Anda di halaman 1dari 22

EFEK OBAT YANG TIDAK DIINGINKAN

KELOMPOK 3
KIMIA B 2016
Pokok Bahasan
01 Efek Samping

02 Idiosinkrasi

03 Alergi

04 Fotosensitasi

05 Penutup
Efek Samping Obat
Definisi Efek Samping Obat

Efek samping obat adalah


efek obat selain khasiat utama
yang timbul karena sifat farmakologi
obat atau interaksi dengan obat lain
dalam dosis terapi .
Obat Ideal
Obat ideal adalah obat yang efektif bekerja pada
reseptor,bekerja dengan cepat,selektif terhadap
reseptor, aman digunakan, bebas dari interaksi obat,
stabil secara kimia, mudah dalam pemberiannya.
Kerja Primer Obat

Kerja primer obat adalah


kerja atau respon obat terha
dap sasaran utama obat.
Contohnya obat alergi tepat
bekerja pada alergi.
Empat Kategori Kerja Obat

Kerja obat merangsang


01 Kerja obat yang merangsang akan meningkatkan
kecepatan aktivitas sel atau meningkatkan
sekresi kelenjar

Kerja obat menekan


02 Obat-obat yang menekan akan menurunkan
aktivitas sel dan mengurangi fungsi organ tertentu

Kerja Obat pengganti


03 Seperti insulin menggantikan senyawa senyawa
tubuh yang essensial.

Kerja obat yang membunuh atau mencegah


04 Kerja obat ini membunuh dan menghambat
pertumbuhan sel dari bakteri, penisilin
menghambat pertumbuhan sel dinding bakteri.
Kerja sekunder Obat

Kerja sekunder obat adalah efek atau respon


yang terjadi karena obat menekan sistem saraf
pusat, sehingga kerja sekunder obat ini sering
menyebabkan kantuk.
Indiosinkrasi

Idiosinkrasi adalah reaksi obat yang


tidak diharapkan dengan penyebab yang
tidak diketahui dan biasanya relatif jarang
terjadi.
ALERGI OBAT
DEFINISI :
Respon abnormal seseorang terhadap
bahan obat atau metabolitnya melalui
reaksi imunologi ( hipersensitivitas)
yang terjadi selama atau setelah
pemakaian obat.
Tidak tergantung
dosis

Terjadi pada sebagian


Tidak dapat kecil penderita
diperkirakan Rx dari ringan (eritema)
Alergi Obat sebelumnya s/d paling berat
(Anaphylactic Shock)
Reaksi sistem
pertahanan
Penyebab :
tubuh yang adanya Rx
imunologik
berlebihan
terhadap obat
Sifat-sifat Rx alergi :
Ada tenggang waktu antara kontak
pertama dengan timbul efek

Dapat terjadi pada kontak ulangan walau


dosis kecil

Rx dapat hilang bila obat yang diminum


dihentikan

Gejala : Rash, serum sickness,


anafilaksis, asma, utikaria, angioedema)
Mekanisme terjadinya alergi
Tipe I (immediate, IgE mediated)

Tipe II (cytotoxic)

Tipe III (immune complex,


mediated)

Tipe IV (delayed cell mediated-


Tcell mediated cytolysis)
Tipe I (immediate, IgE mediated)

Terjadi bila obat atau metabolitnya berinter


aksi dengan antibodi IgE yang spesifik dan
berikatan dengan sel mast di jaringan atau
sel basofil di sirkulasi

Contoh : Rx anafilaktik, terjadi interaksi


antara antigen dan antibodi
Contoh gejala alerginya :
Berupa urtikaria, ernitis, asma bronkial,
angioedema dan anafilaktik syok.
Obat penyebab : Penisilin, streptomisin
MEKANISME TIPE I

Mengaktivasi Mengaktivasi Melepaskan


Sel Mast sinyal Sel mast mediator aktif Muncul
Antibodi IgE (memiliki transduksi ke berdegranula yg ada di gejala
reseptor sitoplasma si granula sel alergi
FceRI) sel mast mast
Tipe II (Citotoxic)

Interaksi antara antibodi IgG, IgM atau IgA dengan obat di


membran sel, misalnya :
 Trombositopenia karena kinidin, kina, digitoksin dan
rifampisin
 Anemia hemolitik karena pemberian penisilin,
sefalosporin, rifampisin, kinin dan kinidin
MEKANISME ADDC (ANTIBODY DEPENDENT
CELLULAR CYTOTOXICITY)

Antigen di Kompleks Antibodi


Menghasilkan Menghasilkan Mengeluarkan
permukaan sel antibodi- berinteraksi
Mensensitasi antibodi IgG antibodi IgG Didekati olh sel Zat toksik yg
sasaran atau antigen di dgn reseptor fc
sel B dan IgM dan IgM efaktor menginduksi
jaringan permukaan sel pd permukaan
kematian sel
tertentu saaran efaktor
Tipe III (immune complex, mediated)

Interaksi antara antibodi IgG atau IgM dengan antigen dal


am sirkulasi atau dinding pembuluh darah, mengaktifkan
komplemen sehingga melepaskan faktor kemotatik
makrofag.
 Manifestasi berupa : demam, artritis, urtikaria dan ruam
 Rx ini dikenal dengan serum sickness, karena umumnya
muncul setelah penyuntikan serum asing .
(ex :ATS atau serum anti tetanus)
Mekanisme Tipe III

Kompleks Mengaktifkan Melepaskan 1.Pemasukkan le 2. Pelepasan z


antibodi- komplemen faktor at ekstraselule
ukosit PMN yg m
antigen dlm kemotatik r yg berasal dr
jaringan ulai memfagosito
(C3a, C5a, sis komples-kom granula – gran
/sirkulasi/ C5-6-7)
dinding pleks imun ula polimorf se
makrofag perti enzim pro
pembuluh
darah teolitik dan enz
im pembentuk
kkan kitin.
Tipe IV (delayed cell mediated-Tcell mediated
cytolysis)  IMUNITAS SELULER

Rx dengan media sel, yaitu interaksi


antara sel limfosit T dg alergen menye
babkan reaksi inflamasi .
Misal : Dermatitis kontak yang
disebabkan salep anestesi lokal atau
antibiotik .
Fotosensitasi

Fotosensitasi adalah kepekaan


berlebihan terhadap cahaya akibat
penggunaan obat
TERIMA KASIH