Anda di halaman 1dari 11

TERJATUH DARI GUDANG, PEKERJA TEWAS TERTUSUK BESI ULIR

DI PERUSAHAAN PENGELOLAHAN INDUSTRI MAKANAN

NAMA KELOMPOK 2 :
Asmaul Husna (1510005)
Feby Arbityas (1510017)
Ike Faradilah (1510022)
Irwan Bahari R (1510025)
Lila Watiningrum (1510027)
Novi Tryas Diyanto (1510038)
Peny Indrawati (1510041)
Selvia Kumala Dewi(1510049)
KASUS KECELAKAAN KERJA
DI INHIL RIAU
Kejadian yang menimpa perusahaan pengolahan industri makanan di Indonesia kembali terjadi. Dalam
musibah itu, seorang karyawan meninggal dunia. Korban atas nama Agun Rahmadi. Pria berusia 23
tahun itu tewas karena terjatuh dari gudang milik perusahaan. Kecelakaan tersebut terjadi di PT Riau
Sakti United Plantations-Industry (RSUP) di Kabupaten Inhil, Riau. Peristiwa na’as tersebut terjadi pada
pukul 11.30 WIB yang berawal pada saat Agun(korban) ditugaskan pihak perusahaan untuk membuka
baut mal semenisasi bangunan gudang nenas milik PT RSUP pada ketinggian 2,60 meter dari gudang,
dan pada saat naik korban tidak menggunakan pengaman apa pun. Saat korban akan membuka baut mal
semenisasi, diduga korban tergelincir karena licinnya atas gudang yang dipijak terbuat dari besi. Tubuh
korban mengalami benturan pada saat terjatuh, akibatnya paha kiri korban tertusuk besi ulir dengan
panjang 16 milimeter dan korban mengalami luka tusuk sedalam 5 sentimeter pada paha kirinya yang
menyebabkan korban banyak kehilangan darah. Korban pun di bawa ke rumah sakit terdekat oleh
sejumlah teman kerjanya yang secara langsung melihat kecelakaan tersebut. Saat sudah sampai di
rumah sakit, tim medis menyatakan korban tidak tertolong karena tubuh korban telah banyak
mengeluarkan darah. Rencananya jenazah Agun Rahmadi ini akan di serahkan kepada pihak keluarga di
Kabupaten Asahan, Sumatra Utara untuk di makamkan. Peristiwa ini dijelaskan langsung oleh AKBP
Guntur Aryo Tejo selaku Kepala Bidang Humas Polda Riau pada Selasa(15/11/2016). Selain itu, adapun
peristiwa lain yang terkait akibat kecelakaan kerja seperti Operator Truk Penggiling yang tewas tergilas
akibat truk masuk ke dalam parit, tewasnya 2 orang kuli bangunan akibat tersengat listrik dan 1 orang
lainnya mengalami kritis, serta tewasnya 2 pekerja tambang illegal yang terjebak dalam lubang.
Sistem K3 di PT. RSUP yang berhubungan
dengan UU K3 BAB III
(syarat-syarat Keselamatan Kerja)

Penjelasan kecelakaan kerja menurut kasus


kelompok:
1. dikarenakan proyek tidak mencegah dan
mengurangi kecelakaan kerja, setidaknya
saat memanjat disediakan pegangan
pengaman pada gudang tersebut
Pasal 3 yang belum terlaksana pada sehingga mengurangi kecelakaan kerja.
kasus: 2. Tidak ada tindakan medis (pertongan
1. Syarat-syarat Keselamatan Kerja: pertama) yang dilakukan perusahaan,
a. Mencegah dan mengurangi seharusnya jika perdarahan bisa di balut
kecelakaan; luka hingga tidak banyak perdarahan
b. Memberi pertolongan pada yang keluar.
kecelakaan; 3. Pekerja tidak menggunakan atau bahkan
c. Memberi alat alat perlindungan tidak dapat APD dari perusahaan hingga
diri pada pekerja; mengancam keselamatan pekerja.
d. Memperoleh keserasian antara 4. Pekerja dilansir tidak mengukuti proses
tenaga kerja, alat kerja, kerja, alat kerja, serta lingkungan nya.
lingkungan, cara dan proses Pekerja lalai hingga membahayakan
kerjanya; nyawanya sendiri.
Sistem K3 di PT. RSUP yang berhubungan dengan UU
K3 BAB IV
(Pengawasan)
Pasal 5 Pasal 6
1. Direktur melakukan 1. Barangsiapa tidak menerima
pelaksanaan umum terhadap keputusan direktur dapat
undang-undang ini, sedangkan mengajukan permohonan banding
para pegawai pengawas kerja kepada panitia banding.
ditugaskan menjalankan 2. Tata cara pemohonan banding,
pengawasan langsung susunan panitia banding, tugas
terhadap ditaatinya undang- panitia banding dan lain-lainya
undang ini dan membantu ditetapkann oleh Mentri Tenaga
pelaksanaanya. Kerja.
2. Wewenang dan kewajiban 3. Keputusan panitia banding tidak
direktur, pegawai pengawas dapt dibanding lagi.
dan ahli keselamatan kerja Perusahan sudah membuat kotak
dalam melaksanakan Undang- saran yang dapat disi oleh semua
undang ini diatur dengan pegawai di perusahaan tersebut.
peraturan perundangan. Tetapi Belum adanya kejelasan
Dalam suatu perusahan sudah tentang permohonan banding yang
menerapkan apa yang sudah dilakukan oleh bawahan terhadap
tercantum pada Undang-undang kritikan atau sarang kepada direktur.
tersebut, sudah melaksanakan
tugas dan peranya.
Pasal 8
LANJUTAN........... 1. Pengurus diwajibkan memeriksakan
kesehatan badan,kondisi mental dan
kemampuan fisik dari tenaga kerja yang
akan diterimanya maupun akan
dipindahkan sesuai dengan sifat-sifat
Pasal 7
pekerjaan yang akan diberikan padanya.
Untuk pengawasan
2. Pengurus dwajibkan memeriksa semua
berdasarkan Undang-
teaga kerja yang berada dibawah
undang ini pengusaha
pimpinanya, secara berkala pada dokter
harus membayar
yang ditunjuk oleh pengusaha dan
retrubusi menurut
diberikan oleh direktur.
ketentuan-ketentuan
3. Norma-norma mengenai pengujian
yang akan diatur dengan
kesehatan ditetapkan dengan
peraturan perundangan.
perundangan.
4. Belum terlaksanakanya tugas
pemeriksaan berkala bagi pegawai.
Ketika terjadi kecelakaan kerja baru
dilakukan tindakan ke Rumah Sakit
dengan menggunakan BPJS
Ketenagakerjaan.
Sistem K3 di PT. RSUP yang berhubungan dengan
UU K3 BAB V (PEMBINAAN)
1. Pada kasus PT. RSUP, pihak
perusahaan sudah menjelaskan 3. Kepala perusahaan tidak
kepada pekerja tentang kondis dan menyelenggarakan
bahaya yang dapat timbul, tentang 2. Pihak perusahaan tidak pembinaan bagi semua
penggunaan alat perlindungan diri, melaksanakan UU Keselamatan pekerja dalam pencegahan
dan cara-cara dan sikap yang aman kerja BAB V tentang Pembinaan kecelakaan, pemberantasan
dalam melaksanakan pekerjaannya pasal 9 ayat(2)dimana dikatakan kebakaran dan peningkatan
tetapi salah satu pekerja meninggal bahwa pengurus hanya dapat keselamatan dan kesehatan
dunia karena tidak menggunakan memperkerjakan pekerja yang kerja sesuai dalam UU
alat pelindung diri. telah memahami syarat-syarat Keselamatan kerja BAB V
Artinya pekerja tersebut kurang tersebut. Sedangkan pihak tentang Pembinaan pasal 9
memahami tentang pembinaan perusahaan memperkerjakan ayat (3).
yang telah disampaikan pihak pekerja yang tidak memahami
perusahaan. Dalam hal ini, pihak persyaratan tersebut.
perusahaan telah melaksanakan
UU Keselamatan kerja BAB V
tentang Pembinaan pasal 9 ayat (1).
4. Pihak perusahaan belum memenuhi dan mentaati semua
syarat dan ketentuan yang berlaku, belum melaksanakan
UU Keselamatan kerja BAB V tentang Pembinaan pasal 9
ayat (4) secara keseluruhan.
Sistem K3 di PT. RSUP yang berhubungan dengan
UU K3 BAB VIII (Kewajiban dan Hak Kerja)

1. Pada uraian kasus petugas


pekerja disebutkan tidak memakai
alat pelindung diri apapun saat naik 2. Kepala perusahan telah
ke gudang dengan ketinggian 2,60 mengingatkan karyawan
meter. Pekerja tersebut tidak kerjanya agar mematuhi
mematuhi peraturan perundangan semuasyarat keselamatan
yang diatur pada BAB VIII tentang dan kesehatan diwajibkan 3. Pada uraian kasus
Kewajiban dan Hak Kerja pada sesuai dengan peraturan pihak perusahan sudah
pasal 12 ayat (b) dan (c) yang perundang-undangan memberikan keteragan
berbunyi “Memakai alat-alat tentang Kewajiban dan terkait kecelakaan pada
perlindungan diri yang diwajibkan hak tenaga kerja pasal 12 pekerjanya,dilaporkan
(b)”, “Memenuhi dan menaati ayat (d). kepada pengawas atau
semua syarat-syarat keselamatn ahli keselamatan kerja.
dan kesehatan yang diwajibkan (c)”. Sesuai dengan peraturan
perundangan tentang
kewajiban dan hak kerja
pada pasal 12 ayat (a).
2. Paparan (Exposure)
1. Kemungkinan (Likelihood) Paparan menggambarkan tingkat
Kemungkinan :nilai yang menggambarkan frekuensi interaksi antara sumber risiko
kecenderungan terjadinya konsekuensi yang terdapat di tempat kerja dengan
dari sumber risiko pada setiap tahapan pekerja &menggambarkan kesempatan
pekerjaan. yang terjadi ketika sumber risiko ada
yang akan diikuti oleh dampak atau
Kemungkinan tersebut akan ditentukan ke konsekuensi yang akan ditimbulkan.
dalam kategori tingkat kemungkinan yang Tingkat frekuensi tersebut akan
mempunyai nilai rating yang berbeda, ditentukan kedalam kategori tingkat
yaitu: paparan yang mempunyai nilai rating
Almost Certain, Likely, Unusual, Remotely yang berbeda, yaitu:
Possible, Conceivable, dan Practically Continously, Frequently, Occasionally,
Impossible (AS/NZS 4360 : 2004). Infrequent, Rare, dan Very Rare
(AS/NZS 4360:2004).
3. Konsekuensi (Consequences)
Konsekuensi adalah nilai yang
menggambarkan suatu keparahan Di bawah ini merupakan tabel penentuan
dari efek yang ditimbulkan oleh konsekuensi dengan metode semi
sumber risiko pada setiap tahapan kuantitatif.
pekerjaan. Analisis konsekuensi ini
sangat berguna untuk memperoleh
suatu informasi mengenai cara
mencegah dan meminimalkan
dampak terjadinya kecelakaan
akibat suatu proses pekerjaan.

Tingkat konsekuensi metode analisis


semi kuantitatif yaitu:
Catastropic, Disaster, Very Serious,
Serious, Important, dan Noticeable
(AS/NZS 4360 : 2004).
4. Tingkat Risiko
Tingkat risiko pada analisis semi kuantitatif
merupakan hasil perkalian nilai variabel
kemungkinan, paparan, dan konsekuensi dari
risiko-risiko keselamtan kerja yang terdapat pada
setiap tahapan pekerjaan.
Tingkat risiko metode analisis semi kuantitatif
dibagi ke dalam beberapa kategori, yaitu:
Very High, Priority 1, Substansial, Priority 3, dan
Acceptable (AS/NZS 4360 :2004).
ANALISIS RISIKO KASUS MENGGUNAKAN TINGKAT LIKELIHOOD METODE ANALISIS SEMI KUANTITATIF

Likelihood Insignificant Minor Moderate Major Crisis

(Kemungkinan terjadi) (Tidak ada (Memerlukan (Memerlukan (Mengakibatkan (Menyebabkan


cedera) perawatan perawatan medis, cacat, hilangnya kematian,
P3K, hilangnya fungsi fungsi anggota kerugian
kerugian anggota tubuh tubuh decara materi sangat
materi sememtara waktu, total, proses besar)
sedang) kerugian materi produksi tidak
besar) berjalan)
(Almost Certain)
Keteraangan:
Kejatuhan barang yang akan
E (extreme risk)
dipindahkan
H M L L M H (high risk)
(Likely) M (moderate
risk)
Tidak menggunakan APD H H E E E
L (low risk)
lengkap
(Possibly)

Tergelincir jatuh dari H H E E E


ketinggian
(Unlikely)

Terjatuh ketika membawa M H E E E


barang
(Rare)

Pekerja terjatuh karena


faktor lingkungan cuaca
M L L L L
yang panas, dan lingkungan
kerja yang bising