Anda di halaman 1dari 36

DIKLAT FASILITATOR HUTAN KEMASYARAKATAN

TAHUN 2017
BALAI DIKLAT LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
MAKASSAR
• Menjelaskan cara identifikasi dan inventarisasi
potensi Hutan Kemasyarakatan
• Menjelaskan prosedur pengusulan Hutan
Kemasyarakatan
• APA ITU HUTAN KEMASYARAKATAN ?
HKm adalah adalah hutan negara yang
pemanfaatan utamanya ditujukan untuk
memberdayakan masyarakat,

Tujuan HKm
Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
melalui pengembangan kapasitas dan pemberian
akses dlm pemanfaatan sumberdaya hutan
dengan tetap menjaga kelestarian fungsi hutan
dan lingkungan hidup.
Filosofi Pemberdayaan masyarakat

Tujuan Utama Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat


Areal Kawasan Hutan :
 Hutan Lindung
 Hutan Produksi
Belum dibebani hak/izin
Menjadi sumber matapencaharian masyarakat setempat

Kelembagaan  Kelompok Masyarakat


 Gabungan Kelompok
 Koperasi
Komoditi  Hasil Hutan Bukan Kayu (HL, HP)
 Hasil Hutan Kayu (HP)
 Jasa Lingkungan (HL.HP)
 Tanaman bawah tegakan (HL. HP)
Pendanaan  Swadaya
 Bantuan pemerintah ( APBN, APBD )
Sumber lain yang tidak mengikat (CSR, Donor)
Izin 35 Tahun
• APA ITU IZIN USAHA PEMANFAATAN HKm
(IUPHKm) ?
adalah izin usaha yang diberikan
kepada kelompok atau gabungan kelompok
masyarakat setempat untuk memanfaatkan
hutan pada .kawasan hutan lindung
dan atau kawasan hutan produksi.
• MASYARAKAT SETEMPAT ?
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan
dibuktikan dengan Kartu Tanda Periduduk.
Masyarakat yang bermukim di dalam kawasan
.hutan Negara dibuktikan dengan memiliki komunitas
sosial berupa riwayat penggarapan kawasan hutan
dan bergantung pada hutan serta aktivitasnya
dapat berpengaruh terhadap ekosistern hutan.

• PETA INDIKATIF AREAL PERHUTANAN SOSIAL (PIAPS) ?


adalah peta yang memuat areal kawasan hutan negara
yang dicadangkan untuk perhutanan sosial.
Terhadap Areal IUPHKm
• Identifikasi apakah areal tersebut masuk dalam
PIAPS atau di luar PIAPS
– Didalam PIAPS
• batas luar calon lokasi areal kerja HKm
• Batas perizinan kehutanan dan perizinan lainnya
– Di luar PIAPS
• Batas fungsi kawasan
• Batas administrasi
• Kondisi tutupan lahan
• Kondisi topografi, kelerengan dan ketinggian;
• Jenis pohon dan tanaman dominan
Terhadap Pemohon
• Nama dan Alamat pemohon
• Jumlah anggota dan keberadaan anggota
kelompok (gabungan kelompok tani atau
koperasi)
• Tingkat ketergantungan masyarakat terhadap
hutan
• Komoditas atau jenis pemanfaatan yang telah
diusahakan
• Status kelembagaan pemohon
Ditembuskan kepada: DISPROV,UPT,KPH
Gubernur, Bupati / POKJA PPS
walikota, Kepala UPT, dan
Kepala KPH

PEMOHON MENTERI LHK DIRJEN PSKL BALAI PSKL TIM VERIFIKASI


1 hari TEKNIS

7 hari
7 hari 2 hari
VERIFIKASI
Tidak terpenuhi ADMINISTRASI VERIFIKASI
TEKNIS
Tidak terpenuhi
Terpenuhi

PENERBITAN IZIN
OLEH DIRJEN ATAS DIRJEN PSKL
NAMA MENTERI LHK 5 hari
DISPROV,UPT,KPH
POKJA PPS

PEMOHON GUBERNUR DISHUT PROVINSI TIM VERIFIKASI


1 hari TEKNIS

7 hari
7 hari 2 hari
VERIFIKASI
Tidak terpenuhi ADMINISTRASI VERIFIKASI
TEKNIS
Tidak terpenuhi
Terpenuhi

PENERBITAN IZIN MENYAMPAIKAN DISHUT


OLEH DIRJEN ATAS KONSEP SK
3 hari PROVINSI
NAMA MENTERI LHK 5 hari GUBERNUR
LAMPIRAN SURAT PERMOHONAN IUPHKm

• Daftar nama-nama pemohon IUPHKm dan


dilampiri fotocopy Kartu Tanda Penduduk serta
diketahui oleh kepala desa/lurah setempat;
• Gambaran umum wilayah, antara lain keadaan
fisik wilayah, sosial ekonomi, dan potensi
kawasan; dan
• Peta usulan lokasi minimal skala 1: 50.000
atau disesuaikan dengan areal yang dimohon,
berupa cetakan dan salinan elektronik
dalam bentuk shape file dan dapat diperoleh dari
pemetaan partisipatif.
No Tahap Jenis Kegiatan Pelaksana

1 PENGUSULAN 1. Inventarisasi dan Identifikasi calon Areal BPSKL, UPT Kemen LHK terkait,
AREAL KERJA HKm Dishut Prov, KPH, LSM/NGO, dan
2. Fasilitasi Pembentukan Lembaga Pokja PPS
Pengelola HKm
3. Fasilitasi Usulan dan pembuatan Peta
Usulan
4. Fasilitasi pembentukan koperasi

2 PROSES 1. Verifikasi BPSKL, Dishut Prov, KPH, Pokja


PENERBITAN 2. Pembuatan Peta Areal Kerja IUPHKm PPS
IUPHKm 3. Fasilitasi IUPHKm
4. Penerbitan IUPHKm oleh
Menteri/Gubernur
3 PROSES 1. Fasilitasi Penataan Batas Areal Kerja BPSKL, UPT Kemenhut terkait,
PACSA IUPHKm Dishut Prov, KPH, LSM/NGO, dan
IUPHKm 2. Fasilitasi Penyusunan Rencana Kerja Pokja PPS
3. Fasilitasi Pengembangan Usaha
4. Fasilitasi Pengembangan Kemitraan
PENGAJUAN PERMOHONAN HPHD
• Lokasi :
– Di dalam PIAPS yang meliputi wilayah
administrasi desa;
– Di dalam PIAPS yang berada dalam satu
kesatuan lanskap atau bentang alam sebagai
upaya pelestarian ekosistem; atau
– Di luar PIAPS sebagai bahan revisi PIAPS.
• Permohonan HPHD diajukan dengan surat dan
ditandatangani oleh:
– Ketua LPHD;
– Beberapa Ketua LPHD;atau
– Ketua gabungan LPHD.
• Surat permohonan dilampiri:
– Peraturan Desa tentang Pembentukan LPHD;
– Keputusan Kepala Desa tentang Susunan Pengurus LPHD;
– Gambaran umum wilayah, antara lain keadaan fisik
wilayah, sosial ekonomi, dan potensi kawasan; dan
– Peta usulan lokasi minimal skala 1: 50.000 berupa
cetakan dan salinan elektronik dalam bentuk shape
file dan dapat diperoleh dari pemetaan partisipatif.
Pengajuan permohonan dapat diajukan secara online/
daring atau secara langsung kepada:
• a. Menteri dengan tembusan kepada Gubernur,
Bupati/Walikota, Kepala Dinas, Kepala UPT, dan
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH);atau
• b. Gubernur dengan tembusan kepada Menteri,
Bupati/Walikota,
• Kepala Dinas, Kepala UPT, dan Kepala KPH,
dalam hal kewenangan pemberian HPHD telah
dilimpahkan oleh Menteri kepada Gubemur.
(2) Penyampaian permohonan secara
online/daring dilakukan oleh Pokja PPS dengan
cara mengunggah surat permohonan dan
lampirannya ke http://pskl.menlhk.go.id/akps/.
(3) Dalam hal permohonan dilakukan secara
online/d aring, hardcopy surat permohonan
beserta lampirannya disampaikan kepada Tim
Verifikasi Teknis, pada saat verifikasi teknis
dilakukan.
(4) Tim Verifikasi Teknis memberikan tanda
terima penyerahan surat permohonan asli
beserta lampirannya.
• Pelayanan Online/daring Perhutanan Sosial adalah
sistem secara elektronik berbasis web (laman)
untuk melakukan proses layanan permohonan
perhutanan sosial dengan alamat
http:/ /pskl.menlhk.go.id/akps/.

• Admin pusat adalah petugas di Direktorat Jenderal


Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Hidup.

• Admin daerah adalah petugas di UPT yang


membidangi Perhutanan Sosial dan Kemitraan
Lingkungan di provinsi atau kabupaten/kota yang
ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perhutanan
Sosial dan Kemitraan Lingkungan.
• Penyampaian permohonan secara online
dilakukan setelah surat permohonan dan
lampirannya dipindai (discaning}, kemudian
diunggah (upload) ke
http://pskl.menlhk.go.id/akps/ oleh anggota
POKJA PPS+.


• Verifikasi administrasi dilakukan oleh:
a. Petugas Penelaah Persyaratan Administrasi
Permohonan Pusat (P3AP-Pusat)yang
ditetapkan oleh Direktur atas nama Direktur
Jenderal, untuk permohonan HPHD yang
ditujukan kepada Menteri; atau
b. Petugas Penelaah Persyaratan Administrasi
Permohonan Provinsi (P3AP-Prov)yang
ditetapkan Kepala Dinas, untuk permohonan
HPHD yang ditujukan kepada Gubemur.
• Verifikasi administrasi dilakukan dalam
waktu 3 (tiga) hari kerja untuk
memeriksa kelengkapan persyaratan
administrasi permohonan HPHD.
Verifikasi administrasi permohonan dinyatakan memenuhi syarat, apabila
dokumen permohonan sekurang-kurangnya telah terdiri dari:
a. Surat permohonan ditandatangani oleh Ketua LPHD, Beberapa Ketua
LPHD atau Ketua Gabungan LPHD yang diketahui oleh Kepala Desa;
b. Peraturan Desa tentang Pembentukan LPHD yang dikeluarkan oleh
Kepala Desa;
c. Keputusan Kepala Desa tentang Susunan Pengurus LPHD
dikeluarkan oleh Kepala Desa;
d. gambaran umum wilayah, antara lain keadaan fisik wilayah, sosial
ekonomi, dan potensi kawasan; dan
e. peta usulan lokasi minimal skala 1: 50.000 atau disesuaikan
dengan luas areal yang dimohon, berupa cetakan dan salinan
elektronik dalam bentuk shape file dan dapat diperoleh dari
pemetaan partisipatif.

Hasil Verifikasi disampaikan kepada pemohon oleh .P3AP-Pusat atau


oleh P3AP-Prov dengan tembusan Direktur atau Kepala Dinas sesuai
dengan tugasnya.
• Dalam hal verifikasi administrasi permohonan
dinyatakan tidak memenuhi syarat, P3AP• Pusat
atau P3AP-Prov sesuai tugasnya mengembalikan
permohonan kepada pemohon dengan tembusan
kepada ketua Pokja PPS setempat.
• Berdasarkan pengembalian permohonan pemohon
dapat dibantu oleh Pokja PPS melengkapi
persyaratan administrasi paling lambat 7
(tujuh) hari kerja sejak pengembalian permohonan
diterima oleh pemohon.
• Jika kelengkapan administrasi sdh lengkap
permohonan disampaikan kembali kepada
P3AP-Pusat atau P3AP• Prov sesuai tugasnya.
• P3AP-Pusat atau P3AP-Prov memberikan tanda
terima pengajuan permohonan
• Berdasarkan telaahan, hasil verifikasi
administrasi permohonan yang memenuhi
syarat, P3AP• Pusat atau P3AP-Prov
memberikan hasil Verifikasi kepada Pemohon
dengan tembusan Direktur atau Kepala
Dinas sesuai dengan tugasnya.
• Berdasarkan hasil verifikasi sebagaimana,
Direktur atas nama Direktur Jenderal
menugaskan UPT untuk melakukan
verifikasi teknis atau Kepala Dinas
melakukan verifikasi teknis sesuai dengan
tugasnya.
• Berdasarkan Perintah Direktur Jenderal
Kepala UPTmembentuk Tim Verifikasi Teknis
yang anggotanya dapat terdiri dari --
unsur dinas provinsi atau
kabupaten/kota yang membidangi
kehutanan, UPT terkait, KPH, dan anggota
Pokja PPS.

Anda mungkin juga menyukai