Anda di halaman 1dari 15

1

Referat

DEMAM TIFOID

Oleh :
Syah Fitri, S.Ked
Silvi Silvania, S.Ked

Bagian/Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan


Ilmu Kedokteran Komunitas
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
2018 1
2

Pendahuluan
• Penyakit infeksi sistemik bersifat akut yang
disebabkan oleh Salmonella typhi
• Prevalensiya cukup tinggi di negara-negara
tropis seperti Indonesia
• Ditandai dengan panas yang berkepanjangan,
ditopang dengan bakteremia dan gejala pada
saluran pencernaan
Outline
1. Definisi
2. Epidemiologi
3. Etiologi
4. Patogenesis
5. Manifestasi klinis
6. Diagnosis
7. Diagnosis Banding
8. Tatalaksana
9. Komplikasi
10. Prognosis
4

Definisi
penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat
pada saluran pencernaan (usus halus) dengan
gejala demam satu minggu atau lebih disertai
gangguan pada saluran pencernaan dan dengan
atau tanpa gangguan kesadaran
5

Epidemiologi
WHO mencatat
Indonesia sebagai
salah satu negara
endemik untuk
demam tifoid. Di
Indonesia,
terdapat rata-rata
900.000 kasus
demam tifoid
dengan angka
kematian lebih
dari 20.000 setiap
tahunnya.
6

Etiologi

Etiologi demam tifoid dan demam


paratifoid adalah S. typhi, S. paratyphi A, S.
paratyphi B (S. Schotmuelleri) dan S.
paratyphi C (S. Hirschfeldii).
7

Patogenesis

Gambar 3. Mekanisme infeksi Salmonella Typhi .


8

Patofisiologi- Manifestasi Klinis


Masa inkuasi 10-14 hari

• Pada minggu pertama, ditemukan keluhan

dan gejala serupa dengan penyakit infeksi

akut umumnya yaitu demam, nyeri

kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia,

mual, muntah, obstipasi atau diare,

perasaan tidak enak di perut, batuk,

dan epistaksis.

• Pada minggu kedua, gejala klinis semakin

jelas berupa demam, bradikardi relatif,

lidah kotor, hepatomegali,

splenomegali, hingga gangguan

mental
9

Diagnosis
Temuan klinis Temuan laboratorium
• Demam tinggi terutama di • Pemeriksaan darah tepi
sore hari • Pemeriksaan bakteriologis
• Sakit kepala dengan isolasi dan biakan
• Gejala gastrointestinal kuman
• Mual • Uji serologis
• Muntah • Pemeriksaan kuman secara
• Perut kembung molekuler
• Diare/ konstipasi
• Lidah tifoid, hepatomegali,
splenomegali, meteorismus,
gangguan mental
10

Diagnosis banding
1. Pada stadium awal, demam tifoid dapat di
diagnosis banding dengan influenza,
gastroenteritis, bronkitis, dan
bronkopneumonia
2. Penyakit sistemik lainnya seperti tuberkulosis,
infeksi jamur sistemik, bruselosis, tularemia,
shigelosis dan malaria juga perlu dipikirkan
11

Tatalaksana
12

Komplikasi
Komplikasi pada usus halus Komplikasi diluar usus halus
1. Perdarahan usus 1. Bronkitis dan
2. Perforasi usus bronkopneumonia
3. Peritonitis 2. Kolesistitis
3. Typhoid ensefalopati
4. Meningitis
5. Miokarditis
6. ISK
7. Karier kronik
13

Prognosis
Prognosis pasien demam tifoid tergantung
ketepatan terapi, usia, keadaan kesehatan
sebelumnya, dan ada tidaknya komplikasi

• Di negara maju, dengan terapi antibiotik yang


adekuat, angka mortalitas <1%.
• Di negara berkembang, angka mortalitasnya
>10%
14

Kesimpulan

Demam tifoid Demam tifoid pada anak Diagnosis demam tifoid


memiliki gejala yang bisa dilakukan dengan
disebabkan oleh bakteri cukup spesifik berupa berbagai cara, tidak hanya
gram negatif Salmonella demam, gangguan gastro dengan melihat
typhi yang ditularkan intestinal, dan gangguan manifestasi klinis dan
melalui jalur fecal-oral saraf pusat. pemeriksaan penunjang

Saat ini sudah ada


pemeriksaan serologis Ceftriaxone, cefotaxime
lain dengan sensitifitas dan cefixime oral
dan spesitifitas yang lebih merupakan terapi efektif
baik seperti TUBEX dan untuk demam tifoid.
Typhidot.
15

TERIMA KASIH