Anda di halaman 1dari 37

KONSERVASI IKAN TERUBUK

(Tenualosa macrura) DI PROVINSI RIAU

Oleh
Dr. Ir. H. Deni Efizon, M.Sc
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
Kampus Bina Widya Km. 12,5 Pekanbaru, 28293
Telp. 0761-63274, Fax. 0761-63275
Ibuk galau sedang bernyanyi
Mengendong anak sambil
menari
Kalau ikan terubuk ingin
lestari
Mari kita dukung program
konservasi
SEBARAN IKAN TERUBUK DI 
DUNIA

Bangladesh-Kuwait, dan Sumut.


Bengkalis dan Serawak.
Pantai Selatan China.
Sungai Mekong.
Serawak, Malaysia.
POPULASI 
TERUBUK: 
(…..DULU HINGGA SEKARANG…..)
1950an- 1980an 1990an 2000an 2012 2015
70an dst..

Tertangka Masih Tertangkap Tertangkap Tertangkap

?
p dalam tertangkap dalam dalam dalam
jumlah dalam jumlah jumlah jumlah
yang jumlah sedikit, semakin semakin
sangat banyak, nelayan sedikit, sedikit,
banyak, namun hanya nelayan nelayan
tak jarang tidak memperole memperole memperole
nelayan sebanyak h 10-20 h 5-10 ekor h 3-5 ekor
meretas tahun2 ekor sekali sekali sekali
jaringnya, sebelumny menangka menangka menangka
karena a p p p dan
tdk muat bahkan
lagi di tidak
perahu tertangkap
mereka. sama
sekali
POTENSI IKAN TERUBUK DI 
PROVINSI RIAU

 Ikan yang bernilai 
ekonomis tinggi.
 Ikan yang bernilai sejarah 
dan budaya.
 Merupakan ikan yang 
dijadikan sebagai ikon 
Kabupaten Bengkalis 
(Terlihat pada lambang 
daerah).

FAPERIKA Universitas Riau 2014


Untuk itu harus ada upaya;
HARUS
1.
ADA;
Perlu ada kajian dasar tentang biologi, ekologi, 
ancaman dan penyebab menurunnya populasi 
Komitmen bersama (semua
terubuk dan upaya rekayasa pembenihannya 
(Sudah dilakukan kerjasama UNRI, Diskanlut, 
Stakeholders) untuk serius dan
Balitkanlut dengan CSIRO Australia Tahun 
mendukung penyelamatan ikan
1996­1998; DKP dan Unri tahun 2007­2008; 
Diskanlut Bengkalis dan Unri Tahun 2009).
2.
terubuk, baik Pemerintah
Perlu komitmen bersama (semua stakeholders) 
sebagai pembuat kebijakan,
untuk serius dan mendukung penyelamatan 
ikan terubuk, baik pemerintah sebagai pembuat 
Nelayan dan masyarakat,
kebijakan, nelayan dan masyarakat, swasta, 
LSM, perguruan tinggi, dan lainnya.
Swasta, LSM, Perguruan Tinggi,
dan lainnya.
1.2.  WAKTU PENANGKAPAN
a. Dilakukan dua
kali dalam
sebulan.
b. Penangkapan
berpedoman
13 & 29 HB kepada
tanggal bulan
Arab, yaitu:
14 & 30 HB * Pada saat
bulan terang
15 & 1 HB
(dari tanggal
13, 14, 15 dan
16 HB)
16 & 2 HB

* Pada saat
bulan gelap
(dari tanggal
29, 30, 1 dan 2
HB)
ALAT TANGKAP YANG 
DIGUNAKAN
 Nelayan terubuk hanya menggunakan alat 
tangkap satu jenis saja, yaitu jaring insang 
(gill nets) dengan mata jaring (mesh size) yang 
bervariasi mulai 2,  2,25, 2,5 sampai 3 inci.

Harga Ikan Terubuk
Ikan Terubuk  Jantan Rp. 25.000-35.000/ekor
Ikan Terubuk Betina  Rp. 40.000-60.000/ekor
Ikan Terubuk Bertelur  Rp. 75.000-100.000/ekor
Telur Ikan Terubuk  Rp. 1.700.000-2.000.000/kg
2.  BIOLOGI IKAN TERUBUK
2.1. Panjang Berat
        * Panjang berkisar 10 – 33 cm
        * Berat 97 – 780 g

2.2. Umur Ikan
       * Umur berkisar  3 – 18 bulan.
       * Ikan jantan 3  –  12 bulan.
       * Ikan betina 5  –  18 bulan.

2.3. Tingkat Kematangan Gonad dan Fekunditas
       * Terdapat TKG 1 sampai 6
       * TKG 5 yang  banyak dijumpai.
       * Fekunditas   60.000 – 200.000 butir telur. 

2.4. Makanan Ikan Terubuk
      *  Secara umum memakan plankton terutama zooplankton.
      *  Terdapat 71,33 % dari makanan adalah serbuk gergaji 
(sawdust).
TINGKAT KEMATANGAN GONAD
 KEBIASAAN MAKAN
Kontribusi Menurut Beratnya Frekuensi dalam Perut
Kategori Mangsa
(%) (%)
Serbuk Kayu/Gergaji (sawdust) 71,33 43,90
Brachyuran megalopa 11,30 13,15
Hyperiidean amphipoda 4,47 6,57
Sergestidae 3,85 3,29
Ostrocoda 2,55 8,22
Bahan yang tidak diketahui yang tidak dapat dicerna 0,94 0,23

Stomatopod larvae 0,77 3,29


Crustaceae yang tidak teridentifikasi 0,69 1,41
Bahan Anorganik 0,63 0,23
Algae yang tidak teridentifikasi 0,58 0,23
Calanoid copepod 0,49 28,64
Cyclopoid copepod 0,42 17,14
Diatom 0,42 32,16
Brachyuran juvenile 0,38 1,88
Brachyuran zoea 0,22 7,75
Natantid yang tidak teridentifikasi 0,21 0,70
Gastropoda 0,20 10,33
Isopoda 0,16 0,23
Telur yang tidak teridentifikasi 0,14 3,76
Caridea 0,06 3,05
Gammarid amphipoda 0,06 1,17
Polychaeta 0,04 0,47
Mysidaceae 0,03 0,70
Bivalvia 0,02 1,64
Teleost eggs 0,02 0,47
Carid larvae 0,01 0,23
Carid zoea 0,01 0,23
Harpacticoid copepod 0,01 0,23
Syngnathidae 0,01 0,23
LARVA DAN SIKLUS HIDUP 
IKAN TERUBUK
Sebaran plankton, sawdust dan sawmills
Daerah Pemijahan
Daerah spawning ikan
terubuk pada daerah
sekitar Pulau Padang dan
Sei Pakning sampai ke
muara DAS Siak.
Nursery ground larva di
Sungai Siak serta
pertumbuhan juvenil di
perairan pantai (mungkin
termasuk daerah
intertidal/bakau) yang ada
di sekitarnya.
Daerah Pemijahan ikan Terubuk
(Spawning Ground)
UPAYA PEMECAHAN 
MASALAH
 Mengurangi penangkapan ikan terubuk yang
sedang bertelur, yaitu dengan membatasi
penangkapan pada tiap musim pemijahannya
atau dengan membuat kawasan konservasi
pada daerah dan waktu tertentu yang
merupakan tempat berkembang biak ikan
terubuk (menetapkan Kawasan Perlindungan/
Suaka Perikanan Ikan Terubuk).
* Pada Bulan Agustus, September ,
Oktober dan November setiap tahun.
* Hanya 8 hari dalam sebulan (4 hari pada
bulan terang dan 4 hari pada bulan gelap).
Lanjutan

• Mengurangi pencemaran laut dan sungai yang


menjadi tempat hidup ikan terubuk dengan
melakukan pelarangan pembuangan limbah
yang berasal dari pabrik kayu (sawmill), plywood,
pulp dan sebagainya.
• Membuat kebijakan yang mendukung upaya
penyelamatan ikan terubuk, seperti penentuan
waktu penangkapan dan jumlah alat tangkap,
menetapkan kawasan perlindungan, serta
pencegahan pencemaran lingkungan melalui
peraturan-peraturan pemerintah yang dibuat
bersama masyarakat.
lanjutan

• Mencari dan membuat Mata Pencaharian

 
Alternatif.
• Lebih mengintensifkan implementasi aspek
perlindungan habitat dalam penyusunan tata
ruang pesisir Kabupaten Bengkalis.
• Melakukan penelitian-penelitian yang lebih
mendalam sehingga dapat diupayakan ke arah
usaha pembenihan (hatchery) yang selanjutnya
dapat dilakukan restoking.
(DKP Kab. Bengkalis bersama Unri Tahun 2011, 2012, 2013 dan
2014 melakukan upaya ini).
PETA KAWASAN SUAKA PERIKANAN 
TERUBUK

KAB. BENGKALIS

Luas Kawasan Suaka


Perikanan Terubuk 40.741,80
Ha (407,481 km2)

KAB. KEP.
MERANTI

KAB. BENGKALIS

KAB.
SIAK
• Kawasan Suaka Perikanan Terubuk
  Secara faktual kawasan tersebut meliputi 
perairan Kab. Bengkalis (mulai dari desa 
Meskom sampai desa Temeran di Kecamatan 
Bengkalis), Kecamatan Bukit Batu (mulai 
dari Sei. Pakning sampai desa Sejangat dan 
Pulau Padang Kab. Kepulauan Meranti  
hingga ke Muara Sungai Siak (Kecamatan Sei. 
Apit Kab. Siak).  
Titik Koordinat Kawasan Suaka
Perikanan Ikan Terubuk
No BT LU No BT LU No BT LU
1 101.91425 1.53689 26 102.20526 1.27875 51 102.16041 1.19600
2 101.93127 1.55069 27 102.22020 1.24979 52 102.16470 1.21516
3 101.94983 1.56547 28 102.20290 1.23656 53 102.16410 1.22863
4 101.97252 1.58370 29 102.18698 1.22486 54 102.15881 1.24803
5 101.99692 1.60298 30 102.17697 1.23087 55 102.15124 1.26861
6 102.00891 1.58046 31 102.17223 1.22105 56 102.15093 1.29300
7 102.01685 1.55400 32 102.17209 1.21011 57 102.15488 1.32033
8 102.03184 1.53196 33 102.16558 1.19688 58 102.15793 1.34678
9 102.05300 1.51080 34 102.17075 1.18589 59 102.15846 1.36266
10 102.07464 1.49035 35 102.16909 1.17677 60 102.14716 1.37989
11 102.09973 1.47376 36 102.15970 1.16867 61 102.12328 1.38999
12 102.12707 1.45524 37 102.15753 1.16047 62 102.11617 1.39087
13 102.15793 1.44466 38 102.16077 1.15386 63 102.09533 1.40057
14 102.19497 1.43673 39 102.16582 1.14865 64 102.07264 1.41416
15 102.22407 1.43320 40 102.16804 1.14028 65 102.05036 1.42879
16 102.25040 1.43479 41 102.16391 1.13113 66 102.03033 1.44476
17 102.25259 1.41397 42 102.15529 1.12665 67 102.00538 1.45877
18 102.23112 1.41204 43 102.15171 1.13134 68 101.98980 1.47686
19 102.21437 1.41468 44 102.15452 1.13689 69 101.96394 1.49633
20 102.20908 1.40498 45 102.15476 1.14398 70 101.94278 1.51256
21 102.21701 1.38735 46 102.15441 1.15456 71 101.92938 1.52497
22 102.22671 1.37059 47 102.15083 1.16063
23 102.22788 1.34767 48 102.15124 1.16824
24 102.22612 1.32698 49 102.15610 1.17531
25 102.21618 1.30570 50 102.16553 1.18049
Kearifan Lokal  “Upacara 
Semah Terubuk”
Biasanya setelah Datuk Laksamana 
mencucikan kakinya ke laut dan berakhirnya 
upacara semah terubuk, para nelayan tidak 
dibenarkan untuk melakukan kegiatan 
penangkapan selama tiga hari. Bagi siapa 
yang melanggar aturan adat ini, dia akan 
memperoleh sanksi berupa bala petaka yang 
akan datang kepada dirinya setelah itu. 
 Dari hasil kajian­kajian yang dilakukan, disusunlah 
naskah akademik regulasi pengelolaan perikanan 
terubuk.
 Melalui proses yang panjang dilakukan :
 Focus Group Discusion (FGD)
 Konsultasi publik 
 Workshop/Lokakarya/Seminar
 Kampanye/pameran
 Studi banding ke Serawak Malaysia
 Dan lain­lain.

“Lahirlah Regulasi tentang Terubuk di Riau”
Dokumentasi Rangkaian Kegiatan Terubuk di Provinsi Riau
MODEL PENGELOLAAN 
PERIKANAN TERUBUK
 Perlu komitmen seluruh stakeholder terkait  untuk 

mengkonservasi  ikan terubuk dalam bentuk membuat 
“kawasan suaka perikanan ikan terubuk”
 Lahirnya Peraturan Bupati Bengkalis No. 15 Tahun 2010 

tentang Kawasan Suaka Perikanan Ikan Terubuk di Kabupaten 
Bengkalis pada Tanggal 20 Juli 2010.
 Terbitnya Keputusan Menteri No. KEP. 59/MEN/2011 pada 

Tanggal 12 Oktober 2011 Tentang Penetapan Status 
Perlindungan Terbatas Jenis Ikan Terubuk (Tenualosa macrura).
 Terbitnya Peraturan Gubernur No. 78 Tahun 2012 Tentang 

Suaka Perikanan Ikan Terubuk di Provinsi Riau Tanggal 18 
Desember 2012.
REGULASI YANG SUDAH ADA

1.Peraturan Bupati Bengkalis No. 15 Tahun 2010
2.Keputusan Menteri No. KEP. 59/MEN/2011
3.Peraturan Gubernur Riau No. 78 Tahun 2012
BAB VI
PEMANFAATAN
PASAL 17

   Pemanfaatan kawasan konservasi perairan untuk 
penangkapan ikan sebagaimana dimaksud dalam 
Pasal 17 ayat (2) huruf a dapat dilakukan di zona 
perikanan berkelanjutan dengan ketentuan: 
   a. Dilarang melakukan penangkapan ikan 
terubuk selama 4 hari di bulan terang 
(tanggal 13, 14, 15 dan 16 hari kalender 
hijriah) pada bulan Agustus s/d November.
   b. Dilarang melakukan 
penangkapan ikan terubuk 
selama 4 hari di bulan gelap 
(tanggal 28, 29, 30 dan 1 hari 
kalender hijriah) pada bulan 
Agustus s/d November.
   c. Tidak menggunakan alat 
tangkap jaring insang (gill net) 
pada masa larangan.
Model Community  Based  
Management (CBM) sumber daya 
ikan yang dikembangkan menuju 
model Ko­Manajemen  (Co­
Management)  yang melibatkan 
semua stakeholder yang terkait 
dalam mengelola perikanan terubuk 
di perairan Provinsi Riau harus 
dilakukan. 
Kegiatan lanjutan…..

 Pembuatan Rencana Zonasi
 Pembuatan Rencana 
Pengelolaan
 Pembuatan Dokumen Rencana 
Aksi Nasional (National Plan Of 
Action)
 Pembentukan Kelembagaan 
Perikanan Terubuk di Provinsi 
Riau.
Peta Rencana Zonasi Perikanan Terubuk di Provinsi Riau
Buku Referensi yang dipakai di
Sekolah Menengah Atas sampai
Perguruan Tinggi di Kab. Bengkalis

Buku Strategi dan


Rencana Aksi Nasional
(NPOA) Perikanan Ikan
Terubuk di Provinsi Riau
Ikan debuk ikan siakap
Lalu di jemur kemudian di asap
Kalau ikan terubuk tak boleh ditangkap
Dapur kami tak kan berasap
 

“Tapi Bapak nelayan janganlah risau
Solusinya ada di Mata Pencaharian Alternatif”
Terima
Kasih

Semoga ikan terubuk