Anda di halaman 1dari 33

BATU SALURAN

KEMIH
(UROLITIASIS)
YO L A N DA E L I S A B E T H S
1761050108
DEFINISI
DEFINISI BATU SALURAN KEMIH
(UROLITIASIS)
• Batu saluran kemih (urolitiasis) adalah adanya batu dalam
saluran kemih, mulai dari ginjal hingga uretra. (Kapita
Selekta Kedokteran, 2014).
• Urolithiasis adalah pembentukan batu di saluran kemih,
keadaan sakit yang disebabkan oleh adanya batu di saluran
kemih, disebut juga urinary lithiasis (Kamus Kedokteran
Dorland, 2007).
ETIOLOGI
ETIOLOGI BATU SALURAN KEMIH
(UROLITIASIS)
• Gangguan aliran urine
• Gangguan metabolism
• Infeksi saluran kemih
• Dehidrasi
• Benda asing
EPIDEMIOLOGI
EPIDEMIOLOGI BATU SALURAN
KEMIH (UROLITIASIS)
• Di Indonesia, batu saluran kemih menduduki gangguan system kemih
terbanyak setelah Urinary Tract Infection (UTI) dan Benign Prostate
Hyperplasia (BPH).
• Resiko pembentukan batu sepanjang hidup (life time risk) dilaporkan
sekitar 5-10% (EAU Guidelines).
• Prevalensi batu saluran kemih di dunia 1-5%, negara maju 2-15%,
negara berkembang 0.5-1%.
• Prevalensi batu saluran kemih berbeda di berbagai negara di dunia:
1-5% Asia, 2-9% Eropa. 13% Amerika Utara, dan 20% Saudi Arabia.
FAKTOR RESIKO BATU SALURAN
KEMIH (UROLITIASIS)

Ekstrinsik Intrinsik

• Asupan air • Riwayat batu usia muda


• Geografi
• Riwayat batu di keluarga
• Iklim dan temperatur
(Keturunan)
• Diet : purin, oksalat, dan kalsium
• Pekerjaan • Umur
• Kebiasaan menahan buang air kecil • Jenis kelamin
MANISFESTASI
KLINIS
MANISFESTASI KLINIS BATU
SALURAN KEMIH (UROLITIASIS)
• Nyeri kolik pada pinggang dan menjalar dari pinggang ke arah
kemaluan.
• Mual & muntah
• Hematuria (mikroskopis/makroskopis)
• Disuria
• Retensi urine
BATU GINJAL
(NEFROLITIASIS)
• Batu di bagian pelvis renalis →
hidronefrosis → massa ginjal
membesar
• Batu staghorn (di kaliks) → tidak
menunjukan tanda di pemeriksaan fisik
• Hematuria
• Obstruksi aliran kemih
• Nyeri pinggang
• Nyeri tekan / ketok CVA
• Gangguan faal ginjal
BATU URETER
(URETEROLITIASIS)
• Nyeri kolik
• Nyeri alih ke regio inguinal
• Mual / muntah
• Hidroureter → berujung
hidronefrosis (kronis)
• Batu dapat keluar melalui aliran
urine / terhenti di buli
• Hematuria (apabila ada
sumbatan)
BATU BULI-BULI
(VESIKOLITIASIS)
• Batu di pangkal uretra → aliran
miksi terhenti secara tiba-tiba
• Merubah posisi tubuh → batu
bergeser → urine kembali
keluar
BATU URETRA
(URETROLITIASIS)
• Akibat patologi dari bagian saluran kemih yang lebih atas
• Urine menetes
• Miksi tiba-tiba terhenti
• Terlihat pada MOE
PATOFISIOLOGI
PATOGENESIS
• hambatan urine pada sistem kalises ginjal atau vesical urinaria
STASIS • menyebabkan kristal-kristal tidak terlarut didalam urine

• terbentuknya inti batu


NUKLEASI

• dengan bahan bahan lain menjadi kristal yg lebih besar


• berawal dari ukuran kecil, namun makin lama, menumpuk dan semakin
AGREGASI membesar

• tersumbatnya aliran urine


RETENSI
DIAGNOSIS
ANAMNESIS

• Identitas  Kuantitas
 Nama  Kronologis
 Jenis Kelamin  Memeperberat/memperingan
 Umur  Keluhan yang menyertai
 Pekerjaan • Riwayat batu ginjal sebelumnya
 Tempat tinggal (RPD)
• Riwayat penyakit sekarang • Riwayat batu ginjal pada
(RPS) keluarga (RPK)
 Lokasi • Riwayat kebiasaan pasien
 Onset (RKP)
 Kualitas
PEMERIKSAAN FISIK

• Pemeriksaan Umum
– Hipertensi, Febris, Anemia
• Pemeriksaan Urologi
– CVA : nyeri tekan, pembesaran ginjal, nyeri ketok CVA
– Suprapubik : nyeri tekan, vesical urinaria penuh
– Genitalia eksterna : teraba batu pada uretra
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Foto polos abdomen


• CT urografi tanpa kontras
• Pemeriksaan ultrasonografi
• Pemeriksaan laboratorium
PROGNOSIS
PROGNOSIS BATU SALURAN
KEMIH (UROLITIASIS)
• Prognosis dari batu saluran kemih tergantung dari:
Besar batu, letak batu, adanya infeksi, dan adanya obstruksi .
• Letak batu  obstruksi  mempermudah infeksi
• Makin besar kerusakan jaringan dan adanya infeksi  penurunan
fungsi ginjal
• Makin besar batu  makin buruk prognosis
TATA L AKSANA
MEDIKAMENTOSA

• Terapi Konservatif atau Terapi Ekspulsif Medikamentosa  diberikan


pada pasien yang belum memiliki indikasi pengeluaran batu secara
aktif.
• Simtomatik
– Analgetik : NSAID
– Anti emetik
• Syarat
– Ukuran batu < 5 mm
– Tidak terjadi obstruksi total
ANTIEMETIK

• Metoklopramid, dosis 10 mg IV atau IM setiap 4 – 6 jam.


• Menimbulkan efek antimual dan antimuntah.
ALPHA-BLOCKER

• Alpha-blocker dapat digunakan untuk mengobati semua jenis batu


ginjal.
• Alpha-blocker yang paling sering diresepkan mungkin adalah
Tamsulosin. Alpha-blocker lain adalah Alfuzosin, Doxazosin, Silodosin,
dan Terazosin.
• Dosis untuk Tamsulosin: 0.4 mg satu kali sehari selama 1-2 minggu.
NON-MEDIKAMENTOSA

• ESWL (Extracorporeal shock wave lithotripsy)


• Endourologi
• Bedah Laparoskopi
• Open Surgery
– Nefrolitotomi / Pielolitotomi
– Ureterolithotomi
– Vesicolithotomi
– Urethrolithotomi
– Nefrektomi
NON-MEDIKAMENTOSA
EDUKASI
• Minum air 2-3 liter per hari  mencegah pembentukan batu ginjal
• Minum obat yang teratur
• Patuhi perintah dokter
• Pelaksanaan diet bergantung dari jenis penyakit batu:
 Diet rendah kalsium  batu kalsium
 Diet rendah oksalat, cokelat, kacang  batu oksalat
 Diet rendah purin  batu asam urat
DAFTAR PUSTAKA