Anda di halaman 1dari 11

HIPOKALEMIA

Latar Belakang
Kalium:
 untuk fungsi normal dari otot, jantung, dan saraf.
 untuk transmisi normal sinyal listrik seluruh sistem saraf
dalam tubuh.

 Studi lebih lanjut di Amerika Serikat angka kejadian


hipokalemia pasien rawat inap adalah 20%
 walaupun hanya 4-5 % dari pasien hipokalemia tersebut
yang gejala klinisnya terlihat.
Definisi

 Hipokalemia(kadar kalium yang


rendah dalam darah) adalah suatu
keadaan dimana konsentrasi kalium
dalam darah kurang dari 3.5 mEq/L
darah.
Epidemiologi
 Pada populasi umum  kurang dari 1% subyek sehat
mempunyai kadar kalium lebih rendah dari 3,5 mEq/L.
 Diperkirakan sampai 21% pasien rawat inap  memiliki
kadar kalium lebih rendah dari 3,5 mEq/L, dengan 5%
pasien memiliki kadar kalium lebih rendah dari 3 mEq/L.
Etiologi
 Deplesi Kalium
 Disfungsi Ginjal
 Kehilangan K+ Melalui Jalur Ekstra-renal
 Kehilangan K+ Melalui Ginjal
 Endokrin atau Hormonal
Patofisiologi
 Peningkatan laju kalium masuk ke dalam sel
 Peningkatan pH ekstraselular
 Peningkatan jumlah insulin
 Peningkatan aktivitas beta adrenergik
 Peningkatan kehilangan urin
Gejala Klinis
 Kelemahan otot berat atau paralisis,
 kelemahan otot pernapasan yang dapat begitu berat 
kegagalan pernapasan dan kematian.
 Keterlibatan otot-otot pencernaan  ileus dan gejala-
gejala yang diakibatkannya seperti distensi, anoreksia,
nausea dan vomitus. Kram, parestesia, tetani, nyeri otot
dan atrofi.
 Aritmia kardiak dan kelainan EKG
 Rhabdomiolisis
 Kelainan ginjal
Diagnosis
 Untuk memastikan hipokalemia, akan dilakukan
serangkaian pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan
penunjang,
 Seperti: kadar K dalam serum kurang dari 3.5 mEq/L,
kadar K, Na, Cl dalam urin 24 jam, kadar Mg dalam serum,
analisis gas darah, dan terdapat gelombang U pada
elektrokardiografi (EKG).
Penatalaksanaan
 Kalium 2,5 – 3,5 mEq/L  75 mEq/kgBB per oral per hari
dibagi tiga dosis.
 Kalium <2,5 mEq/L
 [(3,5 – kadar K+ terukur) x BB(kg) x 0,4] + 2 mEq/kgBB/24
jam, dalam 4 jam pertama.
[(3,5 – kadar K+ terukur) x BB(kg) x 0,4] + (1/6 x 2 mE/
kgBB/24jam), dalam 20 jam berikutnya.
 (3,5 – kadar K+ terukur) + (1/4 x 2 mEq/kgBB/24 jam), dalam 6
jam.

 Pada hipokalemia ringan (kalium 3—3,5 mEq/L)


 KCl oral 20 mmol per hari
 dianjurkan banyak makan makanan yang mengandung kalium.
Komplikasi

 Komplikasi kardiovaskular  penyebab paling


signifikan untuk morbiditas dan mortalitas karena
hipokalemia.
 Asupan kalium rendah  faktor risiko untuk
hipertensi dan atau kerusakan target organ hipertensi.
 Kelemahan otot, penekanan refleks tendon dalam dan
bahkan paralisis flasid
Prognosis

 Pada hipokalemia berat, tanpa penatalaksanaan yang tepat,


penurunan kadar kalium secara drastis  masalah jantung
yang serius  berakibat fatal.
 Serangan akut oleh karena diare mempunyai prognosis
yang baik.
 Sedangkan hipokalemia karena kelainan kongenital 
prognosis yang jauh lebih buruk  karena terapi
seringkali tidak berhasil.