Anda di halaman 1dari 44

TUJUAN PEMBELAJARAN

Umum
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa
akan dapat mengelola asuhan keperawatan
pada klien diabetes mellitus, Hipoglikemi dan
Hiperglikemi
Khusus
Setelah mengikuti perkuliahan ini
mahasiswa akan dapat :
• Menjelaskan definisi, klasifikasi, etiologi,
patofisiologi, manifestasi klinis, pemeriksaan
penunjang, komplikasi dan penatalaksanaan
diabetes mellitus, Hiperglikemi dan
Hipoglikemi
• Membuat asuhan keperawatan pada klien
diabetes mellitus , Hiperglikemi dan
Hipoglikemi
Definisi
• Diabetes Melitus merupakan kelompok kelainan
heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa
dalam darah atau hiperglikemia (Brunner & Suddarth,
2008).

• Diabetes Melitus adalah gangguan metabolisme yang


secara genetik dan klinis termasuk heterogen dengan
manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat
(Price, Slyvia Anderson, 1995).

• Diabetes Melitus adalah suatu kumpulan gejala yang


timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena
adanya peningkatan kadar gula atau glukosa darah
akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif
(Soegondo, 2002).
Klasifikasi & Etiologi

• Type 1 Diabetes
• Type 2 Diabetes
- cells that produce insulin are - blood glucose levels rise due to
destroyed 1) Lack of insulin production
- results in insulin dependence 2) Insufficient insulin action
- commonly detected before 30 (resistant cells)
- commonly detected after 40
- effects > 90%
- eventually leads to β-cell failure
(resulting in insulin dependence)

Gestational Diabetes
3-5% of pregnant women develop
gestational diabetes
Type 1 diabetes Type 2 diabetes

 typical onset < 30 th  typical onset > 30 th


 Pd umur berapapun  Pd umur berapapun
 terjadi mendadak  terjadi bertahap
 Dg gejala yg jelas  Mungkin tanpa gejala
 Biasanya kurus  Biasanya obesitas
 Insiden 10 – 20 %  Insiden 80 – 90 %
 Ketoasidosis  HHNK
 Tdk respon obat  Respon obat baik
 Selalu butuh insulin  Tdk selalu butuh insulin
Pathofhysiology
Manifestasi Klinis
Testing :

Fasting Plasma Glucose Test Oral Glucose Tolerance Test


(FPG) - (cheap, fast) (OGTT)
* 100-125 mg/dl signals pre * tested for 2 hrs after glucose-
diabetes rich drink
* >126 mg/dl signals diabetes * 140-199 mg/dl signals pre-
* 80 to 90 mg per 100 ml, is the diabetes
normal fasting blood glucose
* >200 mg/dl signals diabetes

Glycated Hemoglobin tests A1C (HbA1C)


Normal : 4 – 6 % Random Plasma Glucose
200 mg/dl on more than
one occasion
Komplikasi DM
Penatalaksanaan
Diet

Kontrol gula darah

olahraga obat
PENDIDIKAN KESEHATAN
Pendidikan kesehatan meliputi :
1. Apakah penyakit DM itu
2. Makna dan perlunya pengendalian dan
pemantauan DM
3. Komplikasi DM
4. Perencanaan makan
5. Kegiatan jasmani
6. Pengobatan
7. Perawatan kaki
Manajemen Nutrisi

Untuk penentuan status gizi, dipakai Body


Mass Index (BMI) = Indeks Massa Tubuh
(IMT).
BB (kg)
BMI = IMT = ------------------
{TB (m)}2
IMT normal Wanita = 18,5 - 22,9 kg/m2
IMT normal Pria = 20 - 24,9 kg/m2
OLAHRAGA

Manfaat
• Meningkatkan energi
• Membakar kelebihan kalori
• Meningkatkan sensitivitas insulin
• Menurunkan kadar glukosa darah
OLAHRAGA
Perhatian
• Jangan lakukan olahraga jika glukosa darah > 250
mg/dl
• Jika glukosa darah < 100 mg/dl sebelum latihan
makan camilan dulu
• Rekomendasi olahraga disesuaikan dengan
kondisinya
• Olahraga pd waktu yg sama tiap harinya
• Diawali dg perlahan kemudian meningkat secara
bertahap
Kriteria Pengendalian DM
(Perkeni)

Baik Sedang Buruk


GD Puasa (mg/dl) 80 - 109 110 - 139 ≥ 140
GD 2 jam PP (mg/dl) 110 - 159 160 - 199 ≥ 200
Kolesterol total (mg/dl) < 200 200 - 239 > 240
Kolesterol LDL (mg/dl) non PJK < 130 130 – 159 >160
Dengan PJK < 100 100 - 129 >130
Kolesterol HDL (mg/dl) > 45 35 - 45 < 35
Trigliserida (mg/dl) tanpa PJK < 200 200 – 249 >250
Dengan PJK < 150 150 - 199 > 200
BMI = IMT wanita 18,5 – 22,9 23 – 25 >25/<18,5
Pria 20 – 24,9 25 - 27 >27/<20
Tekanan darah (mmHg) <140/90 140 -160/ > 160/95
90-95
Sliding Scale Insulin
• < 70 mg/dL call Medical Doctor
• 201-250 mg/dL 4 units subcutaneously
• 251-300 mg/dL 6 units subcutaneously
• 301-350 mg/dL 8 units subcutaneously
• 351- 400 mg/dL 10 units subcutaneously
• 401-450 mg/dL 12 units subcutaneously
• 451-500 mg/dL 14 units subcutaneously
• > 500 mg/dL call Medical Doctor
Asuhan
Keperawatan
Diagnosa Keperawatan

1.Resiko ketidakstabilan kadar glukosa


darah b.d kurang pengetahuan tentang
penatalaksanaan DM

• Definisi : Resiko bervariasinya kadar


glukosa darah dari nilai normal
Continue…

2.Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari


kebutuhan tubuh b.d ketidakmampuan
mengabsorbsi nutrien, faktor biologis

• Definisi : Masukan nutrien tidak cukup


untuk memenuhi kebutuhan
metabolisme tubuh
Continue…
• Karakteristik :
– BB 20% atau lebih di bawah BB ideal
– Membran mukosa pucat
– Nafsu makan menurun
– Keengganan untuk makan
– Tonus otot jelek
– Intake makanan kurang dari RDA
(Recommended Daily Allowance)
– Kehilangan BB dengan intake makanan
yang adekuat
Continue…
3.Kekurangan volume cairan b.d
kehilangan volume cairan secara aktif,
kegagalan mekanisme regulasi cairan.

• Definisi : penurunan cairan di


intravaskular, interstitial dan/atau
intraselular.
Continue…
• Karakteristik :
– Perubahan status mental
– Penurunan tekanan darah
– Haus
– Penurunan turgor kulit
– Membran mukosa kering
– Kulit kering
– Peningkatan suhu tubuh
– Kelemahan
– Peningkatan hematokrit
Continue…

Diagnosa lain yang bisa muncul :

???
HIPOGLIKEMI

27
HIPOGLIKEMI

Gangguan saraf akibat turunnya kadar


gula/glukosa dalam darah, yaitu bila
kadar kadar glukosa darah kurang dari
60 mg/dL

28
BATASAN HIPOGLIKEMI
• Hipoglikemia murni : ada gejala
hipoglikemi , glukosa darah < 60 mg/dl.
• Reaksi hipoglikemia : gejala hipoglikemi
bila gula darah turun mendadak,
misalnya dari 400 mg/dl menjadi 150
mg/dl.\
• Koma hipoglikemi : koma akibat gula
darah < 30 mg/dl.
• Hipoglikemi reaktif : gejala hipoglikemi
yang terjadi 3-5 jam sesudah makan 29
ETIOLOGI

HIPOGLIKEMI
• Overdosis insulin
• Penggunaan sulfonylurea
• Aktivitas fisik yang berat
• Keterlambatan makanan
• Puasa
• Kegagalan ginjal, hati, alcohol
• Penurunan respon hormonal
(adrenergik).
Gejala dan Tanda
Hipoglikemia
• Lapar • Tekanan darah
• Mual turun
• Sulit bicara • Keringat dingin
• Kesulitan pada muka, bibir
menghitung atau tangan gemetar
sementara • Tidak sadar dengan
• Lemah, lesu atau tanpa kejang
31
Penanganan
Hipoglikemi (1)
• Stadium permulaan (sadar):
▪ Berikan gula murni 30 gram
(2 sendok makan) atau sirop / permen
gula murni (bukan pemanis pengganti
gula atau gula diet / gula diabetes) dan
makanan yang mengandung karbohidrat.
▪ Stop obat hipoglikemik sementara.

32
Penanganan Hipoglikemi (2)
• Stadium lanjut (koma hipoglikemia):
▪ Penanganan harus cepat, evakuasi segera!
▪ Injeksi glukosa 40% IV 25ml, infus glukosa
10%, bila belum sadar dapat diulang setiap ½
jam sampai sadar (maksimum 6x), bila gagal
▪ Beri injeksi efedrin bila tidak ada
kontraindikasi jantung dll 25-50 mg atau
injeksi glukagon 1mg/IM, setelah gula darah
stabil, infus glukosa 10% dilepas bertahap
dengan glukosa 5% stop.
33
Complications

 Kerusakan Otak
 Koma
 Kematian
HIPERGLIKEMI

35
KOMA KETOASIDOSIS
Keadaan tidak sadar pada korban
diabetes ditandai dengan gula darah
yang tinggi (diatas 250 mg/dL) dan
asidosis.

36
BATASAN HIPERGLIKEMI
• Kondisi yang mengancam jiwa yang
disebabkan penurunan kadar insulin
efektif didalam tubuh, atau berkaitan
dengan resistensi insulin, dan disertai
peningkatan produksi hormon-hormon
kontra regulator yakni : glukagon,
katekolamin, kortisol dan growth
hormon.

37
ETIOLOGI

HIPERGLIKEMI

• Kegagalan relatif sel B


• Resistensi Insulin
Gejala dan Tanda
Koma Ketoasidosis
• Riwayat diabetes sebelumnya dengan
atau tanpa gejala.
• Kesadaran menurun.
• Napas cepat dan dalam.
• Tanda-tanda dehidrasi: kulit kering dan
keriput.

39
Penanganan Hiperglikemi (1)
Stadium I / Fase Gawat:
▪ Rehidrasi
a) Berikan cairan isotonik NaCl 0,9% atau RL 2L loading dalam
2 jam pertama, lalu 80 tpm selama 4 jam, lalu 30-50 tpm
selama 18 jam (4-6L/24jam)
b) Atasi syok (cairan 20 ml/kg BB/jam)
c) Bila syok teratasi berikan cairan sesuai tingkat dehidrasi
d) Rehidrasi dilakukan bertahap untuk menghindari herniasi
batang otak (24 – 48 jam).
e) Bila Gula darah < 200 mg/dl, ganti infus dengan D5%
f) Koreksi hipokalemia (kecepatan max 0,5mEq/kgBB/jam)
g) Monitor keseimbangan cairan 40
Lanjutan.....
▪ Insulin
a) Bolus insulin kerja cepat (RI) 0,1
iu/kgBB (iv/im/sc)
b) Berikan insulin kerja cepat (RI) 0,1/kgBB
dalam cairan isotonic
c) Monitor Gula darah tiap jam pada 4 jam
pertama, selanjutnya tiap 4 jam sekali

41
Penanganan Hiperglikemi (2)
Stadium II / Fase Maintenence:
a. Cairan maintenance
a) Nacl 0.9% atau D5 atau maltose 10%
bergantian
b) Sebelum maltose, berikan insulin reguler 4IU
b. Kalium
Perenteral bila K+ 240 mg/dL atau badan terasa
tidak enak.
c. Saat sakit, makanlah sesuai pengaturan makan
sebelumnya. Bila tidak nafsu makan, boleh makan
bubur atau minuman berkalori lain
42
d. Minumlah yang cukup untuk mencegah
dehidrasi.
Complications
 ARDS
 Edema Otak
 Gagal Ginjal Akut
 Koma
 Kematian
DAFTAR PUSTAKA
• Long, Barbara C (1996) Perawatan Medikal Bedah : Suatu Pendekatan Proses
Keperawatan 3. YIA Pendidikan keperawatan pajajaran: Bandung

• Black & Jacobs (1997). Medical Surgical Nursing : Clinical Management for
Continuity Care. 5th edition. Philadelphia : WB Saunders Company

• PERKENI ( 1998). Konsensus Pengelolaan Diabetes Mellitus di Indonesia.

• Tjokroprawiro (1999). Diabetes Mellitus Klasifikasi, Diagnosis, dan Terapi. Gramedia


Pustaka Utama : Jakarta

• Brunner & Suddarth (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Volume I. EGC
: Jakarta

• Bailes K.(2002). Home Study Program : Diabetes mellitus and Its Chronic
Complication. AORN Journal

• Black & Hawks (2005). Medical Surgical Nursing : Clinical Management for
positive Outcome. 7th edition. Philadelphia : WB Saunders Company

• NANDA International. NURSING DIAGNOSES : Definition & Classification. 2009


– 2011. Wiley – Blackwell. Ltd.,Publication.

• http://www.indstate.edu/thcme/mwking/diabetes.html