi alat tersebut (hemokromatosis).
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Menurut Amin dan Hardhi (2015)
pemeriksaan penunjang Talasemia
adalah :
Pemeriksaan darah tepi
Pemeriksaan khusus
(pemeriksaan pedigree)
Foto rongen
PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan Thalasemia menurut Ngastiyah
(2005) yaitu:
 Penatalaksanaan Medis
Hingga kini belum ada obat yang tepat untuk
menyembuhkan pasien talasemia. Transfusi darah
diberikan jika kadar Hb telah rendah sekali
(kurang dari 6 g%) atau bila anak terlihat lemah
tak ada nafsu makan. Splenektomi dilakukan pada
anak yang lebih tua dari umur 2 tahun sebelum
terjadi pembesaran limpa atau hemosiderosis.Di
sampaing itu diberikan berbagai vitamin,tetapi
praparat yang mengandung zat besi tidak boleh.
 Penatalaksanaan Keperawatan
Pada dasarnya perawatan pasien talesimia
sama dengan pasien anemia lainya , yaitu
memerlukan perawatan tersendiri dan
perhatian lebih . Masalah pasien yang perlu
diperhatikan adalah kebutuhan nutrisi
(pasien menderita anoreksi), resiko terjadi
komplikasi akibat transfusi yang berulang-
ulang, gangguan rasa aman dan nyaman dan
kurangnya pengetahuan orang tua
mengenai penyakit.
FOKUS PENGKAJIAN
Menurut Rekawati, dkk (2013) pengkajian talasemia
antara lain :
 Asal keturunan/kewarganegaraan
 Umur
 Riwayat kesehatan anak
 Pertumbuhan dan perkembangan
 Pola makan
 Pola aktivitas
 Riwayat kesehatan keluarga
 Riwayat ibu saat hamil (Ante Natal Core – ANC)