Anda di halaman 1dari 32

Anamnesis

Keluhan Utama : Nyeri perut kanan bawah


Riwayat Penyakit Sekarang
• Pasien datang ke IGD RSUD Leuwiliang dengan keluhan
nyeri perut kanan bawah sejak 1bulan Sebelum Masuk
Rumah Sakit (SMRS). Pada awalnya nyeri dirasakan di ulu
hati, kemudian berpindah ke perut kanan bawah. Nyeri
dirasakan hilang timbul, nyeri dirasakan seperti tertusuk-
tusuk dan dirasakan makin lama makin memberat. Nyeri
dirasakan memberat saat perut ditekan dan pasien
bergerak, sehingga pasien susah beraktivitas. Pasien
mengeluh nyeri pada perut kanan bawah semakin
memberat hebat sejak hari Sebelum Masuk Rumah Sakit.
Anamnesis
• Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan sejak
2 hari yang lalu, mual, muntah (1x,isi makanan
dan air) dan perut terasa kembung. Pasien
mengalami demam sejak satu hari Sebelum
Masuk Rumah Sakit, demam dirasakan naik
turun sepanjang hari.
• BAB dan BAK normal. Pola makan pasien tidak
teratur dan jarang mengkonsumsi serat.
Anamnesis
Riwayat Pengobatan
• Pasien berobat ke klinik terkait dengan keluhannya saat
ini dan keluhannya berulang.

Riwayat Penyakit Dahulu


• Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya.
• Riwayat penyakit paru, ginjal, kencing manis, darah
tinggi disangkal.

Riwayat Penyakit Keluarga


• Tidak ada keluarga yang sakit seperti pasien
Anamnesis
Riwayat Psikososial (Pendidikan dan Sosial
Ekonomi)
• Pendidikan : Sekolah Menengah Atas
• Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
• Perkawinan : sudah menikah
• Kebiasaan : pasien jarang makan
sayuran karena tidak suka
Pemeriksaan Fisik
Vital sign
• Nadi : 92 x/menit, teratur, kuat
• Suhu : 37,5oC
• Respiratory rate : 20x/menit
• Tekanan Darah : 120/80 mmHg
• Status gizi : cukup
Keadaan umum
• Pasien tampak lemah
• KU : Tampak Sakit Sedang
• Kesadaran : Compos mentis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan generalis
• Kepala : a/i/c/d -/-/-/-, mata cowong (-),
edema palpebral (-), pupil isokor +3/+3
• Leher : PKGB (-), JPV (-)
• Thorax : Bentuk dada simetris (+), gerak
pernapasan simetris (+)
Cor : S1S2 tunggal, m (-), g (-)
Pulmo : ves/ves, RH (-), Wh (-)
• Abdomen : St.lokalis
• Ekstremitas : akral hangat, edema (-), CRT<2”
Pemeriksaan Fisik
Status lokalis (Abdomen)
• Inspeksi : Bentuk simetris, sedikit membuncit.
• Auskultasi : Bising usus (+) menurun
• Palpasi : Dinding perut simetris, buncit, supel ,
Massa (-), Nyeri tekan (+) kuadran kanan bawah
(Mc.Burney sign).
• Nyeri lepas (+) Psoas sign (+), Obturator sign (+),
Rovsign sign (+), defans muskular (+) di kuadran kanan
bawah.
• Perkusi : Bunyi timpani
Pemeriksaan Laboratorium
Parameter
Nilai
Hematologi Hasil Satuan Normal

Hb 14,9 gr/dL 11,7-15,5

Leukosit 12,4 103/L 3,6-11,0

Hematokrit 45 % 35-47

Trombosit 263 109/L 150-440

Ureum 28 mg/dL 10-50

Creatinin 0,60 mg/dL 0,45-0,75

SGOT 25 U/L <35

SGPT 20 U/L <35

GDS 87 mg/dL 70-140

Urinalisa

Tes
Kehamilan Negatif

Hitung Jenis

Basofil 0 % 0-1

Eosinofil 3 % 2-4

0 % 3-5
Neutrofil
Analisis Masalah
Appendicitis Acute
Anamnesis:
• Adanya migration of pain to the right lower quadrant. Nyeri
dirasakan hilang timbul, nyeri dirasakan seperti tertusuk-tusuk dan
dirasakan makin lama makin memberat. Nyeri dirasakan memberat
saat perut ditekan dan pasien bergerak, sehingga pasien susah
beraktivitas. Pasien mengeluh nyeri pada perut kanan bawah
semakin memberat hebat sejak hari Sebelum Masuk Rumah Sakit.
• Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan sejak 2 hari yang lalu,
mual, muntah (anorexia, vomitus, dan nausea) dan perut terasa
kembung. Pasien mengalami demam sejak satu hari Sebelum
Masuk Rumah Sakit, demam dirasakan naik turun sepanjang hari.
• BAB dan BAK normal. Pola makan pasien tidak teratur dan jarang
mengkonsumsi serat.
• Pasien berobat ke klinik terkait dengan keluhannya saat ini dan
keluhannya berulang.
Analisis Masalah
Appendicitis Acute
Pemeriksaan fisik:
• Suhu : 37,5oC
Status lokalis (Abdomen)
• Inspeksi : Bentuk simetris, sedikit membuncit.
• Auskultasi : Bising usus (+) menurun
• Palpasi : Dinding perut simetris, buncit, supel ,
Massa (-), Nyeri tekan (+) kuadran kanan bawah
(Mc.Burney sign).
• Nyeri lepas (+) Psoas sign (+). Obturator sign (+),
Rovsign sign (+), Tenderness in right lower quadrant.
• Perkusi : Bunyi timpani
Analisis Masalah
Appendicitis Acute
Pemeriksaan penunjang:
• Lab: Darah:
• Leukositosis: 12,4
• Pemeriksaan hitung jenis sel darah putih shift
to the left
Rencana diagnosis:
• Pemeriksaan radiologis : USG
Analisis Masalah
Appendicitis Acute
Characteristic Score

M = Migration of pain to the RLQ 1

A = Anorexia 1

N = Nausea and vomiting 1

T = Tenderness in RLQ 2

R = Rebound pain 1

E = Elevated temperature 1

L = Leukocytosis 2

S = Shift of WBC to the left 1

Total 10

Alvarado Score pada pasien ini 10


Analisis Masalah
Appendicitis Acute
• Rencana terapi:
Dilakukan tatalaksana awal, pemberian antibiotik dan persiapan pra operasi.

Terapi :
• Inf. RL 20 tpm
• Inj. Ceftriaxon 2x1gr IV
• Inj. Ranitidin 2x50mg IV
• Inj. Ondansetron 3x4mg IV
• Pro Appendiktomy
• Puasa pre operasi
Monitoring : Vital sign, keluhan
Edukasi : Menjelaskan kepada keluarga pasien tentang penyakit, tindakan
yang akan dikukan, prognosa dan pengobatan setelah operasi
Konsultasi : Konsul dokter spesialis bedah umum
Analisis Masalah
Appendicitis Acute
• Prognosis : ad bonam
Apendisitis Akut

Disebabkan proses radang


bakteria, dicetuskan oleh
beberapa faktor pencetus

Kecendrungan
Faktor Obstruksi
Familiar

Faktor Ras dan


Faktor Bakteri
Diet
Patofisiologi
Obstruksi Bendungan mukus

Tekanan intra lumen


Aliran limfe terhambat
meningkat

Apendisitis akut lokal -> nyeri


epigastrium
Sekresi mukus Tekanan terus
berlanjut meningkat

Peradangan mengenai peritoneum


setempat -> nyeri perut kanan
bawah

Obstruksi vena, edema


Apendisitis supuratif akut bertambah, bakteri akan
menembus dinding
Aliran arteri Infark dinding apendiks +
terganggu gangren

Dinding pecah Apendisitis gangrenosa

Apendisitis perforasi
Penegakan diagnosis
Gambaran Klinis

Nyeri epigastrium atau regio umbilicus +


mual + anorexia. Demam 37,5 - 38,5C.

Nyeri berpindah ke kanan bawah+tanda


rangsangan peritoneum lokal di titik Mc
Burney, nyeri tekan, nyeri lepas+adanya defans
muskuler.

Rovsing’s Sign, Blumberg’s Sign


Pemeriksaan Fisik

Rectal Toucher Palpasi

Perkusi Inspeksi

Auskultasi
Uji Psoas

Rangsangan otot psoas lewat hiperekstensi sendi panggul


kanan/fleksi aktif sendi panggul kanan, paha kanan ditahan. Bila
apendiks yang meradang menepel di m. poas mayor, akan
menimbulkan nyeri.
Uji Obturator

Gerakan fleksi+endorotasi sendi panggul posisi terlentang akan


menimbulkan nyeri pada apendisitis pelvika. Pemeriksaan uji
psoas + uji obturator merupakan pemeriksaan yang ditujukan
untuk mengetahui letak apendiks.
Alvarado Score

Characteristic Score
M = Migration of pain to the RLQ 1
A = Anorexia 1
N = Nausea and vomiting 1
T = Tenderness in RLQ 2
R = Rebound pain 1
E = Elevated temperature 1
L = Leukocytosis 2
S = Shift of WBC to the left 1
Total 10

Dinyatakan appendisitis akut bila skor > 7 poin


Pemeriksaan
Penunjang

Pemeriksaan darah Pemeriksaan Urin

Melihat adanya
- Leukositosis pada
eritrosit, leukosit
kebanyakan
dan bakteri di
kasus apendisitis
dalam urin.
akut
Pemeriksaan ini
- Pada
sangat membantu
appendicular
dalam
infiltrat, LED
menyingkirkan
meningkat
diagnosis banding
Foto polos abdomen

USG

Pemeriksaan
Barium enema
Radiologis

CT Scan

Laparoscopy
Penatalaksanaan Apendisitis Akut
Perawatan Kegawatdaruratan

- Berikan terapi kristaloid untuk pasien dengan tanda-tanda


klinis dehidrasi atau septicemia.
- Pasien dengan dugaan apendisitis sebaiknya tidak diberikan
apapun melalui mulut.
- Berikan analgesik dan antiemetik parenteral untuk
kenyamanan pasien.
- Pertimbangkan adanya kehamilan ektopik pada wanita usia
subur, dan lakukan pengukuran kadar hCGBerikan antibiotik
intravena pada pasien dengan tanda-tanda septicemia dan
pasien yang akan dilanjutkan ke laparotomi.
Antibiotik Pre-Operatif

- Pemberian antibiotik pre-operatif telah menunjukkan


keberhasilan dalam menurunkan tingkat luka infeksi pasca
bedah.
- Pemberian antibiotic spektrum luas untuk gram negatif dan
anaerob diindikasikan.
- Antibiotik preoperative harus diberikan dalam hubungannya
pembedahan.
Tindakan Operasi

- Pemberian antibiotik pre-operatif telah menunjukkan


keberhasilan dalam menurunkan tingkat luka infeksi pasca
bedah.
- Pemberian antibiotic spektrum luas untuk gram negatif dan
anaerob diindikasikan.
- Antibiotik preoperative harus diberikan dalam hubungannya
pembedahan.