Anda di halaman 1dari 16

Evaluasi Gizi

“Metode Deterjen”
Marwa Lamatudju 140311050
Michella Carolina 14031105004
Febrianty Odeyani 130311050
Analisis Serat Makanan

SERAT PANGAN (DIETARY FIBER): dinding sel


tumbuhan yang tahan terhadap hidrolisis oleh enzim
di dalam usus halus manusia, meliputi polisakarida
tak tercerna (selulosa, hemiselulosa, oligosakarida,
pektin, gum & waxes) dan lignin (Trowel, 1976).
Analisis serat terbagi atas :

CRUDE • Serat kasar


FIBER

DETERGENT • Neutral detergent fiber


FIBER • Acid getergent fiber

• Total Dietary Fiber


DIETARY • Soluble Dietary Fiber
FIBER • Insoluble Dietary Fiber

3
Analisis Van Soest atau Metode Detergen

Metode ini digunakan untuk menghitung kandungan


serat dalam pakan dan fraksi-fraksinya kedalam kelompok-
kelompok tertentu didasarkan atas keterikatanya dengan
anion atau kation detergen (metode detergen).
Metode ini dikembangkan oleh Van Soest (1963),
kemudian disempurnakan oleh Van Soest dan Wine (1967)
dan oleh Goering dan Van Soest (1970). Tujuan awalnya
metode ini adalah untuk menentukan jumlah kandungan serat
dalam pakan ruminan tetapi kemudian dapat digunakan juga
untuk menentukan kandungan serat baik untuk nonruminant
maupun dalam pangan.
Perbedaan kedua metode ini adalah :
Sistem netral untuk mengukur total serat atau serat
yang tidak larut dalam detergen netral (NDF) dan sistem
detergen asam digunakan untuk mengisolasi sellulosa yang
tidak larut dan lignin serta beberapa komponen yang
terikat dengan keduanya (ADF).
DETERGENT FIBRE
Merupakan pengembangan analisis crude fibre

 Analisis ini cocok unuk pakan

Metode dibagi menjadi dua:


NEUTRAL DETERGENT FIBRE (NDF)
ACID DETERGENT FIBRE (ADF)

6
DETERGENT FIBER >> NEUTRAL DETERGENT FIBER
(NDF)
Residu ekstraksi bahan dalam larutan detergent panas

Hanya menghitung komponen-komponen struktural


dinding sel seperti selulosa, hemiselulosa, lignin

Ccocok untuk analisis pada pakan, tidak cocok untuk


pangan terutama yang mengandung pati dan lipid

Reagen: EDTA, Sodium borate, SLS (Sodium Lauryl


Sulfate), 2 ethoxy ethanol, Na2HPO4, larutan α-amilase,
aseton

PRINSIP:
Residu bahan yang sudah dihilangkan protein interselulernya 7
dengan SLS dan patinya dalam detergent panas
DETERGENT FIBER >> ACID DETERGENT FIBER (ADF)

Residu ekstraksi bahan dalam larutan detergent asam panas

Meliputi : Selulosa + Lignin + Bahan Anorganik

Cocok untuk pakan, bisa untuk pangan tapi hanya untuk


kadar selulosa & lignin

Reagen:
- Ctab (cetyl trimetyl ammonium bromide)
- Asam sulfat
- Aseton
PRINSIP :
Selulosa dan lignin dari sampel dapat dipisahkan dengan asam sulfat
pekat untuk melarutkan selulosa atau menggunakan oksidasi 8
permanganat untuk menghilangkan lignin
Persiapan
• Peralatan untuk analisis Van Soes
Alat yang digunakan untuk menganalisa NDF dan ADF secara umum
adalah sama dengan peralatan yang digunakan untuk penentuan serat kasar
(Proximat) walaupun ada beberapa kekhasan untuk sebagian alat. Hal
paling penting adalah alat untuk memanaskan gelas beaker haruslah ada
alat kontrolnya masing-masing supaya bisa diatur panasnya sesuai
kebutuhan juga perlu alat pendingin (kondensor) dibagian atasnya.
Peralatan utama yang diperlukan untuk analisis ini adalah :
1). Gelas beaker : Kapasitas 600 ml
2). Hot plate : 400 watt masing-masing untuk satu gelas dengan alat kontrol
3). Kondensor : Alat pendingin ini berhubungan dengan air yang mengalir
dan bentuknya biasanya bulat sehingga pas masuk dibagian mulut gelas
beaker 600 ml
4) Crusibel atau kertas saring. Peralatan pendukung lainnya adalah sama
dengan alat yang digunakan waktu penentuan serat kasar
Persiapan
Larutan untuk Neutral-Detergent Fiber (NDF)
• Neutral Detergent Fiber (NDF)
1. Distil led water = 1 liter
2. Sodium lauryl sulfate, lab grade = 30 gram
3.Disodium ethylenediaminetetraacetate (EDTA) dihydrate crystal,
reagent grade = 18.61 gram
4.Sodium borate decahydrate, reagent grade = 6.81 gram
5.Disodium hydrogen phosphate, anhydrous, reagent grade = 4.56
gram
Kalau menggunakan yang hydrous 10H 2O = 11.48 gram
6. 2-e thoxyethanol (ethylene glycol monoethyl ether), purified grade
= 10 ml
Persiapan

Larutan untuk Acid - Detergent Fiber (ADF)


• Acid Detergent Fiber (ADF)
1. Sulfuric acid 1 N, reagent grade, sebanyak 1 liter
2. Apabila menggunakan H2SO4 murni tiap liter larutan = 49.04
gram
3. Cetyltrimethylammonium Bromida (CETAB), technical grade 1
liter = 20 gram
Persiapan Alat dan Bahan
Alat-Alat : Bahan Kimia :
• Timbangan analitis • H2SO4 0,3 n
• beaker glass khusus • NaOH 1,5 n
untuk serat kasar • HCl 0,3 n
• alat untuk mendidihkan • EDTA
cawan filtrasi (crusible) • Aceton
serta alat filtrasinya
eksikator (silica gel biro) • Aquadest panas
• oven 140 ºC • Pasir bersih dan batu
didih
• tanur 550 – 600 ºC
Metode / Langkah-langkah :

• Timbang kertas minyak, misal beratnya A gram. Ambil


sampel kira-kira 1 gram taruh diatas kertas minyak dan
timbang kembali, misal beratnya B
gram
• Tuangkan sampel (kertas minyak tidak diikutkan) dalam
beaker glas khusus untuk analisa serat kasar dan
tambahkan H2SO4 0,3 n sebanyak 50 ml
dengan menggunakan gelas ukur, didihkan selam 30
menit
• Selanjutnya dengan cepat ditambahkan 25 ml NaOH
1,5 n dan didihkan lagi selama 25 menit tepat.
Selanjutnya….

• Dengan cepat pula ditambah 0,5 gram EDTA


kemudian didihkan lagi selama 5 menit tepat
Matikan tombol pemanas
• Ambil beaker glas
• Saring dengan cawan filtrasi yang sebelumnya
sudah diisi dengan pasir
• Bersihkan beaker glas dengan aquadest panas
sesedikit mungkin sampai semua larutan masuk ke
cawan filtrasi.
Prosedur analisis
• Timbang bahan sampel sebanyak 0.5 – 1 g (kering udara dan sudah
digiling) masukan kedalam gelas beaker 600 ml
• Tambahkan 100 ml larutan detergen netral dan 2 - 3 tetes decalin
• Simpan ditempat pemanasan (hot plate) tunggu antara 5 - 6 menit
sampai mulai panas kemudaian dihitung waktu pemanasanya selama 60
menit sambil di reflux dengan aliran air untuk menghin dari sampel
yang nempel didinding gelas dan tidak terendam larutan (Gambar 2)
• Apabila mengerjakan lebih dari satu sampel bisa ditambah 3 menit
antara satu dengan lainya untuk memberikan semua bahan yang
dilarutkan dimulai dari panas yang cukup
• Setelah 60 menit dididihkan baker diambil dari pemanas dan dibiarkan
sebentar supaya bahan padatan mengendap dibawahnya
• Siapkan gelas saring pada tempatnya dan panaskan dengan air mendidih
Prosedur analisis
• Bahan larutan kemudian disaring secara pelan - pelan mulai dari bahan cairan
yang terlarut cukup dengan vaccum yang rendah dayanya
• Kemudian bagain padatanya bisa dimasukan ke saringan sambil dibilas dengan
air mendidih sampai semua sampel habis masuk ke gelas saring. Vaccum bisa
ditambah kekuatanya sesuai dengan kebutuhan
• Sampel dicuci sekitar 2 kali dengan air panas, 2 kali dengan aseton dan
kemudian dapat dikeringkan
• Crusibel dapat dikeringkan minimal selama 8 jam (atau disimpan semalam
apabila analsis dilanjutkan hari berikutnya) pada suhu 105oC dalam oven yang
dilengk api dengan sistem kipas
• Setelah ditimbang akan didapatkan berat kering residu NDF, kemudian sampel
dibakar dalam tanur 500O C cukup selama 3 jam
• Pindahkan kedalam oven sampai suhunya kembali menjadi 105 O C kemudain
ditimbang
• Bahan yang tersisa pada Cru ible adalah abu dari dinding sel