Anda di halaman 1dari 16

KINETIKA REAKSI

KELOMPOK 2 FISIKA FARMASI


S1 FARMASI SEMESTER 2 UNIKAL

 Muhammad Mukhlis (1617000471)


 Nur Awaliyah (1617000541)
 Ayu Atika (1617000571)
 Nur Faizah (1617000651)
 Ardiyani (1617000661)
 Bilqis Tahna R (1617000671)
 Amanda Kusumaning A (1617000701)
 Robiyatul Adawiyah (1617000711)
 Rizqi Amalia (1617000721)
 Dian Rizki (1617000791)
KINETIKA REAKSI

 Kinetika Kimia merupakan pengkajian laju dan


mekanisme reaksi kimia.
 perubahan kimia yang kompleks dari laju yang
beraneka menurut kondisi reaksi. Hal yang lebih
mendasar dari pada sekedar laju suatu reaksi adalah
bagaimana perubahan kimia itu berlangsung.
LAJU REAKSI

 Laju atau kecepatan reaksi adalah perubahan konsentrasi


pereaksi ataupun produk dalam suatu satuan waktu.

 Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai laju berkurangnya


konsentrasi suatu pereaksi atau laju bertambahnya
konsentrasi suatu produk.

 Satuan laju reaksi umumnya dinyatakan dalam satuan


mol dm-3 det-1 atau mol/liter detik
RUMUS LAJU REAKSI

Jika ada reaksi , A  B


Perubahan posisi x2  x1 x
Laju Gerak   
Perubahan waktu t 2  t1 t

Perubahan konsentras i A
Laju reaksi 
Perubahan waktu
Konst A 2  Konst A1 (Konst A)
 
t 2  t1 t

A B 
Laju   
t t
PERSAMAAN LAJU REAKSI
Contoh reaksi
pA + qB  rC

Rumus v = k [A]m[B]n
Keterangan :
v = laju reaksi
k = tetapan laju reaksi
m = tingkat reaksi (orde reaksi) terhadap A
n = tingkat reaksi (orde reaksi) terhadap B
[A] = konsentrasi awal A (mol dm-3)
[B] = konsentrasi awal B (mol dm-3)
ORDO REAKSI

Orde reaksi 0 : laju reaksi tidak bergantung pada konsentrasi

Orde reaksi 1 : laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi


Jika konsentrasi dinaikkan dua kali, maka laju reaksinya pun akan dua kali lebih
cepat.

Orde reaksi 2 : Pada reaksi orde dua, kenaikan laju reaski akan sebanding dengan
kenaikan konsentrasi pereaksi pangkat dua. Bila konsentrasi pereaksi dinaikkan
dua kali maka laju reaksinya akan naik menjadi empat kali lipat dari semula.
Kecepatan terurainya suatu zat padat mengikuti reaksi orde nol,
orde satu, ataupun orde dua,yang persamaan tetapan kecepatan reaksinya
seperti tercantum dibawah ini.

Dimana:
k = tetapan kecepatan reaksi
Co = konsentrasi mula-mula zat
C = konsentrasi zat pada waktu t
X = jumlah obat yang terurai pada waktu t
TEORI TUMBUKAN
Reaksi antara molekul-molekul pereaksi terjadi apabila
terjadi tumbukan. Untuk saling bertumbukan, molekul-molekul
pereaksi harus mempunyai energi kinetik minimum tertentu.
Energi minimum yang diperlukan agar tumbukan terjadi dan
reaksi dapat berlangsung disebut Energi Aktisi (Ea).
FAKTOR- FAKTOR YANG LAJU REAKSI
1. Sifat kimia pereaksi

Senyawa-senyawa ion lebih cepat bereaksi daripada senyawa-


senyawa kovalen. Pada setiap tumbukan yang terjadi antara ion positif dan ion
negatif selalu dihasilkan reaksi sebab tidak ada energi tumbukan yang
diperlukan untuk memutuskan ikatan terlebih dahulu dan tidak setiap
tumbukan dapat menghasilkan reaksi.

2. Konsentrasi pereaksi

“semakin besar konsentrasi maka semakin besar tumbukan antar

molekul sehingga laju reaksi semakin cepat”


3. Suhu

“semakin tinggi suhu maka molekul – molekul yang mencapai energi aktivasi
semakin banyak, sehingga laju reaksi semakin cepat”

Peningkatan laju reaksi dan waktu paruh

4. Luas permukaan

“semakin luas permukaan, semakin banyak tempat terjadinya tumbukkan antar


molekul yang bereaksi, sehingga laju reaksi lebih cepat”

Larutan > Serbuk > Padat


4. Katalis

penambahan katalis mampu menurunkan energi

aktivasi sehingga laju reaksi akan meningkat.


PENGGUNAAN LAJU REAKSI DALAM KEFARMASIAN

 mempertimbangkan stabilitas kimia farmasi


yaitu untuk mengetahui urutan reaksi dengan
mengukur laju reaksi sebagai fungsi dari
konsentrasi obat merendahkan.
Yang berkaitan dalam proses kinetika reaksi

1). Stabilitas dan ketidaktercampuran


Perlu diperhatikan ketidak aktifan obat karena
penguraian obat dan hilangnya khasiat obat karena
perubahan bentuk fisik dan kimia.
2). Disolusi
Perlu diperhatikan kecepatan berubahnya obat
dalam sediaan padat menjadi bentuk larutan
molekuler.
3. Proses absorbsi, distribusi dan eliminasi

Laju reaksi mempengaruhi laju absorbsi, distribusi


dan eliminasi obat dengan berbagai faktor seperti
metabolisme, penyimpanan dalam organ tubuh lemak dan
jalur-jalur pelepasan.

4. Kerja obat pada tingkat molekular

Obat dapat dibuat dalam bentuk yang tepat dengan


menganggap bahwa timbulnya respon dari obat merupakan
LATIHAN SOAL

1. 2H2(g) + 2NO(g)  2H2O(g) + N2(g)


Data Hasil percobaan penentuan persamaan laju reaksi antara gas NO
dan gas H2 pada suhu 800’C
No [NO] awal [H2] awal Laju awal pembentukan N2
(mol dm-3) (mol dm-3) (mol dm-3 det-1)

1. 0,006 0,001 0,003


2. 0,006 0,002 0,006
3. 0,006 0,003 0,009
4. 0,001 0,006 0,0005
5. 0,002 0,006 0,0020
Tentukan :
a. Persamaan laju reaksi
b. Ordo reaksi
c. Tetapan laju reaksi
2. Harga laju reaksi bertambah 2x jika suhu dinaikkan
10’C. Reaksi A + B  C , punya harga laju reaksi 2x
mol/L.detik pada suhu 15’C. Jika reaksi dilakukan pada
suhu 75’C, tentukan perubahan laju reaksi!

3. Tiap kenaikan suhu 20’C laju reaksi menjadi 2x lebih


cepat dari semula, jika pada suhu 20’C reaksi
berlangsung selama 32 menit. Tentukan waktu reaksi
pada suhu 80’C.