Anda di halaman 1dari 28

GASTRITIS

KELOMPOK 2

Endah Trisanti F120155035


Fatimah Nuurunnisa’ F120155036
Khoriatun Naimah F120155037
DEFINISI
Gastritis (maag) adalah proses inflamasi pada mukosa
dan submukosa lambung atau gangguan kesehatan yang
disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi. Secara
histopatologi dapat dibuktikan dengan adanya
infiltrasi sel-sel radang pada daerah tersebut (Hirlan,
2009). Ada dua jenis gastritis yang terjadi yaitu
gastritis akut dan kronik (Price dan Wilson, 2005).
GASTRITIS AKUT

Beberapa faktor yang menyebabkan


gastritis akut

MEROKOK VIRUS

JENIS OBAT JAMUR

ALKOHOL RADIASI

STRES
BAKTERI
AKUT

INTOKSITASI DARI BAHAN


MAKANAN DAN MINUMAN
GASTRITIS AKUT

Faktor obat-obatan yang menyebabkan gastritis seperti


OAINS (Indomestasin, Ibuprofen, dan Asam Salisilat),
Sulfonamide,Steroid, Kokain, agen kemoterapi
(Mitomisin, 5-fluoro-2-deoxyuridine), Salisilat dan
digitalis bersifat mengiritasi mukosa lambung (Sagal,
2006).
Faktor-faktor penyebab gastritis lainnya yaitu minuman
beralkohol, seperti whisky, vodka dan gin.
Gastritis Kronis
Penyebab pasti dari penyakit gastritis kronik belum
diketahui, tetapi ada dua predisposisi penting yang bisa
meningkatkan kejadian gastritis kronik:

A. Gastritis B. Gastritis
Infeksi Non-infeksi
A. Gastritis Infeksi B. Gastritis Non-infeksi

■ Beberapa peneliti menyebutkan 1. Autoimmune atrophic gastritis


bakteri Helicobacter pylori 2. Gastropati akibat kimia
merupakan penyebab utama
dari gastritis kronik (Anderson, 3. Gastropati uremik
2007). 4. Gastritis granuloma non-
infeksi kronis yang
berhubungan dengan berbagai
penyakit
5. Gastritis limfositik
Gejala dan Tanda

1) Gastritis akut
Sindrom dispepsia berupa nyeri epigastrium, mual,
kembung, muntah, merupakan salah satu keluhan yang sering
muncul. Ditemukan pula perdarahan saluran cerna berupa
hematemesis dan melena, kemudian disusul dengan tanda-tanda
anemia pasca perdarahan.
2) Gastritis kronik
Bagi sebagian orang gastritis kronis tidak menyebabkan
gejala apapun (Jackson, 2006). Hanya sebagian kecil mengeluh
nyeri ulu hati, anoreksia, nausea dan pada pemeriksaan fisik tidak
dijumpai kelainan.
Patogenesis

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerusakan mukosa lambung,


yaitu :

1) Kerusakan mukosa barrier sehingga difusi balik ion H meninggi.

2) Perfusi mukosa lambung yang terganggu.

3) Jumlah asam lambung.


TERAPI
A. Strategi Terapi

Untuk tukak lambung meliputi terapi non-farmakologis dan


farmakologis. Terapi non-farmakologis dapat dilakukan dengan
menghentikan penggunaan NSAIDs dan obat-obat lain yang
memiliki efek samping tukak lambung, menghindari stress yang
berlebihan, menghindari makanan dan minuman yang dapat
memperburuk gejala tukak lambung dan menjaga sanitas baik diri
sendiri maupun lingkungan.
B. Tatalaksana Terapi

1. Terapi Non Farmakologi


 Konsumsi banyak cairan
 Konsumsi buah kaya akan serat
 Perbanyak olahraga dan hindari kebiasaan buruk
2. Terapi farmakologi
Pengobatan gastritis tergantung pada penyebabnya. Gastritis akut akibat
konsumsi alkohol dan kopi berlebihan, obat-obat NSAID dan kebiasaan merokok
dapat sembuh dengan menghentikan konsumsi bahan tersebut. Gastritis kronis akibat
infeksi bakteri H. pylori dapat diobati dengan terapi eradikasi H. pylori.
Untuk mengurangi gejala iritasi dinding lambung oleh asam lambung, penderita
gastritis lazim diberi obat yang menetralkan atau mengurangi asam lambung,
misalnya:
1) Antasid : promag, mylanta, dll.
2) Penghambat asam (acid blocker) : simetidin, ranitidin, atau famotidin.
3) Proton pump inhibitor (penghambat pompa proton) : omeprazole,
lanzoprazole, esomeparazol, rabeprazole, dll.
A
l
g
o
r
i
t
m
a
Deskripsi Kasus

Pak Ali (30 tahun) datang ke apotek anda dan mengeluh pusing
2 hari ini, perutnya mulas, lidahnya pahit dan dadanya panas. Pak Ali
adalah sales marketing. Pak Ali jarang sarapan dan suka minum kopi.
Pak Ali sudah minum obat Panadol ekstra yang warna merah tapi
pusingnya belum membaik.
ANALISIS SOAP
A. Subyektif B. Obyektif

Pasien atas nama tn Ali Pasien merasakan


usia 30th datang ke apotek perutnya mulas, lidahnya
dan mengeluh pusing 2 hari. pahit dan dadanya terasa
Dan sudah minum obat panas.
Panadol Extra tapi pusingnya
belum membaik.
C. Assesment

Dari keterangan yang diberikan diketahui pasien tanda bahwa pasien


mendrita gastritis karena pasien jarang sarapan dan suka minum kopi. Seperti
yang sudah dijelaskan di etiologi bahwa gastritis meimiliki tanda salah satunya
adalah nyeri yang menggerogoti dan panas didalam lambung. Kebanyakan
orang dengan gastritis adalah asimptomatik. Pada individu simtomatik, gejala
yang muncul umumnya adalah sebagai berikut:
a. Nyeri, atau rasa tidak enak, atau rasa seperti terbakar pada epigastrium
b.Mual
c. Muntah
d.Hilang nafsu makan
e. Sering bersendawa
f. Rasa kembung
Pada pasien Pak ali tidak disertai muntah darah, nyeri yang
sangat berat di ulu hati, melena, maupun gejala syok dan anemia.
Pada kasus Pak Ali gastritis yang dialami adalah gastritis ringan.
D. Plan

Tata laksana terapi meliputi :


1. Terapi Non Farmakologi.
a. Kurangi stress dan rokok serta menghentikan atau
mengurangi penggunaan NSAID ( Panadol extra).
b. Menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan
dyspepsia dan memperberat symptom ulcer .
2. Terapi farmakologi
Umumnya, penatalaksanaan gastritis tidak memerlukan
rawat inap. Pada pasien yang keadaan umum dan kesadaran
masih baik, pasien dapat dipulangkan dan diberikan obat
sesuai simtom yang dirasakan.
Contoh : Mylanta tab dan Pumpitor 20 mg
PEMBAHASAN
Evaluasi produk

Bentuk
Produk Komposisi Harga (Rp)
sediaan

Mg(OH)2 200 mg, Al(OH)3 200 mg,


Mylanta Tablet 650/tablet
Simetikon 20 mg.

Pumpitor
Kapsul Omeprazole 20 mg 17.500/kaps
20 mg
Monitoring dan follow up

 Memantau asupan makan pasien dengan melihat pola makan.


 Mengurangi kebiasaan minum kopi pada saat belum makan.
 Mengurangi penggunaan obat N-SAID.
 Memantau kedisiplinan pasien dalam penggunaan obat secara
tepat.
Komunikasi, edukasi,dan informasi
1) Dosis penggunaan obat.
2) Konsumsi banyak cairan.
3) Konsumsi buah kaya akan serat.
4) Perbanyak olahraga dan hindari kebiasaan buruk.
Kesimpulan
Gastritis bukan merupakan penyakit tunggal, tetapi
terbentuk dari beberapa kondisi yang kesemuanya itu
mengakibatkan peradangan pada lambung.
Gastritis yang terjadi tiba-tiba (akut) biasanya
mempunyai gejala mual dan sakit pada perut bagian atas,
sedangkan gastritis kronis yang berkembang secara bertahap
biasanya mempunyai gejala seperti sakit yang ringan pada
perut bagian atas dan terasa penuh atau kehilangan selera.
TERIMA KASIH