Anda di halaman 1dari 35

Laporan Kasus

Tinea Manus

Egi Anugrah Ramadhan


71 2016 033
Dosen Pembimbing : dr. Lucille A.S. Ajie, Sp.KK
PENDAHULUAN

 Tinea manus adalah dermatofitosis yang merupakan


penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk,
misalnya stratum korneum

 Tinea manus biasanya asimptomatis, dengan perjalanan


penyakit dalam hitungan bulan sampai tahun. Pada
kebanyakan kasus tinea manus lebih sering terjadi
unilateral dan terjadi pada usia dewasa.
Epidemiologi

 Semua umur, semua bangsa/ras


 Daerah tropis
 Kebersihan yang kurang
dan keadaan basah
 lingkungan rawa-rawa yang selalu
basah mempermudah infeksi jamur
 Insiden sama laki-laki dan perempuan
Penyebab : T. rubrum, T.
mentagrophytes, dan E. flaccosum.
TINJAUAN PUSTAKA

Tinea Manus

dermatofitosis yang
merupakan penyakit pada
jaringan yang mengandung
zat tanduk, misalnya
stratum korneum pada
tangan
Etiologi

 Penyebab yang paling sering adalah


T. rubrum, T. mentagrophytes,
dan E. flaccosum.

 Penyakit ini ditemukan hampir disemua


penjuru dunia dan dapat mengenai anak –
anak, dewasa muda, maupun orang tua.
Patogenesis

Infeksi melibatkan 3 langkah utama :

Perlekatan

Penetrasi

Perkembangan respon host


Gambaran klinis

Lesi skuamasi Hiperkeratosis


berbatas tegas

Fisura pada
Palmar creases
telapak tangan

Dapat meluas ke
bagian dorsal
tangan.
Diagnosa
Diagnosis di tegakkan dengan

Demostrasi dari hifa pada isolasi mikroskopi langsung


pada dermaofit.

Status
dermatologikus

Pemeriksaan
Gejala Klinis
penunjang

Tinea
Manus
Pemeriksaan fisik

 Lokasi :
Mulai pergelangan tangan sampai ujung jari
 Efliresensi / sifat-sifatnya :
Makula eritematosa dengan tepi aktif
Berbatas tegas
Terdapat vesikel atau skuama di atasnya.
KOH 10%

 Pemeriksaan mikroskopis adalah


pemeriksaan utama dalam kasus tinea.
 Material yang diperiksa diambil dari area
pada lesi vesiko-bulosa yang diletakkan
pada gelas objek yang diberi KOH10% lalu
diperiksa dibawah mikroskop.
 Hasil pemeriksaan positif 31% bila pada
gambaran dibawah mikroskop terlihat hifa
Pemeriksaan lampu wood

lampu wood dermatofit


fluorosensi
positif
Tatalaksana

Non farmakologi :
 Menghilangkan faktor predisposisi
penting, misalnya mengusahakan daerah
lesi selalu kering
 Meningkatkan kebersihan dan menghindari
pemakaian sepatu ataupun kaos kaki yang
lembap.
 Jangan memakai peralatan pribadi secara
bersama – sama
Medikamentosa
Topikal
 Bila lesi basah, maka sebaiknya direndam dalam
larutan kalium permanganate 1/5.000 atau larutan
asam asetat 0.25% selama 15-30 menit, 2 – 4 kali
sehari. Atap vesikel dan bula dipecahkan untuk
mengurangi keluhan.
 Bila peradangan hebat dikombinasikan dengan
obat antibiotik sitemik misalnya penisilin prokain,
penisilin V, fluklosasilin, eritromisin atau
spiramisin dengan dosis yang adekuat.
 Kalau peradangan sudah berkurang, diberikan obat
topical anti jamur berspektrum luas antara lain,
haloprogin, klotrimazol, mikonazol atau
ketokonazol. (1,3,6)
LAPORAN KASUS

 Nama : Ny. N
 Jenis kelamin : Perempuan
 Umur : 55 tahun
 Agama : Islam
 Suku Bangsa : Palembang
 Alamat : Jl. Abikusno CS RT 11 RW 02
 Tanggal kunjungan / jam :
2 Desember 2019/ 11.00 WIB
Anamnesis

Keluhan utama :
 Timbul bintil-bintil kemerahan di sela jari tangan
kiri sejak 3 minggu SMRS.

Keluhan tambahan :
 Gatal, Nyeri, Panas.
RIWAYAT PERJALANAN
PENYAKIT

 Sekitar 3 minggu SMRS, pasien mengeluh


timbul bintil-bintil kemerahan di sela jari
tangan kiri. Keluhan disertai dengan rasa
gatal, nyeri dan terasa panas, Bintil
kemerahan hanya ada di tangan kiri dan
tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Pasien sering menggaruk bintil tersebut
terutama pada malam hari hingga bintil
pecah dan keluar cairan jernih
Lanjutan...

 Keluhan gatal akan bertambah setiap kali


setelah pasien mencuci pakaian dan lap
bengkel dengan menggunakan deterjen
serta alat dapur dengan sabun cuci piring.
Pasien menggunakan jeruk nipis dan
digosokkan ke tangan untuk mencuci
tangan kiri keluhannya namun pasien
merasa keluhan gatal yang dirasakan
hilang sedikit.
Lanjutan...

 Sekitar 1 minggu SMRS kulit di bagian


tempat keluhan menjadi lecet karena
sering di garuk karena keluhannya
berulang dan tidak hilang maka pasien
berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin
RSUD Palembang Bari.
 RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
 Pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat
alergi deterjen dan sabun cuci piring, alergi
makanan laut yaitu udang tambak.

 RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


 Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan
seperti ini
 STATUS GENERALIS
KU : Baik
Sens : Compos Mentis

Vital Sign
• Nadi : 88x/menit
• RR : 22x/menit
• Temp : 36,8º C
PEMERIKSAAN
FISIK

Kepala – Leher
Kepala : Normocephali, bentuk simetris
Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Leher : Pembesaran KGB (-), Thorax : dbn
Abdomen : dbn
Ekstremitas : dbn
Status dermatologikus
Status dermatologikus

 Pada Regio interdigiti 2  Pada Regio interdigiti 3 et


et 3 manus sinistra 4 manus sinistra terdapat
terdapat skuama skuama hiperkeratotik,
hiperkeratotik, unilateral, ukuran
1,5x1x0,1cm, solitar,
unilateral, ukuran sebagian makula eritem
2x1x0,1cm, solitar, sirkumkrip ukuran 2x1cm
sebagian terdapat
erosi, linier, ukuran
0,3x0,1cm,diskret dan
makula eritema
sirkumsrip ukuran 3x2
cm
Pemeriksaan penunjang

 Kerokan Kulit dengan KOH 10%


Dengan hasil : Hifa (+) 31%

 Pemeriksaan lampu wood


Pemeriksaan lampu wood pada dermatofit
menghasilkan fluorosensi positif
 Diagnosis Banding
 1. Tinea manus
 2. Kandidiasis Kulit
 3. Dermatitis Kontak Alergi

 Diagnosis kerja
Tinea manus
TATALAKSANA

Non Farmakologis

 Menghilangkan faktor predisposisi penting, misalnya


mengusahakan daerah lesi selalu kering
 Meningkatkan kebersihan dan menghindari pemakaian
sepatu ataupun kaos kaki yang lembap.
 Jangan memakai peralatan pribadi secara bersama –
sama
Farmakologis

Topikal
 Bila lesi basah, maka sebaiknya direndam
dalam larutan kalium permanganate
1/5.000 atau larutan asam asetat 0.25%
selama 15-30 menit, 2 – 4 kali sehari. obat
topical anti jamur berspektrum luas antara
lain, haloprogin, klotrimazol, mikonazol
atau ketokonazol.
Prognosis

 Quo ad vitam: Bonam


 Quo ad functionam: Bonam
 Quo ad sanationam: Bonam
 Quo ad kosmetika: Bonam
ANALISIS KASUS

 Sekitar 3 minggu SMRS, pasien mengeluh timbul bintil-


bintil kemerahan di sela jari tangan kiri. Keluhan
disertai dengan rasa gatal, nyeri dan terasa panas, Bintil
kemerahan hanya ada di tangan kiri dan tidak menyebar
ke bagian tubuh lainnya. Pasien sering menggaruk bintil
tersebut terutama pada malam hari hingga bintil pecah
dan keluar cairan jernih. Keluhan gatal akan bertambah
setiap kali setelah pasien mencuci pakaian dan lap
bengkel dengan menggunakan deterjen serta alat dapur
dengan sabun cuci piring(sun light). Pasien
menggunakan jeruk nipis dan digosokkan ke tangan
untuk mencuci tangan kiri keluhannya namun pasien
merasa keluhan gatal yang dirasakan hilang sedikit.
kasus

 Sekitar 1 minggu SMRS kulit di bagian tempat keluhan


menjadi lecet karena sering di garuk karena keluhannya
berulang dan tidak hilang maka pasien berobat ke
Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Palembang Bari.
Teori

 Dermatofitosis yang merupakan penyakit pada jaringan


yang mengandung zat tanduk, misalnya stratum
korneum pada tangan yang sering terjadi unilateral
pada tangan yang dominan digunakan dan sering
berhubungan dengan Tinea pedis. Tinea manus biasanya
asimptomatis, dengan perjalanan penyakit dalam
hitungan bulan sampai tahun. Pada kebanyakan kasus
tinea manus lebih sering terjadi unilateral dan terjadi
pada usia dewasa. (1,2,3,5). Predileksi tinea manus ini
terutama di daerah kulit telapak tangan, mulai dari
perngelangan tangan ke bawah sampai jari-jari.3
Kasus

 Pada pasien tidak memiliki reaksi


hipersensitivitas terhadap bahan kimia
atau alat-alat yang berbentuk logam
(nikel). Pada pasien juga di dapatkan
riwayat atopi berupa gatal jika
mengkonsumsi makanan ikan laut tetapi
hanya udang tambak.
Teori

 Penyakit alergi seperti dermatitis atopik


(DA), alergi makanan, asma, dan
rinokonjungti-vitis merupakan penyakit
kronik yang paling sering terjadi pada
anak. Penyakit ini merupakan gejala
alergi pada individu yang atopi
Tatalaksana

 Medikamentosa
 Bila lesi basah, maka sebaiknya direndam dalam
larutan kalium permanganate 1/5.000 atau larutan
asam asetat 0.25% selama 15-30 menit, 2 – 4 kali
sehari.
 Obat topical anti jamur berspektrum luas antara
lain, haloprogin, klotrimazol, mikonazol atau
ketokonazol.
Terima Kasih 