Anda di halaman 1dari 12

Pendahuluan

Pengolahan lumpur aktif adalah sistem pengolahan


dengan menggunakan bakteri aerobik yang dibiarkan
dalam tangki aerasi yang bertujuan untuk menurunkan
organik karbon atau organik nitrogen. Bakteri yang
berperan adalah heterotrophic, sumber energi berasal
dari oksidasi senyawa organik dan sumber karbon adalah
organik karbon.
Lanjutan

Reaksi oksidasi dan sintesis adalah sebagai berikut :

CHON2 + O2 + Nutrien Bakteri CO2 + NH3 + C5H7NO2 + Hasil Akhir

Sel baru
Bakteri
C5H7NO2 + 5 O2 + Nutrien 5 CO2 + 2H2O + NH3 + Energi
Lanjutan
Metode penanganan limbah cair khususnya limbah
pembekuan udang (Cold Storage) ada beberapa tahap
yaitu:
1. Penanganan pendahuluan (pre treatment)
pada proses ini bertujuan untuk memisahkan benda-benda
berukuran besar/ terapung, limbah deterjen, khlorin dan bahan-
bahan yang mengendap (pasir).

a. Saluran pemisah penghambat pertumbuhan mikroba


Caranya adalah dengan membuat lay out saluran
pembuangan limbah yang dapat memisahkan antara limbah
organik dengan limbah lain yang mengandung zat
penghambat pertumbuhan mikroba terhambat.
Lay Out Penanganan Limbah Cair
1

Keterangan
9
4 1. Pabrik
5
2. Ba k p engolahan pendahuluan
3. Ba k p enam punga n
6 4. Saringan penyekat
5. Pom pa air
7 6. Ba k Aerasi
7. Aera tor
8. Ba k Peng enda pan
9. Saluran lumpur a ktif
10 10. Saluran peng ola h lum pur lanjutan
8 11. Ta ngga pengeluran (effluent)

11
Lanjutan
b. pengambilan benda terapung
Tujuanya adalah untuk menghilangkan benda-benda padat
dan terapung dengan cara membuat saringan kasar pada
saluran, secara mekanis limbah tersebut dapat diambil.
Dapat pula menggunakan alat pencegah (communitor)
yang berfungsi untuk memecah benda-benda tersebut
sehingga terikut dalam saluran.

c. Pengambilan benda mengendap


benda-benda berupa pasir, koral atau zat padat berat
lainnya dihilangkan dengan cara membuat bak penangkap
pasir, yaitu dengan mengatur kecepatan aliran berkisar 0,3
m/detik, dengan demikian maka partikel-partikel dapat
mengendap disekitar bak pengendap. Pasir disedot dengan
alat penyedot (grit dragger) atau macerator alat
penggaruk pasir yang berhubungan dengan conveyor
untuk mengangkut pasir yang telah terkumpul.
Lanjutan
2. Penanganan pertama (primary treatment)
Proses penanganan air buangan primer pada prinsipnya terdiri
dari tahap-tahap untuk memisahkan air dari limbah padatan,
yaitu dengan cara membiarkan padatan tersebut mengendap atau
memisahkan bagian-bagian paatan yang mengapung seperti
daun, plastik, kertas, dsb.
a) Penyaringan
Bahan-bahan buangan yang mengapung dan berukuaran
besar dihilangkan dari air buangan dengan cara mengalirkan
air tersebut melalui saringan. Dalam tahap ini dapat juga
digunakan suatu alat yang disebut Kominutor, yaitu suatu alat
yang dapat menyaring sambil menghancurkan limbah padat.
Bahan-bahan yang telah terpotong-potong atau dihancurkan
akan tetap berada didalam air dan akan dipisahkan kemudian
didalam tangki pengendap.
Lanjutan
b) Pengendapan dan pemisahan benda-benda kecil
Pasir, benda-benda kecil dan hasil hancuran padatan dari
tahap pertama dibiarkan mengendap pada dasar suatu
tabung. Endapan yang dihasilkan dari proses ini dipisahkan
dan dapat digunakan untuk menutup tanah untuk tanah
pertanian atau keperluan lain
Lanjutan
c) Pemisahan endapan
Setelah dipisahkan dari benda-benda kecil air buangan
masih mengandung padatan tersuspensi. Padatan ini dapat
mengendap jika aliran air buangan diperlambat, dan proses
ini dilakukan didalam tangki sedimentasi padatan
tersuspensi yang mengendap disebut lumpur lumpur
mentah dan dikumpulkan untuk dibuang
Lanjutan
3. Penanganan kedua (Secondary treatment)
Penanganan kedua mencakup proses biologis untuk
mengurai bahan-bahan organik melalui proses penguraian
dengan mikroorganisme. Penggunaan Lumpur aktif
bertujuan untuk memperbanyak jumlah mikroorganisme
secara cepat, dengan harapan proses penguraian bahan
organik berjalan cepat pula. Ada dua hal penting dalam
proses ini yaitu:
a) penambahan oksigen
bertujuan untuk menghilangkan zat pencemar dalam
bentuk gas, cairan ion, koloid atau bahan pencampur
melalui penguapan
b) penumbuhan bakteri
bakteri dapat berkembang biak apabila jumlah makanan
yang tersedia cukup, sehingga pertumbuhan bakteri
berkembang secara konstan.
Lanjutan
4. penanganan ketiga (tertiary treatment)
Tujuanya adalah untuk menyaring atau
menghilangkan air dari pasir yang masih tercampur.
Yang sering digunakan dalam pengolahan limbah
yang berasal dari perikanan adalah :
a) Saringan pasir
tujuanya untuk mengurangi Lumpur tercampur
dan partikel koloid melalui media berpori (nozzle)
b) Precoal filter
Saringan ayng menggunakan tanah diatom atau
perlite (siliceous rock) dengan kepadatan 0,16 gr/cc
Lanjutan
c) Mikrostaining
Penyaringan dengan menggunakan drum yang
terbungkus ayakan dari stainless steel.

d) Penyerapan/ absorbtion
Absorbent yang biasa digunakan adalah karbon
aktif/arang batok kelapa, yang berfungsi untuk
mengurangi pengotoran bahan organic dan bahan yang
tidak dapat diuraikan (non biodegradable) yang terlarut
ataupun gabungan antara bau warna dan rasa.