Anda di halaman 1dari 15

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Bobby Agus Setiawan 18710063


PENDAHULUAN

• Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah


Benign Prostatic pembesaran kelenjar prostat yang dapat
menyebabkan uretra pars prostatika dan
Hyperplasia (BPH) menyebabkan terhambatnya aliran urine keluar
dari buli-buli.

• Adanya tanda-tanda histopatologi BPH sudah dapat


dijumpai pada laki-laki usia 60 tahun, diperkirakan
50% untuk ditemukannya BPH secara histopatoloigs
dan kemungkinan ini dapat meningkat menjadi 80%
pada usia 80 tahun.
Insidens BPH • Walaupun banyak pada laki-laki ditemukan adanya
BPH secara histologis, hanya setengah diantara
mereka dapat ditemukan pembesaran prostat secara
makroskopis dan pada akhirnya sekitar 25% dari
penderita
LAPORAN KASUS

Identitas Pasien
 Nama : Tn. I
 Umur : 60 Tahun
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Suku : Jawa
 Alamat : Jl. KH Hasan GG Hijrah
 Agama : Islam
Anamnesis
 Keluhan utama: Sulit untuk mengeluarkan air kencing

 Riwayat Penyakit Sekarang :


Sulit untuk mengeluarkan air kencing, mengejan pada saat
kecing, sering kencing terutama pada malam hari, pada saat
kencing pernah disertai darah.

 Riwayat penyakit dahulu : Asma :-


Hipertensi :+
DM :-
 Riwayat penyakit keluarga: -
PEMERIKSAAN FISIK

 Keadaan Umum : Baik


 Kesadaran : Compos Mentis
 Vital Sign : TD : 168/96 mmHg S : 36 0C
N : 71 x/mnt RR: 20 x/mnt
 K/L :-
 Thorax :-
 Abdomen :-
 Rectal Toucher : Pembesaran prostat konsistensi
kenyal, lobus kanan kiri simetris,
tidak didapatkan nodul.
DIAGNOSIS

 Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)


DEFINISI
 Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah
kondisi ketika kelenjar prostat mengalami
pembesaran, namun tidak bersifat kanker.
Pembesaran prostat menyebabkan penyempitan
lumen uretra prostatika dan menghambat aliran
urine.
Anatomi
PATOFISIOLOGI
 Keadaan ini akibat dari
obstruksi pada leher kandung
kemih dan uretra oleh BPH.
 Selanjutnya obstruksi ini dapat
menimbulkan perubahan
struktur kandung kemih
maupun ginjal.
 Keluhan yang disampaikan
oleh pasien BPH seringkali
berupa lower urinary tract
symptoms (LUTS), yang terdiri
atas gejala obstruksi (voiding
symptoms), gejala iritasi
(storage symptoms), dan gejala
pasca berkemih
GEJALA KLINIS
Gejala dan Tanda
Boyarsky dkk (1977) membagi gejala BPH menjadi:
a. Gejala obstruktif yang berupa :
·- perubahan ukuran dan kekuatan pancaran air kemih
·- kadang-kadang ada interupsi pancaran/miksi terputus
(intermittency)
·- menetes pada akhir miksi ( terminal dribling)
·- harus menunggu pada permulaan miksi(hesistency)
·- rasa belum puas sehabis miksi
b. Gejala iritatif :
·- nokturia
·- frekuensi miksi bertambah ( Frequency)
·- miksi sulit ditahan (urgensi)
·- nyeri pada waktu miksi (disuria)
Diagnosis
Diagnosa BPH berdasarkan anamnesa pada
penderita ini ditemukan gejala-gejala seperti: sulit untuk
mengeluarkan air kencing, mengejan pada saat kecing, sering
kencing terutama pada malam hari, pada saat kencing
pernah disertai darah.
Pemeriksaan colok dubur merupakan pemeriksaan
yang sangat penting. BPH biasanya dapat diraba sebagai
benjolan yang kenyal di dinding depan rektum dengan
batas atas yang dapat diraba dan kalau sudah besar sekali
batas atas tidak dapat diraba.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

 Pemeriksaan penunjang yang dapat menunjang diagnosa


BPH antara lain BNO, IVP, USG dan MRI. Pemeriksaan
penunjang lainnya adalah ureflowmetri.
Penatalaksanaan
1. Watchful waiting
Pasien diberi penjelasan mengenai sesuatu yang dapat
memperburuk keluhannya.

2. Medikamentosa
Tujuan terapi medikamentosa adalah untuk mengurangi resistensi
otot polos prostat sebagai komponen dinamik penyebab obtruksi
infravesika dengan obat-obatan penghambat adrenergik α (adrenergik
α blocker) dan mengurangi volume prostat sebagai komponen statik
dengan cara menurunkan kadar hormon testosteron/dihidrotestosteron
(DHT) melalui penghambat 5α-reduktase.

3. Operasi
- Pembedahan Terbuka (Prostatektomi)
- Pembedahan Endourologi
- TURP (Reseksi Prostat Trasuretra)
- Laser Prostatektomi
Prognosis

Untuk Prognosis BPH ini adalah Pembedahan


tidak mengobati penyebab BPH, maka tidak menutup
kemungkinan penyakit ini bisa timbul kembali.
TERIMA KASIH

Beri Nilai