Anda di halaman 1dari 57

III.

METEOROLOGI DAN
PERTANIAN

FIRSTA NINDA ROSADI, SP, M.Si


 Irigasi tetes/drip irrigation
Sistem Pengairan dibagi atas 2:
1. Sistem Pengairan terbuka
: suatu sistem pengairan yang berfungsi
untuk mengalirkan air dari suatu daerah
tangkapan air hujan secara terbuka (tanpa
menggunakan alat/alamiah)
2. Sistem Pengairan tertutup
: suatu sistem pengairan yang berfungsi
untuk mengalirkan air dari kedalaman tertentu
di dalam tanah dengan bantuan alat
Sistem pengairan terbuka
 Sistem Pengairan permukaan
: suatu sistem dimana air dibiarkan mengalir di atas
permukaan tanah sehingga tanah menjadi lembab, dan
kemudian karena adanya gaya gravitasi air dapat masuk ke
dalam tanah.

Pada sistem pengairan ini, tanaman ditanam di


daerah beralur maupun tidak beralur, dan permukaan
tanah di sekitar tanaman digenangi hingga setinggi
beberapa cm saja.
Hanya baik untuk beberapa jenis tanaman saja, dan
sebaiknya dilakukan tidak secara terus menerus (kecuali
tanaman padi), karena dapat menghalangi akar untuk
bernafas dan bisa menyebabkan busuk akar. Beberapa
komoditas pertanian seperti sawit dan kelapa, tidak boleh
digenangi, karena akarnya akan cepat membusuk.
Contoh sistem pengairan permukaan
 Sistem pengairan beralur
: air dipompakan ke alur-alur atau parit di
sekitar daerah perakaran, sehingga tidak semua
wilayah penanaman digenangi. Lebih efisien
dibandingkan pengairan permukaan, namun
tanaman yang digenangi juga tidak semua
tanaman pertanian.
Sistem Pengairan tertutup
 Sistem pengairan renjis (Sprinkler)
: Suatu sistem dimana semburan air dilakukan
keudara dan jatuh ketanah seperti air hujan.
Sistem ini menggunakan pompa yang
mengalirkan air bertekanan ke sprinkler yang
terpasang di setiap bagian wilayah penanaman.
Umumnya digunakan di lapangan golf dan
wilayah yang memiliki cadangan air sedikit
namun angin tidak terlalu sering bertiup
kencang, karena angin dapat menguapkan
banyak air yang disemprotkan sprinkler.
Efisiensinya dalam penggunaan air jauh lebih
tinggi dibandingkan irigasi permukaan.
 Sprinkler bisa juga diaplikasikan secara dinamis, yaitu
dengan menggunakan sistem roda yang bergerak
sepanjang wilayah penanaman. Sistem roda yang
sangat panjang terhubung dengan pipa yang elastis
sehingga pergerakan roda dapat menjangkau seluruh
bagian penanaman. Dengan sistem ini, sprinkler yang
digunakan lebih sedikit dibandingkan sprinkler statis.

 Center pivot irrigation (metode irigasi tanaman di


mana peralatan berputar di sekitar poros dan tanaman
yang disiram dengan penyiram) Center pivot bergerak
secara melingkar mengelilingi sumber air yang
dipompakan, sehingga bentuk wilayah penanamannya
juga harus melingkar mengelilingi sumber air yang
dipompakan tersebut.
Keuntungan sistem Sprinkler:
cara semburan seragam, sesuai untuk
berbagai jenis tanah, tidak mudah tersumbat.

Kelemahan :
1. Penggunaan sistem sprinkler dengan
tekanan yang sangat kuat dan jauh kurang
sesuai untuk tanaman seperti Terung dan lain-
lain. karena ini juga akan menyebabkan bunga
gugur akibat tekanan semprotan tersebut.
2. Tidak sesuai digunakan pada tanah yang
berstruktur padat dimana kadar penyerapan air
adalah rendah
3. Biaya untuk membeli dan memasang
komponen sistem adalah tinggi dan mahal
 Irigasi tetes
: merupakan sistem yang menggunakan pipa-pipa, dan
pada tempat-tempat tertentu diberi lubang untuk jalan
keluarnya air menetes ke tanah

Irigasi tetes hanya memberikan air di daerah


perakaran saja, sehingga bagian daun dan batang tidak
terkena air, dan wilayah di luar perakaran tidak menerima
air.

Jumlah air yang diberikan disesuaikan dengan


evapotranspirasi harian tanaman, yang diukur dengan
menggunakan berbagai alat klimatologi sederhana.
Jumlah air bisa diatur pemberiannya, dan bisa
diaplikasikan bersamaan dengn pupuk cair.
 Sistem ini sesuai digunakan untuk tanaman
buah-buahan dan sayur-sayuran, di kawasan
berbukit, di kawasan tanah jenis berpasir.
 Kebaikan sistem pengairan tetes adalah ;

Memerlukan tekanan air yang rendah. Air


langsung ke zona akar.
 Kelemahan pada sistem pengairan tetes:

Lubang keluar air pada alat sangat halus dan


mudah tersumbat