Anda di halaman 1dari 24

“PERAN PENGAWASAN

PENGELOLAAN KEUANGAN DESA”

INSPEKTORAT
DAERAH BOYOLALI
DASAR HUKUM
• UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
• PP Nomor 43 Tahun 2014 Jo. PP Nomor 47 tahun 2015
• PP Nomor 60 Tahun 2014
• Permendagri Nomor 20 Tahun 2018
• Perbup Nomor 42 Tahun 2016 ttg Pengelolaan Keuangan Desa
(Permendagri Pasal 43)
• Perbup Nomor 33 Tahun 2016 ttg Perubahan atas Perbup no 16
tahun 2015 tentang Pengadaan barang dan/atau jasa di Desa
(Permendagri Pasal 32)
PENGERTIAN
Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban desa yang
dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu berupa uang dan
barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan
kewajiban.
Hak dan Kewajiban dapat menimbulkan pendapatan,
belanja, pembiayaan dan pengelolaan keuangan desa.
Pengelolaan Keuangan Desa adalah keseluruhan kegiatan
yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan,
pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa
ASAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

Transparan

Tertib &
Displin
Anggaran
Asas Akuntabel

Partisipatif BERLAKU 1 JANUARI S/D 31


DESEMBER
Kepala Desa KEKUASAAN PENGELOLAAN
PKPKD
Sekdes
(Koordinator)

Kasi dan
PPKD KAur(Pelaksa
na Kegiatan)

Kaur Keu
(Bendahara)
KEKUASAAN PENGELOLAAN
• Kepala Desa adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa dan
mewakili Pemerintah Desa dalam kepemilikan kekayaan milik desa yang
dipisahkan
• Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Desa adalah Kepala Desa atau
sebutan nama lain yang karena jabatannya mempunyai kewenangan
menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan desa
• Wewenang Kades selaku PKPKDesa
– menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan APB Desa;
– Menetapkan kebijakan tentang pengelolaan barang milik desa;
– menetapkan PTPKD;
– Menyetujui DPA< DPPA dan DPAL;
– Menyetujui RAK Desa; dan menyetujui SPP
PPKD
• PTPKD, terdiri dari unsur
– Sekretaris desa sebagai koordinator
– Kepala Seksi/ Urusan (pelaksana kegiatan)
– Bendahara
• Tugas Koordinator PTPKD :
– menyusun dan melaksanakan Kebijakan Pengelolaan APB Desa;
– menyusun Rancangan Peraturan Desa tentang APB Desa, perubahan APB
Desa dan pertanggung jawaban pelaksanaan APB Desa;
– melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah
ditetapkan dalam APB Desa;
– Mengkoordinasi tugas perangkat desayang menjalankan tugas PPKD;
– Mengkoordinasi penyusunan Laporan Keuangan Desa; dan
– melakukan verifikasi terhadap DPA, DPPA, DPAL, RKA Desa dan bukti-bukti
penerimaan dan pengeluaran APB Desa.
PPKD
• Pelaksana kegiatan mempunyai tugas :
– Melakukan tindakan yg mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran;
– melaksanakan sesuai dengan bidang tugasnya;
– melakukan tindakan pengeluaran yang menyebabkan atas beban anggaran belanja kegiatan;
– mengendalikan pelaksanaan kegiatan;
– Menyusun DPA, DPPA, DPPA dan DPAL sesuai dg bidang tugasnya
– Menadatangai perjanjian kerjasama dengan penyedia atas pengadaan BAJAS; dan
– Menyusun laporan pelaksanaa kegiatan sesuai dg bidang tugasnya.
• Bendahara dijabat oleh Kaur Keuangan, bertugas:
– Menyusun RAK Desa; dan
– menerima, menyimpan, menyetorkan/membayar, menatausahakan, dan
mempertanggungjawabkan penerimaan pendapatan desa dan pengeluaran
pendapatan desa dalam rangka pelaksanaan APB Desa
Pagu APB Desa Pencabutan 7 hr
Pembatalan PERENCANAAN
Tahun Perdes Perdes 7 hr
sebelumnya Kades & BPD APB Desa

Penyempurnaan tidak sesuai dengan kepentingan


umum dan peraturan perundang-
Raperdes APB Desa undangan yang lebih tinggi

20 hr Evaluasi
Pelaksanaan Perdes Penetapan Perdes Bupati via
APB Desa APB Desa
tidak memberikan hasil evaluasi Camat

3 hr

Penyerahan Penyerahan kpd BPD


Penyusunan Penyepakatan
Raperdes APB Desa untuk
Raperdes APB Desa Bersama BPD
kpd Kades dibahas/disepakati

RPJM Desa/ Perbup ttg pendelegasian evaluasi Rancangan Peraturan


RKP Desa Desa tentang APB Desa kepada Camat (Permendagri Pasal
23 ayat (6))
PELAKSANAAN APB Desa
• didukung oleh bukti yang lengkap dan sah
• dilarang melakukan pungutan sebagai
penerimaan desa selain yang ditetapkan dalam
peraturan desa
PENERIMAAN • Bendahara dapat menyimpan uang dalam Kas
Desa pada jumlah tertentu dalam rangka
memenuhi kebutuhan operasional pemerintah
desa
• Pengaturan jumlah uang dalam kas desa
ditetapkan dalam Peraturan Bupati

• didukung oleh bukti yang lengkap dan sah


• Pengeluaran desa yang mengakibatkan beban
APB Desa tidak dapat dilakukan sebelum
rancangan peraturan desa tentang APB Desa
ditetapkan menjadi peraturan desa.
PENGELUARAN • Yag diperbolehkan hanya belanja pegawai yang
bersifat mengikat dan operasional perkantoran
yang ditetapkan dalam peraturan kepala desa .
• Penggunaan biaya tak terduga terlebih dulu
harus dibuat Rincian Anggaran Biaya yang telah
disahkan oleh Kepala Desa
PELAKSANAAN KEGIATAN
menyetujui
Pengesahan
Kades
meneliti , menguji kebenaran perhitungan
Pengesahan tagihan , menguji ketersedian dana ,
Kades menolak pengajuan jika tidak sesuai

Sekretaris Perintah membayar


Hasil Desa
Pengesahan
Verifikasi •

Surat Permintaan Pembayaran (SPP);
Pernyataan tanggungjawab belanja; dan
Sekdes • Lampiran bukti transaksi
Bendahara
SPP
pengajukan
pendanaan
Pelaksana
Pembayaran sesuai tagihan
Kegiatan

Pelaksanaan Kegiatan
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
• Pemerintah Provinsi wajib membina dan mengawasi
pemberian dan penyaluran Dana Desa, Alokasi Dana Desa,
dan Bagi hasil Pajak dan Retribusi Daerah dari
Kabupaten/Kota kepada Desa.
• Pemerintah Kabupaten/Kota wajib membina dan mengawasi
pelaksanaan pengelolaan keuangan desa.
Kegiatan APIP

ASSURANCE
PERAN
AUDITOR
INTERN
KONSULTANSI
Lingkup Penugasan Auditor Intern
TEMUAN HASIL PEMERIKSAAN

ASPEK TUPOKSI
 Belum Dibuatnya Perdes
 Belum dibuatnya perkades tentang Tupoksi
 Perangkat desa tidak melaksanakan
Tupoksi sesuai yang ditugaskan Kepala
desa
 Belum dibuatnya SK Kepala Desa Tentang
Pengangkatan Kembali Perangkat Desa
 Administrasi Umum, Kependudukan, dan
Pembangunan tidak lengkap
 DLL
Aspek KEUANGAN
 Penerimaan tidak dimasukkan dalam
rekening desa
 SPP Fiktif
 Administrasi Lelang tidak dibuat
 SPJ tidak lengkap
 Kelebihan Tunjangan Kepala Desa dan
Perangkat Desa
 SPJ Fiktif
 Volume pekerjaan kurang
 Mark Up Anggaran
 PAjak tidak dipungut dan disetor
 DLL
Aspek SDM

 Absen tidak lengkap


 Kekosongan Perangkat Desa
 Arsip Kepegawaian (perangkat)
tidak dibuat.
 DLL
Aspek SARPRA
 Buku Inventaris tidak dibuat
 Aset Desa dibawa Kepala Desa/Perdes
 Pejualan tanah kas desa
 Tanah Kas Desa/bekas bengkok dikuasai
Kepala Desa Dan Perangkat Desa
 TAnah Negara digunakan/dikuasai
masyarakat tanpa status yang jelas
 Tambahan Aset tidak dicatat dalam buku
Inventaris
 DLL