Anda di halaman 1dari 29

Pemberian Diit untuk Hipertensi

dan Pemberian Makanan Tambahan pada


Balita
Pemberian Makanan Tambahan
Balita
Penyebab langsung gizi kurang
STATUS GIZI

ASUPAN ZAT
GIZI INFEKSI
Pengertian PMT
Memberikan Tambahan Makanan
adalah upaya memberikan tambahan
makanan untuk menambah asupan gizi
untuk mencukupi kebutuhan gizi agar
tercapainya status gizi yang baik.
Masalah Gizi di Indonesia dan intervensi Gizi

Sangat Tinggi (Batas Normal 20 %). Perlu


Stunting 37.2 intervensi spesifik dan sensitif (Gernas)

Sangat Tinggi (Batas Normal 5 %), risiko kematian


Kurus 12.1 tinggi. Perlu intervensi bantuan pangan, PMT
Pemulihan dan Tata laksana Gizi Buruk
Tinggi dan meningkat, perlu intervensi
Gemuk 11.9
pemasyarakatan gizi seimbang

Sangat Tinggi (Batas Normal 20 %). Perlu


Bumil Anemi 38.7 intervensi Gizi Mikro

Tinggi , risiko BBLR, perlu intervensi gizi mikro


Bumil KEK 18.0 makanan tambahan

0.0 20.0 40.0 60.0


Pendekatan Perbaikan Gizi

Primary Metode untuk menghindari terjadinya penyakit baik melalui


prevention menghilangkan faktor risiko penyakit atau meningkatkan
ketahanan terhadap penyakit.
Contoh: imunisasi terhadap penyakit, menjaga diet dan
olahraga, dan menghindari merokok
Metode untuk mendeteksi dan mengatasi penyakit yang sudah
Secondary
ada sebelum munculnya gejala.
Prevention
Contoh: pengobatan hipertensi (faktor risiko berbagai penyakit
kardiovaskular), deteksi dini dan tatalaksana gizi kurang,
skrining kanker
Tertiary Metode untuk mengurangi dampak negatif dari penyakit gejala,
Prevention seperti cacat atau meninggal, melalui rehabilitasi dan
pengobatan.
Contoh prosedur bedah yang menghentikan penyebaran atau
perkembangan penyakit, tatalaksana gizi buruk
Penerapan program gizi
Primary Prevention Secondary Prevention Tertiary Prevention
1. Konseling MPASI; DETEKSI DAN TATALAKSANA GIZI BURUK;
- ASI Ekslusif TATALAKSANA KASUS GIZI - Diagnosa gizi
- MPASI KURANG/LEBIH; buruk dan
2. Diet Kapsul Vit A - Diagnosa gizi kegawatan
3. Garam beryodium - Konseling penyakit
4. Penerapan Gz Seimbang - Rujukan kasus - Tatalaksana (Rawat
5. TTD Bumil Jalan dan Rawat
Inap)
- Konseling
Pemberian Diit untuk Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi
merupakan gangguan sistem peredaran
darah yang menyebabkan kenaikan tekanan
darah di atas normal, yaitu >140/90 mmHg..
Penyebab kematian
terbesar kedua
setelah stroke

Hipertensi

Merupakan
penyakit Salah satu jenis
yang akan penyakit
“Sillent Kiler” /
diderita tanpa tanda
seumur dan gejala
hidup oleh yang khas
pasien
FAKTOR PENCETUS
Obesitas /

kegemukan
Diet yang tidak seimbang,
Kebiasaan
makanan berlemak dan
merokok
tinggi kolesterol

Minuman
Kurang olah
beralkohol
raga

Penyakit

Stress kencing manis

dan jantung
gejala
Tidak ada gejala
Sakit kepala

Nyeri dada
Sesak

Penglihatan kabur
Berdebar-debar
Mengatasinya bagaimana?
MELAKUKAN POLA HIDUP SEHAT

JAUHI FAKTOR – FAKTOR YG BISA DIKENDALIKAN

HINDARI STRESS

OLAH RAGA TERATUR

MEMATUHI TERAPI YG DIBERIKAN

KONTROL KE DOKTER BILA GEJALA MULAI MENGGANGGU AKTIVITAS


DAN KONTROL TEKANAN DARAH SECARA TERATUR
MAKANAN (DIIT)
TUJUAN DIET
• Membantu menurunkan tekanan darah
• Membantu menghilangkan penimbunan
cairan dalam tubuh / edema / bengkak
SYARAT DIET
• Makanan beraneka ragam mengikuti pola gizi
seimbang
• Jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan
kondisi penderita
• Jumlah garam disesuaikan dengan berat ringannya
penyakit dan obat yang diberikan
SYARAT-SYARAT DIIT HIPERTENSI

• Cukup energi, protein mineral dan


vitamin
• Bentuk makanan sesuai dengan
keadaan penyakit
• Jumlah garam disesuaikan
dengan berat tidaknya timbunan
garam atau air
Jumlah garam dibatasi (garam
dapur tidak > 1/4 –1/2 sdt/hari
MAKANAN YANG DIANJURKAN
• Makanan yang segar: sumber hidrat arang, protein nabati
dan hewani, sayuran dan buah-buahan yang banyak
mengandung serat.
• Makanan yang diolah tanpa atau sedikit menggunakan garam
natrium, vetsin, kaldu bubuk.
• Sumber protein hewani: penggunaan daging/ ayam/ ikan
paling banyak 100 gram/ hari. Telur ayam/ bebek 1 butir/
hari.
• Susu segar 200 ml/ hari.
MAKANAN YANG
DIBATASI !

• Pemakaian garam dapur


• Penggunaan bahan
makanan yang
mengandung natrium
seperti soda kue
Bahan makanan yang perlu dibatasi

daging atau ikan paling


banyak 100 gram (2 Telur ayam atau telur
Susu maksimal 2 gelas
potong sedang = 2 x6 x bebek maksimal 1
perhari
4 cm untuk daging dan butir per hari
2 x 6 x2 cm untuk ikan)
BAHAN MAKANAN YANG
TIDAK DIPERBOLEHKAN !!!!!

A. roti, cracker atau kue yang dimasak dengan garam dapur atau soda

B. jerohan, dendeng, abon, ikanasin, ikan pindang, ikan sarden,telur asin.

C. Keju, Margarin, Mentega.

D. Terasi,Vetsin, Kecap, Petis.

E. Coklat
Cara Memasak Untuk Mengeluarkan Garam
Natrium
• Pada ikan asin direndam dan dicuci terlebih dahulu sebelum
diolah

• Untuk mengeluarkan garam natrium dari margarine dengan


mencampur margarine dengan air lalu masak sampai mendidih
sehingga mencair dan garam natrium larut dalam air.
Dinginkan kembali dengan memasukkannya ke dalam kulkas,
buang air yang mengandung garam natrium. Lakukan 2 kali.
CARA MENGATUR DIET
• Rasa tawar dapat diperbaiki dengan menambah gula
merah, gula pasir, bawang merah, bawang putih, jahe,
kencur, salam dan bumbu lain yang tidak mengandung atau
sedikit garam Na.
• Makanan lebih enak ditumis, digoreng, dipanggang,
walaupun tanpa garam.
• Bubuhkan garam saat diatas meja makan, gunakan garam
beryodium (30-80 ppm), tidak lebih dari ½ sendok teh/hari.
• Dapat menggunakan garam yang mengandung rendah
natrium.
CONTOH MENU
Pagi Siang Malam

Nasi Nasi Nasi


Telur bumbu balado Ikan pepes Ayam bakar
Tumis buncis Sambal goreng kering Oseng-oseng tahu
tempe dan cabe hijau
Jam 10.00 (selingan) Sayur bening bayam Cah sayuran
jus buah Buah: pepaya Buah: jeruk manis

Jam 21.00 Crackers


tawar atau buah