Anda di halaman 1dari 40

SKIN GRAFT

Muhammad Gilang Gumilar


1102011176

Pembimbing :
dr. Beni Herlambang, Sp. BP-RE

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
RS TK. II MOHAMMAD RIDWAN MEURAKSA
Skin graft?
 Pemindahan sebagian / seluruh tebalnya kulit dari
donor tanpa disertai vaskularisasinya ke resipien
untuk menutupi suatu defek.
 Kasus:
 luka luas
 luka bakar derajat 3
 luka yang tidak sembuh (ulkus diabetik, ulkus
pembuluh darah)
 Fungsi : mencegah kehilangan cairan, mencegah
infeksi, mencegah perluasan lebih lanjut dari luka
tersebut
 Teknik skin graft pertama kali diperkenalkan sekitar
2500-3000 tahun yang lalu oleh kasta hindu Tilemaker,
digunakan untuk rekonstruksi hidung setelah suatu
tindakan amputasi sebagai hukuman pengadilan
 Reverdin , 1869 Eksisi kulit kecil & tipis, diletakkan
pada jaringan granulasi.
 Olliver dan Thiersch, 1872 & 1886  Teknik split-
thickness
 Wolfe dan Krause, 1875 & 1893  Teknik full- thickness
graft
Anatomi Kulit
Epidermis

• Epitel squamos, terutama keratinosit


• Tidak memiliki pembuluh darah

Dermis

• Terdiri dari jaringan elastic dan fibrosa (elemen


selular, kelenjar dan rambut sebagai adneksa kulit)
• 2 bagian: pars papilaris dan pars retikularis.

Subkutis

• Terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak.


Epidermis
Stratum • Lapisan paling luar
• Sel-sel gepeng yang mati, tidak berinti
• Protoplasmanya berubah menjadi keratin (zat
Korneum tanduk)

Stratum • Sel-sel gepeng tidak berinti


• Protoplasma berubah menjadi protein yang
disebut eleidin
lusidum
Stratum • 2-3 lapis sel gepeng
• Sitoplasma kasar terdiri dari keratohialin

granulosum
• Paling tebal, sel polygonal
• Protoplasma jernih, byk glikogen
Stratum • Intercelluler bridges (protoplasma &
tonofibril)

spinosum • Perlekatan antar jembatan membentuk


nodulus Bizzozero
• sel langerhans  respon antigen kutaneus

• Dasar epidermis
• berproduksi secara mitosis.
Stratum • 2 jenis sel : sel kolumnar dan melanosit.

basale
Autograft

Skin
graft
Xenograft Allograft
Skin Graft

Split thickness Full thickness


skin graft skin graft

Thin
• Epidermis + ¼ dermis

Intermedict (medium)
• Epidermis + ½ dermis

Thick
• Epidermis + 2/3 dermis
STSG (Split Thickness Skin Graft)
 Tindakan menutup defek permanen / sementara
sambil menunggu tindakan yang definitif  untuk
mengontrol serta mengurangi risiko infeksi dan
menutup struktur vital tubuh.

 Indikasi : Tutup defek luas


 Kontraindikasi : di daerah wajah atau leher
Keuntungan Kerugian
STSG
Thin STSG
Keuntungan Kerugian

Vaskularisasi
mudah terjadi, Cenderung
transplantasi terjadi kontraksi
tahan lama.

Penyembuhan
lebih cepat Perbedaan
warna kulit
(7-10 hr)
Thick STSG
Keuntungan Kerugian

< terjadi kontraksi,


Vaskularisasi lebih
> tahan terhadap
sedikit
trauma

Penyembuhan
Lebih menyamai daerah donor lebih
seperti kulit lambat
normal
(10-18hr)
STSG
 Untuk mengambil STSG dari tempat donor
dilakukan dengan menggunakan :
 Pisau/Blade : semua pisau yang tajam, tipis dan rata
 Pisau khusus : ketebalan graft yang diambil dapat diatur
dan merata (Humby, Braithwaite, Bodenham, Watson )
 Dermatome : Dermatome tangan, dermatome listrik
dan tekanan udara
Full Thickness Skin Graft (FTSG)
 Untuk rekonstruksi kulit wajah
 Kecenderungan kontraksi lebih kecil, resistensi terhadap
trauma lebih tinggi
 Jumlah dan ukuran donor sangat terbatas
 Daerah donor :
 Kepala
 Leher
 Retroaurikuler
 Supraklavikuler
 Abdomen
 Paha
 Indikasi :
 Defek yg jaringan disebelahnya tidak bebas
 Jaringan disebelahnya memiliki lesi premaligna atau maligna
dan menghalangi penggunaan flap

 Lokasi yang sering dilakukan FTSG :


 Ujung hidung
 Dahi
 Kelopak mata
 Kantus medial
 Konka
 Jari.
FTSG
• Kecendrungan untuk terjadinya kontraksi, berubah
Keuntungan warna, permukaan kulit mengkilat lebih kecil
• Secara estetik lebih baik dari STSG

• Kemungkinan take lebih kecil dibanding dengan STSG


• Hanya dapat menutup defek yang tidak terlalu luas
Kerugian • Donor harus dijahit atau ditutup oleh STSG bila luka
donor agak luas sehingga tidak dapat ditutup primer
• Donor erbatas
Teknik STSG
Ukur lesi dengan tepat, dpt dilakukan sutura utk
meminimal lesi

Area donor : anterior-lateral atau medial paha,


pantat, atau aspek medial dari tangan. Permukaan
rata.

Daerah donor dianestesi lokal dengan/ tanpa


epinefrin, bisa dikembungkan untuk pengangkatan

Alat-alat : Freehand dermatom, powered dermatom,


razor blade, pisau bedah biasa (no.22) atau pisau
humby.
Pilih alat yang tepat, lokasi donor
dibersihkan

Kulit donor diambil dengan menggunakan


dermatom, arah sudut 300- 45o

Graft diletakkan diatas defek, dijahit.

Graft ditutup dengan dressing steril non-


adherent 5-7 hari , ditekan.
STSG
Teknik FTSG
Ukur lokasi dengan tepat, dilakukan sutura utk
meminimal lesi

Area donor : bebas dari lesi malignant / pre


malignant, warna, tekstur,kualiti sebasea mirip
dengan area defek.

Eksisi daerah donor sesuai pola yang digambar


dengan ketebalan tepat diatas jaringan lemak
didaerah dermal subdermal junction

Lemak yang ikut terangkat dibuang


Tutup defek secara primer tanpa ketegangan
setelah dilakukan prosedur hemostatis sempurna

Jahit matras untuk lebih menjamin kontak skin


graft dengan resipen

Sayatan kecil multiple dibuat pada skin graft untuk


mencegah hematoma/seroma

Graft yang ditempel dijahit, ditutup dengan kasa


tebal dan dilakukan tie over

Setelah dibalut, dipasang perban elastic


Alat-alat Skin Graft
Operated
Weck knives
Padgett
dermatome

Graft Davol
meshing dermatome
machine
Skin Graft (Humbly) knife
Luka luas

Kosmetik,
pembedahan Luka bakar
rekonstruksi

indikasi

Area yang
pernah
penyembuhan
terinfeksi +
skin loss
Fase Penyembuhan
 1. Imbibisi plasmic
 24-48 jam pertama setelah graft
 Jaringan donor mendapatkan nutrisi melalui
penyerapan plasma dari kulit dibawahnya melalui
kapiler-kapiler
 Memiliki kemungkinan berhasil yang lebih besar karena
cairan plasma yang diserap lebih efektif
 2. Inokulasi / Penyembuhan
 Kelenjar limfe terbentuk ± 1 mg dan reinervasi graft
akan mulai pada minggu-minggu pertama.
 Proses revaskularisasi skin graft :
 a. Hubungan anastomose langsung antara graft dengan
pembuluh darah resipen (autoinokulasi)
 b. Pertumbuhan dari pembuluh darah resipien ke dalam
saluran endothelial graft.
 c. Penetrasi pembuluh darah baru ke dalam dermis graft.
Faktor yg mempengaruhi Skin Graft
(beresiko komplikasi)

Usia lanjut ( > 60


tahun ) atau bayi Merokok
baru lahir

Menggunakan
Penderita obat hipertensi,
penyakit kronis insulin, relaksan
otot
Faktor kegagalan Skin Graft

Hematoma Mekanik

Salah
Infeksi
teknik
Faktor keberhasilan Skin Graft
Vaskularisasi Kontak baik
adekuat graft-resipien

Tidak infeksi
Perawatan Skin Graft
Daerah resipen (STSG) :
 Hemostatis & fiksasi skin graft dilakukan dgn baik 
balutan dibuka hari ke-5 Evaluasi hasil skin graft 
benang fiksasi/jahitan dicabut.
 Perawatan tiap 2-3 hari
 Skin graft diekstremitas  tetap pakai pembalut
elastic sampai pematangan graft ± 3-6 bulan
 Diduga hematoma  pengamatan graft  dibuka
balutan  insisi kecil di atas hematom  dibalut lagi
 perawatan & penggantian dilakukan tiap hari
Daerah donor (STSG) :
 Balutan luka dibuka setelah proses epitelisasi
 Penyembuhan / epitelialisasi
 thin : 7- 9 hari
 Intermediate : 10 – 14 hari
 thick: 14 hari atau lebih.
 Perawatan :
 Balutan dibiarkan, jika kotor ganti balutan luar.
 Balutan biasanya melekat dengan kulit  Hati-hati saat
melepas balut/tulle  Bila balutan masih melekat erat tidak
diangkat biarkan sampai dapat terlepas spontan karena
telah terjadi epitelisasi
 Jika dipaksa  berdarah + nyeri, merusak proses epitelisasi
dan penyembuhan akan bertambah lama.
 Donor FTSG :
 Hari ke-3 kontrol luka
 Hari ke-7 jahitan dapat diangkat
 Pada donor FTSG yang tidak dapat ditutup primer,
dilakukan penutupan dengan split thickness skin graft,
perawatannya seperti perawatan luka split thickness
graft.
komplikasi
Hematoma atau
Perdarahan Infeksi
seroma

Penyembuhan yang
tidak sesuai dengan
Kontraktur
tekstur, warna atau
topografi
Terima Kasih