Anda di halaman 1dari 17

ILMIAH

CATATAN KAKI
 Merupakan keterangan-keterangan atas
teks tulisan yang ditempatkan pada kaki
halaman tulisan yang bersangkutan.
 Catatan kaki dalam tulisan ilmiah ada
disebabkan penulis melakukan
pengutipan baik secara langsung
maupun tidak langsung dalam
tulisannya, atau penulis ingin
memberikan penjelasan terhadap
sesuatu hal dalam tulisannya kepada
pembaca.
TUJUAN PEMBUATAN CATATAN
KAKI
 Memberikan pembuktian terhadap kutipan
yang diangkat oleh penulis
 Menyatakan utang budi kepada pengarang
yang dikutip pendapatnya
 Menyampaikan keterangan tambahan
untuk memperkuat uraian di luar persoalan
atau garis-garis yang diperkenankan oleh
laju teks tulisan.
 Merujuk bagian lain dari teks tulisan.
Prinsip membuat catatan kaki

 Hubungan catatan kaki dengan tulisan


harus ditandai dengan menggunakan
nomor urut penunjukan.
 Penulisan nomor urut penunjukan harus
dilakukan seecara konsisten.
 Harus selalu mempedomani teknik
pembuatan catatan kaki.
Teknik pembuatan catatan kaki
 Harus disediakan ruang atau tempat
secukupnya pada kaki halaman tersebut
sehingga margin bawah tidak boleh lebih
dari 3 cm sesudah baris terakhir dari catatan
kaki itu diketik.

 Sesudah baris terakhir dari teks, dalam jarak


tiga spasi harus dibuat sebuah garis
sepanjang 15 ketikan
 Dalam jarak dua spasi dari garis tadi, dan
jarak 5-7 ketikan margin kiri diketik nomor
penunjukan
 Langsung sesudah nomor penunjukan,
seetengah spasi ke bawah mulai diketik baris
pertama dari catatan kaki
 Jarak antara baris dalam catatan kaki adalah
spasi rapat, sedangkan jarak antar catatan
kaki pada halaman yang sama bila ada, adalah
dua spasi
 Baris kedua dari setiap catatan kaki selalu
dimulai dari margin kiri.
Jenis catatan kaki
 A. catatan kaki penunjukan sumber (referensi)
berfungsi untuk menunjukkan sumber tempat di mana
kutipan terdapat. Catatan kaki ini biasanya dibuat
penulis bila:
• Menggunakan kutipan langsung maupun tidak
langsung
• Menjelaskan dengan kata sendiri apa yang telah
dibaca
• Meminjam sebuah tabel, grafik, diagram, dan
merujuk kembali bagian lain dari karangan itu.
 B. Catatan kaki sebagai penjelas
 Berfungsi untuk menjelaskan suatu pernyataan atau
pendapat yang dimuat dalam teks tulisan.
Unsur-unsur catatan kaki
 A. pengarang
 Nama pengarang dalam catatan kaki
dicantumkan dengan urutan biasa; gelar,
nama kecil, nama keluarga

 Bila terdapat dua orang maka keduanya


dituliskan. Tapi jika lebih dari tiga, maka
nama yg keempat tidak ditulis dan diganti
dengan kata;:dkk atau et al.
 Penunjukan kepada sebuah antologi
atau bunga rampai sama dengan
nomor 1 dan 2 ditambah dengan
singkatan ed (editor) dibelakang nama
penyunting dipisahkan oleh sebuah
tanda koma.

 Jika tidak ada nama pengarang atau


editor, maka catatan kaki dimulai
dengan judul buku/artikel
b. Judul
 Semua judul mengikuti peraturan yang
sama dengan daftar pustaka, yakni:
judul buku, digaris bawahi atau dicetak
miring..
 Sesudah catatan kaki pertama, apabila
ada sumber yang sama pada
penyebutan kedua dan seterusnya,
judul tidak perlu lagi disebut cukup
menggunakan singkatan Ibid, Op.cit,
atau Loc.cit.
c. Data publikasi
 Data publikasi bagi sebuah referensi terdiri dari;
tempat penerbitan, tahun terbit. Keduanya
ditempatkkan dalam tanda kurung.
 Data publikasi bagi sebbuah majalah terdiri dari;
nomor jilid dan nomor halaman, tanggal, bulan
dan tahun. Nama tempat dan penerbit tidak
dicantumkan..
 Data publikasi artikel sebuah harian terdiri dari ;
bulan, hari, tanggal dan nomor halaman.
Penanggalan tidak boleh ditempatkan dalam
tanda kurung.
5. Cara membuat catatan kaki
 A. referensi kepada buku dengan
seorang pengarang
 nama pengarang ditulis lengkap, tidak
dibalik karena referensi yang pertama
kali.
 antara nama pengarnag dan judul buku
dipergunakan tanda koma
 Tempat dan tahun terbit ditempatkan
dalam tanda kurung, penerbit tidak perlu
diikutsertakan
Referensi kepada buku dengan
dua tiga orang pengarang
 Nama pengarang dituliskan seluruhnya
dengan diantarai koma
 Antara nama pengarang dan judul buku
dipergunakan koma, antara judul buku
dengan data publikasi tidak ada tanda titik
atau koma
 Nama penerbit dimasukkan sesudah nama
tempat, dan diantarai tanda titik dua, dan
diikuti tahun terbit. Semuanya ditempatkan
dalam kurung
Referensi kepada buku dengan
banyak pengarang
 Hanya nama pertama yang disebut,
nama lainnya diganti dengan singkatan
et.al atau dkk
 Antara nama pertama dengan et al
dibubuhi tanda koma.
Referensi kepada buku yang terdiri
dari dua jilid atau lebih
 Keterangan tentang nomor jilid
ditempatkan dalam kurung sebelum
tempat terbit atau ditempatkan diluar
tanda kurung sebelum nomor
halaman.
 Nomor jilid selalu dengan angka
Romawi sedangkan nomor halaman
selalu angka Arab.
Referensi kepada sebuah
terjemahan
 Nama pengarang asli ditempatkan di depan
 Keterangan tentang penerjemahan
ditempatkan sesudah judul buku dan
dipisahkan oleh tanda koma.
Referensi kepada skripsi, tesis,
dan disertasi yang belum
diterbitkan
 Judul skripsi, tesis, dan disertasi
ditempatkan dalam tanda petik
 Keterangan tentang jenis karya itu, nama
fakultas atau universitas, tempat, tahun
ditempatkan dalam kurung sesudah judul
tanpa koma.