Anda di halaman 1dari 33

Kelompok 2

1. Aniq Kumala Dewi ( 15308141040 )


2. Anisa Maulidiya ( 15308141041 )
3. Resa Pahlawan ( 15308141044)
4. Shianita ( 15308141046)
5. M Luqmanul Hakim ( 15308144007)
SEJARAH PERKEMBANGAN

Mempostulatkan bahwa zat yang larut dalam lipid memasuki


sel jauh lebih cepat daripada zat yang tidak larut dalam lipid.
Membran sel dibentuk oleh
molekul lipid bilayer. Ujung polar
molekul lipid pada satu lapisan
mengarah ke luar, sedangkan
ujung polar lipid pada lapisan
yang lain mengarah kea rah dalam
atau sitoplasma.
Mengusulkan bahwa membran
plasma terdiri atas dua fase
yaitu fase cair dan fase minyak.
Bagian lipid yang hidrofobik
mengarah ke fase cair. Protein
terhidrasi bekerja sebagai
suatu buffer diantara kepala
lipid yang hidrofilik dan fase
Membran plasma terdiri dari dua
lapisan lipida-protein. Molekul
lipid amfifatik mengarah dengan
daerah hidrofobik ke arah fase
minyak dan permukaan lain
mengarah ke daerah eksternal.
Protein terhidrasi berperan
sebagai suatu buffer pelapis
Membran plasma merupakan
struktur berlapis tiga yang terdiri
dari dua lapisan terluar yang
padat yang terdiri atas protein
dan lapisan yang tengah berupa
lipid. Protein pada kedua
permukaan bilayer lipid memiliki
konfirmasi memanjang tetapi
Membrane sel
berstruktur lipoprotein yang
merupakan gabungan antara
lemak dan protein dan terdiri
atas protein yang tersusun
seperti mozaik (tersebar) dan
masing-masing tersisip di
antara dua lapis fosfolipid.
MODEL MOZAIK FLUIDA

Model fluid mosaik menjelaskan bahwa membran sel


berbentuk cairan (tersusun dari asam lemak tidak jenuh) dan
memiliki mosaik protein (tersusun menyebar) yang
bervariasi dan menyisip atau menempel pada lapisan ganda
(bilayer) fosfolipid. Matriks membran yang terdiri atas dua
lapisan lipida dan berbagai macam jenis protein, seperti
protein Perifer, protein integral, protein channel itu tidak
berkesinambungan dan saling menyesuaikan menurut
susunan yang teratur atau tidak teratur (susunan yang
asimetris).
Komponen penyusun membran sel

Fosfolipid bilayer
Kolesterol

 Memiliki gugus hidroksil, dimana gugus hidroksil dari kolesterol yang


bersifat hidrofilik menentukan orientasi molekul ini pada membran sel.
 Memiliki 4 cincin hidrokarbon menyatu yang merupakan komponen larut
dalam lemak.
 Memiliki ekor hidrokarbon.
 Terletak menyisip diantara membran fosfolipid.
 Fungsi : Mencegah berdemptenya membran fosfolipid
Glikolipid
 Glikolipid adalah molekul lipid yang mengandung karbohidrat polar, seperti
galaktosa atau glukosa.
 Fungsi Glikolipid : Sebagai marker permukaan SDM untuk penggolongan
darah ABO, sebagai antigen yang bertanggungjawab untuk interaksi golongan
darah, sebagai tempat pengenal oleh antibodi pada reaksi imunitas, serta
sebagai energi cadangan sel.
Glikoprotein

 Glikoprotein merupakan suatu protein yang terikat pada rantai karbohidrat


atau oligosakarida dengan ikatan kovalen.
 Oligosakarida pada sisi luar membran plasma berbeda-beda dari satu sel ke sel
lainnya dalam satu individu.
 Fungsi : sebagai penanda yang membedakan satu sel dari sel yang lainnya au
dapat dikatakan berperan dalam sistem kekebalan, mengorientasi glikoprotein
kedalam posisi yang cocok pada membran sel.
Protein Integral
 Protein integral atau protein intrinsik adalah protein yang seluruhnya atau
sebagiannya terbenam dalam dua lapis lipid, bersifat amfipatik, dan berbentuk
globular.
 Protein integral dapat berupa protein channel atau protein carrier
 Protein channel : protein yang bagian dalamnya bersifat hidrofilik yang digunakan
oleh ion dan molekul polar, tidak butuh ATP
 Protein carrier : Protein yang membawa molekul dengan cara mengikatnya untuk
dibawa masuk ke dalam sitoplasma, dalam pengangkutan membutuhkan ATP

Protein Perifer
 protein Perifer atau ekstrinsik terdapat pada permukaan membran plasma. Protein
ini tidak mengadakan interaksi secara langsung dengan fosfolipid dalam membran
plasma
Fungsi lain protein pada memebran sel

 Sebagai kerangka membran


Kerangka membran atau disebut juga sitoskeleton mempunyai 3
macam jenis yaitu mikrotubulus, mikrofilamen dan filamen
intermediet.
 Protein berfungsi sebagai enzim
Protein dapat berfungsi sebagai enzim untuk mengkatalis reaksi-
reaksi kimia dalam membran plasma
 Protein berfungsi dalam sistem transport elektron
kompleks-kompleks dalam sistem transport elektron tersusun
dari protein, dimana protein tersebut berfungsi sebagai enzim
dalam menerima elektron-elektron sehingga dihasilkan energi
Fluiditas membran sel
 Pada suhu tinggi susunan fosfolipid  Pada suhu rendah, menyebabkan ekor
membran sel menjadi renggang hidrofobik asam lemak menjadi lebih
 Hal ini dapat mempengaruhi rapat sama lain.
permeabilitas membran sel.  untuk menjaga stabilitas membran pada
 kolesterol dapat mengontrol suhu rendah didukung oleh kolesterol
membran dengan menghambat  Sel yang hidup pada suhu rendah biasanya
gerakan-gerakan fosfolipid. memiliki kandungan asam lemak tidak
jenuh yang lebih tinggi.

Suhu tinngi Suhu rendah


Gerak Lipida dan protein dalam membran sel

Gerak lipida :
Gerak Protein :
Gerak Lateral
Gelak flip-flop Difusi lateral
Gerak rotasi Difusi Rotasi
Gerak fleksi
Membran Sel prokariot
Fungsi membran sel
Transpor Membran
Difusi

Osmosis
Transpor Pasif
Difusi Difasilitasi

Endositosis

Fagositosis

Transpor Aktif Pinositosis

Endositosis dengan bantuan


reseptor

Eksositosis
Transpor pasif merupakan Transpor yang tidak memerlukan
energi. Transpor pasif ini bersifat spontan dan berlangsung akibat
adanya perbedaan konsentrasi antara zat dan larutan
Transpor aktif merupakanTranspor yang memerlukan
energi berupa ATP yaitu energi kimia yang tinggi yang
berasal dari hasil respirasi sel
1. Fagositosis
Fagositosis adalah suatu peristiwa dimana sel
menelan suatu partikel dengan pseupod (kaki palsu)
yang dimilikinya lalu mengelilingi dan membungkus
ke dalam kantong besar yang dibungkus membrane
dan dapat digolongkan sebagai vakuola dan akan di
cerna.
2. Pinositosis
suatu peristiwa dimana sel menelan tetesan cairan
ekstraseluler dalam vesikula yang kecil
3. Endositosis dengan bantuan reseptor
Berbeda dengan pinositosis, endositosis yang
diperantarai oleh reseptor, pada membran sel
bagian luar terdapat protein yang memiliki tempat
reseptor yang spesifik.