Anda di halaman 1dari 14

Perbandingan Temuan

X-ray Dada
antara Multi-drug-resistant
dan Drug-sensitive TB

Oleh : Bellavia Fransisca S.Ked


Pembimbing : dr. Vanda Yogapuspita Sp. Rad
Pendahuluan
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit granulomatosa kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis
(MTB) yang telah diumumkan sebagai darurat kesehatan global WHO.

TB telah menginfeksi
sekitar sepertiga dari Indonesia adalah
populasi dunia, diantaranya negara ke-8 dengan
3,5% kasus baru dan 20,5% kasus TB-MDR
kasus lama terinfeksi TB terbanyak di dunia,
yang resistan terhadap dengan perkiraan
beberapa obat (MDR-TB). 6900 kasus atau
1,9% dari kasus
baru dan 12,5%
kasus lama.

2
Diagnosis MDR-TB dibuat oleh melakukan tes
kepekaan obat terhadap MTB dan didukung oleh
pemeriksaan fisik, mikrobiologi, dan radiologi.

Gambaran pemeriksaan radiologi memiliki peran besar dalam diagnosis TB karena


keterbatasan pemeriksaan mikrobiologi di Indonesia. Pemeriksaan radiologi yang
dapat digunakan untuk mendiagnosis TB dan mengevaluasi terapi di Indonesia adalah
computed tomography dan X-ray dada. X-ray dada lebih disukai karena tersedia dalam
perawatan kesehatan primer dan dapat menunjukkan lokasi, area, dan morfologi lesi,
seperti rongga, konsolidasi, efusi pleura, dan fibrosis.

Temuan ini sangat penting mempertimbangkan peningkatan jumlah kasus TB-MDR,


baik yang baru atau lama karena rontgen dada mengevaluasi respon terapi sehingga
diagnosis dini TB-MDR dapat dilakukan.
Untuk memiliki awal yang lebih baik diagnosis untuk TB, dibutuhkan
pengetahuan dasar untuk membedakan temuan X-ray dada antara TB yang
peka terhadap obat (DS-TB) dan TB-MDR

4
Metode

menggunakan data
dilakukan di sekunder yang
retrospektif dengan
Departemen diperoleh dari
desain studi cross-
Radiologi, Rumah rekam medis pasien
sectional
Sakit Persahabatan, dari Januari 2013
komparatif
Jakarta hingga Desember
2015.

Sebanyak pasien dalam penelitian ini adalah 183 pasien TB-MDR


dan dan 183 pasien DS-TB
Diagnosis TB dikonfirmasi dari hasil X-ray dada, sputum smear,
dan hasil kultur dari rekam medis. 5
Karakteristik X-ray
dada yang dinilai
adalah 14 jenis lesi
morfologi, area, dan
lokasi lesi Data yang diperoleh
diedit dan dikodekan,
kemudian dilakukan
validasi, data ditabulasi
dan dihitung
menggunakan IBM SPSS
Statistics for Windows,
Versi 20.0.

Untuk data
kuantitatif, rata-
rata, standar
deviasi, dan 95%
interval
kepercayaan.
6
Hasil dan Diskusi
7
Yoon et al. juga memiliki temuan serupa dan menyimpulkan
bahwa laki-laki lebih mungkin terinfeksi karena paparan yang
lebih tinggi dan memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi.

WHO pada tahun 2013 menyatakan bahwa kebanyakan pasien TB


berusia produktif. Tingkat mobilitas dan interaksi sosial yang
tinggi di usia produktif mendukung prevalensi TB yang lebih
tinggi karena meningkatnya risiko paparan

8
Lesi besar ditemukan di kedua kelompok MDR dan DS-TB (69% vs 27%) dan menunjukkan perbedaan yang
signifikan. Kerusakan jaringan yang luas yang disebabkan oleh durasi penyakit yang lama diduga menjadi
alasan mengapa banyak lesi besar ditemukan pada kelompok TB-MDR.

9
Beberapa referensi menyatakan bahwa
konsolidasi dominan dan cavitas pada MDR-
TB disebabkan oleh pengobatan gagal pada TB
post-primer atau mutasi MTB yang
menyebabkan bakteri resisten terhadap obat
anti-TB.

Bakteri ini dapat menyebabkan reaktivasi TB


dan menyebar ke paru-paru kanan dan kiri,
membentuk konsolidasi dan infiltrasi pada
tahap awal yang berkembang ke rongga,
melalui sistem limfatik, darah, atau
endobronkial. Rongga yang tidak
disembuhkan dapat menyebabkan konsolidasi
baru dan membuat rongga baru.

10
11
Efusi pleura yang ditemukan dalam penelitian
ini juga disertai dengan lesi aktif pada parenkim
paru, yang hasilnya serupa telah ditunjukkan
dari penelitian sebelumnya di Rumah Sakit
Persahabatan. Elevasi hilus, deviasi trakea, dan
penebalan pleura dapat terjadi sebagai akibat
fibrosis pada parenkim paru dan pleura.
Penebalan pleura ini biasanya adalah hasil dari
efusi pleura sebelumnya.

12
Kesimpulan

Ukuran lesi Morfologi


kelompok MDR-TB infiltrasi dan ground-glass
opacity lebih dominan
memiliki mayoritas pada kelompok DS-TB,
pasien dengan lesi sedangkan konsolidasi,
besar di X-ray dada rongga, fibrosis,
mereka, sementara bronkiektasis, kalsifikasi,
nodus, atelektasis, bula,
itu, kelompok DS- emfisema, dan temuan
TB memiliki lesi parenkial nonlung
kecil-sedang yang lainnya, lebih dominan
pada MDR -TB.
dominan
13
Thankyou

14