Anda di halaman 1dari 10

Kelompok 1 :

1
Definisi
pertumbuhan dan
perkembangan

2 Kinetika
pertumbuhan

Diferensiasi 3

Faktor faktor yang


mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan 4
1
DEFINISI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

A. PERTUMBUHAN
 Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran dan jumlah sel pada suatu
organisme dan bersifat ireversibel. Perubahan ukuran yang terjadi pada
pertumbuhan adalah perubahan ukuran volume, tinggi, massa, dan sebagainya.
Perubahan ini dapat diukur (kuantitatif) (Ngaisah, 2016).

Pertumbuhan Pertumbuhan
primer sekunder
Pertumbuhan Primer, meliputi Pertumbuhan Sekunder meliputi pertambahan
pertumbuhan memanjang yang disebabkan diameter suatu organ tumbuhan akibat aktivitas
oleh aktivitas meristem apikal yang meristem lateral (kambium pembuluh dan
terdapat di ujung pucuk utama, pucuk kambium gabus)
lateral dan akar.
B. PERKEMBANGAN
Perkembangan adalah proses diferensiasi dan spesialisasi sel menuju ke arah
pendewasaan. Pada proses ini terjadi perubahan dimana terbentuk organ-organ
yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. Perubahan ini tidak dapat
diukur (kualitatif).

Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan

Pertumbuhan Perkembangan
Bersifat Kuantitatif (bisa digambarkan dalam Bersifat Kualitatif (tidak dapat digambarkan
bilangan) dengan bilangan)
Terlihat dari keadaan fisik Terlihat dari sifat dan kemampuan
Memiliki batasan usia Tidak terbatas oleh usia
Bersifat Irreversible (tidak dapat balik) Bersifat Reversible (Bisa balik)
Dipengaruhi pembelahan sel tubuh Dipengaruhi pengalaman
KINETIKA PERTUMBUHAN

 Kurva pertumbuhan beerbentuk – S (sigmoid) terdapat 3 fase yaitu :

i) Fase Logaritmik

 Sel tumbuh secra exsponensial sejalan dengan waktu.

i) Fase Linier

 Pertambahan ukuran berjalan konstan, biasanya pada laju maksimum selama beberapa
waktu lamanya.
i) Fase Penuan

 Laju pertumbuhan menurun saat tumbuhan telah mencapai kematangn dan mulai menua.

 (Ciremai, n.d.)
 Pada perkembangan tidak hanya perubahan kuantitatif, tetapi juga menyangkut perubahan kualitatif di

antara sel, jaringan dan organ yang disebut diferensiasi. Menurut Hasnunidah (2011: 91) terjadinya
diferensiasi pada organ dan jaringan tumbuhan karena :
1. Semua informasi genetik yang dimiliki oleh tumbuhan diwariskan kepada sel anakan pada pembelahan
sel.

2. Semua sel anakan mula-mula memperoleh semua informasi genetic, tetapi bila tidak lagi diperlukan
akan mengalami degenerasi.

3. Semua informasi genetic diwariskan sama banyak, tetapi pada jaringan tertentu informasi itu
dilipatgandakan.
 Selain disebabkan oleh perbedaan aktivitas gen, juga dapat disebabkan karena polaritas
pada saat pembelahan sel. Sejak pembelahan zigot yang pertama telah terjadi perbedaan 2 sel
anakan. Perbedaan itu disebabkan adanya pengumpulan senyawa tertentu di kutub-kutub yang
berbeda. Diferensiasi juga dapat terjadi akibat pembelahan sel yang tidak setara. Terlepas dari
merata tidaknya plasma di antara 2 sel anakan, bila dinding pemisah terbentuk tidak ditengah-
tengah, maka dihasilkan 2 sel yang tidak sama. Awal yang tidak sama dari 2 sel anakan ini tentu
menyebabkan perbedaan aktivitas metabolisme karena hambatan atau pacuan di salah satu atau
keduanya. . Contoh yang dapat menerangkan hal ini adalah pembentukan trikoblas pada
epidermis akar (Hasnunidah, 2011 : 91-92).(Ii & Perkembangan, 1991).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

 Pertumbuhan tumbuhan merupakan hasil interaksi antara faktor internal (dari dalam tubuh) dan faktor eksternal (dari luar

tubuh). Faktor internal berupa gen dan hormon sedangkan faktor eksternal lingkungan berupa cahaya, temperatur dan
kelembaban (Ngaisah, 2016).

1. Gen

Gen adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat dalam sel makhluk hidup. Gen berpengaruh pada struktur
tubuh tumbuhan. Tumbuhan yang memiliki gen yang baik, misalnya cepat tumbuh dan berbuah lebat serta didukung
lingkungan yang sesuai, maka akan menghasilkan pertumbuhan yang baik pula.

2. Hormon

Hormon merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh makhluk hidup dan mempengaruhi kehidupannya.
fitohormon adalah zat tumbuh yang dihasilkan oleh tumbuhan dapat mempengaruhi pertumbuhannya (Ngaisah,
2016).

a) Auksin berperan merangsang pembentukan bunga dan buah, mengembangkan sel-sel tumbuhan sehingga sel

menjadi panjang, dan menggiatkan kambium untuk membentuk sel-sel baru (Ngaisah, 2016).
b) Giberelin Berperan mempercepat pertumbuhan, menyebabkan tumbuhan menjadi lebih tinggi dari normal,
dan menyebabkan tumbuhan dapat berbunga lebih cepat. . Fungsi lain Giberelin yaitu memacu pembentukan
buah tanpa biji (partenokarp) (Ngaisah, 2016).

c) Sitokinin berperan dalam mempergiat pembelahan sel dan mempengaruhi pertumbuhan tunas serta akar
(Ngaisah, 2016)

d) Asam Absisat berperan dalam menghambat pertumbuhan (dormansi), seperti yang terlihat pada pohon jati
yang meranggas pada musim kemarau(Ngaisah, 2016)

e) Asam Traumalin berperan dalam pembentukan jaringan penutup luka yang disebut kalus (Ngaisah, 2016)

f) Gas Etilen berperan dalam mempercepat pemasakan buah dan mem-pertebal batang sehingga menjadi
kokoh (Ngaisah, 2016)

g) Kalin berperan dalam pembentukan organ tumbuhan. Terdiri dari Kaulokalin (merangsang pembentukan
batang), Filokalin (merangsang pembentukan daun), Antokalin (merangsang pem-bentukan bunga) dan
Rizokalin (merangsang pembentukanakar) (Ngaisah, 2016).
3. Nutrisi (makanan)

Fungsi nutrisi di antaranya adalah sebagai bahan pembangun tubuh makhluk hidup. Seperti halnya makhluk
hidup lainnya, tumbuhan juga membutuhkan nutrisi. Nutrisi bagi tumbuhan adalah air dan zat-zat hara yang
terlarut di dalamnya. Air dan zat-zat hara yang merupakan bahan baku bagi tumbuhan hijau akan diubah menjadi
zat makanan melalui proses fotosintesis (Ngaisah, 2016).

4. Temperatur

Suhu udara mempengaruhi semua kegiatan tumbuhan yang berkaitan dengan proses pertumbuhan seperti
penyerapan air, fotosintesis, penguapan (transpirasi), dan pernapasan (respirasi) (Ngaisah, 2016).

5. Cahaya

Meskipun cahaya mutlak dibutuhkan tumbuhan hijau untuk proses fotosintesis, namun cahaya merupakan faktor
yang menghambat pertumbuhan pada kecambah. Biji yang mengalami perkecambahan di tempat yang gelap akan
tumbuh lebih panjang namun daunnya akan tampak pucat (etiolasi).