Anda di halaman 1dari 15

www.themegallery.

com
LOGO

KEBUTUHAN
CAIRAN DAN ELEKTROLIT
OLAHRAGAWAN
Latar Belakang
Keseimbangan cairan penampilan atlet
Dehidrasi penurunan prestasi atlet

Air dan elektrolit berperan penting dalam


menjaga keseimbangan tekanan osmotik, serta
mengatur regulasi cairan intrasel dan ekstrasel.
Keseimbangan cairan intrasel dan ekstrasel
harus dijaga untuk transmisi impuls saraf dan
kontraksi otot yang penting pada saat
melakukan kerja otot.

LOGO
Latar Belakang
Kerja otot :
 mempertahankan suhu tubuh
 energi didapat dari pemecahan karbohidrat dan
lemak
 terbentuk ATP dan energi panas

Energi panas dikeluarkan melalui otot ke darah


dan permukaan tubuh → keringat

LOGO
Kebutuhan Cairan

Saat berolahraga kebutuhan air


tentu akan lebih banyak bila
dibandingkan dengan keadaan
istirahat. Oleh karena itu saat
berolahraga suhu tubuh meningkat dan
tubuh menjadi panas. Tubuh yang
panas berusaha untuk menjadi dingin
dengan cara berkeringat.

LOGO
Cairan Tubuh

 Pria "standar" dengan


berat 70 kg
mengandung 42 liter
air atau 60% dari
Berat badan. Wanita
dewasa mengandung
lebih sedikit air (55%
BB), karena
kandungan lemak
wanita lebih besar.

LOGO
Cairan Tubuh

Air tubuh dikandung


dalam berbagai organ
dan jaringan tubuh. Air ini
bisa dikelompokkan
dalam kompartemen.
Pembagian utama adalah
cairan intraselular (CIS:
kira-kira 40% berat
badan) dan Cairan
Ekstraselular (CES: kira-
kira 20% dari berat
badan).

LOGO
Keseimbangan Cairan dalam Tubuh

 Keseimbangan Eksternal
perbandingan antara asupan air dan air yang
dikeluarkan ke lingkungan luar
 Keseimbangan Internal
gerakan air melintasi kapiler seluruh tubuh
(termasuk sekresi dan absorpsi berbagai cairan
transselular) dan gerakan air antara cairan
interstisial dan cairan intraselular

LOGO
Keringat

Keringat, dipengaruhi oleh :


 Ukuran tubuh atlet
 Jenis olahraga
 Intensitas olahraga
 Lama olahraga
 Cuaca dan kelembaban lingkungan
 Jenis pakaian atlet

LOGO
Keringat
Keringat terdiri dari
 Cairan
 Elektrolit

Keringat berperan penting sebagai pengaturan


suhu tubuh, namun juga dapat menjadi penyebab
kehilangan air dan zat terlarut

LOGO
Pemberian cairan pada atlet bertujuan untuk
mencegah dehidrasi dan mempertahankan
keseimbangan cairan tubuh. Selain itu pemberian
cairan yang adekuat ditujukan untuk mencegah
cedera akibat panas tubuh yang berlebihan. Oleh
karena itu disarankan minum air sebelum, selama,
dan sesudah olahraga untuk mencegah
kekurangan cairan.

LOGO
Kebutuhan Elektrolit
Elektrolit di dalam cairan tubuh terdiri dari kation dan anion

Sweat Plasma Intracellular water


(mmol/L) (mmol/L) (mmol/L)
Kation
Sodium (Na+) 20-80 130-155 10
Potassium (K+) 4-8 3,2-5,5 150
Calsium (Ca++) 0-1 2,1-2,9 0
Magnesium (Mg++) <2 0,7-1,5 15
Anion
Chloride (Cl-) 20-60 96-110 8
Bicarbonate (HCO3-) 0-35 23-28 10
Phosphate 0,1-0,2 0,7-1,6 65

LOGO
Dehidrasi

Latihan dalam waktu yang lama dengan udara


yang panas dapat menyebabkan kehilangan
cairan tubuh melalui keringat, kehilangan cairan
ini dapat mengurangi berat badan sebanyak 7
hingga 8% dan dapat menyebabkan dehidrasi.
Dehidrasi adalah kehilangan cairan ekstra sel.
Pada keadaan ini osmolaritas cairan ekstra sel
akan meningkat, sehingga cairan intra sel akan
bergerak ke ekstra sel.

LOGO
Seorang atlet yang mengalami kekurangan cairan
sebanyak 2% dari berat badan tidak
diperkenankan melakukan latihan atau
pertandingan sebelum kekurangan cairannya
diperbaiki. Untuk mengetahui seseorang
mengalami dehidrasi, terutama pada keadaan
udara panas, sebaiknya atlet ditimbang terlebih
dahulu berat badannya.

LOGO
Jadwal minum atlet :
 Satu jam sebelum latihan minum air 400-600 ml
 Selama latihan minum air 100-200 ml setiap 10
atau 15 menit
 Setelah latihan minum air yang mengandung
mineral Sodium dan Potassium, sebagai
pengganti kehilangan mineral selama
pengeluaran keringat
 Cairan yang baik adalah cairan yang suhunya
8-13 C, mengandung gula di bawah 2,5% dan
sedikit hipotonik.
LOGO
LOGO