Anda di halaman 1dari 18

KONSERVASI DAN REKLAMASI LAHAN

(PNA3522)

1
I. PENDAHULUAN
1.1. Arti Penting Konservasi Tanah dan Air
1.2. Pengertian Konservasi Tanah
1.3. Pengertian Konservasi Air
1.4. Tujuan Konservasi Air
1.5. Konsep Daerah Aliran Sungai (DAS)

2
Pengertian Tanah dan Lahan
2 Konsep Ilmu Tanah

1. Sebagai hancuran Bio-Fisika- 2. Sebagai Habitat Tumbuhan


Kimia (Pedologi) (Edafologi)

• Pendekatan Pedologi : menelaah tnh semata-mata sbg suatu benda alami


yg mempelajari proses dan reaksi biofisika-kimia yang berperan dlm
proses tersebut, kandungan senyawa dan unsur di dalamnya, dan jenis
serta penyebarannya.
• Pendekatan Edafologi : Mempelajari tanah sebagai tempat tumbuh dan
penyedia unsur hara bagi tumbuhan.

3
T = f ( i, o,b, r, w ) Faktor pembentuk tanah
Keterangan : i = Iklim
o = Organisme
b = Bhn induk
r = Relief/ Topografi
w = Waktu

1) Variasi tanah yang terbentuk tergantung dari variasi faktor


pembentuknya.
2) Kualitas tanah yang terbentuk tergantung dari kualitas
faktor pembentuknya.

4
DEFINISI TANAH (EDAFOLOGI)
Tubuh alam yang disintesiskan dalam bentuk penampang
(ada horison), terdiri dari berbagai hancuran mineral dan
bahan organik yang menyelimuti bumi dan dapat memberi /
menyediakan makanan, air dan udara bagi tumbuhan.

LAHAN (FAO’ 76)


Bagian dari bentang alam (Landscape) yang mencakup
lingkungan fisik, termasuk iklim, topografi/relief, hidrologi,
vegetasi alami yang semuanya secara potensial akan
berpengaruh terhadap penggunaan lahan.

5
Pengertian Konservasi dan Reklamasi Lahan :

• Konservasi Lahan diartikan sebagai upaya untuk melestarikan


lahan agar tidak rusak dan dapat dipergunakan secara optimal dan
berkelanjutan
• Reklamasi Lahan diartikan sebagai kegiatan untuk menata kembali
lahan yang rusak atau yang telah mengalami degradasi agar lahan
tersebut dapat berfungsi dan berguna kembali

• Akibat kerusakan lahan → Lahan kritis


• Degradasi Lahan : Penurunan kemampuan lahan baik secara fisik,
kimia dan biologi

• Lahan kritis adalah lahan yang keadaan fisiknya demikian rupa sehingga
lahan tersebut tidak dapat berfungsi secara baik sesuai dengan
peruntukannya sebagai media produksi maupun sebagai media tata air;

6
1.1. Arti Penting Konservasi Tanah dan Air
Telah lama diketahui bahwa usaha peningkatan produksi bahan makanan dunia
tidak dapat mengejar kecepatan pertambahan penduduk dunia.

Penyebab:
1. Kondisi tanah & air sebagai sumber daya alam pada umumnya sudah
mengalami kemunduran (degradasi) sedemikian rupa.
2. Populasi penduduk dari tahun ke tahun meningkat dengan pesat, sedangkan
luas lahan/tanah relatif tetap.

Kekhawatiran
“umat manusia akan mendapatkan kesulitan dlm pemenuhan bhn makanan”
Kekhawatiran semakin beralasan dng keadaan iklim yg tdk menentu,
 Kekeringan karena kemarau panjang.
 Terjadinya penggenangan/banjir dan longsor karena curah hujan tinggi.
Masalah kekeringan & banjir akan terulang selama belum dapat mengelola
air dengan baik melalui konservasi air.

7
Usahan yg dapat dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran
di atas adalah :
• Menjaga dan meningkatkan produktivitas tanah
semaksimal mungkin melalui “konservasi tanah dan air”

Menurut Saepudin Syarif


“konservasi tanah dan air merupakan usaha untuk
menjaga dan meningkatkan produktivitas tanah, kualitas
dan kuantitas air”

Usaha-usaha yang dilakukan dlm konservasi tanah dan air


adalah untuk memelihara kelestarian sumber daya alam
tanah dan air yg mendukung kelestarian lingkungan hidup
manusia.

8
1.2. Pengertian Konservasi Tanah
Arsyad (2010):
Penempatan setiap bidang tanah pada cara
penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah
tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-
syarat yg diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.
Dalam arti sempit konservasi tanah diartikan sebagai
upaya untuk mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan
memperbaiki tanah yang rusak oleh erosi.

9
• Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah
(RLKT) adalah upaya manusia untuk
memulihkan, mempertahankan, dan
meningkatkan daya dukung lahan agar
berfungsi optimal sesuai dengan
peruntukannya.

10
1.3. Pengertian Konservasi Air
Penggunaan air yang jatuh ke tanah untuk pertanian
seefisien mungkin, dan pengaturan waktu aliran
sehingga tidak terjadi banjir yang merusak pada musim
hujan, dan terdapat cukup air dimusim kemarau.

Ada hubungan yang erat antara tanah dan air sehingga


setiap perlakuan yang diberikan pada sebidang tanah
akan mempengaruhi tata air pd tempat itu dan hilirnya.

Menurut Saefudin Syarif: konservasi tanah dan air


adalah usaha untuk menjaga dan meningkatkan
produktivitas tanah, kuantitas dan kualitas air.

11
1.4. Tujuan Konservasi Tanah dan Air
1. Mencegah kerusakan tanah oleh erosi.
2. Memperbaiki tanah yang rusak.
3. Menetapkan kelas kemampuan tanah dan
tindakan atau perlakuan yang diperlukan
agar tanah tersebut dapat dipergunakan
dalam jangka waktu tidak terbatas.

12
1.5. Daerah Aliran Sungai (DAS)
• ASDAK (2002): suatu wilayah daratan yang secara
topografik dibatasi oleh punggung-punggung gunung
yang menampung dan menyimpan air hujan untuk
kemudian menyalurkannya ke laut melalui sungai
utama.
• Suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan
dengan sungai dan anak-anak sungai, yang berfungsi
menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang
berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara
alami, yang batas di darat merupakan pemisah
topografi dan batas di laut sampai dengan daerah
perairan yang masih terpengaruh aktifitas daratan.

13
• Wilayah Sungai (WS) atau wilayh DAS adalah
suatu wilayah yang terdiri dari dua atau lebih
DAS yang secara geografi dan fisik teknis layak
digabungkan sebagai unit perencanaan dalam
rangka penyusunan rencana maupun
pengelolaannya.

14
15
16
• Dalam hubungannya dengan sistem hidrologi,
DAS mempunyai karakteristik yang spesifik serta
berkaitan erat dengan unsur utamanya seperti
jenis tanah, tata guna lahan, topografi,
kemiringan, dan panjang lereng.
• Karakteristik biofisik DAS tersebut dlm merespon
curah hujan yang jatuh di dalam wilayah DAS
tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap
besar kecilnya evapotranspirasi, infiltrasi,
perkolasi, air larian, aliran permukaan,
kandungan air tanah, dan aliran sungai.

17
• Di antara faktor-faktor yang berperan dalam
menentukan sistem hidrologi, faktor tataguna
lahan, kemiringan dan panjang lereng dapat
direkayasa oleh manusia. Faktor-faktor yang lain
bersifat alamiah, dan oleh karenanya tidak di
bawah kendali manusia.
• Pengetahuan tentang proses-proses hidrologi
yang berlangsung dalam ekosistem DAS
bermanfaat bagi pengembangan sumberdaya air
dalam skala DAS.

18