Anda di halaman 1dari 29

HILANG TINGGI TEKANAN

( HEAD LOSSES )

Zainuddin Muchtar, ST., MT


SIFAT-SIFAT ALIRAN BERDASARKAN
2
BILANGAN REYNOLDS
• DALAM MEMPELAJARI ALIRAN DALAM PIPA, SEBELUMNYA PERLU
DIKETAHUI ALIRAN BERDASARKAN BILANGAN REYNOLDS
• BILA SEBUAH PIPA MENGALIRKAN AIR DAN DITUANGKAN TINTA,
MAKA ADA 3 KEMUNGKINAN BENTUK TINTA TERSEBUT, YAITU :

Jejak Tinta

Bila Aliran Lambat Bila Aliran Cepat


FENOMENA DIATAS DISELIDIKI OLEH OSBOURNE REYNOLDS
DENGAN ALAT SEBAGAI BERIKUT (YANG DIKENAL SEBAGAI
“REYNOLDS APPARATUS”):

Dari percobaan dengan alat tersebut, maka


didapat bahwa aliran dipengaruhi oleh Gaya
Inersia dan Gaya Viskositas yaitu :
ud
dimana : ρ  Massa jenis

u  kecepatan rata - rata
d  diameter
μ  viskosita s
Dimana nilainya diantara kurang dari 2000 untuk
Aliran Laminar dan lebih dari 4000 Aliran Turbulen.

•BILANGAN DIATAS DIKENAL “BILANGAN REYNOLDS”


•KETENTUAN ALIRAN SEBAGAI BERIKUT :
Laminar flow : Re < 2000
Transitional flow : 2000 < Re < 4000
Turbulent flow : Re > 4000
• BILANGAN REYNOLDS MERUPAKAN BILANGAN
YANG MENJELASKAN PERUBAHAN FISIK DARI
ALIRAN LAMINAR KE ALIRAN TURBULEN

ρud Gaya Inersia


• BIL.REYNOLDS : Re  
μ Gaya Viskositas

• DARI RUMUS TERSEBUT DAPAT DIKATAKAN BAHWA


BILA GAYA INERSIA MELEBIHI GAYA VISKOSITAS
(KECEPATAN LEBIH CEPAT DAN BIL.REYNOLDS
BESAR), MAKA TERJADI AL.TURBULEN DAN
SEBALIKNYA, MAKA AKAN TERJADI AL.LAMINER
Aliran Laminar :
• Re < 2000
• Kecepatan rendah
• Tinta tidak bercampur dengan air
• Partikel fluida bergerak dalam garis lurus
• Memungkinkan analisis matematik sederhana
• Jarang terjadi dalam sistem air
Aliran Transisi :
• 2000< Re < 4000
• Kecepatan sedang
• Tinta sedikit bercampur dengan air
Aliran Turbulen :
• Re > 4000
• Kecepatan tinggi
• Tinta bercampur dengan air secara cepat
• Partikel fluida bergerak secara acak
• Pergerakan partikel sangat sulit dideteksi
• Analisis matematik sangat sulit dilakukan
• Sering dalam sistem air
TINGGI TEKAN DALAM ALIRAN PIPA
• AIR MENGALIR DALAM PIPA MEMPUNYAI
BEBERAPA MACAM ENERGI ANTARA LAIN :
1. ENERGI KINETIK
2. ENERGI POTENSIAL
3. ENERGI TEKANAN
• HUBUNGAN KETIGA ENERGI TERSEBUT DAPAT
DINYATAKAN DALAM PERS.BERNOULLI :
P1 v12 P2 v22
  h1    h2
 2g  2g
• DALAM KENYATAANNYA TERDAPAT ENERGI YANG
HILANG KETIKA AIR MENGALIR DALAM PIPA.
KEHILANGAN ENERGI INI DAPAT DIGAMBARKAN
DALAM GRADE LINE (LIHAT GAMBAR)

Kehilangan
Piezometer Energi

V12 HL
2g V22
2g
P2
P1
γ
γ 2

1
L Z2
Z1

Datum ( Garis Nol )


2 2
P1 V P V
Z1   1  Z 2  2  2  HL
 2g  2g
CONTOH SOAL
• Sebuah Pipa dengan diameter 25 cm membawa
air dengan Debit 0.16 m3/s dengan tekanan
2000 dyn/cm2. Pipa diletakkan pada kedalaman
10.71 m di bawah permukaan rata-rata air.
Berapakah tinggi tekan pada kedalaman tsb ?
Q 0.16
2 V    3.26 m/s
P1
v A   25  2
H   h1
1
 
 2g 4  100 

 10 4 
2000 5 
   3.26  10.71  11.27m
2
10
H
9810 2(9.81)
CONTOH SOAL
• Sebuah penampung air dengan susunan seperti gambar
mengalirkan air ke penampung di bawah tanah melalui
pipa berdiameter 25 cm dengan rata-rata pengaliran
0.16 m3/s dan total kehilangan tinggi tekan adalah 4.5 m.
Tentukan ketinggian permukaan air dalam penampung
yang berada diatas
P1v12 P2 v22 Q 0.16
  h1    h2  hL V2    3.26 m/s
 2g  2g A   25  2
 
P1  P2  0 4  100 

v1  0 (kecepatan di penampung lebih kecil dibandingk an dalam pipa)

h  h1 
v22
 h2  hL 
3.26  2  4.5  3.04 m
2

2g 2(9.81)

2m
KEHILANGAN TINGGI TEKAN AKIBAT GESEKAN
(MAJOR LOSS)
10

• KEHILANGAN TINGGI TEKAN AKIBAT GESEKAN DALAM PIPA


TERMASUK DALAM KEHILANGAN YANG BESAR (MAJOR LOSS)
• KEHILANGAN TINGGI TEKAN AKIBAT GESEKAN DALAM PIPA :
1. TIDAK TERGANTUNG DARI TEKANAN PADA ALIRAN AIR
2. BERBANDING LURUS DENGAN PANJANG PIPA (L)
3. BERBANDINGTERBALIK DENGAN DIAMETER PIPA (D)
4. BERBANDING LURUS DENGAN KECEPATAN RATA-RATA (V)
5. TERGANTUNG DARI KEKASARAN PIPA, BILA ALIRAN
TURBULEN
KEHILANGAN TINGGI TEKAN AKIBAT GESEKAN
(MAJOR LOSS)
11

MENCARI KEHILANGAN TINGGI TEKAN DAPAT


DINYATAKAN DENGAN BEBERAPA CARA :
A. RUMUS DARCY WEISBACH :

 L V
2
hf   
 D  2g
 = koefisien gesek
L = panjang pipa
D = diameter pipa
V = kecepatan rata-rata
g = percepatan gravitasi
Menentukan nilai 
λ dengan Diagram Moody :

1. Hitung bilangan Reynold


V . D
Re 

Re = Bilangan Reynold

V = Kecepatan aliran

D = Diameter pipa

 = Viskositas kinematik zat cair (tergantung suhu)


Kekentalan Kinematik

t (oC)  . 10-6 t (oC)  . 10-6 t (oC)  . 10-6


0 1,780 18 1,061 36 0,712
2 1,667 20 1,009 38 0,685
4 1,564 22 0,963 40 0,659
6 1,471 24 0,920 42 0,634
8 1,387 26 0,879 44 0,611
10 1,310 28 0,841 46 0,590
12 1,240 30 0,806 48 0,570
14 1,175 32 0,772 50 0,550
16 1,115 34 0,741
2. Hitung kekasaran relatif ( ks/d ) :
ks = Kekasaran mutlak (tergantung bahan)
d = Diameter pipa

Bahan Kekasaran Mutlak ( ks ), mm


Tembaga, kuningan 0,00135
Baja yang dikeling 0,9
Beton 0,3
Kayu 0,18
Besi cor 0,26
Besi digalvanisir 0,15
Besi cor di aspal 0,12
Baja yang diperdagangkan 0,045
Besi tempa 0,045

3. Tentukan nilai  dengan Diagram Moody


DIAGRAM MOODY
B. RUMUS MANNING - GAUKLER - STRICKLER :

Hgs
V  Kst . R 2/3
.I 1/ 2
I 
L
2
V . L
Hgs  2 4/3
[ meter ]
Kst . R
Hgs = Hilang tinggi tekanan akibat gesekan

Kst = Koefisien gesek Strickler


L = Panjang pipa
V = Kecepatan aliran
R = Radius / Jari-jari hidrolis = A/p = d/4 d= 4R
A = Luas penampang aliran
p = Keliling basah
Nilai Kst

Bahan Kst
Logam bergelombang 42
Saluran bawah tanah dari beton 77
Pipa riol dari tanah liat 77
Riol ( biasa ) 77
Baja 83
Kayu 83
Beton dipelester 77
Beton ( adukan semprot ) 53 - 45
Pasangan batu / bata 67
Pasangan batu kasar 40
Aspal 77 – 63
C. RUMUS HAZEN-WILLIAMS :

V  0,85 . CH . R 0, 63
.S 0, 54

Hgs V 1,85 . L
S  Hgs  1,85 1, 67
L 0,74 . C H .R

Hgs = Hilang tinggi tekanan akibat gesekan

CH = Koefisien gesek Hazen-Williams


L = Panjang pipa
V = Kecepatan aliran
R = Radius / Jari-jari hidrolis = A / p = d / 4 d= 4R
A = Luas penampang aliran
p = Keliling basah
S = Kemiringan Garis Gradien Hidrolis/Energi
Nilai – Nilai Koefisien CH Hazen-Williams

Bahan Pipa CH
Beton 130
Besi tuang:
Baru 130
Umur 5 tahun 120
Umur 20 tahun 100
Baja las 120
Papan kayu 120
Lempung 110
Baja keling 110
Gorong-gorong beton 100
Semen asbes 140
SOAL 1:

Saluran pipa dari besi tuang berdiameter


35 cm, panjang 6346 m. Hitunglah hilang
tinggi tekanan karena gesekan apabila
debit aliran air melalui pipa adalah
46 liter/dt. Dimana Koefisien Hazen
William’s = 130.
(Rumus Hazen William’s).
PENYELESAIAN :

Q 0,046 0,046
V    0,478M / dt
A  .(0,35) 2 0.0962
4

d 0,35
R   0,0875m
4 4

V  0,85 . CH . R 0,63 . S 0,54

0,478  0,85 .130 . (0,0875) 0, 63


.S 0, 54
0,478  0,85 .130 . (0,0875)0,63 . S 0,54

0,478
S 0, 54
 0, 63
0,85.130.(0,0875)

0,478
S 0, 54
  0,02
23,8137

S  (0,02) (1/ 0, 54)


 0,0007

Hgs  S . L  0,0007 x 6346  4,5 m


SOAL 2 :

Saluran pipa baja berdiameter 45 cm,


panjang 7438 m. Hilang tinggi tekanan
karena gesekan adalah 12,5 meter.
Apabila Koefisien Strickler = 85.
Hitunglah ! Berapa liter debit yang
mengalir di dalam pipa tersebut.
(Rumus Strickler).
PENYELESAIAN :

Hgs
V  Kst . R 2/3
.I 1/ 2
I 
L
12,5
I   0,00168
7438
d 0,45
R   0,1125m
4 4

V  85 . (0,1125) 2/3 1/ 2
. (0,00168)
V  0,81m / dt

Q  V x A  0,81 x [ 2
x (0,45) ]
4

Q  0,1288 m 3 / dt  128 l / dt
SOAL 3 :

HITUNGLAH KAPASITAS DARI PIPA HALUS DENGAN DIAMETER 3 m


YANG MEMBAWA AIR PADA SUHU 10OC DAN MEMILIKI KEHILANGAN
TINGGI TEKAN YANG DIJINKAN 2 m/km. (Rumus Darcy Weisbach)

 LV
2
hf    L  1 km  1000 m
 D  2g
 1000  V
2
2   
 3  2(9.81)
V 2  0.12 / ...........................................(1)
Bilangan Reynolds
D .V 3 .V
Re    2. 29.10 6
V .....(2)
 1.31.10 6
Dari kedua persamaan dicari  dan V
dg cara coba - coba menggunaka n Diagram Moody.
Kita asumsikan   0.02 (sesuai dg nilai yg diijinkan)
maka didapat : V  2.45 m/s (Pers.1)
Re  5.6 x 10 6 (Pers.2)
Bila Re ini diplotkan pd diagram Moody,
maka didapat   0.0121. Bila diambil   0.0121,
maka didapat nilai yang mendekati
sehingga V  3.15 m/s. Maka :
 32 
Q  AV    (3.15)  22.27 m / s
4
0.0121

5,6X106

DIAGRAM MOODY
LATIHAN SOAL :

1. Saluran pipa dari Baja yang diperdagangkan


berdiameter 0,5 m, panjang 9 km. Hitunglah hilang
tinggi tekanan karena gesekan apabila kecepatan
aliran air melalui pipa adalah 1,09 m/dt dan suhu air
20 0C (Gunakan Rumus Darcy Weisbach).

2. Saluran pipa dari Besi Tuang berdiameter 30 cm,


panjang 12,5 Km. Hitunglah hilang tinggi tekanan
karena gesekan apabila debit aliran air melalui pipa
adalah 35 liter/dt. Koefisien Hazen William’s = 120.
(Gunakan Rumus Hazen William’s).