Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KASUS

SKABIES

Oleh:
ROMA ULINA SIAHANA
212 210 233
Pembimbing:
dr. Dame Maria Pangaribuan, SpKK
DEFENISI
 Skabies adalah penyakit kulit yang
disebabkan oleh infestasi dan
sensitisasi terhadap Sarcoptes
scabiei var, hominis yang termasuk
dalam kelas Arachnida.
 Tungau ini berukuran sangat kecil
dan hanya bisa dilihat dengan
mikroskop atau bersifat
mikroskopis.
EPIDEMIOLOGI

 Skabies ditemukan disemua negara


dengan prevalensi yang bervariasi.
 Penyakit skabies banyak dijumpai pada
anak dan orang dewasa muda, insidennya
sama terjadi pada pria dan wanita.
 Sosioekonomi yang rendah higiene
yang buruk.
 Penyakit ini dapat dimasukkan dalam
P.H.S (penyakit akibat hubungan
seksual).
ETIOLOGI

Sarcoptes scabiei termasuk


filum arthropoda, kelas
arachnida, ordo ackrina,
super famili Sarcoptes

Siklus hidup dari telur


menjadi bentuk dewasa 8 –
12 hari
PATOGENESIS
Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya
oleh tungau skabies, tetapi juga oleh penderita
sendiri akibat garukan. Gatal yang terjadi
disebabkan oleh sensitisasi terhadap sekret dan
ekskret tungau yang memerlukan waktu kira-
kira sebulan setelah infestasi. Pada saat itu
kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan
ditemukannya papul, vesikel, urtika dan lain-
lain. Dengan garukan dapat timbul erosi,
ekskoriasi, krusta dan infeksi sekunder.
CARA PENULARAN

Kontak langsung
(skin to skin)

Kontak tidak
langsung
(melalui benda)
GEJALA KLINIS

Pruritus Menyerang
Nokturna berkelompok

Adanya
Menemukan
terowongan
Tungau
(kunikulus)
Skabies pada orang
Skabies nodular
bersih

Skabies pada bayi Skabies inkognito

Skabies yang
Skabies krustosa
ditularkan oleh hewan
DIAGNOSIS BANDING

• Adalah erupsi papular kronik dan rekurens.


Prurigo

• Infeksi kulit disebabkan oleh pediculus humanis


Pedikulosis var. corporis
korporis

• Peradangan kulit(epidermis dan dermis sebagai


respon terhadap pengaruh faktor eksogen dan
endogen dengan efloresensi (eritema, papul, vesikel,
Dermatitis skuma, likenifikasi).
TATALAKSANA

Obati seluruh anggota keluarga

Sistemik : antihistamin

Topikal :
1. Sulfur presipitatum 4-20% salp atau krim
2. Benzil benzoas 20-25%
3. Gamma benzena heksaklorida (lindane)
1% krim
4. Krotamiton 10% krimatau losio
5. Permetherin 5% krim : drug of choice
EDUKASI
 Semua pakaian 3 hari terakhir dicuci bersih
dengan menggunakan air panas

 Semua karpet, sofa, selimut, kasur dicuci atau


dijemur dibawah sinar matahari.

 Terapi seluruh anggota keluarga


PROGNOSIS
 Baik, jika mengindari faktor predisposisi .
LAPORAN KASUS
I. Identitas Pasien
 Nama : Zubier Nasution
 Usia : 54 Tahun
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Pekerjaan :
 Suku : Batak
 Alamat :
 No RM :
 Tanggal Masuk : 27 januari 2017
II. ANAMNESIS

 KU :Bintik-bintik kemerahan yang terasa


gatal di sela-sela jari tangan, dan lengan
kanan-kiri, Badan, sela paha, tungkai,
genitalia, sela-sela jari kaki ± 3 bulan.

 Telaah : Awalnya pasien mengeluhkan gatal


pada malam hari sekitar ± 3 bulan yang lalu.
Diawali di bagian perut, kemudian diberi obat
salep semakin meluas ke sela paha , badan,
genitalia, sela-sela jari tangan, lengan kanan-
kiri, tungkai, dan sela-sela jari kakiOs
menggunakan minyak karo dan tidak
sembuh. Kemudian Os datang ke RSUD dr.
Djasamen saragih.
RPO : omefulvin, incidal
RPT :-
RPK :-
RPA : Alergi Seafood

Status Dermatologi
Ruam :Papul Eritema, erosi, ekskoriasi
Lokasi :Sela-sela jari tangan, lengan kanan kiri,
sela paha, badan, perut, tungkai,
genitalia, sela-sela jari kaki.
 Ruam : Papul Eritema, erosi, ekskoriasi
 Lokasi : Sela-sela jari tangan, lengan
kanan kiri, sela paha, badan, perut,
tungkai, genitalia, sela-sela jari
kaki.

 DD : - Skabies
 - Prurigo
 - Dermatitis Atopi
 DS : - Skabies
THERAPY

Cetirizine 1x1 (pagi)

Scabimite cr (permetrin 5%)

CTM 1x1 (malam)


RESUME
 Seorang pasien laki-laki datang ke
Poloklinik Kulit dan Kelamin Dr. Djasamen
Saragih dengan keluhan bintik-bintik
kemerahan yang terasa gatal di sela-sela jari
tangan, dan lengan kanan-kiri, Badan, sela paha,
tungkai, genitalia, sela-sela jari kaki ± 3 bulan.
 Awalnya pasien mengeluhkan gatal pada malam
hari sekitar ± 3 bulan yang lalu. Diawali di
bagian perut, kemudian diberi obat salep
semakin meluas ke sela paha , badan, genitalia,
sela-sela jari tangan, lengan kanan-kiri, tungkai,
dan sela-sela jari kaki Os menggunakan
minyak karo dan tidak sembuh. Kemudian
Os datang ke RSUD dr. Djasamen saragih.
 Pada pemeriksaan status dermatologis
ditemukan Papul Eritema, erosi, ekskoriasi pada
Sela-sela jari tangan, lengan kanan kiri, sela
paha, badan, perut, tungkai, genitalia, sela-sela
jari kaki.
KLINIS TEORI
Pasien datang dengan keluhan terdapat Sesuai dengan teori tentang skabies bahwa,
bintik-bintik kemerahan yang terasa gatal di letak ruam kulit sela-sela jari tangan dan kaki,
sela-sela jari tangan, dan lengan kanan-kiri, pergelangan tangan, lipatan tubuh, umbilikus,
Badan, sela paha, tungkai, genitalia. bokong, genitalia eksterna

Pasien mengaku gatal meningkat terutama Ini membuktikan kebenaran teori tentang
pada malam hari skabies yaitu pruritus nokturnal artinya gatal
pada malam hari yang disebabkan karena
aktifitas tungau ini lebih tinggi pada suhu
yang lebih lembab dan panas.

Ruam: Papul Eritema, erosi, ekskoriasi Hal ini membenarkan teori skabies tentang
adanya papul eritema pada skabies.

Dari segi terapi, diberikan :


Sesuai dengan teori diberikan antihistamin
1. Cetirizine 1x1 (pagi)
yaitu cetirizin, dan untuk topikal diberikan
2. CTM 1x1 (malam)
sulfur presipitatum 4-20 % salp atau krim,
3. Scabimate Cr
benzil bezoas 20-25%, gamma benzenna
heksaklorida 9lindane) 1% krim, krotamiton
10% krim, permethrin 5% krim.
KLINIS TEORI
Prognosis biasanya baik Sesuai dengan teori prognosis baik bila
memperhatikan pemilihan dan cara
pengobatan, serta syarat pengobatan
dan menghilangkan faktor predisposisi
(higiene).
KESIMPULAN
 Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan
oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes
scabiei var. hominis dan produknya.
 Penularannya dengan 2 cara, yaitu kontak
langsung dan kontak tak langsung.
 Pada penderita skabies ditemukan 4 tanda
kardinal, yaitu pruritus nocturna, menyerang
manusia secara berkelompok, adanya
terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat
predileksi yang berwarna putih atau keabu-
abuan dan menemukan tungau.
 Bentuk kelainan kulit pada skabies yaitu
ditemukannya papul, vesikel, erosi, ekskoriasi,
krusta dan lain-lain, serta bermanifestasi klinis
dalam berbagai variasi. Bila infeksi sekunder
telah terjadi dapat disebabkan bakteri yang
ditandai dengan munculnya pustul maupun
timbulnya gejala infeksi sistemik.
 Pengobatan skabies ada dua secara sistemik
yaitu antihistamin , dan secara topikal dengan
pemberian salep atau krim.
 Prognosis skabies baik sesuai dengan cara
pengobatan dan, penggunaan obat, syarat
pengobatan dan faktor higiene.
TERIMA KASIH