Anda di halaman 1dari 21

REFERAT

PENGARUH INISIASI MENYUSU


DINI TERHADAP KEJADIAN
HIPOTERMI PADA BAYI BARU
LAHIR

Oleh :
Hairunnisa
Pembimbing :
Prof. Dr. dr. H. Ari Yunanto, Sp.A(K)., IBCLC., S.H.

SMF ILMU KESEHATAN ANAK


PROGRAM KEPANITRAAN KLINIK RSUD ULIN BANJARMASIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
PENDAHULUAN
Hipotermi
merupakan 6,3% penyebab kematian neonatal.

WHO merekomendasikan “The Warm Chain” sebagai metode pencegah


an hipotermi

IMD (Inisiasi Menyusu Dini)


Intervensi sederhana Neonatal outcome

1. Kemenkes. Profil Kesehatan Indonesia 2014 [Internet]. Jakarta; 2015. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-Indonesia-2015.pdf
2. Farhadi R, Rezai mohammad S, Nakhshab M. Incidence of neonatal hypothermia at birth in hospitals of Islamic Republic of Iran : a review. J Pediatr Rev. 2014;2(2):21–30.
3. Marin GMA, Liana MI, Lopez EA, et. al. Randomized Controlled Trial of Early Skin- to-Skin Contact: Effectson The Mother and The Newborn. Journal of Acta Paediatrica. 2010 November; 99(11) : 1630-1634
4. Winberg J. Mother and Newborn Baby: Mutual Regulation of Physiology and Behavior—A Selective Review. Journal of Dev Psychobiol. 2005 November; 47(3).
5. Anonim. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI eksklusif 6 bulan. Departemen Kesehatan Indonesia. 2008.
Hipotermia
Hipotermi pada neonatus suhu dibawah 36,5˚C
Hipotermi Ringan
Antara 36-36,5˚C

Hipotermia sedang
32-36˚C

Hipotermia Berat
< 32 ˚C

1. Yunanto, A. Panduan Praktik Klinik Neonatologi. Banjarmasin. PT Danar Wijaya; 2013: 93


1. Jaringan lemak
ETIOLOGI yang tipis
Hipotermi 2. Perbandingan luas
permukaan tubuh
3. Cadangan glikogen
dan brown fat sedikit
1. Pusat pengaturan suhu tubuh
pada bayi belum berfungsi 4. BBL tidk mempunyai
dengan sempurna respon shivering

2. Permukaan tubuh bayi


relatif lebih luas
3. Tubuh bayi terlalu kecil Bayi belum
6. Kurangnya metabolisme mampu mengatur posisi tubuh dan pak
untuk menghasilkan panas ainnya

4. Keadaan yang menimbulkan kehilangan p


anas yang berlebihan
5. Ketidak sanggupan
menahan panas
1. Behrman R, Kliegman R.M, Arvin A.N. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Edisi 15 Jilid I. Jakarta: EGC. 2002
2. Alpers, Ann et al. Buku Ajar Pediatri Rudolph. Edisi 20 Volume 1. Jakarta: EGC. 2006
Kulit Bayi terpapar dingin
Panas di distribusikan
keseluruh tubuh
Stimulasi saraf simpatis

Patofisiologi Glukosa plasma


Proses oksidasi lemak coklat
(NST) dan vasokontriksi
perifer

Memicu serabut simpatik


Hipothalamus
mengeluarkan norepinefrin

1. Behrman R, Kliegman R.M, Arvin A.N. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Edisi 15 Jilid I. Jakarta: EGC. 200
2. Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2010
MANIFESTASI KLINIS

MILD (Ringan) MODERATE (Sedang) SEVERE (Parah)

1) Sistem saraf pusat: amne 1) Sistem saraf pusat: penur 1) Sistem saraf pusat: koma,
sia, apatis, terganggunya per unan kesadaran secara bera menurunnya reflex mata (se
sepsi halusinasi. ngsur, pelebaran pupil. perti mengedip).
2) Cardiovaskular: denyut na
di cepat lalu berangsur mela 2) Cardiovaskular: penuruna 2) Cardiovascular: penuruna
mbat, meningkatnya tekanan n denyut nadi secara berang n tekanan darah secara bera
darah, sur. ngsur, menghilangnya atau
3) Penafasan: nafas awalnya 3) Pernafasan: hilangnya refl menurunnya tekanan darah
cepat lalu berangsur melamb ex jalan nafas(seperti batuk, sistolik.
at,
bersin). 3) Pernafasan: menurunnya
4) Saraf dan otot: gemetar, konsumsi oksigen.
menurunnya kemampuan ko 4) Saraf dan otot: menurunn
ordinasi otot. ya reflex, berkurangnya resp 4) Saraf dan otot: tidak adan
. on menggigil, mulai munculn ya gerakan, menghilangnya
ya kaku tubuh akibat udara reflex perifer
dingin.
1. Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2010
Klasifikasi Hipotermia
Accidental hypothermia
terjadi ketika suhu tubuh inti menurun hingga (35°c)

Primary accidental hypothermia


merupakan hasil dari paparan langsung terhadap udara dingin pada ora
ng yang sebelumnya sehat.

Secondary accidental hypothermia


merupakan komplikasi gangguan sistemik (seluruh tubuh) yang serius. Kebanyakan
terjadinya pada musim dingin (salju) dan iklim dingin

Sedangkan berdasarkan kejadiannya


• Hipotermia Sepintas
• Hipotermia Akut
• Hipotermia Sekunder
• Cold Injury

1. Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2010
2. Guyton A.C, Hall J.E. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC. 2008
TATALAKSANA
penstabilan suhu tubuh dengan menggunakan selimut hangat atau menempatkan bayi di
ruangan yang hangat

penghangatan 0,5-1°C tiap jam (pada bayi < 1000 gram penghangatan maksimal
0,6 °C).

pemanasan terhadap bayi harus segera dilakukan. Penyebab hilangnya


panas harus segera dihentikan, suhu harus terus dimonitor, dan investig
asi terhadap penyebab-penyebab patologi atau iatrogenik harus diperiks
a.

Jika hipotermi ringan berikan pemanasan secara perlahan-lahan

1. Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2010
2. Guyton A.C, Hall J.E. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC. 2008
PERALATAN YANG DIPAKAI UNTUK MENGATASI
HIPOTERMI

Closed incubator Radiant Warmer


KOMPLIKASI
Hipoglikemia

Hipoksia

Shock

Apnue

perdarahan intra ventrikuler.

1. Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2010
2. Guyton A.C, Hall J.E. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC. 2008
PENCEGAHAN

Melakukan tujuh rantai hangat :


Menunda memandikan bayi baru lahir :
• pada bayi normal tunda memandikannya sampai 24 jam.
• pada bayi berat badan lahir rendah tunda memandikannya leb
ih lama lagi.
Atau dengan cara Kangoroo mother care : metode dekap, yait
u bayi diletakkan telungkup dalam dekapan ibunya dan kedu
anya diselimuti agar bayi senantiasa hangat.

1. Schwartz, M.W. Pedoman Klinis Pediatri. Jakarta: EGC. 2005.


INISIASI MENYUSU DINI (IMD)

The Breast Crawl atau merangkak mencari payudara.

1. Orün E, Yalç SS, Madenda Y, Üstünyurt-eras Z. Factors associated with breastfeeding initiation time in a Baby-Friendly Hospital. Turk J Pediatr. 2010;52:10–6.
2. Tribun news. Inisiasi menyusu dini.online (diakses 20 November) 2018) https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn: .
MANFAAT
• Mencegah hipotermia karena dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat selama bayi me
rangkak mencari payudara.
• Bayi dan ibu menjadi lebih tenang, tidak stres, pernapasan dan detak jantung lebih stabil,
dikarenakan oleh kontak antara kulit ibu dan bayi.
• Imunisasi DiniBonding Atthacment
• Bayi yang diberi kesempatan menyusu dini lebih berhasil menyusui ekslusif dan
akan lebih lama disusui.
• merangsang pengeluaran hormon oksitosin.
• Kolostrum akan membuat lapisan yang melindungi dinding usus bayi yang masih
belum matang sekaligus mematangkan dinding usus ini.

1. UNICEF. The Evidence and rationale for the UNICEF UK Baby Friendly Initiative Standards. 2013; Available from: https://www.unicef.org.uk/wp-content/uploads/sites/2/2013
/09/baby_friendly_evidence_rationale.pdf .
2. Alatas, H., Hasan, Rusepo., Latief, Abdul et al. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2007
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG

Kesiapan fisik dan Tempat Informasi yang


psikologi ibu yang bersalin diperoleh ibu
sudah dipersiapkan dan mengenai
sejak awal kehamilan tenaga Inisiasi
kesehatan. menyusu dini

1. Rudolph AM, Hoffman JIE, Rudolph CD. Bayi Baru Lahir. Dalam : Phibbs RH (ed). Buku Ajar Pediatri Rudolph Edisi 20 Volume 1. Jakarta : EGC. 2006. h.242-244
PROSEDUR
Proses yang kurang tepat
• Begitu lahir, bayi diletakkan di perut ibu yang sudah dialasi dengan kain kering.
• Bayi segera dikeringkan dengan kain kering. Tali pusat di potong, lalu diikat.
• Karena takut kedinginan, bayi dibungkus atau digedong dengan selimut bayi.
• Dalam keadaan digedong, bayi diletakkan di dada ibu (tidak terjadi kontak denga
n kulit ibu). Bayi dibiarkan di dada ibu (bonding) untuk beberapa lama ( 10 – 15
menit) atau sampai tenaga kesehatan selesai menjahit perineum.
• Selanjutnya, diangkat dan disusukan pada ibu dengan cara memasukkan puting
susu ibu ke mulut bayi.
• Setelah itu, bayi dibawa ke kamar transisi atau kamar pemulihan (recovery room)
untuk di timbang, di ukur, di cap, di azankan oleh ayah, diberi suntikan vitamin K,
dan kadang diberi tetes mata.

1. Widström A, Lilja G, Dahllöf A et al. Newborn behaviour to locate the breast when skin-to-skin : a possible method for enabling early self-regulation. Acta Pediatr. 2011;79–8
5.
2. Thukral A, Sankar MJ, Agarwal R et al. Early skin-to-skin contact and breast-feeding behavior in term neonates : a randomized controlled trial. Neonatology. 2012;102:114–
9.
PROSEDUR
Proses yang dianjurkan
• Begitu lahir, bayi diletakkan di perut ibu yang sudah dialasi kain kering
• Keringkan seluruh tubuh bayi termasuk kepala secepatnya, kecuali ke
dua tangannya.
• Tali pusat di potong lalu diikat.
• Vernix (zat lemak putih) yang melekat di tubuh bayi sebaiknya tidak di
bersihkan karena zat ini membuat nyaman kulit bayi.
• Tanpa digedong, bayi langsung ditengkurapkan di dada atau perut ibu
dengan kontak kulit bayi dan kulit ibu. Jika perlu, bayi diberi topi untuk
mengurangi pengeluaran panas dari kepalanya.

1. Widström A, Lilja G, Dahllöf A et al. Newborn behaviour to locate the breast when skin-to-skin : a possible method for enabling early self-regulation. Acta Pediatr. 2011;79–8
5.
2. Thukral A, Sankar MJ, Agarwal R et al. Early skin-to-skin contact and breast-feeding behavior in term neonates : a randomized controlled trial. Neonatology. 2012;102:114–
9.
PENGARUH INISIASI MENYUSU TERHADAP HIPOTERMI

Penelitian dr. Edmond et al


Penelitian Heny Ekawati

berjudul ”Pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap menunda IMD akan meningkatkan kematian bayi. Jika
perubahan suhu tubuh pada bayi bayi baru lahir di bayi diberi kesempatan menyusu dalam 1 jam pertama
klinik bersalin mitra husada desa pangean keca dengan dibiarkan kontak kulit ke kulit ibu maka 22% ny
matan maduran kabupaten lamongan tahun 201 awa bayi di bawah 28 hari dapat diselamatkan. Jika me
4”, bahwa ada pengaruh inisiasi menyusu terha nyusu pertama saat bayi berusia di atas dua jam dan di
dap perubahan suhu tubuh bayi baru lahir. bawah 28 hari yang dapat diselamatkan.
Penelitian Hutagaol et al
Hasil penelitian Pratiwi et al
IMD berpengaruh terhadap peningkatan suhu pada bay
kejadian hipotermia lebih sering terjadi pada kelompok i baru lahir. Rerata suhu aksila kelompok IMD sebesar
konfensional (47%) dari pada kelompok IMD (27%), 37,1 ± 0,20°C dan rerata suhu aksila pada kelompok
IMD membantu menurunkan angka kejadian hipotermi non IMD sebesar 36,8 ± 0,40°C. Rerata total kehilanga
, menurunkan kejadian hiperbilirubenimia dan memper n panas kering pada kelompok IMD sebesar 30,1 ± 3,4
cepat kenaikan berat badan bayi. oC dan pada kelompok non IMD sebesar 31,2 ± 3,9 oC.

Gabriel et al., (2010), Srivastava Smita et al. (2014)


menunjukkan pada kelompok IMD memberikan kontribusi yang
lebih baik pada kemampuan menjaga kestabilan suhu bayi.
Bayi baru lahir yang dilakukan IMD memiliki suhu tubuh satu de
rajat lebih hangat karena dada ibu merupakan penghangat yan
g mampu menjaga suhu tubuh bayi baru lahir.

1. Pratiwi E, Soetjiningsih, Kardana IM. Effect of kangaroo method on the risk of hypothermia and duration of birth weight regain in low birth weight infant: a randomized controlled trial. Paediatr Indones. 2009;49(5):253–8.
2. Hutagaol HS, Darwin E, Yantri E. Pengaruh inisiasi menyusu dini ( IMD ) terhadap suhu dan kehilangan panas pada bayi baru lahir. J Kesehat Andalas [Internet]. 2014;3(3):332–8. Available from: http://jurnal.fk.unand.ac.id
3. Gabriel MAM, Martín IL, Escobar AL et al. Randomized controlled trial of early skin-to-skin contact: Effects on the mother and the newborn. Acta Paediatr Int J Paediatr. 2010;99(11):1630–4.
4. Srivastava S, Gupta A, Bhatnagar A, Dutta S. Effect of very early skin to skin contact on success at breastfeeding and preventing early hypothermia in neonates. Indian J Public Health. 2014;58(1).
Penelitian Fransoon et al., (2005)
Kosim et al (2014) dan Behrmen et al (2000) menyebutkan peningkatan suhu kulit kaki tert
menyatakan bahwa bayi baru lahir tanpa penanga inggi pada jam pertama bayi baru lahir selam
nan yang tepat akan kehilangan panas empat kali a bayi diletakkan dekat dengan ibu. Rerata s
lebih besar dari pada orang dewasa, sehingga me uhu kulit perut kelompok IMD juga lebih tingg
ngakibatkan terjadinya penurunan suhu, tubuh an i dibandingkan rerata suhu kulit perut kelomp
tara 2 – 4°C dalam 10 - 30 menit setelah kelahira ok yang tidan IMD. Suhu kulit kaki terendah t
n. erjadi pada saat bayi berada dalam kain atau
bedong tanpa dilakukan IMD.

Adanya perbedaan Inisiasi Menyusu Dini antara hipotermi dan non hipotermi pada bayi
baru lahir dalam penelitian ini mendukung hasil penelitian Nurul et al (2012) yang menu
njukkan bahwa Inisiasi Menyusu Dini dalam proses persalinan merupakan salah satu fa
ktor yang dapat mempengaruhi terjadinya hipotermi pada bayi baru lahir. Semakin bany
ak ibu bersalin yang melakukan IMD semakin berkurang kejadian hipotermi pada bayi b
aru lahir, karena suhu di dada ibu akan naik 2ºC dan dada ibu yang baru melahirkan1ºC
lebih hangat dari perempuan normal.

1. Kosim MS, Yunanto A, Dewi R et al. Buku Ajar Neonatologi. Jakarta: Badan Penerbitan IDAI; 2014
2. Behrmen R, Kliegman R, Arvin A. Ilmu kesehatan anak nelson. Jakarta: EGC;2000.
3. Fransoon A-L, Karlsson H, Nilsson K. Temperature variation in newborn babies: importance of physical contact with the mother. Arch Dis Child Fetal Neonatal. 2005;500–4.
4. Nurul A, Hasidah TA, Novy M et al. Pengukuran Inisiasi Menyusu Dini. Jogjakarta: Nuha Medika. 2012.
Penutup
Hipotermi merupakan 6,3% penyebab kematian neonatal.
IMD merupakan intervensi sederhana yang mampu meningkatkan neona
tal outcome secara signifikan yaitu mengurangi risiko kematian neonatal,
IMD mampu menjaga kestabilan suhu bayi baru lahir sehingga dapat me
ncegah kejadian hipotermia yang menjadi penyebab kematian pada bayi
baru lahir
Thank you