Anda di halaman 1dari 16

ARITMIA

Kelompok 3
aritmia

Diana Maulida Silfia Adi


Diatri Ima Siska oktaviani
Ela Sukmawati Siti nur cholifah
Elinda Purwanti Yuni sara
Rizki Dwi Devita anugrah anggraini
Sherly Diah
Aritmia adalah gangguan atau abnormalitas
penjalaran impuls listrik ke miokardium. Sistem
Definisi konduksi jantung yang berawal dari otomatisitas sel-sel
P di nodus SA, depolarisasi atrium, depolarisasi nodus
atrioventrikular (AV), propagasi impuls sepanjang
berkas His dan sistem Purkinje hingga depolarisasi
ventrikel merupakan rangkaian konduksi impuls yang
teratur dan presisi.
Etiologi
Sleep
apnea
Diabetes

Myocarditis
dan
Pericarditis
Penyakit
jantung
Gagal
bawaan
jantung
Serangan
jantung
Gangguan fungsi
tiroid (hipotiroid dan
hipertiroid)

Obat obatan

Kehamilan

Alkohol

Imbalans elektrolit
Nyeri dada
• palpitasi • Berkeringat
• Rasa berdebar • Sesak nafas • kelelahan
debar • Pingsan tiba
toba
Bradikardi atau
pusing
thakikardi
Aritmia ventrikel umumnya disebabkan oleh iskemia atau infark
myokard.Lokasi terjadinya infark turut mempengaruhi proses terjadinya
aritmia. Sebagai contoh, jika terjadi infark di anterior, maka stenosis
biasanya barada di right coronary artery yang juga berperan dalam
memperdarahi SA node sehingga impuls alami jantung mengalami
gangguan.
Akibat dari kematian sel otot jantung ini, dapat menimbulkan gangguan
Patofisiologi pada depolarisasi dan repolarisasi jantung, sehingga mempengaruhi irama
jantung. Dengan dilepaskannya berbagai enzim intrasel dan ion kalium
serta penimbunan asam laktat , maka jalur-jalur hantaran listrik jantung
terganggu. Hal ini dapat menyebabkan hambatan depolarisasi atrium atau
ventrikel serta timbulnya aritmia. Penurunan kontraktilitas myokard akibat
kematian sel juga dapat menstimulus pangaktifan katekolamin yang
meningkatkan rangsang system saraf simpatis, akibatnya akan terjadi
peningkatan frekuensi jantung, peningkatan kebutuhan oksigen dan
vasokonstriksi. Selain itu iritabilitas myokard ventrikel juga menjadi
penyebab munculnya aritmia ventrikel, baik VES< VT maupun VF
Pemeriksaan penunjang

Elektrolit Ekg Pemeriksaan Pemeriksaan


obat tiroid

Scan
Foto dada Tes latihan Laju
miokardia
stres sedimentasi

Monitor
holter GDA
Terapi medis Obat-obat antiaritmia dibagi 4 kelas yaitu :
1. Anti aritmia
Kelas 1 : sodium channel blocker
PENATALAKSANAAN Kelas 1 A, Quinidine adalah obat yang digunakan dalam terapi pemeliharaan
untuk mencegah berulangnya atrial fibrilasi atau flutter. Procainamide untuk
ventrikel ekstra sistol atrial fibrilasi dan aritmi yang menyertai anestesi.
Dysopiramide untuk SVT akut dan berulang
Kelas 1 B, Lignocain untuk aritmia ventrikel akibat iskemia miokard, ventrikel
takikardia. Mexiletine untuk aritmia entrikel dan VT
Kelas 1 C, Flecainide untuk ventrikel ektopik dan takikardi
Anti aritmia Kelas 2 (Beta adrenergik blokade) Atenolol, Metoprolol,
Propanolol : indikasi aritmi jantung, angina pektoris dan hipertensi
Anti aritmia kelas 3 (Prolong repolarisation) Amiodarone, indikasi VT, SVT
berulang
Anti aritmia kelas 4 (calcium channel blocker) Verapamil, indikasi
supraventrikular aritmia
2. Terapi mekanis
a. Kardioversi : mencakup pemakaian arus listrik untuk menghentikan disritmia yang memiliki
kompleks GRS, biasanya merupakan prosedur elektif.
b. Defibrilasi : kardioversi asinkronis yang digunakan pada keadaan gawat darurat.
c. Defibrilator kardioverter implantabel : suatu alat untuk mendeteksi dan mengakhiri episode
takikardi ventrikel yang mengancam jiwa atau pada pasien yang resiko mengalami fibrilasi
ventrikel.
d. Terapi pacemaker : alat listrik yang mampu menghasilkan stimuluslistrik berulang ke otot
jantung untuk mengontrol frekuensi jantung.
Pasien Tn. Dj, 27 tahun, dirawat
diruang perawatan CCU
(coronary care unit) dengan
gangguan irama jantung. Pada
pengkajian gambaran EKG,
irama dasar sinus rhtym tetapi
kadang-kadang muncul
gambaran ventrikel ekstra sistol
dan ventrikel takikardi. Pada
riwayat penyakit, pasien
pernah dirawat dengan
masalah yang sama dan
elektrolyt imbalance. Hasil
pemeriksaan kalium : 1,8
mmol/L, Na : 134 mmol/l,
Clorida : 100mmol/l.
• a. Riwayat Penyakit
• Faktor resiko keluarga; penyakit jantung. 1. pengkajian
• Riwayat IM sebelumnya: penyakit jantung, hipertensi.
• Penggunaan obat digitalis: quinidine
• Kondisi psikososial.
• b. Pengkajian Fisik
• Aktivitas Kelelahan umum
• Sirkulasi TD :160/90 (hipertensi ) nadi:100x/m, defisit nadi, bunyi jantung: irama tak teratur, warna kulit: pucat sianosis,
berkeringat, edema, haluaran urine menurun bila curah jantung menurun berat.
• Integritas Ego : Perasaan gugup, gelisah, menangis.
• Makanan/Cairan Hilang nafsu makan, anoreksia, tidak toleran terhadap makanan, mual muntah, perubahan berat badan,
perubahan kelembaban kulit.
• Neurosensori : Pusing, berdenyut, sakit kepala, disorientasi,
bingung, letargi, perubahan pupil.
• Nyeri/Ketidaknyamanan : Nyeri dada ringan sampai berat, dapat hilang atau
tidak dengan obat antiangina, gelisah.
• Pernafasan : nafas pendek, batuk, bunyi nafas: mengi
• komplikasi pernafasan: jantung kiri (edema paru) atau fenomena tromboembolitik pulmonal, hemoptisis.
TERLAMPIR