Anda di halaman 1dari 16

ANALISISIS TINGKAT

KESEHATAN BANK
PADA PT BANK DANAMON
DENGAN
MENGGUNAKAN METODE
RGEC

NAMA : ARDIANTO
NPM : 21214503
JURUSAN : AKUNTANSI
DOSEN PEMBIMBING : RIYANTI, SE., MM
Latar Belakang Masalah

Setiap bank umum yang ada di Indonesia sudah harus menggunakan


penilaian tingkat kesehatan bank yang baru berdasarkan Peraturan Bank Indonesia
(PBI) No.13/1/PBI/2011 tentang penilaian tingkat kesehatan Bank umum, yang
mewajibkan Bank umum. Tata cara baru tersebut kita sebut saja sebagai Metode
RGEC yaitu singkatan dari Risk Profile Good Corporate Governance Earning dan
Capital.
Penilaian tingkat kesehatan Bank didasarkan pada risiko-risiko Bank dan
dampak yang ditimbulkan pada kinerja Bank secara keseluruhan. Hal ini dilakukan
dengan cara mengidentifikasi faktor internal maupun eksternal yang dapat
meningkatkan risiko atau mempengaruhi kinerja keuangan Bank pada saat ini dan
di masa yang akan datang. Dengan demikian, Bank diharapkan mampu mendeteksi
secara lebih dini akar permasalahan Bank serta mengambil langkah-langkah
pencegahan dan perbaikan secara efektif dan efisien.
Rumusan Masalah :
Batasan Masalah:
1. Bagaimana analisis tingkat kesehatan Penelitian ini membatasi masalah yang
Bank Danamon kinerja dengan akan di bahas pada analisis tingkat
pendekatan metode RGEC (Risk kesehatan Bank Danamon menggunakan
Metode RGEC (Risk Profile, Good
Profile, Good Corporate Governance, Corporate Governance, Earnings,
Earnings, Capital) ? Capital) dalan kurun periode 2013-2015
menggunakan laporan tahunan PT Bank
Danamon

Tujuan Penelitian :Penelitian ini


bertujuan untuk menganalisis
tingkat kesehatan Bank Danamon
dengan pendekatan metode RGEC
(Risk Profile, Good Corporate
Governance, Earnings, Capital )
Manfaat Penelitian
Penelitian yang dilakukan penulis
diharapkan dapat berguna bagi ;
Pihak penulis
Bagi peneliti penelitian ini dapat
memperkaya ilmu di bidang keuangan

perbankan khusus Bank Danamon


Pihak Bank
Penelitian ini dapat memberikan informasi
sejauh mana tingkat kesehatan bank
tersebut
METODOLOGI PENELITIAN

Objek Penelitian
PT Bank Danamon Tbk, adalah bank konvensinal dalam kegiatan usaha di bidang
perbankan, Terdapat jasa jasa Yaitu jasa Bisnis, Jasa Keuangan, E-Banking dan
Treasury Bank

Jenis dan Sumber Data


• Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, penelitian
kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang
diolah dengan metode statistic. Dengan metode kuantitatif akan diperoleh
signifikan perbedaan kelompok atau signifikan hubungan antar variabel yang
diteliti. (Syaifudin Azwar 1998:5)
• Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang
diperoleh dari hasil publikasi laporan keuangan tahunan Bank Umum.
METODOLOGI PENELITIAN

TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Teknik Dokumentasi
Penulis juga melakukan teknik pengumpulan data Teknik Analisis Data
pokok secara tertulis dengan cara melihat catatan Dalam penelitian ini teknik analisis
atau arsip yang ada pada perusahaan.
Pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan data yang digunakan adalah analisis
melihat dan mencatat data yang bersumber dari rasio keuangan atau ( Financial Ratio
laporan publikasi perbankan Indonesia di internet. Analysis ). Analisis rasio keuangan
Dalam penelitian ini penulis menggunakan data
yang berasal dari laporan keuangan laporan
yang digunakan adalah Risk Profile,
keuangan tahunan Bank Danamon Tbk. selama Good Corporate Governance, Earnings
tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. and Capital.
Teknik Pustaka Berikut adalah alat kuantitatif yang
Teknik pustaka ini dilakukan oleh penulis untuk
digunakan Risk profile Resiko kredit
memperoleh landasan teori yang berhubungan
dengan masalah yang diteliti. Dasar-dasar teoritis
(NPL&IRR), Resiko Likuiditas (LDR),
ini diperoleh dari literatur-literatur maupun Good Corporate Governance (GCG),
tulisan-tulisan lainya yang berhubungan dengan Earning (ROA, ROE Dan NIM), dan
tingkat kesehatan Bank. Capital (CAR)
http://www.danamon.co.id/
http://www.idx.co.id/
Catatan akuntansi yang digunakan

1. Perhitungan NPL ( Non Performing Loan )


Untuk mengetahui risik kredit dihitung menggunakan rasio NPL ( Non Performing
Loan) dengan menggunakan rumus dibawah ini :

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
𝑅𝑂𝐴 = 𝑋 100
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡
Hasil Perhitungan NPL:

Periode NPL% Peringkat Keterangan


2013 1,87% 1 Sangat sehat
2014 2,32% 2 sehat
2015 3,01% 2 sehat
Catatan Akuntansi yang digunakan
2. Perhtungan IRR ( Interest Rate Risk)
Untuk mengetahui risiko pasar dihitung menggunakan rasio IRR ( Interate Rate
Risk) dengan mengunakan rumus dibawah ini :

RSA (Rate Sensitive Assets)


𝐼𝑅𝑅 = 𝑋 100%
𝑅𝑆𝐿 (𝑅𝑎𝑡𝑒 𝑆𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑖𝑣𝑒 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠)
Hasil perhitungan IRR:

Periode IRR% peringkat keterangan


2013 120,38% 1 Sangat sehat
2014 120,61% 1 Sangat sehat
2015 212,13% 1 Sangat sehat
3. Perhitungan LDR ( Loan to Deposti ratio )
Untuk mengetahui likuiditas dihitung menggunakan rasio LDR ( Loan to Deposti
ratio ) dengan menggunakan rumus dibawah ini :

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐾𝑟𝑒𝑑𝑖𝑡
𝐿𝐷𝑅 = 𝑋 100%
𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑃𝑖ℎ𝑎𝑘 𝐾𝑒𝑡𝑖𝑔𝑎
Hasil Perhitungan LDR:

Periode LDR% Peringkat keterangan

2013 122.179% 5 Tidak sehat

2014 117.52% 4 Kurang sehat

2015 110.60% 4 Kurang sehat


4. Perhitungan GCG ( Good Corporate Governence )
Penilaian terhadap GCG merupakan penilaian terhadapt manajemen Bank atas pelaksanaan
penerapan tata kelola perusahaan yang telah dilaksanakan oleh perseroan berlandaskan
pada lima prinsip dasar yang mencakup 11 akses penilaian GCG

Hasil perhitungan GCG langsung dari bank :


Periode Nilai komposit Peringkat Keterangan

2013 2 2 sehat

2014 2 2 sehat

2015 2 2 sehat
5. Perhitungan Return On Asset ( ROA )
Rasio ini dihitung untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam menghasilkan
laba. Semakin kecil rasio maka manajemen bank kurang mampu dalam mengelola
asset untuk meningkatkan pendapatan dan menekan biaya ( ROA )

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
𝑅𝑂𝐴 = 𝑋 100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡
Hasil perhitungan ROA:

Periode ROA Peringkat keterangan


2013 1.62% 2 sehat
2014 0.93% 3 Cukup sehat
2015 1.70% 2 sehat
6. Perhitungan Return of Equity ( ROE )
ROE merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur laba bersih setelah pajak.
Dengan modalnya sendiri, sekaligus menunjukan efisiensi penggunaan modal sendiri,
semakin baik perusahaan tersebut dilihat dari semakin tingginya rasio ini membuat posisi
perusahaan semakin kuat.
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
𝑅𝑂𝐸 = 𝑋 100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙
Hasil perhitungan ROE :
Periode ROE Peringkat keterangan

2013 1,62% 4 Kurang sehat

2014 10,88% 3 Cukup sehat

2015 9,58% 3 Cukup sehat


7. Perhitungan net interest margin (NIM)
NIM merupakan rasio diantara pendapatan bunga bersih terhadap rata-rata aktiva
produktif. Semakin tinggi NIM maka menunjukan bahwa bank semakin efektif
dalam penempatan produktif dalam bentuk kredit

𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝐵𝑢𝑛𝑔𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ


𝑁𝐼𝑀 = 𝑋 100%
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓
Hasik perhitungan NIM:

Periode NIM Tingkat keterangan


2013 6,21% 1 Sangat sehat
2014 6,32 1 Sangat sehat
2016 12,2 1 Sangat sehat
8. Perhitugan Capital Adequacy Ratio (CAR)
Rasio untuk menilai permodalan ini dapat dinilai dengan Capital Adequacy Ratio
(CAR)
𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝐵𝑢𝑛𝑔𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
• 𝑁𝐼𝑀 = 𝑋 100%
𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓

Hasil perhitungan CAR:


Periode NIM Tingkat keterangan

2013 6,21% 1 Sangat sehat

2014 6,32 1 Sangat sehat

2016 12,2 1 Sangat sehat


Ringkasan pada RGEC

Metode Keterangan Rasio 2013 2014 2015

R Risk Profile :

Risiko Kredit NPL 1,87% 2,32% 3,01

Risiko Pasar IRR 120,38% 120,61% 121,13%

Risiko Likuiditas LDR 122.17% 117,52% 110,60%

G self assessment 2 2 2

E Earnings NIM 6,21% 6,32% 12,20%

ROA 1,62% 0,93% 1,70%

ROE 7.9% 10,88% 9,58%

C Capital CAR 17.47% 18.17% 19.66%


KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambl dari uraian diatas adalah tingkat kesehatan PT Bank
Danamon yang di perhitungkan menggunakan metode RGEC:
• Risk profile, Bank Danamon sangat baik dalam pengelolaan risiko kredit yang penilaiannya
menggunakan rasio NPL dan pengelolaan risiko yang penilaiannya menggunakan rasio IRR
serta baik pengelolaan risiko likuiditas yang penilainnya menggunakan rasio LDR
memperoleh kategori sehat.
• Good Coporate Governance, Penilaian factor GCG dengan menggunakan hasil Self
Assesment yang tercantum pada laporan tahunan Bank selama masa periode 2013 sampai
dengan 2015 memperoleh kategori sehat, ini mencerminkan manajemen Bank, telah
menerapkan GCG secara baik
• Earning (Rentabilitas), Penilaian Faktor Earnings ( Rentabilitas ) yang perhitungan nya
menggunakan Net Interest Margin (NIM), Return On Asset (ROA), dan Return Of Equity
(ROE) Selama periode tahun 2013 sampai hingga tahun 2015 memperoleh kategori
predikat “Sehat”, ini mencerminkan rentabilitas yang sangat memadai.
• Capital, menggunakan perhitungan Capital Adequacy Ratio ( CAR), Bank Danamon dapat
dikatan masih “ Cukup Baik”
• jadi, dapat disimpulkan Bahwa Bank Danamon merupakan Bank yang sehat dalam
perhitungan metode RGEC