Anda di halaman 1dari 15

Konsep Regulasi Keperawatan

DISUSUN OLEH :
1. ANITA CINTYA RAHAYU
2. EMIL DWI RAHAYU
3. HANIFAH TRI LESTARI
4. HERNITA AJENG CAHYANI
5. QOLIFATUSS SAKIDIYAH
A. Pengertian Regulasi Keperawatan

• Regulasi keperawatan (regristrasi & praktik keperawatan) adalah


kebijakan atau ketentuan yang mengatur profesi keperawatan
dalam melaksanakan tugas profesinya dan terkait dengan
kewajiban dan hak. Beberapa regulator yang berhubungan
dengan perawat dan keperawatan Indonesia.

• Registrasi merupakan pencantuman nama seseorang dan


informasi lain pada badan resmi baik milik pemerintah maupun
non pemerintah. Perawat yang telah terdaftar diizinkan
memakai sebutan registered nurse. Untuk dapat terdaftar,
perawat harus telah menyelesaikan pendidikan keperawatan dan
lulus ujian dari badan pendaftaran dengan nilai yang diterima.
Izin praktik maupun registrasi harus diperbaharui setiap satu
atau dua tahun.
B. Dasar Hukum Regulasi Keperawatan
Pengaturan praktik perawat dilakukan melalui Kepmenkes nomor 1239 tahun
2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat, yaitu setiap perawat yang melakukan
praktik di unit pelayanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta diharuskan
memiliki Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Izin Kerja (SIK). Pengawasan dan
pembinaan terhadap praktik pribadi perawat dilakukan secara berjenjang, mulai
dari tingkat Propinsi, Kabupaten sampai ke tingkat puskesmas. Pengawasan yang
telah dilakukan selama ini oleh pemerintah (Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung
Jabung Timur) belum sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1239
tahun 2001.

• SIP adalah suatu bukti tertulis pemberian kewenangan untuk menjalankan


pekerjaan keperawatan diseluruh wilayah indonesia oleh departemen
kesehatan.
• SIK adalah bukti tertulis yang diberikan perawat untuk melakukan praktek
keperawatan disarana pelayanan kesehatan.
• SIPP adalah bukti tertulis yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan
praktik perwat perorangan atau bekelompok, Perawat yang memiliki SIPP
dapat melakukan asuhan dalam bentuk kunjungan rumah.
• Standar profesi yaitu pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk
dalam menjalankan profesi secara baik.
• Konsil Keperawatan
Konsil Keperawatan adalah suatu badan otonom,
mandiri, non struktural yang bersifat independen. Menurut
Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 pada pasal 52, yakni
"Keanggotaan Konsil Keperawatan terdiri atas unsur
Pemerintah, Organisasi Profesi Keperawatan, Kolegium
Keperawatan, asosiasi Institusi Pendidikan Keperawatan,
asosiasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan tokoh masyarakat.
Jumlah anggota Konsil Keperawatan paling banyak 9 (sembilan)
orang". Konsil mempunyai fungsi pengaturan, pengesahan,
pembinaan serta penetapan kompetensi perawat yang
menjalankan praktik keperawatan dalam rangka meningkatkan
mutu pelayanan dan praktik keperawatan.
• Konsil mempunyai tugas:
• Melakukan uji kompetensi dan registrasi perawat;
• Mengesahkan standar pendidikan perawat
• Membuat peraturan-peraturan terkait dengan praktik perawat untuk
melindungi masyarakat.
C. Peran dan Pelaksana Regulasi
Untuk mendapatkan ijin praktik keperawatan tentunya
sudah diatur dalam sistem regulasi keperawatan. Sistem
regulasi merupakan suatu mekanisme pengaturan yang
harus ditempuh oleh setiap tenaga keperawatan yang
berkeinginan untuk memberikan pelayanan keperawatan
kepada pasien.
Tujuan diterapkannya sistem regulasi keperawatan, yaitu:
• Untuk menciptakan lingkungan pelayanan keperawatan
yang berdasarkan keinginan merawat (caring
environment).
• Pelayanan keperawatan yang diberikannya merupakan
pelayanan keperawatan yang manusiawi serta telah
memenuhi standard an etik profesi.
• Menjamin bentuk pelayanan keperawatan yang benar,
tepat dan akurat serta aman bagi pasien.
• Meningkatkan hubungan kesejawatan (kolegialitas).
Upaya yang dapat mendukung terciptanya
sistem regulasi keperawatan yaitu melalui:
• Menetapkan dasar pendidikan terendah untuk
mendapatkan pengakuan sebagai perawat
tercatat (SIP).
• Memberikan berbagai pelatihan dasar tentang
hukum dan perundang-undangan bagi seluruh
masyarakat keperawatan.
• Mempercepat diwujudkannya praktik
keperawatan professional di berbagai jenjang
tatanan pelayanan kesehatan.
Lingkup praktik keperawatan meliputi:
• Memberikan asuhan keperawatan pada individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat dalam
menyelesaikan masalah kesehatan sederhana dan
kompleks.
• Memberikan tindakan keperawatan langsung,
pendidikan, nasehat, konseling, dalam rangka
penyelesaian masalah kesehatan melalui pemenuhan
kebutuhan dasar manusia dalam upaya memandirikan
sistem klien.
• Memberikan pelayanan keperawatan di sarana
kesehatan dan tatanan lainnya.
• Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas,
pelayanan KB, imunisasi, pertolongan persalinan
normal dan menulis permintaan obat/resep.
• Melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari
dokter.
D. Majelis Kolegium
Kolegium merupakan sekelompok orang yang
mendalami bidang ilmu keperawatan tertentu
(kelompok DIII, S1, Magister dan spesialis). Kolegium
berguna untuk menjaga integritas dan
mengembangkan ilmu, serta memberikan pengakuan
profesi (sertifikasi) pada anggota.

Kolegium keperawatan merupakan badan otonom


di dalam organisasi profesi perawat. Kolegium
keperawatan bertanggung jawab kepada organisasi
profesi perawat. Kolegium keperawatan berfungsi
mengembangkan cabang disiplin ilmu keperawatan
dan standar pendidikan tinggi bagi profesi perawat,
ketentuan lebih lanjut mengenai kolegium
keperawatan diatur oleh organisasi profesi perawat.
E. Registrasi
Registrasi merupakan pencantuman nama
seseorang dan informasi lain pada badan resmi baik
milik pemerintah maupun non pemerintah. Perawat
yang telah terdaftar diizinkan memakai sebutan
registered nurse. Untuk dapat terdaftar, perawat
harus telah menyelesaikan pendidikan keperawatan
dan lulus ujian dari badan pendaftaran dengan nilai
yang diterima. Izin praktik maupun registrasi harus
diperbaharui setiap satu atau dua tahun.
Registrasi keperawatan dimaksudkan sebagai
pencatatan resmi terhadap perawat yang telah
mempunyai kualifikasi dan diakui secara hukum
untuk melakukan tindakan keperawatan.
• Legislasi
Legislasi keperawatan adalah sistem
perundang-undangan praktik keperawatan yang
mendefinisikan ruang lingkup praktik keperawatan
yang diijinkan secara hukum. Legislasi juga berarti
suatu ketetapan hukum yang mengatur hak dan
kewajiban seseorang yang berhubungan erat
dengan tindakannya (Lieberman, 1970). Pengertian
lain dari legislasi keperawatan adalah, suatu proses
untuk menetapkan serangkaian ketentuan yang
harus ditaati dan diikuti oleh setiap perawat yang
akan memberikan pelayanan kepada orang lain.
Legislasi ini berisi hak-hak fundamental setiap
individu untuk menentukan pilihan pelayanan
kesehatan dan hak dasar untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan yang aman.
• Akreditasi
Akreditasi adalah suatu proses oleh
pemerintah bersama-sama organisasiprofesi
menilai dan menjamin akreditasi status suatu
institusi dan/ atau program atau pelayanan yang
menemukan struktur, proses, dan kriteria hasil.
Di Indonesia, akreditasi institusi pendidikan
keperawatan dilakukan oleh Pusdiknakes atau
Badan Akreditasi Nasional (BAN) setiap 5 tahun.
Tujuan program akreditasi ini adalah:
• Untuk mempertahankan program pendidikan
bertanggung jawab terhadap masyarakat profesi
keperawatan, konsumen, karyawan, pendidikan
tinggi, mahasiswa dan keluarganya, dan kepada
siapapun dengan menyakinkan bahwa program
ini mempunyai misi, tujuan, dan kriteria hasil
yang tepat untuk mempersiapkan individu yang
masuk dalam bidang keperawatan.
• Mengevaluasi keberhasilan program pendidikan
keperawatan dalam mencapai misi, tujuan dan
kriteria hasil.
• Mengkaji apakah program pendidikan
keperawatan mencapai standar akreditasi.
• Sertifikasi
Sertifikasi keperawatan merupakan
pengakuan akan keahlian dalam area praktik
spesialisasi keperawatan tertentu. Dalam
legislasi keperawatan (SK Menkes) yang
dimaksud dengan sertifikasi adalah penilaian
terhadap dokumen yang menggambarkan
kompetensi perawat yang diperoleh melalui
kegiatan pendidikan dan atau pelatihan ataupun
kegiatan ilmiah lainnya dalam bidang
keperawatan.
• Aspek Legal Keperawatan Mandiri
Aspek Legal Keperawatan adalah Aspek aturan
Keperawatan dalam memberikan asuhan
keperawatan sesuai lingkup wewenang dan
tanggung jawabnya pada berbagai tatanan
pelayanan, termasuk hak dan kewajibannya.