Anda di halaman 1dari 26

PNEUMOTHORAX

Thorax Non- Infeksi


Oleh:
DEVINA SAGITANIA – 42170129

Pembimbing Klinik:
dr. Sutaryanu, Sp. Rad
DEFINISI
Pneumothorax :
“pneumo” = air, gas
“thorax” = chest cavity

istilah yang digunakan untuk penimbunan udara pada rongga


pleura, yaitu dinding tipis diantara paru-paru dan rongga dada.
Adanya penumpukan udara tersebut menimbulkan penekanan
pada paru-paru sehingga tidak dapat mengembang maksimal
dan memicu pengempisan paru-paru hingga kolaps
KLASIFIKASI
Berdasarkan penyebab :
• Pneumothorax spontan (primer & sekunder)
• Pneumothorax traumatik

Berdasarkan penampakan lesi robekan / jenis fistula :


• Simple/closed Pneumothorax
• Open Pneumothorax
• Tension/ ventil Pneumothoax
PATOFISIOLOGI
Fisiologi : Tekanan intrapleura adalah negatif untuk
menjaga supaya paru mengikuti gerak dinding dada

trauma/intervensi lain  kebocoran/ laserasi pleura 


udara dari luar masuk ke rongga pleura  volume udara
intrapleura meningkat  tekanan intrapleural
meningkat  hiperekspansi cavum pleura penekanan
mediastinum, vena cava ke sisi yang sehat  distress
pernapasan dan gangguan sirkulasi sistemik
GAMBARAN KLINIK
• Dispneu mendadak dan semakin memberat
• Napas tersengal, pendek, dengan mulut terbuka
• Nyeri dada tajam pada sisi yang sakit, terasa
berat tertekan, bertambah nyeri saat gerakan
napas (nyeri pleuritik)
• Denyut jantung meningkat
• Kulit tampak sianosis karena kadar oksigen darah
berkurang
PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi :
Gerakan dinding dada asimetris
Perkusi :
Hiperekspansi dinding dada
Hipersonor pada sisi lesi
Sucking wound chest (Open)
Peningkatan JVP (Tension)
Deviasi trakea ke daerah
Auskultasi :
kontra-lesi
Suara napas melemah atau
berkurang pada sisi yg sakit
Palpasi :
Bronkofoni negatif
SIC melebar daerah lesi
Fremitus melemah atau hilang di
kontralesi
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Rontgen thorax / foto polos
2. CT Scan  membedakan dg emfisema bullosa dg
pneumothorax, batas antara udara dg cairan intra-
ekstra pulmoner dan membedakan pneumothorax
spontan primer atau sekunder
3. AGD: hipoksemia.
4. EKG: perubahan aksis QRS & gelombang T
prekordial pd pneumothorax primer paru  dd:
AMI
GAMBARAN X-RAY
Dapat ditemukan :
1. Bagian pneumothorax tampak lusen, rata, gambaran
avaskular dan paru yang kolaps akan tampak garis
(collaps line), atau bentuk lobuler sesuai lobus paru
2. Paru kolaps tampak seperti masa radio opaque di daerah
hilus.
3. Cor, pembuluh darah dan trakea mungkin terdorong
kearah kontra lesi (mediastinal shift)
4. SIC melebar, diafragma mendatar atau tertekan ke bawah
bayangan pleura
viseralis sesuai
gambaran pleural
white line,
colaps line
Mediastinal shift :
pergeseran mediastinum ke
arah yang sehat karena
pengingkatan tekanan
Closed Pneumothorax (Sinistra)

Visceral
pleural line
 colaps
line

pleural
effusion 
sudut
No mediastinal shift kostofrenikus
tumpul
Open Pneumothorax
(Dextra)
Right pneumothorax

Collaps line

Rib fractures Mediastinal shift


to the left
Tension Pneumothorax
Tension Pneumothorax
Pemeriksaan X-ray
Deskripsi :
• Pulmo dengan kesan hiperlusen avaskuler
pada hemithoraks dextra
• Tampak gambaran pulmo dextra kolaps
dengan dengan bayangan pleura viseralis
sesuai gambaran pleural white line.
• Corakan bronchovaskular kasar meningkat.
• Tidak ada kesan shift mediastinum.
• Sudut costophremicus dextra-sinistra tajam
• Letak diafragma dextra-sinistra sejajar.
• Cor : bentuk dan ukuran dalam batas
normal.
• Tulang-tulang tervisualisasi intak.
Pemeriksaan CT SCAN
PENATALAKSANAAN UMUM
1. Oksigen bila penderita sesak napas
2. Pemberian cairan IV bila ada gangguan
hemodinamik.
3. Analgetika bila nyeri
4. Penyakit penyebab
5. Pasang drain thoraks
PENATALAKSANAAN KHUSUS:
• Pneumothorax tertutup/simple: konservatif bila jarak antara
dinding dada dan tepi paru < 2cm. Thorakosintesis bila > 2cm,
dan evaluasi bila tak membaik,pasang drain thoraks / WSD
• Pneumothorax terbuka/open: pasang kasa/plastik bersih dg 3
sisi diplester dan 1 sisi dibiarkan terbuka.
• Pneumothoax tekanan/tension: dekompresi dg needle
thoracosintesis di ICS 2/3 linea mid klavikularis.
• Terapi definitif : pasang chest tube WSD di SIC anterior 4/5/6
linea mid aksilaris
KOMPLIKASI
 Tension pneumothoraks dapat berakibat fatal
bila terjadi sirkulasi kolaps
 Gagal napas
 Hemopneumothoraks
 Infeksi sekunder
 Penebalan pleura
 Atelektasis
 Emphysema mediastinal
 Re-expansion pulmonary oedema
Daftar pustaka
• http://www.radiologymasterclass.co.uk/
• Prince, Sylvia dan Wilson Lorraine., Patofisiologi: Konsep Klinis
dan Proses-Proses Penyakit edisi 6. 2010. EGC: Jakarta
• Hisyam, B dan Budiono, E., Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid
3. 2009. Interna Publishing: Jakarta