Anda di halaman 1dari 91

ASSALAMUALAIKUM WR.

WB

Nama Kelompok 2
1. Intan Permata Sari 162500011
2. Rizki Aulia Rahmah 162500012
3. Adelia Chisa Amanda 162500016
4. Eni Rahayu Wijayanti 162500022
Pengertian Jaringan
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang
memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan
dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan
histologi.

Jaringan Meristem

Jaringan Pada
Tumbuhan

Jaringan Permanen
A. Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan pada
tumbuhan yang selalu mengalami
pembelahan diri secara terus menerus.
Berdasarkan posisinya dalam tubuh
tumbuhan, meristem dibedakan menjadi tiga,
yaitu:
 Meristem apikal
 Meristem interkalar
 Meristem llateral
B. Jaringan Permanen
Jaringan permanen atau jaringan dewasa adalah jaringan
yang sudah mengalami diferensiasi. Sifat-sifat jaringan
dewasa antara lain:
1. Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri
2. Mempunyai ukuran sel yang relatif besar dibandingkan sel-
sel meristem
3. Mempunyai vakuola besar, sehingga plasma sel sedikit dan
merupakan selaput yang menempel pada dinding sel
4. Kadang-kadang selnya telah mati
5. Selnya telah mencapai penebalan dinding sesuai dengan
fungsinya
6. Di antara sel-selnya dijumpai ruang antarsel
Jaringan
Pelindung

Jaringan Jaringan
Kambium Parenkim

Jaringan
permanen
terdiri atas
Jaringan Jaringan
Sekresi Penyokong

Jaringan
Pengangkut
1. Jaringan Penunjang
Jaringan penyokong merupakan jaringan yang
menguatkan tumbuhan.
Fungsi :
a. Menguatkan tegaknya batang dan daun
(termasuk penguat terhadap gangguan mekanik
b. Melindungi biji atau embrio
c. Memperkuat jaringan parenkim yang menyimpan
udara
d. Melindungi berkas pengangkut
Berdasarkan bentuk dan sifatnya,
jaringan penunjang atau penyokong
dibedakan menjadi dua yaitu

Jaringan Kolenkim Jaringan Sklerenkim

Menurut penebalan
terbagi atas dua macam
dindingnya

• Kolenkim sudut  Sklereid (sel batu)


• Kolenkim papan  Serat (serabut)
• Kolenkim lakuna
Jaringan Kolenkim
Kolenkim adalah jaringan tumbuhan yang
berfungsi sebagai jaringan penguat terutama
pada organ organ tumbuhan yang masih aktif
membelah dan tumbuh serta berkembang.
Jaringan kolenkim tersusun atas sel sel yang
masih hidup, bentuknya memanjang dengan
penebalan dinding sel yang tidak merata dan
bersifat plastis. Kolenkim terdapat pada
batang, daun, bagian-bagian bunga, buah, dan
akar.
Menurut penebalan dindingnya, dibedakan tiga
jenis utama :

a. Kolenkim sudut, dengan penebalan memanjang pada


sudut sel. Pada penampang melintang, penebalan
sudut terlihat di tempat pertemuan tiga sel atau lebih.
Contohnya pada batang Solanum tuberosum dan pada
Salvia (gambar
b. Kolenkim papan, dengan penebalan terutama pada
dinding tangensial. Contohnya pada korteks batang
Sambucus nigra.
c. Kolenkim lakuna, yang mirip kolenkim sudut, namun
banyak mengandung ruang antarsel. Penebalan dinding
terjadi di sekitar ruang antarsel itu. Contohnya pada
batang Ambrosia.
Gambar Bagan sayatan melintang yang memperlihatkan penyebaran
kolenkim dan jaringan pembuluh pada beberapa bagian tanaman. (A,B, 19X ;
C-F, 9,5X). (Sumber : Esau, 1965)
Gambar Dinding sel kolenkim. A, penampang melintang dan C, penampang memanjang
kolenkim pada Salvia. B, kolenkim dari batang Sambucus dengan penebalan terutama pada
dinding tengensial (kolenkim papan). (Sumber :B dari Cutter, 1965 dan A,C, dari Esau, 1976)
Jaringan Sklerenkim
Sklerenkim adalah jaringan penguat
tumbuhan yang memiliki dinding sekunder
yang tebal, dan mengandung zat lignin.
Jaringan sklerenkim pada tumbuhan memiliki
sel sel yang kenyal dan tidak mengandung
protoplas. Fungsi sklerenkim, melindungi
bagian dalamnya. Misalnya, tempurung kelapa
dan kenari.
Jaringan sklerenkim terbagi atas dua macam, yaitu
A. Sklereid (sel batu)
Sklereid terdapat di berbagai tempat dalam tubuh tumbuhan.
Sering sklereid berhimpun menjadi kelompok sel keras di
antara sel parenkim sekelilingnya. Tempurung kelapa,
misalnya, hampir seluruhnya terdiri dari sklereid. Sklereid
dapat dibagi menjadi 4 macam :
1. Brakisklereid atau sel batu yang bentuknya hampir
isodiametrik, misalnya floem kulit kayu pohon.
2. Makrosklereid yang berbentuk batang sering ditemukan dalam
kulit biji, misalnya pada Leguminosae.
3. Osteosklereid yang berbentuk tulang dengan ujung-ujungnya
yang membesar kadang-kadang sedikit bercabang.
4. Asterosklereid yang bercabang-cabang dan berbentuk bintang
sering terdapat pada daun.
Gambar Sklereid. A,B, sel batu dari daging buah Pyrus (pir). C,D, sklereid dari korteks batang Hoya, dilihat
dari sayatan (C) dan dari permukaan (D). E,F, sklereid dari endokarp buah Malus (apel). G, sklereid
berbentuk tiang dengan ujung yang bercabang; dari jaringan tiang pada mesofil Hakea. H,I, sklereid dari
tangkai daun Camellia. J, astrosklereid dari korteks batang Trochodendron. K, lapisan sklereid dari
epidermis sisik pada Allium sativum (bawang putih). L,M, sklereid filiform (berbentuk benang) dari
mesofil daun Olea (zaitun). N-P, sklereid dari lapisan subepidermis kulit biji Phaseolus (kacang). Q,R,
sklereid yang disebut makrosklereid dengan penebalan dinding yang bergalur, dari epidermis kulit biji
Phaseolus (kacang). N,O,Q, tampak samping. P,R, dilihat dari atas. (Sumber : Esau, 1977)
B. Serat (serabut)
Serat terdapat di berbagai tempat dalam
tubuh tumbuhan. Serat dapat ditemukan
sendiri-sendiri sebagai idioblas, misalnya
dalam anak daun Cycas (pakis haji). Menurut
tempatnya dalam tubuh, dibedakan serat
xilem dan serat ekstra xilem (luar xilem).
1. Serat xilem, merupakan bagian jaringan
pembuluh dan berkembang dari prokambium,
yakni jaringan yang menghasilkan jaringan
pembuluh.
2. Serat ekstra-xilem, dalam tumbuhan terdapat
di luar xilem. Serat itu dapat, ditemukan
dalam korteks atau dalam floem sebagai
bagian dari floem.
Gambar Serat floem primer pada Linum usitatissimum L. Sayatan
melintang batang yang memperlihatkan hubungan ruang antara
serat dan jaringan lain pada batang (320X). (Sumber : Esau, 1965)
2. Jaringan Pengangkut (vaskuler)

Jaringan pengangkut adalah jaringan yang


berguna untuk transportasi hasil asimilasi dari
daun ke seuruh bagian tumbuhan dan
pengangkutan air serta garam-garam mineral
(Kimball, 1992). Jaringan pengangkut dibagi
menjadi dua yaitu xilem dan floem,
Gambar Jaringan Pengangkut (vaskuler). (Sumber :http://3.bp.blogspot.com/-
gi5nzfd2vrc/uj9ftuupa-l/a9lc/lqiibl...image. Diakses : Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
A. Xilem
Pada dasarnya xilem merupakan jaringan kompleks
karena terdiri dari beberapa tipe sel yang berbeda, baik yang
hidup maupun tidak hidup. Penyusun utamanya adalah
trakeid dan trakea sebagai saluran transpor dan penyokong.
Ditinjau dari segi perkembangannya dapat dibedakan
antara jaringan pembuluh primer dan jaringan pembuluh
sekunder. Jaringan pembuluh primer berdiferensiasi ketika
tubuh primer dibentuk, dan jaringan yang menghasilkannya
adalah prokambium.
Xilem Sekunder
A. Struktur Xilem Sekunder

• Sistem aksial dan sistem radial

Sistem aksial terdiri dari sel atau deretan sel yang sumbu
panjangnya terletak sejajar sumbu batang dan akar. Sistem radial
terdiri dari sejumlah sel yang terletak dalam bidang horizontal yang
arahnya radial, dalam batang dan akar. Masing-masing sistem akan
memberi penampakan khas dan hal itu terlihat dalam berbagai sayatan
melalui balok.
Pada sayatan melintang, sel sistem aksial disayat melintang
dan tampak garis tengahnya yang kecil. Pada sistem radial, sel terlihat
dalam panjangnya yang sejajar dengan arah radial. Contohnya adalah
parenkim jari-jari empulur. Pada sayatan radial dan tangensial, sel
aksial tampak dalam panjangnya, sedangkan sel jari-jari empulur
dalam sistem radial kelihatan garis tengahnya yang pendek.
• Lapisan tumbuh

Pada penampang melintang melalui balok kayu tampak


beberapa lapisan yang dibatasi oleh sejumlah garis berwarna gelap.
Garis itu merupakan batas lapisan tumbuh yang berturutan. Pada
penampang melintang tampak sebagai cincin sehingga dinamakan
lingkaran tumbuh. Pada kayu yang berasal dari pohon yang tumbuh di
daerah beriklim sedang, yang memperlihatkan perbedaan musim yang
jelas dan teratur dalam satu tahun dan karena itu dinamakan lingkaran
tahun. Dengan demikian, dapat di tetapkan umur pohon dengan
menghitung jumlah lingkaran tahunnya.
Namun, berbagai kondisi lingkungan dapat merangsang
terjadinya lebih dari satu lapisan tumbuh dalam setahun. Hal itu terjadi
pada pohon di daerah tropika yang masa curah hujannya yang besar
bergantian dengan masa yang lebih kering dan kejadian itu berulang
beberapa kali setahun. Jika setiap masa curah hujan besar
merangsangsang kegiatan kambium pembuluh sehingga dibentuk
sejumlah unsur xilem baru, maka akan terlihat beberapa garis yang
masing-masing disebut lingkaran tumbuh.
Pada kayu, lingkaran tahun itu tampak jelas sebagai sejumlah
garis yang gelap. Sel kayu diantara dua garis gelap dibagi menjadi dua
bagian, yakni yang di bentuk lebih awal atau kayu-dini dan kayu-akhir,
yakni bagian kayu yang dibentuk belakangan atau pada musim
tumbuh. Kayu-dini dibentuk pada musim semi dan sebab itu juga
dinamakan kayu musim semi, sedangkan kayu-akhir dibentuk di akhir
musim panas, disebut kayu musim panas.
Dibandingkan dengan kayu-akhir, kayu-dini kurang padat dan
lebih banyak mengandung sel bergaris tengah lebar dan berdinding
tipis. Sebaliknya, kayu akhir lebih banyak berdiri dari sel bergaris
tengah pendek dan berdinding tebal. Kayu-akhir tampk jelas karena
merupakan batas antara kayu-akhir dan kayu-dini yang berasal dari
musim tumbuh berikutnya. Di daerah tropika, yang biasanya hanya
menunjukkan perbedaan antara musim hujan dan musim kemarau
(kering), nama sepadan adalah kayu musim hujan dan kayu musim
kemarau.
Jumlah kayu-dini dan kayu-akhir yang terbentuk,
dipengaruhi oleh lingkungan dan keadaan yang khas
dari tumbuhan. Kondisi yang merugikan, misalnya,
meningkatkan jumlah kayu akhir pada Pinus, tetapi
menguranginya pada Quercus. Secara umum dapat di
katakan bahwa kemampuan untuk membentuk
lingkaran tumbuh ditentukan oleh sifat genetik spesies.
• Kayu suban dan kayu galih

Kayu yang terdapat paling dalam, yakni di tengah


batang, sering menunjukkan warna lain sehingga
mudah dikenal, disebut kayu galih. Pembentukan kayu
galih menyebabkan zat cadangan hilang atau beralih
menjadi bahan lain, dan akhirnya protoplas sel
parenkim dan sel hiduplain dalam xilem sekunder mati.
Kayu suban adalah bagian xilem sekunder di dekat
kambium pembuluh. Kayu ini masih berfunggsi dalam
pengangkutan serta penyimpanan zat makanan dalam
sel yang memiliki protoplas hidup.
B. Jenis sel dalam xilem sekunder :

Selain berfungsi utama dalam pengangkutan air,


xilem juga berperan dalam pengokohan serta
kadang-kadang dalam penyimpanan cadangan
makanan. Sebab itu xilem terdiri dari beberapa
jenis sel yang bentuknya dipakai balok kayu
(sepotong xilem sekunder) yang sesuai dengan
spesiesnya, memperlihatkan hampir semua sel yang
bisa ditemukan dalam xilem sekunder.
Xilem Primer
• Xilem primer terdiri dari jenis sel yang sama dengan pada
xilem sekunder yakni unsur trakeal (trakea dan trakeid),
serat dan sel parenkim. Tetapi semua sel itu tidak tersusun
dalam sistem aksial dan radial karena tak mengandung jari-
jari empulur.
• Pada batang, daun, dan bagian bunga, xilem primer serta
floem yang ada padanya tersusun dalam berkas pembuluh
atau ikatan pembuluh. Sejumlah panel yang terdiri dari
parenkim berada diantara ikatan pembuluh dalam batang.
Panel tersebut sering disebut jari-jari medula dan dianggap
merupakan bagian jaringan dasar. Pada akar, xilem primer
merupakan sumbu di tengah atau tersusun dalam berkas
terpisah di tepi stele.
• Protoxilem dan metaxilem

Dari segi perkembangannya, xilem primer terdiri dari bagian


yang berkembang di saat awal, yakni protoxilem dan bagian
yang berkembang kemudian, yakni metaxilem. Protoxilem
berdiferensiasi dalam bagian tubuh (tumbuhan) primer yang
belum selesai pertumbuhan dan diferensiasinya. Dalam
batang muda atau pucuk, protoxilem menjadi dewasa di
antara jaringan yang aktif memanjang; karena itu, xilem
primer terkena stres atau tekanan dari kegiatan itu. Unsur
trakeal yang tumbuh akan membentang ke arah panjang,
namun setelah dewasa dan mati isinya, akhirnya rusak terkena
tekan yang massih terjadi disekelilingnya. Pada akar, unsur
protoxilem lebih lama bertahan karena menjadi dewasa di
belakang daerah yang tumbuh secara maksimum.
Metaxilem biasanya dibentuk dalam tubuh primer yang masih sedang
tumbuh, namun menjadi dewasa terutama sesudah pemanjangan sel
di bagian tubuh itu selesai. Sebab itu, metaxilem kurang dipengaruhi
oleh peluasan primer dari jaringan sekelilingnya dibandingkan dengan
protoxilem. Biasanya protoxilem mengandung unsur trakeal yang
tertanam di parenkim yang juga dianggap menjadi bagian protoxilem.
Unsur trakeal yang akhirnya rusak dapat sama sekali hilang terdesak
oleh parenkim yang mengelilinginya. Pada xilem di pucuk batang
sejumlah besar monokotil, unsur yang telah terbentang dan tak
berfungsi, sebagian akan rebah, namun tidak hilang. Sebagai gantinya,
terjadi sluran, dinamakan lakuna protoxilem, dikelilingi sel parenkim.
Kadang-kadang, dalam sayatan, dinding sekunder sel trakeal yang tak
berfungsi itu dapat terlihat di sekeliling tepi lakuna tersebut.
Metaxilem agak lebih rumit daripada protoxilem, selain mengandung
unsur trakeal dan parenkim, dapat juga mengandung serat. Sel
parenkim dapat tersebar diantara unsur trakeal atau tersusun dalam
deretan radial seperti jari-jari empulur. Sayatan memanjang
menunjukkan bahwa sel tersebut tampak sebagai parenkim aksial atau
tegak. Unsur trakeal metaxilem tetap bertahan setelah pertumbuhan
primer selesai, namun tidak berfungsi setelah xilem sekunder
dihasilkan. Pada tumbuhan yang tidak memiliki xilem sekunder,
metaxilem tetap berfungsi dalam organ yang telah dewasa.

• Penebalan dinding sel pada unsur trakeal

Sel trakeal, terutama yang ditemukan pada xilem primer, menunjukkan


bermacam-macam penebalan dinding sekunder. Keragaman penebalan
tersebut terungkap dalam seri ontogenetik yang khas, yang
menunjukkan bertambahnya daerah dinding primer yang tertutup oleh
bahan dinding sekunder. Pola peletakan dinding sekunder adalah
sebagaimana diuraikan berikut ini :
• Cincin
• Perubahan jenis cincin adalah pola penebalan dinding sekunder yang paling
sederhana. Lapisan sekunder tidak menutupi seluruh dinding permukaan dinding
primer seperti pada sklereid atau serat, melainkan berupa cincin kecil di bagian
dalam dinding primer; setiap cincin terpisah dari cincin yang lain. Susunan seperti
ini memberikan kekuatan pada sel yang rebah, dan tidak menggunakan bahan
dinding terlampau banyak. Cara seperti ini juga menghadirkan permukaan dinding
primer yang cukup luas untuk memungkinkan air masuk dan keluar sel.
Sebagaimana pada kebanyakan serat dan sklereid, bagian dinding sekunder
berlignin dan tahan air. Penebalan jenis cincin tidak terlalu kuat sehingga sel cukup
mudah rebah. Keuntungannya penebalan ini adalah memungkinkan unsur trakeal
membentang ke arah panjang sehingga jarak antara dua cincin bertambah
panjang. Ini karena sewaktu sel hidup di sekelilingnya tumbuh dan meluas, sel-sel
itu membentuk unsur trakeal – meskipun mati, dapat memanjang karena
berlekatan di lamela tengahnya masing-masing. Unsur trakeal ini dapat
berdiferensiasi pada jaringan yang sedang tumbuh, kemudian berfungsi dan
sekaligus memanjang karena bertugas memasok air ke bagian tumbuhan yang
paling muda. Karena mampu dibentangkan, maka unsur trakeal tak menghalangi
peluasan sel di sekelilingnya dan juga tidak akan lepas dari sel tersebut. Sementara
sel memanjang, cincin akan terpisah satu sama lain. Namun, hal itu tidak dapat
dilakukan terus menerus dan pada akhirnya cincin akan sobek juga.
• Jenis spiral

Pola penebalan ini serupa dengan perubahan jenis,


cincin namun dinding sekunder berupa satu atau dua
spiral. Keuntungan dan kerugiannya sama dengan jenis
cincin. Pada sel muda, penebalan spiral merapat sekali,
namun sewaktu sel memanjang akibat pertumbuhan sel
sekelilingnya, spiral juga merenggang menjadi kurang
rapat. Sel ini juga akhirnya akan sobek oleh peluasan sel-
sel di dekatnya.
Gambar Jenis penebalan dinding sekunder pada unsur trakeal. A, penebalan cincin. B,
penebalan spiral. C, penebalan spiral yang rapat. D, penebalan skalariform. E, penebalan jala. F,
sebagian unsur trakeal yang tersayat memanjang untuk memperlihatkan penebalan dinding
seperti spiral dan keping ramping yang melekatkannya pada dinding primer. G, seperti pada F,
namun disini penebalan spiral beralur dalam. (Sumber : Fahn, 1989)
• Jenis skalariform atau tangga

Pada jenis penebalan ini dinding sekunder jauh lebih banyak


peluasannya dibandingkan dengan kedua jenis yang terdahulu. Hampir
setengah permukaan dinding primer tertutup olehnya. Pada preparat
berwarna, dinding sekunder berwarna gelap menyerupai anak tangga,
dan ruang yang tak tertutup pada dinding sekunder tamapk seperti
daerah yang lebar dan lonjong. Yang penting, arah penebalan sekunder
tidak hanya melebar, melainkan juga vertikal sehingga unsur trakeal
diperkuat di semua pihak.
Dengan demikian dinding tidak akan rebah ke arah dalam dan
juga tahan terhadap pemanjangan yang dilakukan pertumbuhan sel
sekelilingnya. Sel ini dapat lepas dari sel sekelilingnya atau
menghambat pertumbuhannya. Sifat seperti itu tak dapat dipakai oleh
unsur trakeal yang terdapat pada organ yang sedang tumbuh
melainkan hanya bermanfaat untuk bagian organ yang proses
pemanjangan primernya telah berhenti.
• Jenis Jala

Penebalan sekunder di sini tidak teratur seperti


pada penebalan tangga tetapi menyusun bentuk jala
yang kurang teratur. Bagian penebalan vertikel lebih
banyak lagi, dan sebagaimana untuk jenis tangga, jenis
jala ini pun tak bisa meluas selnya.
• Jenis bernoktah terlindung bulat
• Pada jenis ini penutupan dinding primer oleh dinding sekunder terjadi secara
maksimum. Hampir seluruh permukaan tertutup. Pengecualiannya hanyalah
daerah kecil berupa noktah seperti pada serat dan sklereida. Susunan ini
memberikan kekuatan maksimum terhadap sel yang rebah, namun daerah yang
dapat dipakai untuk masuk keluarnya adalah minimum.
• Pada Coniferae dan beberapa di antara Angiospermae yang lebih primitif, selaput
noktah termodifikasi secara khusus sebagai margo sebab bagian tepi telah hancur
sehingga tinggal kerangka fibril yang renggang, dan air dapat melaluinya dengan
hambatan minimum. Namun, di bagian tengah, selaput menebal dengan bahan
dinding sekunder dan terlignin menjadi torus. Rupanya, sementara unsur trakeal
berhenti berfungsi dalam konduksi air dan kolom airnya patah, air segera tertarik
ke luar sel akibat tegangan yang ada padanya. Gerakan cepat itu mengakibatkan
torus berpindah dan menekan rapat-rapat lubang noktah dalam dari sel dan
dengan demikian menyumbat noktah sehingga tak melewatkan air lagi.
Diperkirakan peristiwa ini membantu menahan air di daerah kayu muda yang
masih berkonduksi, agar tidak masuk ke daerah kayu yang tua. Kejadian ini juga
membantu menyumbat trakeid yang tak berfungsi dan dengan demikian
memisahkannya dari yang masih berfungsi.
• Pada beberapa tumbuhan terdapat sejumlah tonjolan yang tumbuh di batas dalam
tepi noktah terlindung. Noktah seperti itu dinamakan noktah bertonjolan. Tonjolan
itu membentuk permukaan serupa sikat yang mungkin dapat mendukung selaput
noktah dan mencegah perenggangan dan pelenturannya yang terlalu banyak, yang
dapat mematahkannya.
• Fungsi utama dari xilem adalah mengangkut air dan garam-garam mineral dari
tanah kedaun.
Gambar (a) Trakeid, (b) Unsur pembuluh (Sumber :Campbell, 2003)
• Sel-sel pengangkut air pada xilem meliputi trakeid
yang runcing (kiri) dan unsur pembuluh yang
tersusun dalam pengaturan ujung ke ujung, yang
membentuk pembuluh (kanan). Kedua jenis sel
tersebut memiliki dinding sekunder dan mati
pada kematangan fungsional. Pada gimnosperma,
trakeid memiliki fungsi ganda untuk
pengangkutan air dan struktur penyongkong.
Pada sebagian besar angiosperma, kedua unsur
pembuluh dan trakeid menghantarkan air, dan
dukungan diberikan terutama oleh sel-sel serat.
Gambar Unsur-unsur pada xilem (Sumber : Campbell, 2003)
• Xilem terdiri atas beberapa unsur yaitu, trakea, trakeid, serabut xilem dan
parenkim kayu.

 Trakea (pembuluh)

• Trakea dianggap berasal dari trakeid. Keduanya dalam keadaan dewasa


berbentuk bulat panjang, berdinding sekunder terdiri dari lignin dan tidak
mengandung kloroplas.
• Sel-sel pembentuk trakea merupakan pembuluh yang tersusun sedemikian
sehingga merupakan deretan memanjang (ujung bertemu ujung) dan
perforasi pada ujung sel itu sangat sempurna atau bahkan dinding selnya
hilang sehingga membentuk pipa panjang. Setelah terbentuk pipa ini,
dinding yang tidak mengalami perfoasi mengadakan penebalan sekunder.
Bentuk penebalan tersebut dapat seperti cincin, spiral atau jala. Tidak
selalu ketiga bentuk itu dapat dijumpai pada tumbuhan yang
sama. Seperti pada trakeid, terbentuk substansi yang hidup hilang (mati).
Yang kemudian akan terbentuklah pembuluh yang membentang
sepanjang batang. Pembuluh semacam ini hanya terdapat pada
angiospermae.
 Trakeid

• Trakeid merupakan unsur xilem yang lebih primitif


dibanding trakea karena tumbuhan anggota Pteridophyta,
Gymnospermae dan Spermatophyta fosil hanya
mempunyai trakeid.
• Terbentuk dari sel tunggal yang panjang dengan penebalan
lignin pada dinding sel dan ujung-ujungnya lancip. Sel
dewasa mati dengan lumen yang kosong. Trakeid
merupakan sel pengangkut air yang primitif dari tumbuhan
berpembuluh. Walaupun demikian, gimnospermae yang
kebanyakan berupa pohon, menggunakan trakeid untuk
mengalirkan air dari akar. Air mengalir melalui lubang-
lubang pada dinding sel yang dilengkapi dengan membran,
dari trakeid yang satu ke trakeid yang lain.
• Perbedaan Pokok Trakeid Dan Trakea

1. Perbedaan pokok antara keduanya adalah bahwa pada trakeid


tidak terdapat perforasi (lubang-lubang) sedangkan pada trakea
ujung-ujungnya penuh lubang-lubang. Transpor air dan zat hara
dalam trakea dapat berlangsung antara sel yang satu dengan sel
lain secara bebas lewat perforasi, sedangkan dalam trakeid
peristiwa itu berlangsung lewat noktah antara sel-selnya.
2. Trakeid adalah sel panjang dan tipis dengan ujung yang runcing.
Air bergerak dan mengalir dari sel ke sel terutama melalui ceruk,
sehingga air tidak harus melewati dan menembus dinding
sekunder yang tebal. Karena dinding sekundernya mengeras
dengan lignin, trakeid berfungsi dalam penyongkongan dan
pengangkutan air.
3. Unsur pembuluh umumnya lebih lebar, lebih pendek, dindingnya
lebih tipis, dan kurang runcing dibandingkan dengan trakeid.
Unsur pembuluh tersusun dalam bentuk ujung ke ujung,
membentuk pipa mikro yang panjang, yaitu pembuluh xilem
(xilem vessel). Dinding ujung dari unsur pembuluh mempunyai
perforasi, memungkinkan air mengalir secara bebas melalui
pembuluh xilem.
 Serabut xilem

• Serabut ini strukturnya serupa serabut sklerenkim


meskipun asalnya dari trakeid yang berdiferensiasi
lebih lanjut dengan dinding yang tebal dan noktah
sederhana (lubang). Serabut dan trakeid saling
melekat sehingga sulit dipisahkan, tetapi umunya sel
serabut lebih panjang dari trakeid karena ujungnya
yang runcing dapat masuk di antara sel-sel sewaktu
memanjang. Serabut xilem ini terlihat jelas pada
xilem yang unsurnya terdiri dari trakeid dan trakea,
sedang xilem yang hanya terdiri dari trakeid, serabut
itu tidak jelas adanya.
 Parenkim xilem

• Seperti halnya parenkim di tempat lain, sel-sel ini


merupakan sel hidup, terdapat baik pada xilem primer
maupun sekunder. Pada xilem sekunder, parenkim itu
berasal dari kambium yang berbentuk fusiform atau
bentuk sel jari-jari, sehingga diperoleh sel-sel yang
sumbu panjangnya mengikuti arah jari-jari organ.Terdiri
atas sel-sel hidup (parenkim) yang berdinding tipis.
Sel-sel tersebut mengandung berbagai zat seperti
lemak atau amilum. Oleh karena itu, parenkim xilem
berfungsi pula untuk menimbun cadangan makanan.
B. Floem
Adalah jaringan pembuluh yang berfungsi untuk
mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun
keseluruh bagian tubuh tumbuhan.terdapat pada kulit
kayu dsan tersusun atas sel-sel hidup. Pada prinsipnya,
floem merupakan jaringan parenkim. Tersusun atas
beberapa tipe sel yang berbeda, yaitu
• Buluh tapis
• Sel pengiring
• Parenkim
• Serabut
• Sklerenkim.
Gambar Struktur Floem. (Sumber : Biologi Kimball, 1994)
• Floem juga merupakan jaringan kompleks, terdiri dari
beberapa unsur dengan tipe yang berbeda, yaitu buluh
tapisan, sel pengiring, parenkim, serabut dan sklereid.
Kadang-kadang ada sel atau jaringan sekretori yang
bergabung di dalamnya, misalnya kelenjar getah. Fungsi floem
sebagai jaringan translokasi bahan organik (asimilat) yang
terutama berisi karbohidrat. Dalam jumlah kecil ditemukan
juga asam amino dan hormon.
• Seperti halnya pada xilem, floem yang berasal dari
perkembangan prokambium disebut floem primer dan yang
merupakan hasil perkembangan kambium disebut floem
sekunder. Harus diperhatikan di sini bahwa floem dan xilem
yang strukutur dan fungsinya berbeda itu pada pertumbuhan
sekundernya berasal dari sel yang sama. Meskipun pada
mulanya berkas-berkas floem letaknya terpisah, tetapi pada
perkembangan selanjutnya akan membentuk kesatuan sistem
karena saling beranastomisis (membentuk anyaman).
Gambar Jaringan Floem (Sumber: Biology Campbell, 2005)
Jaringan Floem terdiri atas unsur-unsur penyusun yaitu
sebagai berikut :

 Pembuluh

• Merupakan buluh atau tabung tapis, bentuk silinder


dengan ujung berlubang sehingga terjadi hubungan
sitoplasmik antar sel.
• Unsur penyusun pembuluh terdiri dari dua bentuk yaitu sel
tapisan yang merupakan sel tunggal dan bentuknya
memanjang dengan bidang tapisan terletak di samping atau
ujung sel, terdapat pada tumbuhan Pteridophyta dan
Gymnospermae. Bentuk kedua adalah buluh tapisan,
terdapat pada Angiospermae, berupa berkas sel-sel
memanjang yang masing-masing merupakan bagian dari
buluh itu dan dihubungkan oleh satu atau lebih bidang
tapisan biasanya terletak di ujung sel.
 Sel pengiring

• Bentuk silinder dan mengandung plasma yang pekat. Sel-sel


pembuluh pada Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae
biasanya diikuti oleh sel parenkim khusus yang disebut sel
pengiring. Sel itu terbentuk dari sel induk yang sama
dengan sel pembuluh. Sel intuk itu membelah satu atau
dua kali secara memanjang serta tidak sama besar,
menghasilkan sel pembuluh yang besar dan sel pengiring
yang kecil.
• Dinding bersama antara sel pengiring dan sel pembuluh
biasanya tipis, penuh dengan plasmodesmata. Berbeda
dengan sel pembuluh, sel pengiring ini tetap mempunyai
nukleus pada waktu dewasa. Sel pengiring tidak dijumpai
pada tumbuhan Gymnospermae dan Pteridophyta dan juga
tidak ada pata protofloem Dicotyledoneae.
 Serabut floem

• Bentuknya panjang denganujung berhimpit dan berdinding tebal. Serabut


floem terdapat baik pada floem primer maupun sekunder. Serabut ini
segera membentuk dinding sekunder setelah selesai pertumbuhan
memanjangnya. Umumnya penebalan itu berupa lignin, ada yang selulose.
Noktah yang terjadi sederhana. Serabut ini berfungsi sebagai penguat
sejak awal atau terjadi dari parenkim floem setelah sel pembuluh tidak
berfungsi lagi.

 Parenkim floem

• Selnya memiliki dinding primer dengan lubang kecil. Selain terdiri dari
pembuluh dan selpengiring, floem juga mengandung sejumlah sel
parenkim yang fungsinya serupa sel parenkim lainnya, misalnya sebagai
penimbun lemak dan tepung. Sel parenkim ini secara fungsional
berintegrasi dengan sel pengiring.
• Bentuk sel parenkim ini memanjang dan sumbu panjangnya sejajar
dengan sumbu berkas pengangkut. Seperti halnya pada parenkim xilem,
floem sekunder juga mempunyai dua macam bentuk parenkim sesuai
dengan bentuk sel kambium yang membentuknya (fusiform atau jari-jari).
Pada saat floem masih aktif, sel parenkim ini tidak mengalami penebalan
dinding. Kemudian bila floem itu tidak berfungsi lagi, parenkim ini akan
berubah menjadi sklerenkim atau menjadi felogen.
Tipe – tipe berkas pengangkut

• Tipe kolateral
Yaitu xilem terletak disebelah dalam dan floem terletak
sebelah luar. Dibedakan :
 Tipe kolateral terbuka, jika antara xilem dan floem
terdapat kambium. Pada Dycotyledonae dan
Gymnospermae.
 Tipe kolateral tertutup, jika antara xilem dan floem
tidak dijumpai kambium. Pada Monocotyledonae.
• Tipe konsentris
Yaitu xilem membungkus floem atau sebaliknya.
Dibedakan:
 Tipe konsentris amfikribal, jika floem mengelilingi
xilem, dijumpai pada tanaman paku.
 Tipe konsentris amfivasal, jika xilem mengelilingi floem,
dijumpai pada tanaman liliaceae.

• Tipe bikolateral
Xilem diapit oleh floem disebelah luar dan floem
disebelah dalam.

• Tipe radial
Yaitu letak xilem dan floem berselang-seling.
Jaringan Sekresi
• Sekresi adalah suatu proses pengeluaran zat berbentuk cairan oleh
sel-sel tubuh tumbuhan atau kelenjar yang mana cairan atau
kelenjar tersebut masih dimanfaatkan oleh tubuh tumbuhan untuk
proses metabolisme.
• Ciri-ciri jaringan sekresi pada tumbuhan :
 Terdapat dipermukaan tubuh dan produksinya dikeluarkan dari
tubuh.
 Rambut kelenjar dan kelenjar terdapat pada bagian trikoma. Fungsi
rambut kelenjar adalah menyaring zat-zat ekskresi misalnya minyak
atsiri dan mengatur pengeluaran ekskresi lewat plasma sedangkan
kelenjar berfungsi untuk penghasil lender.
 Kelenjar madu, umumnya terdapat pada bagian bunga, merupakan
kelenjar di bagian pangkal dan tonjolan yang terdiri dari banyak sel
diatasnya di mana sel tersebut memiliki plasma yang kental.
 Osmofora adalah kelenjar yang menghasilkan minyak menguap
pada bagian-bagian bunga.
Gambar Proses Sekresi (Sumber :http://3.bp.blogspot.com/-
wt19klb1qgs/uj9cn322zcl/AAAAAAAAAkk/po79..image. Diakses
: Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
• Berdasarkan tempat penyimpanan materi yang akan
disekresikan dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Sekresi intraseluler
• Sekresi intraseluler adalah materi yang akan di
sekresikan disimpan di dalam sel. Sekresi intraseluler
dibagi menjadi :
Idioblas
Idioblas adalah sel yang terspesialisasi untuk
menyimpan metabolit. Ukuran sel idioblas sedikit
berbeda dibandingkan dengan sel-sel di sekitarnya,
tersusun tunggal atau dalam barisan yang panjang.
Misalnya : Latisifer, litosis pada Ficus (di dalam sel
terdapat kristal sistolit).Idioblas dapat mengandung
resin, tannin, lendir, kristal, minyak, dll.
Gambar Indioblas (Sumber : A. http://4bp.blogspot.com/-
iwwnbywcgym/uj9dnoognxl/AAAAAAAAAk8/...image. B.
http://4.bp.blogspot.com/-uqppumeyrgw/uj9eltvtwll/AAAAAAAAAle/-
ark...image. Diakses : Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
Idioblas Pada Kaktus

Gambar Sel lendir pada kaktus (Matucana grandiflora).


(Sumber :http://4.bp.blogspot.com/-
ju2lq3q4bpj/uj9eq8q52tl/AAAAAAAAAlm/p10qke...image. Diakses :
Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
Latisifer
Latisifer adalah sel atau sekelompok sel yang
menghasilkan lateks. Latisifer ditemukan pada sejumlah
besar jenis dan marga tumbuhan.

Gambar Latisifer. (Sumber :http://3.bp.blogspot.com/-gi5nzfd2vrc/uj9ftuupa-


l/a9lc/lqiibl...image. Diakses : Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
Tipe-Tipe Latisifer :
 Tidak Beruas

• berasal dari sel tunggal yang memanjang seiring dengan


pertumbuhan tanaman.
• kadang-kadang bercabang
• tidak bercabang : Vinca, Cannabis,
• bercabang : Euphorbia, Nerium, Ficus, Asclepias
Gambar Latisifer tak beruas pada Nerium
oleander. A, embrio yang belum dewasa,
panjangnya 550 m. Pada nodus kotiledon
terdapat latisifer muda. Latisifer tersebut
berada sepanjang tepi daerah jaringan
pembuluh. Pada b, latisifer mulai bercabang. B,
sayatan setebal 75 m melalui embrio dewasa
yang panjangnya 50 m. Latisifer memanjang
dari nodus ke dalam kotiledon dan korteks dari
hipokotil. C, cabang latisifer dalam mesofil
yang berploriferasi pada embrio yang sedang
dibiakkan. Cabang tersebut tumbuh memasuki
ruang antarsel. (Sumber :A,B dari Mahlberg,
1961; C dari foto 1959; semua dalam Esau,
1976)
 Beruas

• Tersusun atas satu seri sel, baik bercabang maupun


tidak bercabang.
• Ujung dari masing-masing sel tetap utuh, berpori atau
membentuk lubang/perforasi anastomosis atau tidak
beranastomosis.
• Tidak beranastomosis contoh : Musa, Allium
• Beranastomosis contoh : Sonchus, Carica, Manihot,
Papaver, Hevea
• Pada Hevea, latisifer umumnya terdapat pada kulit
batang.
• Latisifer yang paling utama terbentuk pada kulit batang
paling dalam, yang berasal dari kambium.
Gambar Latisifer beruas (Sumber : A. http://2.bp.blogspot.com/-
lpxxpd6za2c/uj9hujsaypl/AAAAAAAAAls/aoeu...image.
B. http://2.bp.blogspot.com/-m3lgwjt_2ec/uj9h0-
rskxl/AAAAAAAAAl0/_0n9a...image. Diakses : Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
2. Sekresi extraseluler
• Sekresi extraseluler adalah materi disekresikan ke luar sel.
Sekresi extraseluler dibagi menjadi dua yaitu:
• Sekresi endogen, akumulasi materi untuk sekresi terjadi di
ruang antar sel.

Gambar Sekresi Endogen (Sumber


:http://1.bp.blogspot.com/-
vc31z_eqfzl/uj9codfawfl/AAAAAA
AAAks/npjolz....image. Diakses :
Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
• Sekresi eksogen

Gambar 13. Sekresi Eksogen (Sumber :http://3.bp.blogspot.com/-


otgbbrkgla/uj9dmot9ozl/AAAAAAAAAko/n...image. Diakses : Selasa,20
Oktober 2015 14 : 51)
• Materi, yang disekresikan secara ekstraseluler,
tersimpan dalam suatu ruang antar sel khusus,
yang terbentuk dari atau dengan berbagai
cara.
Kantung Sekresi
• Kantung sekresi terletak pada daerah yang terlokalisasi yang
mengandung hasil sekresi.Terutama terdapat pada batang,
daun dan juga buah.

Gambar Kantung Sekresi. (Sumber : A. http://3.bp.blogspot.com/-


ka4pclzwkau/uj9jaqj8jdl/AAAAAAAAAmm/7lj...image. B. http://2.bp.blogspot.com/-
wh17ce3chaq/uj9j7pmo1ml/AAAAAAAAAmc/r...image. Diakses : Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
Saluran Sekresi
• Saluran sekresi bentuknya memanjang dan meluas dalam
jarak yang cukup jauh dalam organ. Contoh saluran sekresi
misalnya: saluran resin pada Coniferae, saluran sekresi pada
tumbuhan Compositae.

Gambar Saluran Sekresi. (Sumber : A. http://1.bp.blogspot.com/-


vdjoh67rb8u/uj9kcj9_xul/AAAAAAAAAmk/kdxsl...image. B. http://4.bp.blogspot.com/-
9yhbop7cpbo/uj9koaohkul/AAAAAAAAAms/du...image. Diakses : Selasa,20 Oktober 2015
14 : 51)
• Pembentukan Struktur Sekresi :

 Struktur sekresi ekstraseluler dapat terbentuk secara


schizogenous atau lysigenous.
 Kehadiran sel epitel dapat digunakan sebagai
penanda asal mula pembentukan struktur sekresi
secara skizogen.
 Kantung sekresi yang terbentuk secara lisigen tidak
akan memiliki sel epitel sebagai pembatasnya, karena
kantung/saluran terbentuk secara lisis.
Macam-macam kelenjar dalam jaringan sekresi pada
tumbuhan :
• Kelenjar Lisigen (Lysigenous)

Gambar Kelenjar Lisigen pada sel. (Sumber


:http://3.bp.blogspot.com/-
zovoupdu4x8/uj9lh9d38bl/AAAAAAAAAmo/4ck...image.
Diakses : Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
• Kelenjar Skizogen (Schizogenous)

Gambar Kelenjar Skizogen. (Sumber :http://3.bp.blogspot.com/-


osn5tydusym/uj9l-mzscol/AAAAAAAAAm8/s...image. Diakses :
Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
Kelenjar Hidatoda
• Hidatoda merupakan struktur pelengkap pada daun
berfungsi mengeluarkan air dari dalam ke permukaan
daun.Proses sekresi dari dalam ke permukaan daun disebut
gutasi.Gutasi adalah keluarnya titik air pada ujung
daun.Hidatoda merupakan modifikasi dari bagian-bagian
daun, terletak pada helayan daun atau pada ujungnya,
dimana air dari xilen di tinggalkan, untuk mencapai
permukaan daun.
• Epitem adalah jaringan aerenkim pada bagian ujung
jaringan pembuluh.Menyerap mineral/nutrisi dari jaringan
xilem menuju sel-sel pada daun. Kelebihan air disimpan di
ruang antar sel, akumulasi air menyebabkan tekanan
dan mendorong air ke luar melalui stomata yang disebut
dengan gutasi.
Gambar Kelenjar Himatoda. (Sumber : A. http://2.bp.blogspot.com/-
fqr5jtlerwm/uj9mcefdz7l/AAAAAAAAAne/j2rq...image.
B. http://4.bp.blogspot.com/-
nhytiuasmbg/uj9msg64rgl/AAAAAAAAAmn/c...image. Diakses : Selasa,20 Oktober
2015 14 : 51)
Kelenjar Garam
• Kelenjar garam umum ditemukan pada tumbuhan
yang tumbuh/hidup pada habitat dengan salinitas
tinggi.

Gambar Kelenjar Garam. (Sumber : A. http://2.bp.blogspot.com/-


ivh8hupnfy/uj9rqgofctl/AAAAAAAAAoe/al7...image. B. http://4.bp.blogspot.com/-
xl16xmyqfme/uj9r6rj7iol/AAAAAAAAAou/hvrp...image. Diakses : Selasa,20 Oktober 2015
14:51)
Kelenjar Nektar (Kelenjar Madu)
• Kelenjar nektar, yang merupakan struktur sekresi luar,
dapat ditemukan pada tangkai daun (petiolus), misalnya
pada tumbuhan Passiflora, Ricinus dan Impatiens. Kelenjar
nektar merupakan struktur sekresi luar yang menghasilkan
cairan gula.
• Nektar adalah cairan yang mengadung gula terdapat pada
bunga dan pada bagian vegetative(ekstrafloral). Nektaria
florai, terdapat pada daun kelopak, daun mahkota bunga,
pada benangsari, pada oparium atau pada dasar bunga.
Sedangkan nektaria ekstrafloral terdapat pada batang,
daun, stipula, atau tangkai bunga. Sel sekretori pada
nektaria mempunyai sitoplasma yang padat dan vakuola
kecil, sering mengandung tannin.
• Kelenjar nectar memiliki dua tipe yaitu:
• Ekstraflora, misalnya pada tangkai daun (petiolus),
misalnya pada tumbuhan Passiflora, Ricinus dan
Impatiens,

Gambar Ekstraflora. (Sumber : A. http://4.bp.blogspot.com/-


8fj7lujtbgyy/uj9serqotvl/AAAAAAAAAoc/w4fgg...image. B.
http://1.bp.blogspot.com/-klfgxa8zl2g/uj9sqoh5dnl/AAAAAAAAAok/tx-c8...image.
Diakses : Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
• Floral nectar, Ditemukan pada sepal, petal,
stamen, ovarium atau reseptakel/tangkai
bunga.

Gambar Nektar pada petal Abutilon.


(Sumber : A.
http://1.bp.blogspot.com/-
yvawse_bigk/uj9s7vy-
4ol/AAAAAAAAAos/uus...image. B.
http://3.bp.blogspot.com/-
w5motlj37j8/uj9tgogacxl/AAAAAAA
AAoo/t3mu...image. C.
http://3.bp.blogspot.com/-
cn9npjmozoa/uj9tunaw7ol/AAAAAA
AAAo8/s...image. Diakses : Selasa,20
Oktober 2015 14 : 51)
Struktur Sekresi Pada Tumbuhan
Carnivora
• Contoh tumbuhan carbivora yaitu Venus’ flytrap (Dionaea
muscipula)
• Terdapat tiga macam trikoma yaitu hanya dua tipe yang
berfungsi sebagai kelenjar sekresi :
 Rambut kelenjar pada tepi daun berfungsi mensekresikan
senyawa yang digunakan untuk menarik serangga.
 Tiga trikom panjang pada masing-masing belahan daun
gunanya bukan untuk kelenjar sekresi tetapi untuk
menutup perangkap.
 Trikom pada permukaan daun berfungsi sebagai sekretoris
yang menghasilkan enzim untuk mencerna serangga dan
menyerap hasil penguraian.
Trikom Pada Permukaan Daun

Gambar Trikom pada permukaan daun. (Sumber


:http://3.bp.blogspot.com/9rw1rg39qeu/uj9pftg4ksl/AAAAAAAAAnc/ifdv...image.
Diakses : Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
Rambut Kelenjar (Sundew (Drosera)
Sundew (Drosera) yaitu rambut kelenjar yang kompleks dan memiliki jaringan
pembuluh, sel transfer dan sel sekresi.Fungsinya menghasilkan sekret yang lengket
untuk menangkap serangga dan berisi enzim untuk pencernaan.

Gambar Bagian Rambut Kelenjar. (Sumber


:http://1.bp.blogspot.com/-topwe-
apuou/uj9p68gxkal/AAAAAAAAAnk/gwj...image.
Diakses : Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
Gambar Kelenjar Sekresi Pada Cannabis Sativa.
(Sumber : A. http://4.bp.blogspot.com/-
savsjatwjqa/uj9qy_xkfl/AAAAAAAAAms/yalw...image.
B. http://1.bp.blogspot.com/-
l5hxafzoioa/uj9q8myamtl/AAAAAAAAAn8/lm...image. Diakses : Selasa,20
Oktober 2015 14 : 51)
Jaringan Kambium Pembuluh dan Kambium
Gabus
• Kambium adalah lapisan sel atau lapisan jaringan
pada tumbuhan yang aktif membelah. Kambium
terdapat di antara Xilem dan Floem.

Gambar Bagian dalam pada batang tanaman. (Sumber


:http://2.bp.blogspot.com/-y-zr5dbdjge/uj9fgwesd_l/a9lu/xe6eee...image.
Diakses : Selasa,20 Oktober 2015 14 : 51)
Kambium Fasikuler / Kambium Pembuluh
(Kambium Primer).
• Struktur Kambium Pembuluh
• Kambium merupakan meristem lateral karena berada
di daerah lateral akar dan batang. Pada kebanyakan
pohon dan semak, daerah kambium berupa silinder
yang berlapis banyak dan pada penampang
melintang membentuk cincin yang kontinu. Pada saat
aktif, kambium terdiri dari banyak lapisan sel, namun
pada saat istirahat (dorman) hanya ada satu lapisan
sel. Lapisan sel itu dianggap bermuka dua karena
dapat membentuk turunan ke dua arah.
Gambar Kambium pembuluh dengan
jaringan yang diturunkannya. A, bagan
pemula fusiform. B, pemula jari-jari
empulur. Pada kedua sel itu, arah
bidang pembelahan yang akan
membentuk sel floem dan xilem
(dengan pembelahan periklinal)
ditunjukkan oleh garis terputus. C, D, E,
sayatan batang Robinia pseudoacacia
yang mencakup floem, kambium, dan
xilem. C, sayatan melintang. D, sayatan
radial (menunjukkan hanya sistem
aksial). E, sayatan radial (hanya melalui
jari-jari empulur). (Sumber : Esau,
1976)
• Perkembangan Kambium Pembuluh
• Pada tumbuhan monokotil dan sejumlah dikotil basah,
prokambium akan habis terdiferensiasi menjadi jaringan
pembuluh. Pada tumbuhan berkayu, sebagian prokambium
dalam setiap ikatan pembuluh akan berkembang menjadi
cambium fasikuler.
• Perubahan antara pertumbuhan primer dan sekunder
tidaklah tajam karena jaringan primer diperoleh akibat
pembelahan pada daerah subapikal dan seluruh
pertumbuhan lateral merupakan proses yang sinambung
dari mulai apeks sampai batang yang dewasa. Pada
umumnya dianggap bahwa transisi terjadi secara bertahap
dan biasanya lambat, meskipun kadang-kadang cepat, dan
baik prokambium maupun cambium merupakan dua
stadium perkembangan dari satu macam meristem.
Kambium dapat pula terjadi pada beberapa tempat yang
sebelumnya tidak menampakkan kambium, seperti pada
kambium interfasikuler.
• Pada sejumlah tumbuhan hanya cambium fasikuler yang berperan
dan setiap ikatan pembuluh membesar, diiringi oleh sedikit
pertumbuhan sekunder. Pembelan difus (tersebar) dan proliferasi
sel pada jari-jari empulur medulla sudah cukup mengimbangi
produksi kayu yang sedikit itu. Kerangka kayu tumbuhan seperti itu
menunjukkan pola kerangka berkas ikatan pembuluh asal.
• Pada pohon dan semak yang banyak membentuk kayu, cambium
interfasikuler berdiferensiasi pada jari-jari empulur medulla baik
secara serentak bersama dengan cambium fasikuler atau beberapa
saat sesudahnya. Kambium interfasikuler berdiferensiasi sebagai
panel yang meluas dari tepi cambium fasikuler. Kedua panel dari
tepi dua ikatan pembuluh yang berdampingan akan bertemu
sehingga membentuk kambium interfasikuler yang sinambung.
Dengan demikian, pula terjadi kesinambungan dari seluruh
kambium. Setelah beberapa bulan atau tahun, kedua macam
cambium tak dapat dibedakan dan seluruh dinamakan cambium
pembuluh saja.
Kambium Felogen/ Kambium Gabus (Kambium
Sekunder )

• Kambium ini terdapat pada permukaan batang atau


akar yang pecah akibat pertumbuhan sekunder.
Kambium gabus ke arah luar membentuk sel gabus
pengganti epidermis dan ke arah dalam membentuk
sel feloderm hidup. Kambium inilah yang
menyebabkan terjadinya lingkar tahun pada
tumbuhan.
• Jenis Sel Kambium
Dari segi morfologi dapat dibedakan dua macam pemula sebagai berikut :
• Pemula yang meruncing di kedua ujungnya sehingga berbantuk kumparan,
disebut pemula kumparan atau pemula fusiform, menghasilkan
unsurbyang memanjang atau aksial (vertical)npada kayu (xylem) dan
bagian dalam kayu (floem).
• Pemula jari-jari empulur yang tumbuh kea rah radial.

 Pemula Fusiform

• Sel yang berbentuk kumparan ini panjangnya berkisar 140 – 462 µm pada
dikotil dan 700 – 4500 µm pada pinus. Panjang sel dapat beragam dalam
setahun, bergantung pada keseimbangan antara pembelahan sel dan
ekspansi sel. Pada sayatan radial, dindig ujung tampak datar, namun pada
sayatan tangensial berbentuk lancip, atau meruncing secara bertahap atau
langsung. Pada sayatan melintang sel ini tampak seperti segi empat atau
agak pipih.
• Panjang pemula fusiform adalah penting karena sedikit banyak
mempengaruhi panjang turunannya. Namun, pengukuran xylem tidak
menunjukan panjang yang sama dengan cambium karena terjadi
pemanjangan sel sewaktu xylem tumbuh menjadi dewasa.
 Pemula Jari-jari Empulur

• Pemula jari-jari empulur lebih kecil daripada pemula fusirorm, yakni


pendek dan isodiametris, atau 2 – 3 kali lebih tinggi dri pada lebarnya.
Pada coniferae, pemula jari-jari empulur senantiasa tersusun sebagai
deretan sel kea rah vertical yang terdiri dari satu baris sel, dinamakan
berseri satu atau unisertiat. Kelompok pemula jari-jari empulur dapat
menjadi lebih panjang dengan hilangnya pemula fusiform diantara dua
kelompok pemula jari-jari empulur, sehingga keduanya dapat menyatu.
Atau pemula fusiform mengubah dirinya dengan membelah melintang
beberapa kali menjadi sederetan pemula jari-jari empulur.
• Jika salah satu mekanisme tersebut mengakibatkan jari-jari empulur
menjadi berseri banyak atau multiseriat, maka pemula segera hilang
sehingga kondisi uniseriat diperoleh kembali. Pada dikotil sering terdapat
jari-jari empuluruniseriat maupun multiseriat dan hal itu tercermin dalam
pemula jari-jari empulurnya. Pada setiap jenis, kelompok pemula dapat
hanya mengandung pemula panjang saja, isodiametris saja, atau
campuran keduanya. Jika keduanya ditemukan, maka pemula panjang
hamper selalu bertempat di bagian paling atas atau paling bawah jari-jari
empulur atau di kedua tempat itu; selebihnya terdiri dari pemula
berbentuk isodiametris.
THANK YOU