Anda di halaman 1dari 13

Pengelolaan Limbah Industri

PT. Asia Pasific Tbk


Arya Wibisono 161411033
Servio Galih P. 161411056
A. PROSES PRODUKSI

 Produk Utama  Bahan Baku Utama


 Chips Poly Ethylene Terephtalate (PET)  Purified Terephtalic Acid (PTA)
• Chips Polyester-Semi Dull (SD)  Ethylene Glycol (EG)
• Chips Polyester-Super Bright(SBr)  Bahan Baku Penunjang
 Produk Samping  Antimony Triasetat (SbAc3), Untuk katalis
 Diethylene Glycol (DEG)  Titanium Dioksida (TiO2), Untuk delustran
 Acetaldehyde  Kobalt Diasetat (CoAc2), Untuk aditif
 Oligomer  Trimethyl Phosphate (TMP), Untuk stabilizer
Persiapan Bahan
Pembuatan Pasta Proses Esterifikasi
Baku

Chips Cutting dan


Prepoly-
Conveying (Chips Poly-Konensasi
Kondensasi
Granulator)

Chips Bagging
B. SUMBER LIMBAH

 Filter Cleaning
PADAT
Unit Produksi Polimer

CAIR

 Filter Cleaning
 Unit Fiber

 HTM Primary


Genset
Off Gas Boiler GAS
C. KARAKTERISTIK LIMBAH

No Parameter Awal
1. pH 3,1
2. COD 28000 ppm
3. TSS 35 ppm
4. % EG (Ethylene Glicol) 0,12
Sumber : WWT PT Asia Pasific Fibers Tbk Karawang
D. TEKNOLOGI PENGOLAHAN
Clarifier 1
Poly Plant
Anoxic A

AERATOR 1
Clarifier 3
Sungai
SB FS MB
Citarum

Dump Tank AERATOR 2

Anoxic B

Clarifier 2

Sludge
Storage Decanter

Sludge
Diagram Alir Pengolahan Limbah Cair
E. DIMENSI PENGOLAHAN

Kapasitas Panjang Lebar

Tangki Equalisasi 1000 m3 - -

Anoxic 900 m3 20,1 m 9,35 m

Txanki Aerasi 9450 m3 105,3 m -

Dump Tank 2100 m3 - -


F. EVALUASI KINERJA DENGAN
KRITERIA DESIGN
COD MLSS DO pH

1 Anoxid A 8000

2 Anoxid B 6000

3 Aeration - A 3500 > 1.5 6-7

4 Aeration – B 1500 – 2000 > 1.0 6-7

5 1st Clarifier 1500 - 2000

6 2nd Clraifier < 150

7 Monitoring Box < 150


WWT Target PT Asia Pasific Fibers Tbk Karawang
F. EVALUASI KINERJA DENGAN
KRITERIA DESIGN
Parameter Poly Dump Anoxic Anoxic Aerator Clarifier Aerator Clarifier Monitoring Decanter
Effluent Tank A B 1 1/2 2 3 Box

pH 2,4 4,3 3,9 3,8 6,9 6,7 7,2 7 7 4

TSS 4 - - - - - - - 30

COD 28280 9302 5789 6038 - 1697 - 118 57 2938

% EG 0,29 - - - - - - - -

MLVSS - - - - 2014 - 1570 - -

MLSS - - - - 3306 - 1298 - -

Debit Flow - - - - - - - - 3100


(m3/jam)
F. EVALUASI KINERJA DENGAN
KRITERIA DESIGN
Parameter Satuan PERMEN LH Hasil Pengujian
NO 5 THN 2014
Lamp 31

Zat Padat Tersuspensi (TSS) mg/L 100 61

pH - 6,0-,9,0 7,9

Seng (Zn) mg/L 10 <0,01

Tembaga (Cu) mg/L 3 <0,01

Krom Total mg/L 1 <0,05

Minyak & Lemak* mg/L 10 <1

BOD5 mg/L 75 19

COD mg/L 150 54


Sumber : HSE PT Asia Pasific Fibers Tbk Karawang
G. PROSEDUR OPERASI
• Bak penampungan sementara limbah cair yang berasal dari unit polimer dialirkan menuju
Dump dump tank untuk menurunkan beban Chemical Oxygen Demand (COD)
Tank

• tanki ekualisasi merupakan tempat terjadinya pemecahan molekul dari molekul kompleks
Anoxic menjadi molekul sederhana yang disertai pengadukan secara homogen
Tank

• limbah cair diolah secara biologis menggunakan bakteri (lumpur aktif) dan diberi udara serta
Aeation diinjeksikan nutrient untuk nutrisi bakteri
Tank A

• Fase penjernihan dilakukan pada clarifier yang memisahkan lumpur aktif dengan limbah cair.
Limbah cair yang dihasilkan (overflow) diolah kembali pada aeration tank B, sedangkan
Clarifier lumpur aktif tersebut (underflow) dipompakan kembali ke kolam aeration A. Pada tahap ini
tersedia 2 clarifier akan tetapi yang digunakan hanya 1 unit dan 1 unit lainnya stand by
1 atau 2
G. PROSEDUR OPERASI
• Pada kolam aeration B, limbah cair diolah secara biologis menggunakan bakteri (lumpur aktif)
dan diberi udara serta diinjeksikan nutrient untuk nutrisi bakteri. Prinsipnya hampir sama
Aeration pada Aeration Tank A, yang membedakan yaitu jumlah nutrient yang diberikan lebih sedikit
dibandingkan jumlah nutrient yang diberikan pada aeration tank A
Tank B

• Pada fase ini, limbah cair yang diolah telah mencapai standar baku mutu limbah cair. Lumpur
yang dipisahkan dipompakan kembali ke aeration tank B. Air hasil pengolahan sebelum
Clarifier dibuang ke sungai ditampung pada monitoring box untuk mengukur parameter air limbah
yang akan dibuang ke Sungai Citarum
3

•Sludge storage berfungsi sebagai bak penampungan lumpur (underflow) yang dihasilkan
Sludge pada clarifier tank 1/2 dan clarifier tank 3.
Storage

•Decanter berfungsi untuk memisahkan zat padat dan cair yang bergerak sentrifugal.
Zat padat yang dihasilkan ditampung dalam drum dan dikirim kepada pihak ke-3.
Decanter Sementara zat cair yang dihasilkan dimasukkan kembali ke dalam dump tank.
Sekian Terima Kasih