Anda di halaman 1dari 30

SKIN GRAFT

SKIN ANATOMY
- EPIDERMIS
- DERMIS
- DERMO-EPIDERMAL
JUNCTION
- HAIR FOLLICLES
- HOLOCRINE GLANDS
- ECCRINE & APOCRINE
GLANDS
- SUBCUTANEOUS FAT
DEFINITION

 tissue separated from its donor bed and relies on


ingrowth of new vessels from the recipient tissues
 Consists of epidermis plus dermis (more or less)
SELECTION OF TYPE OF GRAFT

 SPLIT SKIN: epidermis + sebagian dermis


(thin,medium,thick)

 FULL THICKNESS: epidermis + seluruh lapisan dermis


SPLIT SKIN ADVANTAGES
 Have a greater chance to survive long because thin
tissue requires fewer revascularization.
 Can close the defect comprehensive
 Easy to be done
SPLIT SKIN DISADVANTAGES

- CONTRACTION

- HIPERPIGMENTATION
FULL THICKNESS: Advantages

 RESISTS CONTRACTION

 GROWTH IN CHILDREN

 TEXTURE AND PIGMENT; SIMILAR TO


NORMAL SKIN
FULL THICKNESS DISADVANTAGES

 REQUIRE EXCELLENT NUTRITION

 Easy get CONTAMINATION


CHOICE OF DONOR SITE

 SCALP

 EXTREMITIES
 ABDOMEN
 BACK
WOUND PREPARATION
 REMOVE EXPOSED CARTILAGE, REMOVE CRUST &
CONTAMINATED TISSUE
 DEBRIDE GRANULATION TISSUE OR TREAT WITH
HYPERTONIC SALINE.
 NOT OVER BONE CARTILAGE OR TENDON
EXCEPTIONS
 CORTICAL BONE CAN BE DRILLED
 FAILURE USUALLY RESULTS FROM POOR
RECIPRIENT SITE
WOUND PREPARATION
BEWARE:

- STREPTOCOCCUS
- RADIATION
- NECROTIC TISSUE
- HAEMORRHAGE
WOUND PREPARATION
Dermatom

Elektrik Pisau Humby


grafting
Penempatan graft

‘ tie over ’
fiksasi graft
tulle
tie over
softban
perban elastis
Fisiologi Pencangkokan Kulit (Skin Graft)
Proses penyembuhan pada Skin Graft
melalui beberapa fase:
 Fase Plasmatik Imbibisi
- Terjadi 24 jam pertama
- Fibrin memberikan cangkokan tersebut kesempatan
untuk menyerap kebutuhan nutrisi plasmatik secara
pasif ke dalam pembuluh darah kulit
- Cangkokan akan menjadi udem dan mengalami
peningkatan berat sekitar 40%, akan terbentuk
lingkungan di sekitar cangkokan yang kaya akan
nutrisi untuk menjaga patensi dari pembuluh darah
kulit yang dicangkok sampai terjadinya
revaskularisasi.
plasmatic imbibisi
 Revaskularisasi
- Terjadi 48-72 jam setelah proses pencangkokan.
- Perpaduan antara neovaskularisasi dan inoskulasi.
- Terbentuk anastomosis antara pembuluh darah dari
kulit yang dicangkok dan jaringan penerimanya
(resipien), sehingga akan terjadi revaskularisasi,
proliferasi vaskular, dan pembuluh darah yang baru
akan tumbuh.
- Sirkulasi lengkap (arteri, vena, dan saluran limfatik)
akan terbentuk kembali pada kulit yang dicangkok
antara 4-7 hari setelah proses transplantasi.
Neovaskularisasi & inoskulasi
 Organisasi
- Tahap akhir yang berlangsung antara 4-8 hari setelah
transplantasi meliputi proliferasi epidermal dan
hiperplasia.
- Setelah beberapa minggu warna kulit yang normal,
tekstur, kontur, dan sensasi sentuhan pada kulit akan
kembali.
HEALING OR TAKE

TAKE
- TURNS PINK
- BLANCHES ON PRESSURE AT 3-4 DAYS
HEALING OR TAKE

FAILURE, DUE TO:


- POOR VASCULARISATION
- HAEMATOMA OR SEROMA
- MOVEMENT
- INFECTION
- TECHNICAL ERROR
- STORAGE
hematoma
STORAGE
- ON TULLE GRAS FOLDED UPON ITSELF

- REFRIGERATED AT 3C IN MOIST SALINE

- CAN BE STORED ON DONOR SITE AND USED


WITHIN FIVE DAYS
SENSORY RETURN
 Graft sensation is regained as nerves grow into the
graft
 Sensory recovery begins at around 4-5 weeks and is
completed by 12-24 months
 Pain,light touch, and temperature return in that order
TERIMA KASIH