Anda di halaman 1dari 36

PENDEKATAN SISTEM

DALAM PELAYANAN
KESEHATAN
Pendahuluan
 Pelayanan kesehatan merupakan bentuk
suatu suatu sistem yang komplek
 Manusia sebagai sistem
 Keluarga sebagai sistem
 Sistem tang terlibat dalam pelayanan
kesehatan
DEFINISI SEHAT
 WHO : Kesehatan yang baik atau kesejahteraan
adalah suatu kondisi yang tidak hanya bebas dari
penyakit.
 Potter & Perry : sehat dalam pengertian yang
paling luas adalah suatu keadaan yang dinamis
dimana individu mampu menyesuaikan diri dg
perubahan yang terjadi baik dilingk intern maupun
ekt unt mempertahankan keadaan kesehatannya.
 Neuman (1990):Sehat dalam suatu rentang
adalah tingkat sejahtera klien pada waktu tertentu
yang terdpat dalam rentang dari kondisi sejahtera
yang optimal, dengan energi yang paling
maksimum, sampai kondisi kematian yang
menandakan habisnya energi maksimal.
variabel yang mempengaruhi
keyakinan dan dan perilaku sehat
 Variabel internal:
 Tahap perkembangan
 Latar belakang intelektual
 Persepsi terhadap fungsi personal
 Faktor emosional
 Faktor spiritual
 Variabel eksternal:
 Praktek kesehatan dalam keluarga
 Faktor sosioekonomi
 Variabel budaya
DEFINISI SAKIT
 suatu keadaan dimana fungsi fisik,
emosional, intelektual, sosial dan
perkembangan atau spiritual seseorang
berkurang atau terganggu bila
dibandingkan sebelumnya dan bukan
hanya suatu kondisi dimana terjadi suatu
proses penyakit
Perilaku sakit
 cara seseorang memantau tubuhnya,
mendifinisikan dan menginterpretasikan
gejala yang dialami, melakukan upaya
penyembuhan dan menggunakan
system pelayanan kesehatan (Mechanic,
1982).
variabel yang mempengaruhi
perilaku sakit
 Variabel internal:
 Persepsi terhadap kondisi
 Sifat penyakit
 Variabel eksternal:
 Gejala yang dapat dilihat
 Kelompok social
 Latar belakang budaya
 Ekonomi
 Kemudahan akses kedalam system pelayanan
kesehatan
 Dukungan soaial
Tahap perilaku sakit:
 Mengalami gejala
 Asumsi tentang peran sakit,
tergantung pada beratnya penyakit,
tingkat ketidakmampuan dan perkiraan
lama waktu sakit.
 Kontak dengan pelayanan kesehatan
 Peran klien dependen
 Pemulihan dan rehabilitasi
Dampak sakit pada klien dan
keluarga
 Perubahan perilaku dan emosi
 Perubahan peran keluarga
 Perubahan citra tubuh
 Perubahan konsep diri
 Dampak pada dinamika keluarga
FAKTOR RESIKO terjadinya
penyakit/kondisi sakit
 Faktor genetic dan fisiologis
 Usia
 Lingkungan
 Gaya hidup
Tingkat pelayanan kesehatan
(Leavel dan Clark ) :
 Health promotion (promosi kesehatan),
keb masyarakat : kebersihan
peroranggan, gizi, kebiasaan hidup
sehat, layanan prenatal, layanan lansia,
 spescific protection (perlindungan
khusus), kebutuhan masyarakat :
Imunisasi, pemberian alat pelindung diri
dan lain sebagainya
 Early diagnosis and prompt treatmant
(dianogsis dini dan pengobatan segera),
bentuk pelayanan, misal : skrining
penyakit, survey penyaringan kasus serta
pencegahan terhadap meluasnya kasus
 Disability limitation ( pembatasan
kecacatan), bentu k pelayanan :
menghentikan progresifitas penyakit,
mencegah komplikasi lebih lanjut,
pemberian fasilitas untuk mencegah
kecacatan dan mencegah kematian
 Rehabilitation (Rehabilitasi), berupa :
program latihan, pemberian fasilitas
untuk meningkatkan keyakinan dan
gairah hidup kembali ke masyarakat.
Lembaga pelayanan
kesehatan
 Rawat jalan : klinik kesehatan, klinik
dokter spesialis, klinik keperawatan
spesialis
 Institusi : Rumah sakit, pusat rehabilitasi
 Hospice : Home care
 Community Base Agency
Lingkup pelayanan
kesehatan
 Pelayanan kesehatan tingkat pertama
(Primary health care )
 Pelayanan kesehatan tingkat kedua
(Secondary health care)
 Pelayanan tingkat ketiga (Tertiary health
service)
Pelayanan kesehatan tingkat
pertama (Primary health care )
 Dilaksank pd masy dg msl kes
ringan/masy sht ttp ingin kes yg opt &
sjhtr
 Bersft Yankes dasar
 Dlksnkn oleh Pksm, balai kes masy
Pelayanan kesehatan tingkat
kedua (Secondary health care)
 Dilaksnkn pd masyrkt/indvd y bth perwtn
di RS/rwt inap & tdk dlksnkan di yakes
utama
 Dilksnakn di RS yg ada tng spes
Pelayanan tingkat ketiga
(Tertiary health service)
 Yankes tertinggi
 Membutuhkan tng ahli/subspesialis
 Sbg rujukan utama (ct: RS type A&B)
Yankep dlm Yankes
 Yankep merpkn bagian Yankes
 Tgs yankep dlm Yankes:
 Askep Individu
 Askep Klrga
 Askep Komunts & klmp khusus
 Yan dsr kep dilakukan di pskms mll
Askep klrg beroerientasi pd tgs keluarga
tugas keluarga dalam :
 Mengenal masalah kesehatan secara dini
 Mengambil keputusan yang tepat dalam
masalah kesehatan dalam keluarga
 Memberikan pertolongan/perawatan dasar
kepada anggota keluarga yang sakit
 Menanggulangi keadaan darurat bila
terjadi kecelakaan atau penyakit yang
sifatnya mendadak
 Memodifikasi lingkungan yang menunjang
terhadap peningkatan status kesehatan
 Memanfaatkan pelayanan kesehatan yang
ada
Tgs prwt pada lingkup
rujukan:
 Askep pd ruang lingkupnya
 Cnt:kss anak, jiwa, obsgyn, gawat
darurat, medikal bedah
Fungsi sistem dalam
pelayanan kesehatan
 a. Sistem sebagai upaya untuk
menghasilkan pelayanan kesehatan
 - Input : Perangkat administrasi yang
meliputi Sumber ( tenaga, dana, sarana,
metoda), tatacara dan kesanggupan.
 - Proses : Perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan penilaian.
 - Output : Pelayanan kesehatan yang
dimanfaatkan oleh masyarakat.
 B. Sistem sebagai upaya untuk
menyelesaikan masalah
kesehatan
 - Masukan : Setiap masalah kesehatan
yang ingin diselesaikan
 -  Proses : Perangkat administrasi, yakni
tenaga, dana, sarana dan metoda atau
tata cara, sumber dan kesanggupan
- Keluaran : Terselesaikannya
masalah kesehatan
Faktor yang mempengaruhi
pelayanan kesehatan:
 Perkembangan ilmu pengetahuan dan
tehnologi
 Pergeseran nilai dalam masyarakat
 Aspek legal dan etik
 Ekonomi
 Politik
peningkatan kesehatan dan
pencegahan penyakit
 Pencegahan primer
 Pencegahan sekunder
 Percegahan Tersier
Pencegahan primer
 Ciri aktifitas pada tingkat pencegahan primer, sbb:
 Dilakukan sebelum terjadi penyakit dan gangguan fungsi
 Diberikan kepada klien yang sehat secara fisik dan mental
 Tidak bersifat terapeutik dan tidak dengan tindakan
terapeutik
 Tidak menggunakan identifikasi penyakit
 Contoh kegiatannya:
 Imunisasi
 Pendidikan kesehatan
 Penyediaan nutrisi yang baik
 Kegiatan penyegaran fisik.
 Bisa dilakukan kepada msyarakat secara keseluruhan atau
kepada individu yang mempunyai resiko terhadap penyakit
tertentu
Pencegahan sekunder
 Ciri kegiatan pada tingkat pencegahan
sekunder:
 Sudah ada tanda/gejala sakit
 Dilakukan pada individu yang mengalami masalah
kesehatan atau penyakit atau kepada individu yang
memiliki resiko mengalami komplikasi atau kondisi
yang lebih buruk
 Contoh kegiatannya:
 Pembuatan diagnosa dan pemberian intervensi yang
tepat
 Tehnik skrening dan pengobatan penyakit pada tahap
dini
Percegahan Tersier
 Ciri kegiatan pada tingkat pencegahan
tersier:
 Dilakukan ketika terjadi kecacatan dan ketidakmampuan
yang sifatnya permanen dan tidak dapat disembuhkan.
 Bertujuan untuk mencegah komplikasi dan penurunan
kondisi kesehatan.
 Tindakan lebih bersifat rehabilitatif dari pada
pembuatan diagnosa atau pengobatan.
 Bertujuan untuk mencapai tingkat fungsi yang setinggi-
tingginya sesuai dengan keterbatasan yang dimiliki.
 Contoh kegiatan :
 ROM pada pasien dengan hemi/para plegia
 Latihan/persiapan untuk pasien yang baru mengalami
kebutaan
VISI INDONESIA
SEHAT 2010
KEADAAN YANG MEMPENGARUHI
KEBIJAKAN
 Keadaan krisis semenjak tahun 1998
 Era globalisasi sejak th 2002 dan iptek di bidang
kesehatan
 Masyarakat semakin kritis
 Survey Human Development Indeks dari 179, Ind.
Urutan 102 ( terendah di Asean ).
 Kebijakan pemerintah kurang progresif dan kurang
proaktif.
 Mortalitas masih tinggi
 Anggaran pembangunan kesehatan 2 %
 Kemampuan pengemdalian terhadap dampak
pembangunan nasional masih lemah.
 Program pembangunan kurangbefektif, masih
menekankan upaya kuratif dan rehabilitatif
PRINSIP PEMBANGUNAN
KESEHATAN
Meningkatkan kesadaran, kemamuan dan
kemampuan hidup sehat agar terwujud
derajat kesehatan secara optimal
sehingga mampu berproduksi.
VISI PEMBANGUNAN
KESEHATAN
 Seluruh penduduk indonesia dapat hidup
dilingkungan yang kondusif, bebas polusi,
tersedia iar besrsih dan lingkungan
sanitasi yang memadahi.
 Penduduknya mampu menjangkau
pelayanan kesehatan yang bermutu secara
adil dan merata
 Masyarakat memiliki derajat kesehatan
secara optimal diseluruh wilayahn tanah
air
MISI PEMBANGUNAN
KESEHATAN
 Menggerakan pembangunan nasional
yang berwawasan kesehatan
 Mendorong kemandirian masyarakat
untuk hidup sehat.
 Memelihara dan meningkatkan pelayanan
kesehatan yang merata dan bermutu
serta terjakau oleh masyarakat
 Memelihara dan meningkatkan kesehatan
individu, keluarga, masyarakat serta
lingkungan melalui upaya PPKR
STRATEGI PEMBANGUNAN
KESEHATAN
 Pembangunan kesehatan harus berwawasan
kesehatan, artinya segala program pembangunan
nasional harus berkontribusi terhadap terbentuknya
lingkungan yang sehat dan terbentuknya perilaku
sehat dalam rangka mewujudkan upaya promitif dan
preventif melalui paradigma sehat.
 Professionalisasi, yaitu melalui penerapan iptek
yang didasari etika profesi dan nilai pronsip moral
memalui peningkatan SDM
 JPKM, meningkatkan kemandirian masyarakat dan
peran serta masyarakat dalam pembiayaan.
 Desentralisasi, melalui pengelolaan managemant
yang sesuai dengan potensi masing-masing
KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM DINKES
PROPONSI JATIM

 Program peningkatan PHBS ( Perilaku


Hidup Bersih Dan Sehat ).
 Program MTBS ( Management Terpadu
Balita Sehat )
 Program Safe Motherhood ( Making
Pregnancy Safe )
 Program JPKM
 Program Pengobatan Rasional
 Program Kabupaten/Kota Sehat
 Program UKS, Posyandu Balita Dan
Posyandu Lansia
 Program TOGA
 Program pemberantasan penyakit menular
seperti Program Pemberantasan TB Paru
dengan menggunakan sistem DOTS
( Direcly Observed Treatment Short Course )
 Program immunisasi
 Program HIV/AIDS
 Program pemberantasan penyakit kusta
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai