Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara
harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang
disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba.
BAB II
PEMBAHADAN

A. Pengertian

http://cdn2.tstatic.net/medan/foto/bank/images/tsunami_20180405_062007.jpg

Tsunami (bahasa Jepang: tsu = pelabuhan, nami = gelombang. Secara har fiah
berarti "ombak besar di pelabuhan" adalah perpindahan badan air yang
disebabkan oleh perubahan permukaan laut se cara vertikal dengan tiba -tiba.
Tanda-tanda akan terjad inya tsunami adalah gempa tektonik/vulkanik terlebih
dahulu kemudian diikuti dengan keadaan air laut surut secara tiba-tiba.
B. Penyebab Terjadinya Tsunami

Perubahan permukaan la ut saat tsunami bisa disebabkan oleh gempa bumi


yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah
laut, atau hantaman meteor di laut.
Karakteristik Tsunami

1. Kecepatan tsunami.
Secara empiris, kecepatan tsunami tergantung pada kedalaman laut dan
percepatan gravitasi di tempat tersebut.

2. Ketinggian tsunami.
Ketinggian gelombang Tsunami berbanding terbalik dengan kecepatanya. Artinya,
jika kecapatan tsunami besar, tetapi ketinggian g elombang tsunami hanya
beberapa puluh centimeter saja.
C. Proses Terjadinya Tsunami
Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun
secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di
atasnya.

https://i1.wp.com/sketsanews.com/wp -content/uploads/2017/08/ -gempa-6-6-sr-terjadi-di tsunami-.jpg


C. Sistem Peringatan Dini
Banyak kota -kota di sekitar Pasifik, terutama di Jepang dan juga Hawaii, mempunyai sistem
peringatan tsunami dan prosedur evakuasi untuk menangani kejadian tsunami.

D. Mitigasi Bencana Tsunami


Mitigasi meliputi segala tindakan yang mencegah bahaya, mengurangi
kemungkinan terjadinya bahaya, dan mengurangi daya rusak suatu bahaya
yang tidak dapat dihindarkan. Mitigasi adalah dasar managemen situasi
darurat. Mitigasi dapat didefinisikan sebagai “aksi yang mengurangi atau
menghilangkan resiko jangka panjang bahaya bencana alam dan akibatnya
terhadap manusia dan harta-benda” (FEMA, 2000).
F. Korban Tsunami
Menurut U.S. Geological Survey , sebanyak 227.898 orang meninggal dunia akibat bencana
ini (lihat tabel di bawah). [1] Dilihat dari jumlah korban tewasnya, gempa ini adalah satu dari
sepuluh gempa terburuk sekaligus tsunami terburuk sepanjang sejarah. I
Kehilangan
Negara 1
Dipastikan Perkiraan Cedera Hilang tempat
korban tewas
tinggal

Indonesia 130.736 167.799 n/a 37.063 500.000+[55]


2
Sri Lanka 35.322[56] 35.322 21.411[56] n/a 516.150[56]

India 12.405 18.045 n/a 5.640 647.599

Thailand 5.3953[57] 8.212 8.457[58] 2.817[57] 7.000

Somalia 78 289[59] n/a n/a 5.000[60]

Myanmar (Burma) 61 400–600[61] 45 200[62] 3.200

Maladewa 82[63] 108[64] n/a 26 15.000+

Malaysia 68[65] 75 299[66] 6 n/a

Tanzania 10[67] 13 n/a n/a n/a

Seychelles 3[68] 3 57[68] n/a 200[69]

Bangladesh 2 2 n/a n/a n/a

Afrika Selatan 24[70] 2 n/a n/a n/a

Yaman 2[71] 2 n/a n/a n/a

Kenya 1 1 2 n/a n/a

Madagascar n/a n/a n/a n/a 1.000+[72]

Total ~184,167 ~230,273 ~125,000 ~45,752 ~1.69 million


G. MitiMenghadapi Tsunami

1. Persiapan menghadapi tsunami .

a. Mengetahui pusat informasi bencana, seperti Posko Bencana, Palang Merah


Indonesia, Tim SAR. Kenali areal rumah, sekolah, tempat kerja, atau tempat
lain yang beresiko. Mengetahui wilayah dataran tinggi dan dataran rendah
yang beresiko terkena Tsunami.
b. Jika melakukan perjalanan ke wilayah rawan Tsunami, kenali hotel, motel,
dan carilah pusat pengungsian. Adalah penting mengetahui rute jalan keluar
yang ditunjuk setelah peringatan dikeluarkan.
1. Cara penanggulangan tsunami.

Adapun cara yang dilakukan untuk penanggulangan bencana tsunami adalah :


a. Melaksanakan evakuasi secara intensif.
b. Melaksanakan pengelolaan pengungsi.
c. Melakukan terus pencarian orang hilang, dan pengumpulan jenazah.
d. Membuka dan hidupkan jalur logistik dan lakukan resuplay serta
pendistribusian
1. Upaya penyelamatan diri saat terjadi tsunami.

a. Sebesar apapun bahaya tsunami, gelombang ini tidak datang setiap saat.
Janganlah ancaman bencana alam ini mengurangi kenyamanan menikmati
pantai dan lautan.
b. Jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempabumi, air laut dekat
pantaisurut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju
ke tempat yangtinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil
memberitahukan teman-teman yang lain.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan


permukaan laut secara vertikal dengan tiba -tiba. Tanda -tanda akan terjadinya
tsunami adalah gempa tektonik/vulkanik terlebih dahulu kemudian diikuti dengan
keadaan air laut surut secara tiba -tiba. Sejarah mencatat setidaknya ada beberapa
puluh kali tsunami pernah terjadi seluruh dunia.
A. SARAN

Untuk mengantisipasi datangnya tsunami yang sampai saat ini belum bisa
diprediksikan dengan tepat k apan dan dimana akan terjadi maka dapat dilakukan
beberapa langkah sebagai berikut :
Selalu waspada dan memantau dengan aktif informasi tentang bahaya tsunami
dari pihak yang berwenang terhadap adanya potensi tsunami terutama penduduk
yang bermukim didekat pantai.
DAFTAR PUSTAKA

Iwan, W.D. 2006, Summary report of the Great Sumatra Earthquakes and Indian
Ocean tsunamis of 26 December 2004 and 28 March 2005: Earthquake
Engineering Research Institute. EERI Report 2006-06.
Dudley, Walter C. & Lee, Min. 1988. Tsunami 1st edition. ISBN 0-8248-1125-9.
Macey, Richard. 2005. The Bi g Bang that Triggered A Tragedy . The Sydney
Morning: Seismologist at Geoscience Australia.