Anda di halaman 1dari 82

CARDIOLOGI

HIPERTENSI
Hipertensi
Hipertensi merupakan suatu keadaan terjadinya
peningkatan tekanan darah yang memberi gejala
berlanjut pada suatu target organ tubuh sehingga
bisa menyebabkan kerusakan lebih berat seperti
stroke, penyakit jantung koroner, gagal ginjal,
diabetes mellitus dan lain-lain
Etiologi

tidak diketahui
90% penyebabnya
(hipertensi primer)

ada penyebab
tertentu: misal, oleh
10% karena gangguan
ginjal atau hormon
(hipertensi sekunder)
Klasifikasi
Terapi
Menurunkan
berat badan

Mengurangi
Hindari
konsumsi
alkohol
garam
Mengubah
gaya hidup

Olahraga Makanan
teratur yang sehat
CHF
Gagal Jantung
Gagal Jantung
• Pembagian:
• Gagal jantung kanan (terjadi pada hipertensi pulmonal primer,
tromboemboli), dengan gejala kongesti cairan sistemik dan
• Gagal jantung kiri (akibat kelemahan ventrikel kiri) berakibat
pada penurunan perfusi sistemik.
• Low Output Heart Failure (biasanya terjadi akibat hipertensi,
kardiomiopati dilatasi, kelainan katub)dan
• High Output Heart Failure (ditemukan pada penurunan
resistensi vaskular sistemik, sepertihipertiroid, anemia dan
kehamilan)
Gagal Jantung
Stages of HF: ACC/AHA

Stage A
High Risk for developing
Heart failure

Stage B
Asymptomatic
LV dysfunction NYHA Functional Class
Class I
symptoms at activity levels that
would limit normal individuals
Stage C Class II
Past or current symptoms of HF with
ordinary exertion
Symptoms of HF Class III
symptoms of HF with less
than ordinary exertion

Stage D Class IV
End-stage HF Symptoms of HF at rest
Terapi non-Farmakologi
1. Monitoring BB : Target IMT 18 – 25. Bila kenaikan BB > 2 kg
dalam 3 hari  waspadai telah terjadi retensi cairan, intake
garam berlebih atau dosis diuretik yang kurang
2. Intake Na : restriksi garam < 2 gr/hari t.u Fungsional
Class III-IV dan bila ada edema perifer
3. Intake Cairan : Pada CHF max 1,5 – 2 lt/hr ttp
pertimbangkan k.u px
4. Hentikan Merokok
EDEMA PARU
Edema Paru Akut
• Definisi • Tata laksana
• Edema paru terjadi oleh karena • Lasix (↑ urin) Furosemid 40 – 80 mg
adanya aliran cairan dari darah ke IV bolus
ruang intersisial paru yang selanjutnya • Morphine (venodilator,↓ afterload)
ke alveoli paru, melebihi aliran cairan Morfin sulfat 3 – 5 mg iv, dapat
kembali ke darah atau melalui diulang tiap 25 menit, total dosis 15
saluran limfatik. mg> pemberian ini bertujuan untuk
• Klinis menenangkan pasien
• Sianosis sentral • Nitrates (venodilator) Nitrogliserin
• Sesak nafas dengan bunyi napas sublingual atau intravena. Nitrogliserin
melalui mukus berbuih peroral 0,4 – 0,6 mg tiap 5 – 10 menit.
Jika tekanan darah sistolik > 100
• Ronkhi basah nyaring di basal paru mmHg bisa diberikan Nitrogliserin
kemudian memenuhi hampir seluruh intravena mulai dosis 3 – 5 ug/kgBB
lapangan paru; kadang-kadang disertai
ronki kering dan ekspirasi yang • Oksigen noninvasif
memanjang akibat bronkospasme • Posisi ½ duduk (↓preload)
sehingga disebut asma kardial
• Takikardia dengan gallop S3
• Murmur bila ada kelainan katup
SYOK
Syok
• Definisi
• Syok  kumpulan gejala akibat perfusi selular tidak mencukupi
dan asupan O2 tidak cukup memenuhi kebutuhan metabolic
• Perfusi yang inadekuat
• Gangguan hemodinamik
• Disfungsi organ
• Klinis
• Manifestasi klinis tergantung penyakit dasar dan mekanisme
kompensasi yang terjadi, misalnya:
• Peningkatan tahanan vaskular perifer: kulit pucat dan dingin, oliguria
• Tonus saraf adrenergik meningkat menyebabkan takikardia, keringat
banyak, cemas, mual, muntah, atau diare
• Hipoperfusi organ vital berupa iskemi miokard ditandai dengan nyeri
dada atau sesak nafas, insufisiensi serebral ditandai dengan
perubahan status mental
Syok hipovolemik
• Memnyebabkan penurunan
preload
Etiologi:
Perdarahan: trauma,
perdarahan
intraabdomen, rupture
aorta.
Kehilangan cairan : diare
berat
Syok kardiogenik Syok Distributif
 Syok kardiogenik tanda  Disebabkan oleh penurunan
utamanya hipoperfusi, TD < venous return. Vasodilatasi
90 mmHg atau MAP turun > sistemik  penurunan
30 mmHg, produksi urin < afterload
0,5 mL/kg/jam, nadi >  Etiologi:Sepsis, Neurogenic
60/mnt, tampak low output
syndrome / spinal, Anafilatik ,
 Pada right ventricular failure
Systemic inflammation –
tampak isi semenit yang pancreatitis, burn, Toxic
rendah, peningkatan JVP, shock syndrome,
hepatomegali, hipotensi Anaphylaxis and
sampai syok anaphylactoid reactions,
Toxin reactions – drugs,
 Etiologi : Myopathy, transfusions, Addisonian
Arrhythmia, Mekanik, crisis, Myxedema coma
Extracardiac (obstructive)  Syok sepsis = Sepsis disertai
tanda syok. (Sepsis = SIRS +
fokal infeksi)
SIRS SEPSIS
• SIRS adalah respon klinis terhadap • Sepsis adalah SIRS yang disertai
agen infeksius atau non infeksius dengan adanya infeksi sistemik,
dengan minimal 2 gejala di bawah ditandai dengan addnya
ini: gangguan perfusi organ:
• Demam lebih dari 38 c atau • Gangguan mental status
kurang dari 36 c
• Hipoksemia (PaO2<72mmHg)
• Nadi lebih dari 90 kali per menit pada FiO2 0,21
• Pernapasan lebih dari 20 kali
• Peningkatan laktat plasma
permenit atau PaCO2 kurang dari
32mmHg • Oliguria (UO <0.5 ml/kgBB atau
• Abnormalitas jumlah leukosit < 30ml dalam minimal 1 jam)
(>12.000 atau < 4000 atau > 10%
bentuk imatur)
Tatalaksana

 Hipovolemi : resusitasi cairan dan control


perdarahan
 Kardiogenik : perbaiki tekanan darah
lewat volume dan kontraksi
 Distributive: resusitasi cairan,
vasokonstriktor, antibiotic jika disebabkan
infeksi
Cardiac Temponade
Cardiac Temponade

Hipotensi

Distensi Vena
Jugular

Muffled Heart
Sound
Tatalaksana
RHD
Rheumatic Heart Diseases

Berkaitan dengan demam rheumatic akut

Berkaitan dengan status ekonomi dan kepadatan penduduk (Infeksi


GABHS)

Prevalensi 10,8-15,9 jt pasien, kematian 233.000-294.000 per tahun

Berawal dari adanya infeksi bakteri Group A beta haemolytic


streptococcal (GAS) di tonsillopharynx
Rheumatic Heart Diseases
Tatalaksana
Eradicate
• Benzatine Penicillin G
• <27 kg : 600.000 U I.M. (once)
• >27 kg: 1.200.000 U I.M. (once)
• Penicillin V (Phenoxymethyl penicillin) 250 mg 2-3 times/d (ped), 500 mg 2-3times/d (adult)
• Erythromycin estolate, 20-40 mg/kg/2-4 times dialy (10 days)
• Erythromycin Ethylsuccinate 40mg/kg/2-4 times (max 1g/d) (10 days)

Anti inflamasi
• Aspirin 90-120 mg/kg/hari 10 minggu, tappering tiap 2 minggu, atau
• Predinosolone 60 mg/hari (BB >20 kg), 40 mg/hari (BB <20kg), diberikan 3 minggu, ditappering
selama 9 minggu
• Aspirin preferred  carditis ringan / tanpa gagal jantung

Prevensi sekunder  mencegah relaps


• Benzatine Penicillin G 1,2 jt U/3-4 mg, atau tablet oral Penicillin V 500 mg 2x/hr
Selama 5 tahun bila tdk ada karditis, diberikan seumur hidup bila ada karditis
EI
Endokarditis Infektif
Inflamasi pada endokard yang biasanya melibatkan katup dan
jaringan sekitarnya yang terkait dengan agen penyebab infeksi
Roth’s spot

Osler nodes

Janeway lesion
Tatalaksana
• Oksigenasi
• Cairan intravena yang cukup
• Antipiretik
• Antibiotika :
• Endokarditis katup asli karena Streptococcus viridans dan Str. Bovis :
• Penisilin G kristal 12-28 juta unit/24 jam iv kontinu atau 6 dosis terbagi
selama 4 minggu atau seftriakson 2 g 1kali/hari iv atau im selama 4 minggu
• Regimen untuk Methicilin Succeptible Staphylococci
• Nafsilin atau oksasilin 2 g IV tiap 4 jam selama 4-6 minggu dengan
opsional ditambah gentamicin sulfat 1 mg/kgBB im atau iv tiap 8 jam
selama 3¬5 hari
KELAINAN EKG
Ventricular Fibrillasi

Depolarisasi ventrikel
yang kacau

Tidak terdapat nadi saat


muncunya VF (pulseless)

Aritmia letal

Early defibrillation
sangat penting
©Bimbel UKDI MANTAP
ACLS
ACS
Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner (PJK)  suatu kelainan
disebabkan oleh penyempitan/penghambatan
pembuluh arteri koronaria yang mengalirkan darah ke
otot jantung
Etiologi/Faktor resiko
Gejala
• Nyeri dada seperti tertekan, terbakar/susah bernafas,
dada terasa berat / seperti diiris-iris
• Nyeri menjalar ke leher, rahang/mastoid, punggung dan
turun ke lengan kiri / ulu hati
• Disertai gejala sistemik seperti keringat dingin, rasa ketarik-
tarik pada kerongkongan, tubuh lemas, jantung berdebar
dan pingsan
• Gejala muncul saat beraktivitas namun
hilang/berkurang saat istirahat
• Faktor pemicu seperti sedang emosi, bekerja, sesudah
makan / udara dingin.
Pada penderita diabetes, hampir 52% penderita PJK
tidak mengalami keluhan nyeri dada atau sering
disebut silent ischemia
Lokasi nyeri
Enzym Jantung
• Creatine Kinase (CK atau CPK)  dikeluarkan
otot yang rusak : Mm (otot rangka ), MB (otot
jantung ) & BB (jaringan otak ).
• Troponin  protein yang membantu mengatur
kontraksi otot jantung : Troponin I, Troponin T &
Troponin C.
Troponin I dan T normal tidak ditemukan
dalam aliran darah
Troponin C Mengikat ion Ca & (-) digunakan
untuk menentukan jaringan sel / kematian
PJB
TERIMA KASIH
Dr. Fathul Yasin