Anda di halaman 1dari 11

Langkah Pelaksanaan

Mulok dan Rambu-rambu


Kurikulum Mulok
Disusun oleh kelompok 5:

1. Marlina Diansari (NIM. 1603011065)


2. Junita Erika Ninggrum (NIM. 1603011053)
3. Nurlisa (NIM. 1603011083)
4. M. Senjawijaya (NIM. 1603011072)
5. Indah Sari (NIM. 1603011049)
6. Nellasatun Afrina (NIM. 1603011046)
A. Pengertian Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk


mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri
khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang
materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata
pelajaran yang ada, puskur (2006).
B. Tujuan Muatan Lokal

Mata pelajaran muatan lokal bertujuan untuk memberikan bekal


pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar
mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan
dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang
berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan
daerah serta pembangunan nasional, puskur (2006).
C. Langkah-Langkah Pelaksanaan Muatan Lokal

Muatan lokal diajarkan pada


Penilaian pembelajaran Satuan pendidikan dapat
setiap jenjang kelas mulai
muatan lokal mengutamakan menentukan satu atau lebih
dari tingkat pra satuan
unjuk kerja, produk, dan jenis bahan kajian mata
pendidikan hingga satuan
portofolio. pelajaran muatan lokal.
pendidikan menengah.

Muatan lokal di laksanakan


sebagai mata pelajaran Proses pembelajaran muatan Penyelenggaraan muatan
tersendiri dan/atau bahan lokal mencakup empat aspek lokal disesuaikan dengan
kajian yang dipadukan ke (kognitif, afektif, psikomotor, potensi dan karakteristik
dalam mata pelajaran lain danaction). satuan pendidikan.
dan/atau pengembangan diri.

Satuan pendidikan yang tidak


Alokasi waktu adalah 2 Muatan lokal dilaksanakan
memiliki tenaga khusus untuk
jam/minggu jika muatan lokal selama satu semester atau
muatan lokal dapat bekerja
berupa mata pelajaran satu tahun atau bahkan
sama atau menggunakan
khusus muatan lokal. selama tiga tahun.
tenaga dengan pihak lain.
D. Rambu-rambu Muatan Lokal

1. Satuan pendidikan yang mampu mengembangkan standar kompotensi


dan kompetensi dasar beserta silabusnya dapat melaksanakan mata
pelajaran muatan lokal.
2. Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat pengembangan peserta didik
yang mencakup perkembangan pengetahuan dan cara berpikir,
emosional, dan sosial peserta didik.
3. Program pengajaran dikembangkan dengan melihat kedekatannya
Berikut ini adalah dengan peserta didik yang meliputi kedekatan secara fisik dan psikis.
rambu-rambu yang 4. Bahan kajian/pelajaran diharapkan dapat memberikan keluwesan bagi
perlu diperhatikan guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku
dalam kurikulum dan nara sumber.
muatan lokal: 5. Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh.
6. Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu
memperhatikan jumlah hari/minggu dan minggu efektif untuk mata
pelajaran muatan lokal pada setiap semester.
7. Menetukan mata pelajaran muatan lokal untuk setiap tingkat kelas yang
sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, dan kesiapan
guru yang akan mengajar.
8. Pengelolaan guru.
9. Pengorganisasian.
E. Daya Dukung Pelaksanaan Muatan Lokal

Manajemen Sekolah Kebijakan Muatan Lokal


Untuk memfasilitasi implementasi muatan Pelaksanaan muatan lokal harus
lokal, kepala sekolah: 4 1 didukung kebijakan, baik pada level pusat,
a. Menugaskan guru, menjadwalkan, dan provinsi, kabupaten/kota, dan satuan
menyediakan sumber daya secara pendidikan.
khusus untuk muatan lokal
Beberapa hal penting
yang perlu diperhatikan
adalah:

Sarana dan Prasarana Sekolah Guru


Guru yang ditugaskan sebagai pengampu
Kebutuhan sarana dan prasarana muatan muatan lokal adalah yang memiliki:
lokal harus dipenuhi oleh satuan 3 2 a. Kemampuan atau keahlian dan/atau
pendidikan. lulusan pada bidang yang relevan;
b. Pengalaman melakukan bidang yang
diampu
That’s all. Thank you! 
Do You Have Any Questions?
Penambahan Materi

1. Nur Afiza:
5 langkah pengembangan mulok melalui media pembelajaran:
-mengidentifikasi kebutuhan daerah
-menentukan susunan dan fungsi mulok
-mengidentifikasi bahan kajian mulok
-menentukan tujuan mulok
Pertanyaan Forum

1. Layla Kartika
Bagaimana cara anda sbg guru mengefiseienkan pengajaran mulok dlm
bidang seni ke religius karena kurangnya daya dukung dari pemerintah dan
sekolah?
2. Nopa
Bagaimamana cara anda sbg calon guru menerapkan waktu 2 jam/minggu
agar peserta didik dapat menegerti tentang pelajaran mulok?
3. Mursalina
Bagaimana sbg seorang guru memberikan bekal pengetahuan dasar,
keterampilan serta perilaku agar siswa mengerti nilai-nilai budaya atau
aturan dalam pelajaran mulok?
4. Mardinur
Bagaimana menurut kelompok jika kurikulum yang sudah ditetapkan oleh
pemerintah tidak bisa dilaksanakan dgn efektif oleh pendidik?
Penambahan Jawaban

Ancoyo (no.2)
Harus adanya RPP

(no 4)
Adanya evaluasi apa yang menjadi kendala masalah tersebut, kemudian di revisi
dan dilakukan kembali

(no 1)
Perlunya kreatifitas guru
Kesimpulan
Agar pembelajaran muatan lokal dapat berjalan dengan baik,
kita dapat mengikuti pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah
seperti: (1) Muatan lokal diajarkan pada setiap jenjang kelas mulai dari
tingkat pra satuan pendidikan hingga satuan pendidikan menengah;
(2) Muatan lokal di laksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri
dan/atau bahan kajian yang dipadukan ke dalam mata pelajaran lain
dan/atau pengembangan diri. (3) Alokasi waktu adalah 2 jam/minggu
jika muatan lokal berupa mata pelajaran khusus muatan lokal; (3)
Muatan lokal dilaksanakan selama satu semester atau satu tahun atau
bahkan selama tiga tahun; (4) Proses pembelajaran muatan lokal
mencakup empat aspek (kognitif, afektif, psikomotor, danaction); (5)
Penilaian pembelajaran muatan lokal mengutamakan unjuk kerja,
produk, dan portofolio; (6) Satuan pendidikan dapat menentukan satu
atau lebih jenis bahan kajian mata pelajaran muatan lokal; (7)
Penyelenggaraan muatan lokal disesuaikan dengan potensi dan
karakteristik satuan pendidikan; (8) Satuan pendidikan yang tidak
memiliki tenaga khusus untuk muatan lokal dapat bekerja sama atau
menggunakan tenaga dengan pihak lain.