Anda di halaman 1dari 40

PUSKESMAS

(pusat kesehatan masyarakat)

dr. Acep ahmad Saefullah

Disampaikan pada pertemuan kuliah keperawatan komunitas


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura prodi S1 Keperawatan

1
PENYELENGGARAAN PUSKESMAS

2
Peraturan
PROGRAM Terkait
INDONESIA SEHAT
Penyelenggaraan Puskesmas
PMK

PMK 46 Tahun 2015 Tentang


Akreditasi Puskesmas,

75 Tahun 2014
Tentang
Klinik Pratama, Tempat
Praktik Mandiri Dokter dan
Pusat Kesehatan Tempat Praktik Mandiri
Masyarakat Dokter Gigi PMK

44 tahun 2016 tentang


Pedoman Manajemen
Puskesmas

3
1. Azrul Azwar (1980). Pusat kesehatan masyarakat ( Puskesmas ) merupakan suatu kesatuan
organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada
masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha – usaha kesehatan
pokok.
2. Departemen kesehatan RI (1981). Pusat kesehatan Msyarakat ( Puskesmas) merupakan suatu
kesatuan organisasi kesehatan yang langsung memberikan pelayanan kesehatan secara
menyeluruh dan terintegritasi kepada masyarakat diwilayah kerja tertentu dalam usaha –
usaha kesehatan pokok.
3. Departemen Kesehatan RI (1987). Pusat kesehatan masyarakat ( Puskesmas) merupakan
pusat pembangunan kesehatan yang berfungsi mengembangkan dan membina kesehatan
masyarakat, serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan terdepan dan terdekat dengan
masyarakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyeluruh dan terpadu diwilayah kerjanya.
4. Departemen Kesehatan RI (1991). Pusat Kesehatan masyarakat ( Puskesmas) merupakan
suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan
kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat dalam memberikan
pelayanan secara menyeluruh dan terpadu di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan
pokok.
4
Puskesmas
PROGRAM INDONESIA SEHAT
(Permenkes 75 thn 2014)

Puskesmas adalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan


penyelenggara upaya kesehatan
masyarakat & perseorangan tingkat pertama,
mengutamakan upaya
Promotif & Preventif,
untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya di Wilayah Kerjanya.

Bertugas untuk melaksanakan KEBIJAKAN


KESEHATAN untuk mencapai tujuan
pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam
rangka mendukung terwujudnya KECAMATAN
SEHAT

Berfungsi sebagai pelaksana UKM dan UKP


tingkat pertama
5
Kategori puskesmas berdasarkan wilayah
kerja
•Puskesmas kawasan perkotaan
•Puskesmas kawasan pedesaan
•Puskesmas kawasan terpencil dan sangat
terpencil

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 6


Puskesmas
(Permenkes 75 thn 2014)
TUJUAN PEMBANGUNAN KESEHATAN PRINSIP PENYELENGGARAAN
DI PUSKESMAS PUSKESMAS

A. PARADIGMA
SEHAT

F. KETERPADUAN B. PERTANG-
MENJANGKAU DAN GUNGJAWABAN
PERILAKU SEHAT WILAYAH
PELAYANAN BERMUTU KESINAMBUNGAN

C.
E. TEKNOLOGI KEMANDIRIAN
TEPAT GUNA MASYARAKAT
LINGKUNGAN
DERAJAT KESEHATAN
SEHAT D.
OPTIMAL
PEMERATAAN
KECAMATAN SEHAT 7
KEWENANGAN PUSKESMAS TERKAIT FUNGSI
PENYELENGGARAAN UKM TINGKAT PERTAMA

1. melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan


masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan;
2. melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
3. melaksanakan KIE dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang
kesehatan;
4. menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan
menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan
masyarakat yang bekerjasama dengan sektor lain terkait;

8
KEWENANGAN PUSKESMAS TERKAIT FUNGSI
PENYELENGGARAAN UKM TINGKAT PERTAMA

5. melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan


UKBM;
6. melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia
Puskesmas;
7. memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
8. melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses,
mutu, dan cakupan pelayanan kesehatan; dan
9. memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat.

9
KEWENANGAN PUSKESMAS TERKAIT FUNGSI
PENYELENGGARAAN UKP TINGKAT PERTAMA

1. menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif,


berkesinambungan dan bermutu;
2. menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya
promotif dan preventif;
3. menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat;
4. menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan
keamanan dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung;
5. menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinatif
dan kerjasama inter dan antar profesi;
10
KEWENANGAN PUSKESMAS TERKAIT FUNGSI
PENYELENGGARAAN UKP TINGKAT PERTAMA

6. melaksanakan rekam medis;


7. melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu
dan akses yankes;
8. Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan
9. mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan FKTP di wilayah
kerjanya, dan
10. melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan
sistem rujukan.

11
Puskesmas
(Permenkes 75 thn 2014)

KEDUDUKAN PUSKESMAS

Dinkes Kab/Kota

Puskesmas Rumah Sakit

PP 18/2016 TTG PERANGKAT DAERAH - Pasal 43


Selain unit pelaksana teknis dinas Daerah kabupaten/kota, terdapat unit pelaksana teknis dinas Daerah
kabupaten/kota di bidang kesehatan berupa rumah sakit Daerah kabupaten/kota dan pusat kesehatan
masyarakat sebagai unit organisasi bersifat fungsional dan unit layanan yang bekerja secara profesional.

12
Puskesmas
(Permenkes 75 thn 2014)
Untuk melaksanakan UKM dan UKP tingkat pertama, Puskesmas harus
menyelenggarakan :
1. Manajemen;
2. Pelayanan kefarmasian;
3. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat; dan
4. Pelayanan laboratorium.

UKM ESENSIAL UKP


a. Pelayanan Promosi Kesehatan;
a. Rawat jalan
b. Pelayanan Kesehatan
b. Pelayanan gawat darurat
Lingkungan;
c. Pelayanan satu hari (one day
c. Pelayanan KIA-KB;
care)
d. Pelayanan Gizi; dan
d. Home care; dan/ atau
e. Pelayanan Pencegahan Dan
e. Rawat inap berdasarkan
Pengendalian Penyakit.
pertimbangan kebutuhan
UKM PENGEMBANGAN pelayanan kesehatan
• Inovatif, dan atau
• Bersifat ekstensifikasi, &
• intensifikasi pelayanan
• Prioritas dan kekhususan wilayah kerja
• Berdasar kajian
13
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 14
Integrasi Upaya
Puskesmas

PUSKESMAS

Integrasi

Pendana
an

15
KOMPETENSI SEORANG
KEPALA PUSKESMAS
KOMPETENSI FASKES PRIMER

SUMBER ALAT
KESEHATAN SISTEM
SARANA PRASARANA DAYA AKREDITASI
RUJUKAN
KESEHATAN FARMASI

KOMPETENSI MANAJERIAL
Peningkatan
akses dan
KOMPETENSI SDM mutu yankes

KEPIMPINAN TEKNIS
KEPIMPINAN KLINIS
MEDIS

KOMPETENSI KLINIS 16
JARINGAN & JEJARING Dinkes Kab/Kota
PKM

FASKES
RUJUKAN Rumah Sakit
Klinik
Utama

Puskesmas
Klinik Pratama
FASKES dr/drg mandiri
PRIMER Lab

Pustu
Apotik Pustu
BPS

UKBM
POSYANDU POSBINDU POSKESDES POS MAL DES POS UKK

Pembinaan/koord Pencatatan-Pelaporan Rujukan UKM


Jejaring Rujukan UKP
SKEMA SISTEM RUJUKAN DI INDONESIA
TATA CARA RUJUKAN DI INDONESIA

• merupakan rujukan antar pelayanan kesehatan yang berbeda


tingkatan.
VERTIKAL • dilakukan dari tingkatan pelayanan yang lebih rendah ke
tingkatan pelayanan yang lebih tinggi atau sebaliknya.

• merupakan rujukan antar pelayanan kesehatan dalam satu


tingkatan.
• dilakukan apabila perujuk tidak dapat memberikan pelayanan
HORIZONTAL kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan
fasilitas, peralatan dan/atau ketenagaan yang sifatnya sementara
atau menetap.

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 001 Tahun 2012 Tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan
Persyaratan puskesmas
Persyaratan
Persyaratan Sumber Daya
Administratif
BANGUNAN
LOKASI
PRASARANA
IJIN DAN
ALKES
REGISTRASI
KETENAGAAN
PENDANAAN
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 20
AKREDITASI PUSKESMAS

 Puskesmas WAJIB diakreditasi secara berkala paling


sedikit 3 tahun sekali
 Akreditasi dilakukan oleh lembaga independen
penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri
Pengerakan
Pelaksanaan
(P2)

Terintegrasi melalui pelaksana


an Manajemen Puskesmas

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 22


Peran perawat di puskesmas

1. Penemu kasus
2. Pendidik kesehatan
3. pemberi pelayanan kesehatan
4. koordinator dan kolaborasi
5. konselor
6. Panutan atau model peran (role model)
Peran perawat di puskesmas (kepmenkes
279/th2006)
1. Asuhan keperawatan pasien di puskesmas
2. Kunjungan rumah oleh perawat (home care) terencana
pembinaan keluarga
3. Asuhan keperawatan pada kelompok khusus
4. Asuhan keperawatan di masyarakat

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 24


Desa siaga
• Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber
daya dan kemampuan serta kemauan untuk untuk mencegah dan
mengatasi masalah kesehatan, bencana, dan kegawadaruratan,
kesehatan secara mandiri.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 25


Tujuan desa siaga
•Tujuan umum desa siaga adalah terwujudnya masyarakat desa
yang sehat, peduli, dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di
wilayahnya.
•Tujuan khususnya adalah sebagai berikut : 1. Peningkatan
pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya
kesehatan. 2. Peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan
masyarakat desa terhadap risiko dan bahaya yang dapat
menimbulkan gangguan kesehatan (bencana, wabah,
kegawadaruratan dsb.) 3. Peningkatan kesehatan lingkungan di desa.
4. Meningkatnya kemampuan dan kemauan masyarakat desa untuk
menolong diri sendiri di bidang kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 26
Ciri-ciri desa siaga
• Minimal Memiliki pos kesehatan desa yang berfungsi memberi
pelayanan dasar ( dengan sumberdaya minimal 1 tenaga kesehatan
dan sarana fisik bangunan, perlengkapan & peralatan alat komunikasi
ke masyarakat & ke puskesmas )
• Memiliki sistem gawat darurat berbasis masyarakat
• Memiliki sistem pembiayaan kesehatan secara mandiri
• Masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 27


Sasaran pengembangan
1. Semua individu dan keluarga di desa yang diharapkan mampu
melaksanakan hidup sehat, peduli, dan tanggap terhadap
permasalahan kesehatan di wilayah desanya
2. Pihak- pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan
perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang
kondusif bagi perubahan perilaku tersebut, seperti tokoh
masyarakat termasuk tokoh agama, tokoh perempuan dan pemuda,
kader serta petugas kesehatan
3. Pihak-pihak yang diharapkan memberi dukungan memberi
dukungan kebijakan, peraturan perundang –undangan, dana,
tenaga, sasaran, dll, seperti kepala desa, camat, pejabat terkait,
LSM, swasta, donatur, dan pemilik
Kementerian kepentingan
Kesehatan Republik Indonesia lainnya. 28
Kriteria pengembang
1. Tahap bina. Tahap ini forum masyarakat desa mungkin belum aktif,
tetapi telah ada forum atau lembaga masyaratak desa yang telah
berfungsi dalam bentuk apa saja misalnya kelompok rembuk desa,
kelompok pengajian, atau kelompok persekutuan do’a.
2. Tahap tambah. Pada tahap ini, forum masyarakat desa talah aktif
dan anggota forum mengembangkan UKBM sesuai kebutuhan
masyarakat , selain posyandu. Demikian juga dengan polindes dan
posyandu sedikitnya sudah pada tahap madya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 29


4. Tahap kembang. Pada tahap ini, forum kesehatan masyarakat telah
berperan secara aktif,dan mampu mengembangkan UKBM sesuai
kebutuhan dengan biaya berbasis masyarakat. Jika selama ini
pembiyaan kesehatan oleh masyarakat sempat terhenti karena
kurangnya pemahaman terhadap sistem jaminan, masyarakat
didorong lagi untuk mengembangkan sistem serupa dimulai dari
sistem yang sederhana dan di butuhkan oleh masyarakat misalnya
tabulin.
5. Tahap Paripurna, tahap ini,semua indikator dalam kriteria dengan
siaga sudah terpenuhi. Masyarakat sudah hidup dalam lingkungan
sehat serta berperilaku hidup bersih dan sehat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 30
Indikator keberhasilan (depkes,2009)
1. Indikator Input ; Jumlah kader desa siaga,Jumlah tenaga kesehatan
di poskesdes, Tersedianya sarana (obat dan alat) sederhana,
Tersedianya tempat pelayanan seperti posyandu, Tersedianya dana
operasional desa siaga, Tersedianya data/catatan jumlah KK dan
keluarganya, Tersedianya pemetaan keluarga lengkap dengan
masalah kesehatan yang dijumpai dalam warna yang sesuai,
Tersedianya data/catatan (jumlah bayi diimunisasi, jumlah
penderita gizi kurang, jumlah penderita TB, malaria dan lain-lain)

31
2. Indikator proses

Frekuensi pertemuan forum masyarakat desa (bulanan, 2 bulanan dan


sebagainya).
Berfungsi/tidaknya kader desa siaga.
Berfungsi/tidaknya poskesdes.
Berfungsi/tidaknya UKBM/posyandu yang ada.
Berfungsi/tidaknya sistem penanggulangan penyakit/masalah kesehatan
berbasis masyarakat.
Ada/tidaknya kegiatan kunjungan rumah untuk kadarzi dan PHBS.
Ada/tidaknya kegiatan rujukan penderita ke poskesdes dari masyarakat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 32


3. Indikator Output
Jumlah persalinan dalam keluarga yang dilayani.
Jumlah kunjungan neonates (KN2).
Jumlah BBLR yang dirujuk.
Jumlah bayi dan anak balita BB tidak naik ditangani.
Jumlah balita gakin umur 6-24 bulan yang mendapat M P-AS I.
Jumlah balita yang mendapat imunisasi.
Jumlah pelayanan gawat darurat dan KLB dalam tempo 24 jam.
Jumlah keluarga yang punya jamban.
Jumlah keluarga yang dibina sadar gizi.
Jumlah keluarga menggunakan garam beryodium.
Adanya data kesehatan lingkungan.
Jumlah kasus kesakitan dan kematian akibat penyakit menular tertentu yang menjadi
masalah setempat.
Adanya peningkatan kualitas UKBM yang dibina.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 33


4. Indikator Outcome

Meningkatnya jumlah penduduk yang sembuh/membaik dari


sakitnya.
Bertambahnya jumlah penduduk yang melaksanakan PHBS.
Berkurangnya jumlah ibu melahirkan yang meninggal dunia.
Berkurangnya jumlah balita dengan gizi buruk.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 34


Pengertian kader kesehatan
• Seorang kader kesehatan adalah warga tenaga sukarela dalam bidang
kesehatan yang langsung dipilih oleh dan dari para masyarakat yang
tugasnya membantu dalam pengembangan kesehatan masyarakat.
Kader kesehatan disebut juga sebai promotor kesehatan desa atau
disingkat prokes. Batasan pengertian kader kesehatan menurut
Departemen Kesehatan RI di bidang Direktorat Bina Peran Serta
Masyarakat yaitu kader kesehatan adalah warga dari masyarakat
lingkungan setempat yang dipilih masyarakat dan juga ditinjau oleh
masyarakat serta dapat bekerja dengan sukarela

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 35


Tujuan pembentukan kader kesehatan
• Adapun tujuan dari pembentukan kader kesehatan adalah untuk
menyukseskan pembangunan nasional di bidang kesehatan, dimana
prinsip dari pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa masyarakat itu
bukan objek akan tetapi masyarakat adalah subjek dari suatu
pembangunan nasional. Dalam hal ini masyarakat berperan serta
secara aktif dan juga mempunyai tanggung jawab dalam
menyukseskan pembangunan dalam bidang kesehatan. Disinilah
peran kader yang sangat penting untuk memberikan sosialisasi
kepada masyarakat mengenai hal itu.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 36


Peran & Fungsi Kader Kesehatan
• Fungsi kader adalah mampu melaksanakan sejumlah kegiatan yang
ada di lingkungannya. Kegiatan yang dilakukan sifatnya sederhana
akan tetapi juga harus berguna untuk masyarakat dan kelompok.
Adapun berbagai macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh kader
kesehatan

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 37


RANGKUMAN
1. Konsep Puskesmas berbeda dengan konsep FKTP lainnya.
2. Puskesmas mempunyai konsep wilayah kerja, dan
bertanggungjawab terhadap pelaksanaan kebijakan
kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan
kesehatan di wilayah kerjanya.
3. Penanganan permasalahan kesehatan di Puskesmas sesuai
dengan kondisi biologi, psikologi, sosial, kultural, dan
spiritual di wilayah kerjanya.
4. Puskesmas mengutamakan promotive dan preventif dalam
melaksanakan tugasnya.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 38
• UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
• UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
• UU Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.
• PP Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
• Permenkes Nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
• Permenkes Nomor 46 tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama,
Praktik Mandiri Dokter dan Praktik Mandiri Dokter Gigi.
• Permenkes Nomor 39 tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program
Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga
• Permenkes Nomor 44 tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmas.
• Kepmenkes No. HK.02.02/MENKES/514/2015 tentang PPK Dokter di FKTP

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 39


TERIMA KASIH

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 40