Anda di halaman 1dari 12

Patient Centered Care

Dian Hidayat
Melani Rachmawati
Firdah Rohimah
Citra Mutiara
Aprillya Dewi Pertiwi
Definisi Patient Centered Care

• Patient-centered care adalah mengelola pasien


dengan merujuk dan menghargai individu pasien
meliputi preferensi, keperluan, nilai-nilai, dan
memastikan bahwa semua pengambilan keputusan
klinik telah mempertimbangkan dari semua nilai-nilai
yang diingini pasien.
• Patient-centred care didefinisikan sebagai sebagai
'perawatan yang menghormati dan responsif terhadap
individu preferensi pasien, kebutuhan dan nilai-nilai,
dan memastikan bahwa nilai-nilai pasien memandu
semua keputusan klinis.
• Patient Centered Care merupakan pendekatan yang
melibatkan pasien, keluarga pasien dan staf dalam
pembuatan kebijakan, program kesehatan, fasilitas
yang didapatkan, dan program perawatan dari hari
ke hari.
Prinsip Patient Centered Care

• Pelayanan dokter keluarga yang berpusat pada pasien


pada prinsipnya adalah memberikan pelayanan
multidimensi pada manusia yang menderita sakit atau
berisiko sakit dengan tujuan menyelesaikan
permasalahan pasien dalam pola kemitraan.

• Patient Centered Care setelah sekian lama dilupakan,


kini menjadi concern serius dalam penyelenggaraan
pelayanan kesehatan. Dahulu, dokter adalah captain of
the ship yang menjadi center dalam segala hal yang
terkait dengan pengambilan keputusan dan tanggung
jawab dalam pelayanan kesehatan kepada pasien.
Perubahan paradigma ini tidak lain bertujuan untuk
mendapatkan outcomes pelayanan kesehatan yang lebih
baik, pegalokasian semberdaya yang tepat, dan mencapai
kepuasaan pasien dan keluarga yang lebih besar.
Patient Centered Care
1. Martabat dan kehormatan
Tenaga kesehatan mendengarkan dan menghormati pilihan pasein.
Pengetahuan, nilai-nilai yang dianut, dan background budaya pasien ikut
berperan penting selama perawatan pasien dan menentukan outcome
pelayanan kesehatan kepada pasien.
2. Information Sharing:
Tenaga kesehatan mengkomunikasikan dan menginformasikan secara
lengkap mengenai kondisi pasien dan hal- hal yang berkaitan dengan
pasien, maupun program perawatan dan intervensi yang akan diberikan
kepada pasien. Memberikan Informasi secara lengkap dapat membantu
dalam perawatan pasien dan pembutan keputusan.
• Dokter sebagai guru dan pendidik
American Medical Association merekomendasikan 6 langkah untuk
meningkatkan komunikasi dokter-pasien : Slow down, slow down, slow
down
• Menciptakan lingkungan bebas malu bertanya
• Berikan informasi yang lengkap
• Gunakan bahasa non medis
• Penjelasan kepada pasien dengan gambar agar mudah dipahami
• Gunakan metode teach-back
Strategi Penerapan Patient Centered
Care
1. Organization Level:
Tingkat organisasi berhubungan dengan tingkat sistem klinis mikro,
bahwa oruganisasi terdiri dari berbagai layanan, departemen dan
program. Pada tingkat ini, pasien dan keluarga harus berpartisipasi
sebagai anggota penuh komite organisasi utama untuk mata pelajaran
seperti keselamatan pasien, desain fasilitas, peningkatan kualitas,
pendidikan pasien atau keluarga, etika dan penelitian (Pelatihan
Leadership, Pemberian reward dan insentif, Pelatihan untuk quality
improvement

2. Sistem Level :
Tingkat sistem mengacu pada layanan, departemen atau program
tingkat kepedulian. Pada tingkat ini, pasien dan penasehat keluarga
harus berpartisipasi dalam desain keseluruhan layanan, departemen atau
program; misalnya, sebagai anggota penuh dari peningkatan kualitas
dan tim desain ulang dan partisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan,
dan mengevaluasi perubahan (Pendidikan publik dan keterlibatan
pasien, Sistem pelapporan dan pengukuran penilaian patient-
centered,Pelengkaapan persyaratan akreditasi dan sertifikat-sertifikat
lainnya)
• Pasien sebagai guru dan peserta didik
Dalam pertanyaan mengenai kesehatan dan komunikasi dokter-
pasien, tenaga kesehatan cenderung menempatkan pasien sebagai
penerima informasi, tetapi seperti yang kita lihat dari model patient
centered care dan adanya penggunaan metode teach back peran
tersebut harus dipikirkan kembali. Tentu saja, dari pasien kita semua
harus banyak belajar. Mereka tidak ahli dalam ilmu kedokteran
namun mereka pasti ahli dalam pengalaman dan nilai-nilai pribadi
mereka.

• Participant :
Pasien dan keluarga termotivasi berpartisipasi dalam perawatan dan
pengambilan keputusan sesuai dengan esepakatan yang telah
mereka buat.

• Collaborative:
Tenaga kesehatan mengajak pasien dan keluarga pasien dalam
membuat kebijaksanaan, perencanaan dan pengembangan program,
implementasi dan evaluasi program yang akan didapatkan oleh
pasien.
Penerapan Patient Centered Care
Dalam metode asuhan pasien, dokter
pun wajib melakukan edukasi, bukan
hanya berorientasi pada pengobatan.
Namun, dokter tentunya harus
memahami bahwa pasiennya sangat
heterogen, baik itu dalam
pengetahuannya, tingkat pendidikan
hingga latar belakang ekonomi

Langkah-langkahnya adalah, metode


assessment untuk mengetahui
kedalaman pengetahuan pasien, lalu
setelah diberi tahu kemudian
konfirmasi kembali apakah mereka
sudah paham atau belum.
Keuntungan Patient Centered Care

• Menurunkan angka malpraktik


Penelitian yang dilakukan oleh Johnson, B et. all
sejak tahun 2001-2006 dalam penerapan Patient
Centered Care dapat menurunkan angka
malpraktik sebesar 62%. Malpraktik pada
hakikatnya adalah kesalahan dalam menjalankan
dalam menjalankan profesi yang timbul sebagai
akibat adanya kewajiban-kewajiban yang harus
dilakukan oleh tenaga kesehatan. Berbagai upaya
akan dilakukan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan
dan tenaga kesehaan untuk mengurangi dan
mencegah terjadinya malpraktek. Upaya-upaya
yang dilakukan antara lain membuat berbagai
macam prosedur baku dan upaya-upaya lainnya,
salah satunya adalah merepakan Patient Centered
Care.
• Meningkatkan kepuasan pasien
Komunikasi pasien dan pemberi pelayanan akan meningkat,
sehingga kepuasan terhadap pelayanan meningkat.

• Meningkatkan financial dan hasil perawatan


Meningkatkan financial dan hasil perawatan yang berkualitas
juga merupakan keuntungan dari Patient-Centered Care
dengan terhindarnya lebih banyak uang untuk pembayaran
perawatan jika tercipta kolaborasi antara pasien dan pemberi
pelayanan dalam perawatan, perawatan terkoordinasi,
mengurangi duplikasi dan kesalahan medis, mengelola dan
mencegah terjadinya penyakit kronis, mengurangi
pemanfaatan layanan dengan biaya mahal.

• Penurunan angka kematian


Angka kematian menggambarkan status gizi dan kesehatan,
kondisi lingkungan, dan tingkat pelayanan kesehatan Angka
kejadian malpraktek menurun dan edukasi kepada pasien
mengenai pencegahan penyakit bisa di pahami sehingga angka
kesakitan dan kematian menurun.
• Meningkatkan kualitas hidup
Dalam pelayanan berbasis pasien, semua pihak dapat bekerjasama
dan dapat saling membantu dalam peran masing – masing dalam
meningkatkan kualitas hidup dari pasien tersebut.

• Penggunaan tes diagnostik yang lebih sedikit


Dengan komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dengan
pasien diharapkan tenaga kesehatan mampu menggali lebih dalam
mengenai penyakit pasien sehingga penggunan tes diagnostik lebih
sedikit.

• Mengurangi tingkat kehadiran rumah sakit


Pasien diberikan informasi untuk merawat diri mereka sendiri
setelah perawatan dirumah sakit. Petunjuk yang diberikan jelas
tentang kapan dan bagaimana untuk mendapatkan perawatan.

• Mengurangi kecemasan
Ketakutan dan kecemasan yang terkait dengan penyakit dapat
berefek terhadap fisik. Sehingga mereka membutuhkan informasi
mengenai kondisi mereka dan prognosis dari penyakit yang mereka
derita.