Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KASUS

DERMATITIS KONTAK IRITAN


Oleh :
tristi lukita W

Pembimbing:
dr. Chadijah Rifai, Sp.KK
Identitas Pasien

• Nama : Tn. E
• Usia : 57 tahun
• Alamat : kampung Benting
• Pekerjaan : Wiraswasta
• Agama : Islam
• Tanggal periksa : 28 desember
2018
Anamnesis
• Keluhan Utama :
• Gatal- gatal pada tangan dan kaki

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke poli kulit dengan keluhan gatal pada kulit tangan dan kaki
sejak ± 3 bulan yang lalu. Mulanya pasien mengaku digigit oleh serangga sehari
kemudian pasien mengaku mulai gatal pada tungkai kiri lama-lama gatalnya
mejalar ke bawah tungkai kaki dan pasien menggaruknya lalu lama kelamaan
kulit kaki tungkai kiri tampak seperti melepuh dan merah pada sekitar . Pasien
dirawat di rumah sakit sekitar 23 hari. Lalu keluar dan oleh dokter penyakit
dalam diberikan obat kencing manis yaitu metformin karena sebelum operasi
pasien diperiksa gula darahnya dan didapatkan Gula darah sewaktunya 160
dan puasanya 90. Lalu, setelah diberikan obat tersebut pasien mengaku gatal-
gatal pada tangannya dan meninggalkan luka bekas garukannya
Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien tidak pernah mengalami Di keluarga pasien, tidak ada
keluhan serupa. yang memiliki keluhan yang
serupa dengan pasien.
Riwayat Atopi
Riwayat Atopi Keluarga
• Riwayat asma disangkal
• Riwayat asma disangkal
• Riwayat rhinitis disangkal
• Riwayat rhinitis disangkal
• Riwayat dermatitis disangkal
• Riwayat dermatitis disangkal
Pemeriksaan Fisik
• Keadaan umum: tampak sehat
Umum • Kesadaran: compos mentis

Pemeriksaan Fisik Kulit


Tanda
Tipe warnavital
kulit : skin type 4
Kelembaban kulit : kering
Suhu Kulit : normotermi Pemeriksaan Kuku
Tekstur Kulit : normal (keriput) Keadaan kuku : bersih,
Pemeriksaan Rambut terawat, pendek
Alopesia : tidak ada Warna kuku : normal
Warna : uban Permukaan Kuku : terdapat
Batang rambut : halus, tidak ada telur kutu. lekukan, tidak terlalu kuat,
Rontok : Mudah rontok dan tidak ada tanda radang.
Ketombe : Tidak terdapat ketombe Dasar Kuku : kuat,
tidak nyeri dan tidak terdapat
tanda radang.
Bentuk jari tangan : normal
Regio Effloresensi
Pada cruris sinistra Ukuran : plakat
Bentuk : tidak teratur, polisiklik, difus
Warna : eritema
Effloresensi
Primer : plak
Sekunder : Lesi berupa skuama kasar,
berukuran plakat, berbatas tidak tegas

Pada antebrachii dextra dan sinistra Ukuran : miliar-lentikular


Bentuk : anular, teratur, berbatas tegas
Warna : eritema
Effloresensi
Primer : makula
Sekunder :dengan krusta berwarna
kemerahan berukuran miliar, berbatas
tegas menutupi lesi primer
DIAGNOSIS KERJA

Dermatitis Kontak iritan


Dermatitis
kontak alergi

Dermatitis
atopi
PENATALAKSANAAN
FARMAKOTERA
PI

NON FARMAKOTERAPI
Hidrokortison zalf

Jangan menggaruk luka


karena bisa terjadi
infeksi lainnya . loratadine 10mg

menjaga kebersihan
tubuh seperti mandi
dan cuci tangan
Pembahasan Kasus

Dermatitis
Kontak
iritan
merupakan reaksi peradangan

Definisi non imunologik pada kulit yang


disebabkan oleh kontak dengan
faktor eksogen maupun endogen

Dermatitis kontak iritan

Epidemiologi

menunjukkan bahwa 249.000 kasus penyakit okupasional non


fatal pada tahun 2004 untuk kedua jenis kelamin 15,6% (38.900
kasus) adalah penyakit kulit yang merupakan penyebab kedua
terbesar untuk semua penyakit okupasional
Patogenesis
Menginduksi
AA dirubah menjadi vasodilatasi
PG dan leukotrien dan
permeabilitas
vaskular

Bertindak sbg DAG dan 2nd messenger


kemoatraktan kuat menstimulasi IL – 1 , GMCSF , IL-
untuk limfosit, 2
neutrofil, aktifasi
sel mast (
histamin))
Keratinosit melepaskan TNF α,
sitokin, aktifasi sel T, makrofag,
granulosit, adesi sel.

Menimbulkan ;
1. Iritan kuat : eritema, edema, panas, nyeri
2. Iritan Lemah : Deskikasi, kehilangan fungsi sawar, merusak
stratum korneum ke bawah.
Gejala Klinis

• Berdasarkan penyebab
dan pengaruh faktor tsb
DKI diklasifikasikan
menjadi 2 macam :
a. Kategori Mayor
b. Kategori Minor
Mayor

• DKI akut
Luka bakar oleh bahan
kimia juga termasuk DKI
akut.
Etiologi : Iritan kuat ( asam
sulfat, basa kuat)
Konsentrasi dan lamanya
kontak sebanding dengan
intensitas rx.
Gejala : Pedih, panas,
terbakar, eritema, edema,
bula, berbatas tegas.
• DKI akut lambat
Gambaran klinis = DKI
akut. Namun muncul 8
s.d. 24 jam atau lebih
setelah kontak.
Etiologi : etilen, asam
hidrofluorat, bulu
serangga.
• DKI Kumulatif
Di sebut juga DKI Kronis.
Etiologi : kontak berulang
dengan iritan lemah
( gesekan, panas, dingin,
bahan kimia)
Gambaran klinis : kulit
kering, eritema, skuama,
hiperkeratosis,
likenifikasi, difus, luka iris
( fisur).
Minor

• Reaksi Iritan
Merupakan dermatitis
iritan subklinis.
Sering pada pekerjaan
basah misal penata
rambut.
Gambaran klinis :
skuama, eritema,
vesikel, pustul, erosi,
skin hardening.
• DKI Traumatik
Kelainan kulit yang
lambat
Etiologi : trauma panas
atau laserasi
 Penyembuhan lambat ±
6 minggu.
• DKI nonerimatosa • DKI Subjektif
Ditandai dengan  Disebut DKI sensori,
perubahan sawar kelainan kulit tidak terlihat
stratum korneum tanpa namun penderita merasa
disertai kelainan klinis spt terbakar, pedih. Misal :
kontak dengan asam
laktat.
Tatalaksana

Peran kortikosteroid topikalmembantu karena efek anti-inflamasi


Emolien berbasis petrolatum tradisional dapat diakses, murah