Anda di halaman 1dari 12

INTELLIGENCE QUOTIENT

(IQ)

EMOTIONAL QUOTIENT
(EQ)

SPRITUAL QUOTIENT
(SQ)
INTELLIGENCE
QUOTIENT (IQ)
David Wechsler = IQ adalah sekumpulan atau keseluruhan
kemampuan individual untuk bertindak dengan tujuan, berpikir
secara rasional, dan berurusan secara efektif dengan
lingkungannya.

Alfred Binet = IQ adalah penilaian yang baik, berpikir praktis,


inisiatif, kemampuan untuk menyesuaikan diri sendiri kepada
keadaan, dan kritik terhadap diri sendiri.

Utami Munandar = IQ adalah kemampuan berpikir dan


kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi lingkungan yang
baru.
Distribusi tingkat kecerdasan menurut Terman
Tingkat IQ Deskripsi
90 - 109 Normal
110 - 119 Pandai
120 - 129 Superior
130 - 139 Sangat Superior
140 - 179 Gifted
180 - keatas Genius

Tingkat IQ Deskripsi
90 kebawah Dibawah rata-rata
70 kebawah terbelakang
55 kebawah Sangat terbelakang/idiot
Dari tahun 1970-an sampai saat ini, dipercaya bahwa
individu yang memiliki IQ 120 keatas memiliki kemampuan
belajar yang lebih baik dan masa depannya lebih cerah.

Bahkan Indonesia sampai membuka kelas-kelas akselerasi


untuk individu-individu yang memiliki IQ 120 keatas.

Apakah benar IQ 120 keatas menjadi salah satu penentu


kesuksesan individu????
Howard Gardner menemukan bahwa IQ tidak terdiri dari hal
yang umum saja, tetapi terdiri dari beberapa hal yang khusus.
Kecerdasan yang khusus tersebut dinamakan Multiple
Intelligence (kecerdasan majemuk) =
1) Kecerdasan bahasa (linguistic)
2) Logika-matematika (logical-mathematical)
3) Ruang (spatial)
4) Gerak tubuh (bodily-kinesthetic)
5) Musik (musical)
6) Antarpribadi (interpersonal)
7) Ke dalam diri (intrapersonal)
8) Alam (naturalistic)

Penyanyi Titiek Puspa yang sekolahnya terbatas sangat hebat


dibidang musik, dibandingkan BJ.Habibie. Silahkan meminta BJ.
Habibie menyanyi , maka hasilnya adalah…….. ^_^
Ada 2 jenis intelegensi, yaitu =
 Fluid intelligence
kemampuan proses informasi secara cepat, hubungan berpikir
dan ingatan dalam bentu analogi, mengingat rangkaian angka
dan ketegorisasi.
 Crystallized intelligence
akumulasi informasi, keterampilan-keterampilan dan strategi
yang telah dipelajari selama hidup dan dapat diterapkan untuk
memecahkan masalah.
Contoh

Lansia bila disuruh ingat nomor hp maka ia akan kesulitan,


sedangkan anak-anak langsung dapat mengingat angka. Namun,
apabila diminta pendapat terhadap suatu masalah maka Lansia
lebih bijaksana dan bisa memberikan solusi dibandingkan anak-
anak.
EMOTIONAL QUOTIENT
(EQ)

Shapiro = EQ adalah kemampuan memantau perasaan diri sendiri


dan perasaan orang lain, serta menggunakan informasi untuk
mengarahkan pikiran dan tindakan.

Davis = EQ adalah kemampuan mengenali,memahami, mengatur,


menggunakan emosi secara efektif dalam hidup.

Goleman = EQ adalah pengendalian diri, semangat, ketekunan,


dan kemampuan memotivasi diri sendiri,serta berempati.

Patton = EQ adalah menggunakan emosi secara efektif untuk


mencapai tujuan, membangun hubungan produktif, dan mencapai
keberhasilan ditempat kerja.
Ciri-ciri EQ menurut Solovery, yaitu =
1) Mengenali diri
2) Mengelola emosi
3) Memotivasi diri sendii
4) Mengenali emosi orang lain
5) Membina hubungan
SPIRITUAL QUOTIENT
(SQ)

Spiritual (Saam & Wahyuni, 2014) artinya makna dan nilai, hidup
bermakna.

Kecerdasan spiritual (Saam & Wahyuni, 2014) adalah


kemampuan memahami diri sendiri dan lingkungan sehingga
dapat memaknai hidup. Baik dan buruk tidak hanya dicapai
dengan akal, tetapi memerlikan bimbingan Sang Pencipta.
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna
dan memiliki potensi yang luar biasa. Kecerdasan intelektual dan
kecerdasan emosional bila dikembangkan secara bersama maka
akan menuntun individu kepada kesuksesan hidup dalam konteks
material dan kepuasan duniawi. Kesuksesan bukan hanya tentang
kekayaan, materi, jabatan, de el el.

Dengan adanya kecerdasan spiritual , maka manusia akan


bahagia, damai, tenang batinnya, merdeka jiwanya sehingga bisa
menggapai ketentraman dunia dan akhirat.
Individu yang mempunyai SQ yang tinggi biasanya bekerja secara
tenang, damai, puas dengan hasil kerjanya. Pekerjaannya dapat
diselesaikan sesuai prosedur yang telah ditentukan. Bukan
sebagai beban yang selalu mengancam perasaan sehingga
berpotensi untuk stress dan tidak bahagia.
Ginanjar (2000), individu yang memiliki SQ yaitu =

Konsistensi
Kerendahan hati
Berusaha dan berserah diri
Ketulusan
Totalitas
Keseimbangan
Integritas
penyempurnaan