Anda di halaman 1dari 15

HEMORRHOID

O LEH: AM IRT H A M UST IKAS A RI 1102013022


PEM BIM BING : DR. H. M O HAM M AD SAB ARO EL L A H SP.B.F IN AC S

KEP AN IT ER A A N ILM U BEDAH FAK ULT AS KEDO KT ER AN UNIVERSIT AS


Y ARSI
RUM AH SAK IT T K.II M O H RIDW AN M EURAK S A
2018
Hemorrhoid berasal dari bahasa yunani yang berarti darah yang mengalir ( haem=
darah, rhoos= mengalir).
Hemorrhoid merupakan pelebaran pembuluh darah vena didalam pleksus hemoroidal
yang ada di daerah anus
 Dibatasi oleh epitel selapis thoraks.
 Persarafannya sama seperti mukosa
rectum dan berasal dari saraf otonom
pleksus hypogastricus. Mukosanya
hanya peka terhadap regangan.
 Arteri yang memasok adalah arteri
yang memasok usus belakang, yaitu
arteri rectalis superior, suatu cabang
dari arteri mesenterica inferior.
 Aliran darah vena terutama oleh vena
rectalis superior, suatu cabang v.
Mesenterica inerior.
Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya
hemorrhoid, antara lain:
a. Keturunan/ herediter

FAKTOR
b. Anatomi
c. Pekerjaan
d. Umur RISIKO
e. Hipertensi,obesitas ,gaya hidup dan kehamilan
f . Konstipasi
G. Diare kronik
H. Kurang minum air, kurang makan makanan berserat (
sayur dan buah )
KLASIFIKASI

Hemorrhoid dibedakan:
1. Hemorrhoid interna
2. Hemorrhoid eksterna
KLASIFIKASI HEMORRHOID
Grade I • buang air besar berdarah, benjolan belum keluar, masih
berada di proksimal linea dentata

Grade 2 • benjolan keluar pada saat defekasi (mengedan) dan dapat


masuk secara spontan

•benjolan keluar pada saat mengedan atau keluar secara

Grade 3 spontan pada saat tekanan intra abdominal meningkat


(batuk, mengangkan benda berat), benjolan dapat
dimasukan secara manual

Grade 4 • prolap permanen


PATOFISIOLOGI
Konstipasi, kehamilan, obesitas

Tekanan yang tinggi didalam rektum

Pleksus hemoroidalis dan m.spinchter ani


meregang

Penipisan mukosa dan pembesaran di


mukosa anus

Penonjolan (Hemoroid)
MANIFESTASI KLINIS

1. Nyeri

2. Perdarahan

3. Anemia

4. Penonjolan
DIAGNOSA
A. Inspeksi

B. Palpasi

C. Anoskopi

D. Kolonoskopi

E. Pemeriksaan Feses
TATALAKSANA

Penatalaksanaan Medis Non Farmokologis

• Perbaikan pola hidup,

• Perbaikan pola makan minum,

• Perbaiki pola atau cara defekasi: Bowel management program (BMP)


TATALAKSANA
• Untuk hemorrhoid grade 1 dan 2 konservatif: diet tinggi serat dan buah, hindari
makanan yang dapat menimbulkan diarrhea, merubah kebiasaan defekasi yang salah,
boleh diberi pencahar/laxadine untuk melancarkan defekasi.

• Selain itu dapat pula dilakukan dengan tindakan invasive seperti:

- Skleroterapi

- koagulasi infra merah atau dengan koagulasi laser

- cryoterapi

- Rubber Band Ligasi

- Diatermi bipolar

- Doppler Ultrasound Guided Hemorrhoid Artery Ligation

• Untuk hemorrhoid grade 3 dan 4 dilakukan Hemorrhoidektomi


• Beberapa tindakan Minimal Invasive yang dilakukan
seperti:
1. Skleroterapi
2. Rubber band ligation

3. Hemoroidektomi
PROGNOSIS
• Dengan terapi yang sesuai, semua hemoroid simptomatis 
asimptomatis.

• Hemoroidektomi pada umumnya memberikan hasil yang baik,


meskipun bisa terjadi kekambuhan

• Kematian akibat perdarahan hemoroid merupakan kejadian yang


jarang terjadi
TERIMA K ASIH