Anda di halaman 1dari 60

PT.

MAYORA INDAH CIBITUNG

TRAINING

ISO 22000:2005
Food Safety Management System (FSMS)
ISO 9001:2008
Quality Management System (QMS)
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

ISO 22000 : 2005 adalah


Sistem manajemen tentang keamanan
pangan dengan mengendalikan
bahaya keamanan pangan untuk
memastikan bahwa pangan tersebut
aman dikonsumsi oleh manusia
INDUCTION MR - FSTL

ISO 22000 : 2005


(FOOD SAFETY MANAGEMENT SYSTEM - FSMS)

SAFETY
INPUT PROCESS
FOOD

MANAGEMENT SYSTEM
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

ISO 9001 : 2008 adalah


Sistem untuk memastikan adanya
kebijakan dan sasaran, untuk
mengarahkan serta mengendalikan
organisasi guna mencapai kebijakan
sasarannya yang terkait dengan mutu
INDUCTION MR - FSTL

ISO 9001 : 2008


(QUALITY MANAGEMENT SYSTEM - QMS)

QUALITY
INPUT PROCESS
PRODUCT

MANAGEMENT SYSTEM
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Manual Mutu
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : - Klausul : 4.2.2
Organisasi harus menetapkan dan memelihara sebuah manual mutu yang
mencakup :
a) lingkup sistem manajemen mutu, termasuk rincian pengecualian dari dan
alasan pengecualian apa pun
b) prosedur terdokumentasi yang ditetapkan untuk sistem manajemen mutu,
atau mengacu kepada prosedur tersebut
c) uraian dari interaksi antara proses-proses sistem manajemen mutu

Implementasi :
 Company Manual
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG
Bisnis Proses
Customer
(1)

Purchasing Marketing QC/QA


R&D Corporate
(5) (2) Corporate
(17)
(16)

Plant Manager
(3)

PPIC
(4)

HR & GA
GD RM& PM (12)
Management
(6)
Controller
Purchasing
Continuous (14)
Teknik - Lokal
(10) Produksi Quality Control Improvement
(7) (9) (13)

Teknik
GD FG
(11)
(8)

Distributor
(15)
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG
Context Diagram
PURCHASING MARKETING
PO
Supplier RM / PM
PPIC
M A Y/P RC/P RO/SB U/M B K/P P Cxxx/06/001 fo recast bulanan
Pro Pembuatan MRP & PR
7.4

M A Y/P RC/P RO/SB U/M B K/P P Cxxx/06/003


Pro Jdwl Perencanaan & Pencapaian
Prod.Mingguan
7.5

M A Y/P RC/P RO/SB U/M B K/P P Cxxx/06/004


Pro Penerimaan Export Order dan
Penjadwalan Produk Export
7.5

Gd RM / PM QC TEKNIK HRD / GA

PRODUKSI

Gd FG
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Pengendalian Dokumen
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 4.2.2 Klausul : 4.2.3
Suatu prosedur terdokumentasi harus ditetapkan untuk menentukan
pengendalian yang diperlukan untuk :
a) menyetujui kecukupan dokumen sebelum diterbitkan
b) meninjau dan jika perlu memutakhirkan dokumen, dan menyetujui ulang
dokumen
c) memastikan bahwa perubahan dan status revisi terbaru dari dokumen
diidentifikasi
d) memastikan bahwa versi dokumen yang berlaku tersedia pada tempat dan saat
penggunaan
e) memastikan bahwa dokumen dapat dibaca dan mudah dikenali
f) memastikan bahwa dokumen yang relevan yang berasal dari luar diidentifikasi
dan distribusinya dikendalikan
g) mencegah pemakaian dokumen kadaluarsa yang tidak disengaja, dan
memastikan bahwa dokumen tersebut diidentifikasi dengan baik jika dokumen
tersebut disimpan untuk maksud tertentu
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Pengendalian Dokumen
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 4.2.2 Klausul : 4.2.3

I
Kebijakan

II
Prosedur

Dokumen Pendukung III


(IK, KETENTUAN, STANDARD, UP,
SO, FORM)

IV
Catatan Mutu (Record)
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Pengendalian Catatan Mutu


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 4.2.3 Klausul : 4.2.4
Prosedur terdokumentasi harus ditetapkan untuk menentukan pengendalian
yang diperlukan untuk identifikasi, penyimpanan, perlindungan, kemudahan
diperoleh, masa simpan dan pemusnahan rekaman.

a) Rekaman harus ditetapkan dan dipelihara untuk menyediakan bukti kesesuaian


terhadap persyaratan dan bukti operasi sistem manajemen mutu/keamanan
pangan yang efektif
b) Rekaman harus dapat dibaca dan mudah dikenali serta mudah diperoleh
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Pengendalian Catatan Mutu


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 4.2.3 Klausul : 4.2.4
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Komitmen Manajemen
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 5.1 Klausul : 5.1
Manajemen puncak harus memberikan bukti komitmennya untuk pengembangan
dan penerapan sistem manajemen mutu/keamanan pangan dan untuk
peningkatan efektifitasnya secara berkesinambungan
 mengkomunikasikan pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan dan
perundang-undangan (cth : SNI, HK BPOM, Permenkes dll)
 menetapkan kebijakan mutu/keamanan pangan
 melaksanakan tinjauan manajemen
 memastikan tersedianya sumber daya
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Fokus pada Pelanggan


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : - Klausul : 5.2
Pimpinan puncak harus memastikan bahwa persyaratan pelanggan ditetapkan
dan dipenuhi dengan sasaran untuk meningkatkan kepuasan pelanggan (lihat
7.2.1 dan 8.2.1)

Customers
Product Realization Product
Requirements

Customers
Satisfaction
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Kebijakan Mutu/Keamanan Pangan


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 5.2 Klausul : 5.3
Manajemen puncak harus menetapkan, mendokumentasikan dan
mengkomunikasikan kebijakan.
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Kebijakan Mutu/Keamanan Pangan


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 5.2 Klausul : 5.3
MOTTO
“Memproduksi Biscuit dan Candy yang bermutu, melalui
penerapan teknologi dan meningkatkan kemampuan SDM untuk
memenuhi kepuasan pelanggan”

KEBIJAKAN MUTU, HALAL DAN KEAMANAN PANGAN

M emenuhi persyaratan, peraturan dan undang-undang yang berlaku

A man dikonsumsi, berkualitas dan halal

Y akin bahwa semua pihak terlibat dengan pendekatan proses dan pendekatan sistem

O ptimis dalam mencapai tujuan organisasi dan sasaran mutu


R espon yang cepat dan fokus pada pelanggan melalui peningkatan berkesinambungan
A ktif dalam menjalin hubungan yang saling menguntungkan dengan semua pihak
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Sasaran Mutu
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : - Klausul : 5.4.1
Pimpinan puncak harus memastikan bahwa sasaran mutu, termasuk yang
diperlukan untuk memenuhi persyaratan produk (lihat 7.1a), ditetapkan pada
fungsi dan tingkat relevan dalam organisasi. Sasaran mutu harus terukur dan
konsisten dengan kebijakan mutu.
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Perencanaan Sistem Manajemen Mutu/Keamanan Pangan


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 5.3 Klausul : 5.4.2
Pimpinan puncak harus memastikan bahwa :

a) perencanaan sistem manajemen mutu/keamanan pangan dilakukan untuk


memenuhi persyaratan yang diberikan dalam 4.1, seperti juga sasaran mutu,
dan
b) integritas sistem manajemen mutu/keamanan pangan dipelihara, apabila
perubahan pada sistem manajemen mutu direncanakan dan diimplementasikan
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Tanggung Jawab dan Wewenang


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 5.4 Klausul : 5.5.1

Manajemen puncak harus memastikan bahwa tanggung jawab dan wewenang


dalam organisasi ditetapkan dan dikomunikasikan untuk memastikan operasi dan
pemeliharaan sistem manajemen yang efektif

Implementasi :
 Struktur Organisasi
 Uraian Pekerjaan (Job Description)
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Wakil Manajemen (MR) / Ketua Tim Keamanan Pangan (FSTL)


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 5.5 Klausul : 5.5.2

Manajemen puncak harus menunjuk seorang anggota manajemen/ketua tim


keamanan pangan, harus memiliki tanggung jawab dan wewenang untuk :
a. memastikan proses yg diperlukan untuk a. mengelola tim keamanan dan
sistem manajemen mutu ditetapkan, mengorganisasikan pekerjaannya
diimplementasikan dan dipelihara b. memastikan pelatihan dan pendidikan yang
b. melaporkan kepada pimpinan puncak tentang relevan bagi anggota tim keamanan pangan
kinerja sistem manajemen mutunya dan c. memastikan bahwa sistem keamanan pangan
kebutuhan apa pun untuk perbaikan ditetapkan, diterapkan, dipeliharan dan
c. memastikan promosi kesadaran tentang dimutakhirkan
persyaratan pelanggan di seluruh organisasi d. melaporkan kepada manajemen puncak
tentang efektifitas dan kesesuaian sistem
manajemen keamanan pangan
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Komunikasi
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 5.6.1 (Eksternal); 5.6.2 (Internal) Klausul : 5.5.3

 Untuk memastikan informasi yang cukup mengenai isu keamanan pangan


tersedia di seluruh rantai makanan, organisasi harus menetapkan, menerapkan
dan memelihara pengauran komunikasi yang efektif dengan : pemasok,
pelanggan atau konsumen (terutama yang berkaitan dengan informasi produk),
pihak yang berwenang dalam peraturan perundang-undangan dan organisasi lain
yang memiliki dampak pada atau akan dipengaruhi oleh efetivitas atau
pemutakhiran sistem manajemen keamanan pangan
 Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara pengaturan
komunikasi yang efektif terkait sistem manajemen mutu dan isu keamanan
pangan
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Kesiapan dan Tanggap Darurat


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 5.7 Klausul : -

Manajemen puncak harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur


untuk mengelola situasi darurat yang potensial dan kejadian yang tidak
diharapkan yang dapat berdampak pada keamanan pangan dan yang relevan
dengan peran organisasi dalam rantai makanan

Implementasi :
 Prosedur Tanggap Darurat
 Prosedur Penarikan/Recall Produk)
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Tinjauan Manajemen
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 5.8 Klausul : 5.6

 Manajemen puncak harus melakukan tinjauan sistem manajemen organisasi


pada rentang waktu yang terencana, untuk memastikan kesesuaian, kecukupan
dan efektifitasnya secara berkesinambungan

 Proses tinjauan manajemen harus mencakup penilaian peluang perbaikan, dan


kebutuhan akan perbaikan sistem manajemen termasuk kebijakan

Implementasi :
 Pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) setiap semester
(tindak lanjut RTM sebelumnya, hasil audit, umpan balik pelanggan, kinerja
proses dan kesesuaian produk, status tindakan preventif dan korektif,
perubahan-perubahan yang dapat mempengaruhi sistem manajemen, up-
dating sistem, saran perbaikan)
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Penyediaan Sumber Daya


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 6.1 Klausul : 6.1

Organisasi/Manajemen harus menyediakan sumber daya yang cukup untuk


penetapan, penerapan dan pemeliharaan serta pemutakhiran sistem manajemen
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Kompetensi, Kepedulian dan Pelatihan


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 6.2.2 Klausul : 6.2.2
Organisasi harus :
a. mengidentifikasi dan menetapkan kompetensi yang diperlukan bagi personel
yang pekerjaannya mempengaruhi keamanan pangan dan mutu
b. menyediakan pelatihan atau tindakan lain untuk memastikan personel memiliki
kompetensi yang diperlukan
c. mengevaluasi penerapan dan efektivitas kegiatan yang dilakukan
d. memastikan bahwa personil peduli akan relevansi dan pentingnya kontribusi
mereka terhadap keamanan pangan dan pencapaian sasaran mutu
e. memelihara rekaman yang sesuai tentang pendidikan, pelatihan, keterampilan
dan pengalaman

Implementasi :
 Gap Analisis
a. Training Need Analysis (TNA)
b. Schedule Training
c. Personnel Competency Record (PCR)
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Infrastruktur
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 6.3 Klausul : 6.3

Organisasi harus menetapkan, menyediakan dan memelihara


infrastruktur/prasarana yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian dengan
persyaratan produk.
Infrastruktur/prasarana mencakup :
a.gedung, ruang kerja dan sarana penting terkait
b.peralatan proses (baik perangkat keras maupun perangkat lunak)
c.jasa pendukung (seperti angkutan atau komunikasi)
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Lingkungan Kerja
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 6.4 Klausul : 6.4

Organisasi harus menetapkan dan mengelola lingkungan kerja yang diperlukan


untuk mencapai kesesuaian pada persyaratan produk
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Pre Requisite Program (PRP)


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.2 Klausul : -

Adalah unsur mendasar dalam penerapan keamanan pangan yang harus


dijalankan.

Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara PRP untuk


mengendalikan :
a. kemungkinan masuknya bahaya keamanan pangan ke produk melalui
lingkungan kerja
b. kontaminasi biologi, kimia dan fisika pada produk mencakup kontaminasi silang
antar produk
c. tingkat bahaya keamanan pangan dalam produk dan lingkungan pengolahan
produk
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Pre Requisite Program (PRP)


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.2 Klausul : -

Organisasi harus mempertimbangkan hal berikut ketika menetapkan program-


program :
a. konstruksi dan tata letak bangunan dan kelengkapan terkait
b. tata letak ruang, termasuk ruang kerja dan fasilitas pegawai
c. pasokan udara, air, energi dan kelengkapan lain
d. jasa pendukung, termasuk pembuangan limbah
e. kesesuaian peralatan dan kemudahan akses untuk pembersihan, pemeliharaan
dan perawatan yang bersifat pencegahan
f. pengelolaan bahan yang dibeli (seperti bahan baku, ingredien, bahan kimia dan
pengemasan), pasokan (contoh: air, udara, uap dan es), pembuangan (limbah)
dan penanganan produk (contoh : penyimpanan dan transportasi)
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Pre Requisite Program (PRP)


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.2 Klausul : -

g. tindakan pencegahan kontaminasi silang


h. kebersihan dan sanitasi
i. pengendalian hama
j. higienis personel
k. aspek lain yang sesuai
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Pre Requisite Program (PRP)


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.2 Klausul : -

Prosedur PRP :
1. Personnel Hygiene
2. Konstruksi & Layout bangunan
3. Penanganan Pest Control
4. Cleaning dan Sanitasi
5. Ketepatan Peralatan
6. Pencegahan Kontaminasi Silang
7. Pelabelan, Penyimpanan dan Pemakaian Bahan Kimia
8. Proteksi Bahan-Bahan Kontaminan
9. Layanan Pendukung Pembuangan Sampah dan Limbah
10. Lay Out Premises
11. Supply Udara, Air dan Energi
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Tim Keamanan Pangan


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.3.2 Klausul : -

Tim keamanan pangan harus ditetapkan.


Tim keamanan pangan harus memiliki kombinasi multidisiplin pengetahuan,
bidang kerja dan pengalaman di dalam pengembangan dan penerapan sistem
manajemen keamanan pangan. Ini mencakup, tetapi tidak terbatas pada produk,
proses, peralatan dan bahaya keamanan dalam ruang lingkup sistem manajemen
keamanan pangan.

Rekaman harus dipelihara untuk menunjukkan bahwa tim keamanan pangan


memiliki pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan.
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Karakteristik Produk
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.3.3 Klausul : -

 Semua bahan baku, ingredien dan bahan yang kontak dengan produk harus
diuraikan dalam dokumen sampai pada tingkat yang diperlukan untuk
melakukan analisa bahaya
 Karakteristik produk akhir harus diuraikan dalam dokumen sampai pada tingkat
yang diperlukan untuk melakukan analisa bahaya
(Deskripsi produk)

Organisasi harus mengidentifikasi perundang-undangan dan peraturan yang


terkait dengan persyaratan keamanan pangan
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Maksud Penggunaan
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.3.4 Klausul : -

 Maksud penggunaan, penanganan tepat yang diharapkan dari produk akhir,


dan kesalahan penanganan, serta kesalahan penggunaan produk akhir yang
tidak sengaja tetapi mungkin terjadi harus diperhitungkan dan harus diuraikan
dalam dokumen sampai pada tingkat yang diperlukan untuk melaksanakan
analisa bahaya

 Kelompok pengguna, dan jika perlu kelompok konsumen untuk setiap produk
harus diidentifikasi, terutama harus mempertimbangkan kelompok konsumen
yang mudah terkena bahaya keamanan pangan yang khusus
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Diagram Alir, Tahapan Proses & Tindakan Pengendalian


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.3.5 Klausul : -

 Diagram alir harus disiapkan untuk kategori produk atau proses yang dicakup
dalam sistem manajemen keamanan pangan. Diagram alir harus memberikan
dasar untuk mengevaluasi kemungkinan timbulnya, meningkatnya atau
masuknya bahaya keamanan pangan

Diagram alir harus jelas, akurat dan cukup terinci. Diagram alir harus, jika perlu,
mencakup hal berikut :
a) urutan dan interaksi seluruh tahapan dalam operasi
b) setiap proses yang "outsourced" dan pekerjaan yang disubkontrakkan
c) dimana bahan baku, ingredien dan produk antara masuk ke dalam diagram
d) dimana pekerjaan ulang dan siklus ulang dilaksanakan
e) dimana produk akhir, produk antara, produk sampingan dan limbah dikeluarkan
atau dipindahkan
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Diagram Alir, Tahapan Proses & Tindakan Pengendalian


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.3.5 Klausul : -

 Tindakan pengendalian, parameter proses dan/atau keakuratan yang


digunakan,
atau prosedur yang mungkin berpengaruh keamanan pangan, harus diuraikan
untuk melakukan analisis bahaya sejauh diperlukan
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Analisa Bahaya
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.4 Klausul : -

 Tim keamanan pangan harus melakukan suatu analisa bahaya untuk


menentukan bahaya yang perlu dikendalikan, tingkat pengendalian yang
disyaratkan untuk memastikan keamanan pangan dan kombinasi tindakan
pengendalian yang disyaratkan

 Seluruh bahaya keamanan pangan yang mungkin terjadi berkaitan dengan jenis
produk, jenis proses dan fasilitas proses yang ada harus diidentifikasi dan
direkam

 Untuk setiap bahaya keamanan pangan yang teridentifikasi, tingkat bahaya


keamanan pangan yang dapat diterima pada produk akhir harus ditetapkan jika
memungkinkan. Tingkat yang ditetapkan harus memperhatikan peraturan dan
perundang-undangan persyaratan keamanan pangan dan persyaratan
keamanan pelanggan, peruntukan penggunaan oleh konsumen dan data
relevan lain
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Penetapan OPRP
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.5 Klausul : -

OPRP harus didokumentasikan dan setiap program harus mencakup informasi


berikut :
a) bahaya keamanan pangan harus dikendalikan dengan program
b) tingkat pengendalian
c) prosedur pemantauan yang menunjukkan bahwa OPRP diterapkan
d) koreksi dan tindakan korektif dilakukan jika pemantauan menunjukkan OPRP
tidak terkendali
e) tanggung jawab dan kewenangan
f) rekaman pemantauan
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Penetapan OPRP
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.5 Klausul : -

OPRP harus didokumentasikan dan setiap program harus mencakup informasi


berikut :
a) bahaya keamanan pangan harus dikendalikan dengan program
b) tingkat pengendalian
c) prosedur pemantauan yang menunjukkan bahwa OPRP diterapkan
d) koreksi dan tindakan korektif dilakukan jika pemantauan menunjukkan OPRP
tidak terkendali
e) tanggung jawab dan kewenangan
f) rekaman pemantauan
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

HACCP Plan
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.6.1 Klausul : -

HACCP Plan harus didokumentasikandan setiap titik kendali kritis (CCP) yang
teridentifikasi harus mencakup informasi berikut :
a) bahaya keamanan pangan yang dikendalikan pada CCP
b) tindakan pengendalian
c) batas kritis
d) prosedur pemantauan
e) koreksi dan tindakan korektif dilakukan bila batas kritis terlampaui
f) tanggung jawab dan wewenang
g) rekaman pemantauan
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Identifikasi CCP
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.6.2 Klausul : -

Untuk setiap bahaya yang akan dikendalikan dengan HACCP Plan, CCP harus
diidentifikasi untuk tindakan pengendalian yang teridentifikasi.
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Penentuan Batas Kritis untuk CCP


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.6.3 Klausul : -

 Batas kritis (critical limit) harus ditetapkan untuk pemantauan yang dilakukan
pada setiap CCP

 Batas kritis (critical limit) harus ditetapkan untuk memastikan bahwa tingkat
bahaya keamanan pangan yang dapat diterima pada produk akhir tidak
terlampaui

 Batas kritis (critical limit) harus terukur

 Dasar penetapan batas kritis harus didokumentasikan

 Batas kritis (CCP) yang didasarkan pada data subjektif (seperti inspeksi visual
terhadap produk, proses, penanganan dll) harus didukung dengan instruksi atau
spesifikasi dan/atau pendidikan dan pelatihan
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Sistem Pemantauan/Monitoring CCP


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.6.4 Klausul : -
Sistem monitoring harus ditetapkan untuk setiap CCP, untuk menunjukkan bahwa
CCP tersebut terkendali. Sistem tersebut harus mencakup seluruh pengukuran
atau pengamatan terjadwal yang berkenaan dengan critical limit

Sistem pemantauan harus terdiri dari prosedur, instruksi dan rekaman yang
relevan yang mencakup :
a. pengukuran atau pengamatan hasil dalam jangka waktu tertentu
b. alat pemantauan yang digunakan
c. metode kalibrasi yang berlaku
d. frekuensi pemantauan
e. tanggung jawab dan wewenang terkait dengan pemantauan dan evaluasi hasil
pemantauan
f. persyaratan rekaman dan metode

Metode dan frekuensi pemantauan harus mampu menetapkan sesegera mungkin kapan
batas krtitis terlampaui, sehingga produk diisolasi sebelum digunakan atau dikonsumsi
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Tindakan Saat Pemantauan Batas Kritis Terlampaui


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.6.5 Klausul : -
 Koreksi dan tindakan korektif terencana yang dilakukan ketika batas kritis
terlampaui harus ditetapkan dalam HACCP Plan. Tindakan tersebut harus
memastikan bahwa penyebab ketidaksesuaian diidentifikasi paramater yang
dikendalikan dalam CCP kembali terkendali dan mencegah terulang kembali

 Prosedur terdokumentasi untuk menangani produk yang mempunyai potensi


tidak aman harus ditetapkan dan dipelihara untuk memastikan bahwa produk
tersebut tidak dapat diloloskan sebelum dievaluasi
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Update informasi dan dokumentasi


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.7 Klausul : -
Setelah penetapan OPRP dan/atau HACCP Plan, organisasi harus melakukan
updating informasi berikut, jika perlu :
a. karakteristik produk
b. peruntukan penggunaan
c. bagan alir
d. tahapan proses
e. tindakan pengendalian
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Perencanaan Verifikasi
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.8 Klausul : -
Perencanaan verifikasi harus menetapkan maksud, metode, frekuensi dan
tanggung jawab kegiatan verifikasi. Tindakan verifikasi harus mengkonfirmasikan
bahwa :
a. PRP diimplementasikan
b. masukan analisis bahaya dimutakhirkan secara berkesinambungan
c. OPRP dan elemen yang ada dalam HACCP Plan diterapkan dan efektif
d. tingkat bahaya yang dapat diterima
e. prosedur lain yang disyaratkan organisasi diterapkan dan efektif
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Sistem Mampu Telusur


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.9 Klausul : -
 Organisasi harus menetapkan dan menerapkan sistem ketertelusuran yang
mampu mengidentifikasi lot produk dan keterkaitannya dengan batch bahan
baku, rekaman proses dan pengiriman
 Sistem ketertelusuran harus mampu mengidentifikasi bahan yang masuk dari
pemasok langsung dan rantai awal distribusi produk akhir
 Rekaman ketertelusuran harus dipelihara dalam periode yang ditetapkan untuk
asesmen sistem yang memungkinkan dilakukannya penanganan produk yang
tidak aman dan untuk keperluan penarikan produk. Rekaman harus sesuai
dengan peraturan perundang-undangan dan persyaratan pelanggan, dan
didasarkan pada identifikasi lot produk akhir
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Koreksi
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.10.1 Klausul : -
 Organisasi harus memastikan bahwa ketika batas kritis CCP terlampaui, atau
OPRP yang tidak terkendali maka produk akhir yang terpengaruh diidentifikasi
dan dikendalikan sesuai dengan penggunaan dan pelepasannya

 Produk yang diproduksi dalam kondisi batas kritis yang terlampaui merupakan
produk yang berpotensi tidak aman dan harus ditangani sesuai dengan
penanganan produk yang berpotensi tidak aman

 Produk yang diproduksi di bawah kondisi OPRP yang tidak sesuai harus
dievalusi sesuai dengan penyebab ketidaksesuaian dan akibat yang ditimbulkan
berkaitan dengan keamanan pangan, dan jika perlu harus ditangani swesuai
dengan penanganan produk yang berpotensi tidak aman
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Tindakan Korektif
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.10.2 Klausul : -
 Data yang diperoleh dari pemantauan OPRP dan CCP harus dievaluasi oleh
personil yang ditunjuk yang memiliki pengetahuan memadai dan memiliki
kewenangan untuk memulai tindakan korektif

 Tindakan korektif harus dimulai saat batas kritis terlampaui atau ketika OPRP
kurang terpenuhi

 Organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur terdokumentasi yang


menspesifikasikan tindakan yang sesuai untuk mengidentifikasi dan
menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang terdeteksi, untuk mencegah
terulangnya kembali, dan untuk mengembalikan proses atau sistem ke dalam
pengendalian setelah ketidaksesuaian ditemukan
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Penanganan Produk Yang Berpotensi Tidak Aman


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.10.3 Klausul : -
Organisasi harus menangani produk yang tidak sesuai dengan melakukan
tindakan untuk mencegah produk tersebut masuk ke dalam rantai pangan, kecuali
dapat dipastikan bahwa :
a. bahaya keamanan pangan yang menjadi perhatian telah direduksi sampai pada
tingkat yang dapat diterima, yang telah ditetapkan
b. bahaya keamanan pangan yang menjadi perhatian akan dikurangi sampai
tingkat yang dapat diterima sebelum masuk ke dalam rantai pangan, atau
c. produk masih memenuhi tingkat bahaya keamanan pangan yang dapat diterima
selain dari ketidaksesuaian

Semua lot produk yang tidak sesuai harus dikendalikan oleh organisasi sampai lot
tersebut dievaluasi.
Jika produk tidak dalam pengendalian organisasi maka selanjutnya ditetapkan
sebagai produk yang tidak aman, organisasi harus memberitahukan kepada pihak
yang terkait dan mulai melakukan penarikan produk.
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Penarikan Produk
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 7.10.4 Klausul : -
Untuk memungkinkan dan memudahkan penarikan kembali secara tepat waktu
seluruh lot produk akhir yang diidentifikasi tidak aman,
a. manajemen puncak harus menunjuk personil yang memiliki wewenang untuk
memulai penarikan kembali dan personil yang bertanggung jawab untuk
melaksanakan penarikan kembali, dan
b. organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur terdokumentasi untuk
1. memberitahukan kepada pihak yang terkait (pihak yang
berwenang/konsumen/pelanggan
2. menangani produk yang ditarik dan lot produk terpengaruh yang masih dalam
stok, dan
3. urutan tindakan yang dilakukan

Produk yang ditarik harus diamankan atau diawasi sampai produk tersebut
dimusnahkan, digunakan untuk maksud lain yang berbeda dengan maksud
semula, ditetapkan aman untuk maksud yang sama, atau diproses ulang dengan
cara yang memastikan produk aman
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Validasi untuk Kombinasi Control Measure


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 8.2 Klausul : -
Sebelum penerapan tindakan pengendalian dimasukkan dalam OPRP dan
HACCP Plan dan setelah ada perubahan, organisasi harus memvalidasi bahwa:
a. tindakan pengendalian yang dipilih mampu mengendalikan bahaya keamanan
pangan yang telah ditetapkan, dan
b. kombinasi tindakan pengendalian telah efektif dan mampu memastikan
pengendalian bahaya keamanan pangan pada tingkat yang dapat diterima
sehingga diperoleh produk akhir yang aman

Jika hasil validasi menunjukkan satu atau dua elemen di atas tidak dapat
dikonfirmasi dan diases ulang
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Pengendalian Pemantauan dan Pengukuran


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 8.3 Klausul : -
Organisasi harus memberikan bukti bahwa metode pengukuran dan pemantauan
tertentu dan peralatan cukup untuk memastikan kinerja prosedur pengukuran dan
pemantauan.

Jika perlu untuk memastikan hasil yang sah, peralatan pengukuran dan metode
yang digunakan
a. harus dikalibrasi atau diverifikasi pada selang waktu, atau sebelum dipakai
b. harus diatur atau diatur ulang sesuai keperluan
c. harus diidentifikasi untuk memungkinkan status kalibrasi
d. harus dijaga dari penyesuaian yang akan membuat hasil pengukuran tidak sah
e. harus dilindungi dari kerusakan dan penurunan mutu

Rekaman hasil kalibrasi dan verifikasi harus dipelihara


PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Audit Internal
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 8.4.1 Klausul : -
Organisasi harus melaksanakan audit internal pada selang waktu terencana untuk
menetapkan apakah sistem manajemen keamanan pangan :
a. memenuhi pengaturan yang direncanakan terhadap persyaratan sistem
manajemen keamanan pangan yang ditetapkan oleh organisasi, dan
persyaratan standar ini
b. diterapkan secara efektif dan dimutakhirkan

Program audit harus direncanakan dengan mempertimbangkan pentingnya proses dan


area yang diaudit, serta tindakan audit sebelumnya. Kriteria, lingkup, frekuensi dan
metode audit harus ditetapkan. Pemilihan auditor dan pelaksanaan audit harus
memastikan objektivitas dan kenetralan proses audit. Auditor harus tidak mengaudit
pekerjaannya sendiri.

Manajemen yang bertanggung jawab untuk area yang diaudit harus memastikan
bahwa tindakan dilakukan tanpa ditunda untuk menghilangkan ketidaksesuaian dan
penyebab ketidaksesuaian yang terdeteksi. Tindak lanjut kegiatan harus mencakup
verifikasi tindakan yang diambil dan laporan hasil verifikasi
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Evaluasi Hasil Verifikasi Individu


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 8.4.2 Klausul : -
Tim keamanan pangan harus mengevaluasi secara sistematik hasil verifikasi
individu yang direncanakan

Jika verifikasi tidak menunjukkan kesesuaian dengan pengaturan yang


direncanakan, organisasi harus mengambil tindakan untuk mencapai kesesuaian
yang disyaratkan
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Analisis Hasil Kegiatan Verifikasi


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 8.4.3 Klausul : -
Tim keamanan pangan harus menganalisis hasil kegiatan verifikasi, mencakup hasil
audit internal dan audit eksternal. Analisis tersebut harus dilakukan untuk :
a. mengkonfirmasi bahwa kinerja sistem secara keseluruhan memenuhi
pengaturan yang direncanakan, dan memenuhi persyaratan sistem manajemen
keamanan pangan yang ditetapkan oleh organisasi
b. identifikasi keperluan untuk pemutakhiran atau perbaikan sistem manajemen
keamanan pangan
c. identifikasi kecenderungan yang menunjukkan peningkatan kejadian akibat
produk yang berpotensi tidak aman
d. menetapkan informasi perencanaan program audit internal berkenaan dengan
status dan pentingnya area yang diaudit, dan
e. menyediakan bukti koreksi dan tindakan korektif telah dilakukan secara efektif

Hasil analisis dan kegiatan yang dihasilkan harus direkam dan harus relevan dengan
yang dilaporkan kepada manajemen puncak sebagai masukan tinjauan manajemen.
Hasil analisis dan kegiatan juga harus digunakan sebagai masukan untuk
pemutakhiran sistem manajemen keamanan pangan
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Perbaikan Berkesinambungan
ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 8.5.1 Klausul : -
Manajemen puncak harus memastikan bahwa organisasi memperbaiki secara
berkesinambungan efektivitas sistem manajemen keamanan pangan melalui
komunikasi, tinjauan manajemen, audit internal, evaluasi hasil verifikasi individu,
analisis hasil kegiatan verifikasi, validasi kombinasi tindakan pengendalian,
tindakan korektif dan pemutakhiran sistem manajemen
PT. MAYORA INDAH CIBITUNG

Pemutakhiran Sistem Manajemen Keamanan Pangan


ISO 22000:2005 ISO 9001:2008
Klausul : 8.5.2 Klausul : -
Manajemen puncak harus memastikan bahwa sistem manajemen keamanan
pangan dimutakhirkan secara berkesinambungan.

Untuk mencapai hal ini, tim keamanan pangan harus mengevaluasi sistem
manajemen keamanan pangan pada selang waktu yang direncanakan. Tim harus
mempertimbangkan apakah penting untuk mengkaji analisis bahaya, OPRP yang
ditetapkan dan HACCP Plan

Kegiatan evaluasi dan pemutakhiran harus didasarkan pada :


a. masukan dari komunikasi eksternal maupun internal
b. masukan informasi lain berkenaan dengan kesesuaian, kecukupan dan
efektifitas sistem manajemen keamanan pangan
c. keluaran dari analisis hasil kegiatan verifikasi (8.4.3), dan
d. keluaran dari tinjauan manajemen (5.8.3)