Anda di halaman 1dari 25

T E RMI .MEA. SK.

AOS I H

(ADVERSE DRUG REACTION MONITORING)


DEFINISI E.S.O MENURUT
WHO
Tiap respon terhadap obat
yang merugikan atau tidak
diharapkan, yang terjadi pada
dosis yang digunakan pada
manusia untuk tujuan
profilaksis, diagnosis dan
terapi
MONITORING EFEK SAMPING OBAT
(MESO)
Aspek yang harus dipertimbangkan
dalam pemakaian obat adalah:
1. Efektivitas
2. Keamanan
3. Mutu
4. Rasional
5. Harga
Aspek keamanan tidak terlepas dari
kemungkinan terjadinya adverse drug
reaction = efek samping obat (E.S.O)
ADANYA E.S.O AKAN MENAMBAH
MASALAH DALAM HAL:

Morbiditas → Penderitaan

Perawatan/ → Pekerjaan dan


perpanjangan penyerapan
masa perawatan dana & fasilitas

Kematian penderita
MENGAPA PERLU MESO

Informasi obat secara lengkap


mengenai obat sebelum beredar di
pasaran sulit didapat, uji klinik yang
memenuhi syarat tetap menghasilkan
informasi yang terbatas.
Maka perhatian terhadap reaksi yang
tidak diinginkan selama pemakaian
sangat perlu dipantau secara sistemik
DATA PRE REGISTRASI

Uji Coba pada Hewan


Tidak cukup menjamin keamanannya
pada manusia
Uji Klinis Terbatas
Baik kualitas maupun kuantitasnya
(hanya Efek Samping Obat yang≥1%)
Beberapa informasi mengenai efek
samping jarang dilaporkan
EVALUASI OBAT

PRA PEMASARAN
Data uji klinik fase I – III: terbatas terhadap keuntungan dan
keamanan obat.
ESO belum lengkap karena pada fase III:
500 – 3000 kasus
ESO yang tidak biasa timbul umumnya < 1% kasus
Populasi sangat selektif, misalnya:
golongan umur tertentu, wanita hamil, pasien dengan
penyakit yang bukan indikasi, pasien yang pada saat
bersamaan menggunakan obat lain
Lama penelitian terbatas (1 - 2 tahun)
Setelah jangka panjang tidak dapat menemukan ESO

POST MARKETING SURVEILLANCE (PMS)


Perlu pengawasan terus menerus setelah obat dipasarkan
→ demi keamanan pemakaian obat
KLASIFIKASI ESO

Berdasarkan dari patogenesis atau mekanisme terjadinya


ESO:

A. REAKSI AKIBAT KELAINAN BAWAAN


1. Alergi
Reaksi terjadi akibat mekanisne emunologi

2. Kelainan genetik
- Reaksi akibat perubahan farmakokinetik obat
- Reaksi akibat perubahan respons jaringan

B. KELAINAN YANG DIDAPAT PADA PASIEN


Reaksi disebabkan adanya penyakit yang memang telah
ada pada penderita
KLASIFIKASI ESO (lanjutan)

C. KELAINAN AKIBAT BENTUK DAN


CARA PEMBERIAN OBAT
- Reaksi akibat respons yang berlebihan
- Reaksi akibat perubahan bioavailability
- Reaksi akibat cara pemberian yang
kurang tepat

D. INTERAKSI OBAT
Reaksi terjadi akibat interaksi lebih dari
satu macam obat yang diberikan pada
saat yang sama
FAKTOR YANG MENENTUKAN KEJADIAN
ESO

1. FAKTOR OBAT
- efek sitotoksik dalam dosis terapi
- obat dengan “margin of safety” yang
sempit
- perubahan formulasi
- perubahan fisik obat

2. FAKTOR PENDERITA
- kelainan genetik
- keadaan umum penderita
- penyakit yang menyertai
FAKTOR YANG MENENTUKAN KEJADIAN
ESO (lanjutan)
3. FAKTOR PEMBERI OBAT
- penggunaan yang berlebihan
- interaksi obat

4. FAKTOR PERUSAHAAN OBAT


- sumber informasi satu-satunya bagi dokter
- menutupi kekurangan/bahaya penggunaan obat

5. FAKTOR REGULASI
- peraturan yang terlalu longgar dalam hal:
pengadaan, distribusi, penyimpanan, penandaan
dan penggunaan
TUJUAN MESO
A. LANGSUNG DAN SEGERA

1. Menemukan ESO sedini mungkin, terutama:


- yang berat
- tidak dikenal
- frekuensinya jarang

2. Menentukan frekuensi dan insidensi ESO


- yang sudah dikenal sekali
- yang baru saja ditemukan

3. Mengenal semua faktor yang mungkin dapat


menimbulkan/mempengaruhi timbulnya ESO atau
mempengaruhi angka kejadian dan hebatnya reaksi ESO
TUJUAN MESO

B. SELANJUTNYA

1. Memberi unpan balik adanya


interaksi pada petugas kesehatan
2. Membuat peraturan yang sesuai
3. Memberi peringatan pada umum
bila dibutuhkan
4. Membuat data esensial yang
tersedia sesuai sistem yang dipakai
WHO
KEGUNAAN MESO
BADAN PENGAWASAN OBAT
Menilai hubungan kausal obat dengan gejala yang dicurigai
sebagai keluhan efek samping obat → berdampak pada
peredaran dan penandaan obat

PERUSAHAAN FARMASI
Pengamanan investasi yang telah ditanamkan dalam
pengembangan dan penelitian obat baru → berdampak pada
keamanan obat

SISI AKADEMIK
Menguji suatu hipotesis → analisa struktur kimia obat atau
golongan obat
Misal: MESO Cimetidine dilakukan karena struktur kimianya
mirip dengan Methiamide yang telah ditarik karena
menyebabkan agranulositosis
CARA MONITORING ESO
1. LAPORAN INSIDENTAL
- biasanya dikemukakan pada pertemuan-pertemuan di RS
atau laporan kasus di majalah
- tidak dapat tersebar dengan cepat karena tidak ada
organisasi nasional yang mengatur
- pengendalian ESO yang diduga, sangat tergantung pada
motivasi masing-masing klinikus

2. LAPORAN SUKARELA
- dikoordinir oleh pusat
- disebut “laporan spontan”
- diminta melaporkan ESO pada praktek sehari-hari

3. LAPORAN INTENSIF di RS
- kelompok dokter, perawat terlatih, ahli farmasi mencari dan
mengumpulkanESO
- populasi tertentu dan terbatas di RS
- data yang terkumpul dianalisa oleh tim ahli
CARA MONITORING ESO

4. LAPORAN LEWAT CATATAN MEDIK


- pengumpulan data melalui riwayat penyakit serta
pengobatan yang diterima dari bermacam sumber
- mungkin dikerjakan di tempat dimana pelayanan
medik yang lengkap, terorganisir baik dan
fasilitas komputer yang canggih

5. LAPORAN WAJIB
- ada peraturan yang mewajibkan setiap
petugas kesehatan melaporkan ESO di
tempat tugas atau praktek sehari-hari
FORMULIR MESO
Identitas pasien
Reaksi yang terjadi
Obat yang diberikan
Kronologis timbulnya efek
samping
Semua obat yang digunakan
Faktor resiko
Nama dan alamat pelapor
APA YANG HARUS DILAPORKAN

Setiap kejadian ESO walau masih


dugaan, bila ragu-ragu lebih baik
melapor dari pada tidak melapor
sama sekali.

1. Eso yang berat


2. ESO yang tidak diketahui
sebelumnya oleh pelapor
3. Dugaan ketergantungan obat
MESO DI RUMAH SAKIT

Merupakan salah satu tugas PFT

Tim Meso dalam PFT adalah :


- Para Klinisi Terkait
- Ahli Farmakologi
- Apoteker
- Perawat
MENGAPA MESO MERUPAKAN
TUGAS DARI PFT ?
Kegiatan ini menyangkut pengetahuan,
kemampuan dan kewaspadaan dari tim
pelayanan kesehatan (dokter, perawat,
farmasis)

KFT merupakan forum komunikasi para


dokter dan farmasis tentang segala
aspek obat dalam seluruh kegiatan
pelayanan kesehatan di rumah sakit
FAKTOR PENENTU ESO
1. ONSET OF REACTION
2. DOSIS OBAT YANG DIBERIKAN
3. UMUR
4. PENYAKIT dan VARIABEL
KEADAAN PATOFISIOLOGIS
TUBUH
5. JENIS KELAMIN
6. RIWAYAT TERJADINYA ALERGI
atau reaksi terhadap obat
7. MULTIPLE DRUG THERAPY
8. FAKTOR RASIAL ATAU GENETIK
FAKTOR PENENTU ESO
1. ONSET OF REACTION
Respon obat abnormal dapat terjadi pada setiap saat selama jangka
waktu pengobatan atau sesudah pengobatan itu selesai

2. DOSIS OBAT YANG DIBERIKAN


Karena adanya perbedaan farmakokinetik suatu obat; maka suatu obat
yang dapat ditoleransi oleh seseorang dapat menyebabkan ESO pada
orang lain → perlu pengaturan dosis yang tepat pada pengobatan jangka
panjang

3. UMUR
ESO mudah terjadi pada individu dengan umur dangat muda atau sangat
tua karena:
- Fungsi fisiologis alat tubuh belum sempurna atau sudah tidak
sempurna
- Penurunan kapasitas ikatan protein, terutama obat-obatan yang bersifat
asam
- Perubahan distribusi obat
- Sensitivitas jaringan berbeda
- Perubahan homeostatis
→ perlu dosis obat yang lebih kecil daripada dosis dewasa
FAKTOR PENENTU ESO
4. PENYAKIT dan VARIABEL KEADAAN PATOFISIOLOGIS TUBUH
Dapat terjadi karena ada perubahan:
- Pengaturan farmakokinetik
- Sensitivitas jaringan
Misalnya: pada pasien ginjal, saat kehamilan dan penyakit hati
5. JENIS KELAMIN
ESO lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Mungkin
disebabkan:
- Kasus ESO pada wanita kebanyakan berasal dari bagian ObsGyn
- Wanita cenderung lebih banyak menggunakan obat dibandingkan pria
- Adanya perbedaan hormon kelamin

6. RIWAYAT TERJADINYA ALERGI atau REAKSI TERHADAP OBAT


ESO lebih sering terjadi pada pasien dengan riwayat yang telah pernah
mengalami reaksi terhadap obat

7. MULTIPLE DRUG THERAPY


Makin banyak jenis obat yang diberikan, makin besar kemungkinan
terjadi ESO

8. FAKTOR RASIAL ATAU GENETIK


T ETERIMAKASIH
RIMAKASIH