Anda di halaman 1dari 21

Referat

Penyaji Pembimbing Referat


Ery Prayudi Dr. Asrawati Sofyan
N 111 17 065 Sp.KK, M.Kes

BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT


DAN KELAMIN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
UNDATA PALU
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
 Fixed drug eruption (FDE) adalah reaksi alergi
pada kulit atau daerah mukokutan yang
terjadi akibat pemberian atau pemakaian
jenis obat-obatan tertentu yang biasanya
dikarakteristik dengan timbulnya lesi
berulang pada tempat yang sama dan tiap
pemakaian obat akan menambah jumlah dari
lokasi lesi.
 Di Amerika Serikat, lebih dari 100.000
kematian diakibatkan karena adverse drug
reactions yang serius. 3-6% pasien rawat
jalan dan 6-15% dari pasien rawat inap
mengalami reaksi simpang obat yang serius.
 Indonesia : 10% terjadi pada anak dan dewasa
 Perempuan lebih sering daripada laki-laki
1,061:1.
 Anamnesis
 Pemeriksaan Fisik
 Pemeriksaan Penunjang
Dermatitis Erupsi Eritema
Kontak Alergi Makulopapular multiforme
Diagnosis Fixed Drug Eruption Dermatitis Kontak Erupsi Makulopapular Eritema Multiforme
Banding Alergi
Etiologi Obat-obatan seperti Timbulnya rasa gatal Hipersenstifitas paling reaksi kulit terhadap
sulfonamid, tetrasiklin, paling dominan. Ada sering Tipe IV. berbagai macam
barbiturat, fenazon, riwayat kontak stimulus antigen,
fenitoin, trimetoprim,dan berulang. Penyebabnya diantaranya obat-
analgesik. dari zat-zat alergen, obatan seperti
tidak dapat terjadi sulfonamide, fenitoin,
pada semua orang. barbiturate,
fenilbutazon, penisilin
dan alopurinol

Manifestasi Rasa gatal dan terbakar Predileksi biasanya Lesi selalu diikuti Onset tiba-tiba dengan
Klinis terutama pada bagian pada bagian dengan gejala pruritus, disertai rasa gatal dan
mukosa mulut dan ekstremitas. dapat pula diikuti rasa terbakar, lesinya
genitalia kadang juga demam, edema fasial / simetris dengan
disertai erupsi kelopak mata, malaise, gambaran koin lesion
dan nyeri sendi yang atau bulls eye.
biasanya hilang dalam
beberapa hari sampai
minggu setelah obat
dihentikan.
Diagnosis Fixed Drug Eruption Dermatitis Kontak Erupsi Makulopapular Eritema Multiforme
Banding Alergi
Predilesi Tempat predileksi adalah Eritema, erosi, batas Erupsi ini timbul pada ekstrimitas
di sekitar mulut, di tidak generalisata dan (terutama telapak
daerah bibir dan daerah Tegas. Pada uji tempel simetris, yang tersebar tangan dan telapak
penis pada laki-laki Eritema berbatas di wajah, telapak kaki) dan membran
tegas, bila uji tempel tangan dan kaki. mukosa
diangkat reaksi
berkurang

Pemeriksaan Patch Test Skin Prick Test Patch Test Patch Test
Penunjang Uji Provokasi oral Patch Test Uji Provokasi oral Histopatologis
Histopatologis Histopatologis
 Non Medikamentosa :
1. Hindari faktor pencetus
2. Edukasikan pasien tentang obat yang tidak
boleh dikonsumsi disertai golongannya.
 Medikamentosa :
1. Sistemik
- Kortikosteroid : 0,5 mg/kgbb/ hari
- Anti Histamin : 1 x 10 mg Cetirizine/ hari
2. Topikal
- Kortikosteroid : Desoxymethasone 10 gr 0,25% / 1
x hari selama (1-3bulan)
 Pada dasarnya FDE akan menyembuh bila
penyebabnya dapat diketahui dan segera
disingkirkan. Akan tetapi beberapa bentuk,
misalnya eritroderma dan kelainan-kelainan
berupa sindrom Lyell dan sindrom Steven
Johnson, prognosis dapat menjadi buruk
bergantung pada luas kulit yang terkena
 Sindrom Steven Johnson (SSJ) disebut juga
eritema multiforme mayor merupakan
sindrom yang mengenai kulit, selaput lender
dan orifisium dan mata dengan keadaan
umum bervariasi dari ringan sampai berat;
kelainan paada kulit berupa eritema,
vesikel/bula, dapat disertai purpura.
Penyebab utama dari SSJ adalah alergi
obat(>50% kasus). Penyebab lainnya adalah
infeksi, vaksinasi, penyakit graft-versus-host,
neoplasma dan radiasi
 Nekrosis Epidermal Toksik (NET) ialah penyakit berat, gejala
terpenting ialah epidermolisis generalisata (karena sel
sasarannya adalah epidermis), dapat disertai kelainan pada
selaput lender di orifisium dan mata. Etiologinya sama
dengan SSJ. Penyebab utama juga alergi obat yang berjumlah
80-95% dari semua pasien. NET merupkan penyakit yang
berat dan sering menyebabkan kematian karena gangguan
cairan dan elketrolit atau karena sepsis, selanjutnya lesi kulit
berkembang cepat, biasanya dalam 3 hari. Awalnya, pasien
merasakan seperti terbakar atau nyeri pada lesi eritema
generalisata kemudian timbul banyak vesikel dan bula dan
dapat disertai dengan purpura. Bula dan pengelupasan
kulit(epidermolisis) pada area yang luas mengakibatkan tanda
Nikolsky positif pada kulit yang eritematosa, yaitu kulit yang
ditekan dan digeser maka kulit akan terkelupas
Pencegahan FDE dapat dilakukan dengan cara :
 Identifikasi dari obat penyebab FDE dilakukan
apabila hanya 1 obat yang digunakan
biasanya kita mencurigai beberapa obat
sebagai petunjuk yang kita gunakan adalah
mengetahui kronologis pemberian obat-
obatan tersebut.
 Identifikasi yang jelas dari obat penyebab dan
catatan tertulis tentang obat-obat penyebab
yang diberikan pada pasien oleh dokter
merupakan langkah pencegahan yang sangat
penting.
 Fixed drug eruption (FDE) adalah reaksi alergi dengan
manifestasi berupa lesi kulit yang muncul ditempat yang
sama dan dapat bertambah akibat pemberian atau pemakaian
jenis obat-obatan tertentu.
 FDE dapat bersifat asimtomatik atau disertai rasa terbakar,
tersengat atau gatal pada lesi. Gejala sistemik, berupa
demam dan nausea jarang ditemukan. Pada pasien, lesi kulit
muncul setelah 6-8 jam disertai keluhan subyektif berupa
demam. Pada lesi, pasien mengeluh adanya rasa tersengat
dan nyeri.
 Diagnosis ditegakan dengan anamnesis dan pemeriksaan
fisik, sedangkan diagnosis konfirmasi didasarkan Uji Patch
Test dan Uji Provokasi,
 Diagnosis banding FED antara lain Dermatitis Kontak Alergi,
Herpes Simpleks & Eritema Multiforme.
 Manajemen klinis terdiri dari pengobatan kausal, sistemik dan
topikal, dan Non medikamentosa.